Cinta Gadis Dingin

Cinta Gadis Dingin
lepaskan mereka....mari bersamaku


__ADS_3

" mereka bukan keluargamu Nayra..." ucap Agustin dengan tegas dan cepat menyanggah pengakuan Nayra.


Sungguh demi apapun bukan pengakuan perasaan Agustin terhadap dirinya yang di harapkan seorang Nayra, namun ancaman atau pengakuan lainlah yang ia harapkan.


Tak pernah terpikir sedikitpun olehnya, Agustin memiliki perasaan lebih terhadapnya. Nayra mengalihkan pandangannya ke tempat lain.


" aku tidak tahu dendam apa yang membuat ayahmu begitu ingin memghancurkan keluarga suamiku " Nayra sedikit menekan kata suami untuk sedikit memberi Agustin peringatan bahwa dirinya bukanlah wanita lajang yang boleh di cintai siapapun.


Agustin mengela nafas.


" lepaskan dia Nayra...mari bersamaku, aku berjanji hanya akan ada kau dalam hidupku " sungguh menyedihkan ucapan demi ucapan yang keluar dari mulut Agustin yang penuh dengan permohonan pada wanita di hadapannya itu.


" aku tidak akan bisa melihat kau terluka lagi Nayra...kumohon mengertilah " lanjut Agustin


Nayra hanya terdiam, ia seakan kehabisan kata kata.


" apa ayahmu berniat melukai ku ?! " terpaksa Nayra berusaha memancing Agustin, pria itu terdiam sebentar kemudian berdehem mencoba menetralkan suasana.


" bersama denganku akan menjadikanmu terlepas dari stikma kau adalah senjata penghancur keluarga itu. Mereka adalah keluarga pembunuh Nayra asal kau tahu itu, perampok "


" kenapa bicara seperti itu, siapa yang mereka bunuh, dan apa yang mereka rampok ?? " Nayra sungguh terkejut mendengar pernyataan Agustin kali ini


" kakak ayahku....kakak ayahku yang mereka bunuh, perusahaan yang di bangun bersama di kuasai sendiri oleh pria tua keparat itu. Wirhahadi Aditya Rachman " jawab Agustin


Nayra semakin mengerutkan keningnya tak mengerti dengam ucapan Agustin.


" kau tidak akan pernah mengerti, masalah ini sungguh rumit. Karena itu tinggalkan keluarga bermasalah itu " sekali lagi Agustin meminta kepada Nayra.


" keluarga siapa yang bermasalah dan....siapa wanita yang hendak kau ajak menikah ? Lancang "


Sebuah suara menggelegar mengejutkan Agustin juga Nayra. Nayra membelalakkan matanya melihat tubuh jangkung itu tampak telah normal kembali.


Seorang pria jangkung berbadan tegap nampak dengan gagah melangkah masuk dengan pasti kearah mereka. Empat orang pria gagah dan satu orang wanita yang juga cukup tinggi turut melangkah di belakangnya. Dokter Edward, Zack dan Lee serta Edo dan Maria.

__ADS_1


" Yandi...kau ....masih hidup ?! " Agustin terperangah menyadari siapa yang datang menghampiri mereka.


" beraninya kau mengajak bertemu dengan istriku berdua saja, lalu apa yang kau harapkan dari seorang pria yang bahkan pernah bangkit dari kematian yang kalian rencanakan itu hah !!! " Yandi bersuara sangat keras.


" kalian telah membangun dinding pemisah di antara kami selama hampir tiga tahun lebih, kalian telah membuat seorang wanita kehilangan bayinya bahkan sebelum ia sendiri menyadari kehadiran bayi itu.....lalu sekarang kau menawarkan pernikahan pada wanita itu. Tidak tahu malu bangsat kau " sentak Yandi lagi


" kau yang bangsat, kau tak pernah bisa melindungi wanita itu, maka lepaskan dia...biarkan dia bersamaku, biarkan aku yang melindunginya "


" bugh...!! " sebuah pukulan mendarat di wajah Agustin hingga pria itu sedikit mundur kebelakang, tak tinggal diam Agustin pun melawan. Baku hantam tak terelakkan hingga Agustin terkapar tak berdaya dan bersimbah darah di lantai perkelahian itu baru berakhir,


Yandi adalah seorang yang sangat ahli beladiri terutama taekwondo juga hanggar.


Maka tak heran jika dia bisa dengan mudah melumpuhkan lawannga dalam waktu sebentar saja.


Sebenarnya Agustin juga cukup mampu bela diri tapi sepertinya kemampuannya masih jauh dibawah Yandi.


Juga karena Nayra yang memeluk erat tubuh jangkung Yandi.


" katakan pada ayahmu, masanya akan segera berakhir. Sudah cukup dia mengacau ketenangan keluargaku. Tunggu kehancurannya " kata Yandi dengan menuding kearah Agustin dengan masih di peluk oleh Nayra.


Hari telah gelap ketika mereka semua pergi meninggalkan tempat itu.


Nayra dan Yandi naik kedalam mobil yang tadi ia bawa bersama Edward namun kini Edo yang menyetirnya dan Edward duduk di samping kemudi sedang Nayra dan Yandi di bangku belakang penumpang.


Sementara tiga orang lain yakni Zack, Lee dan Maria berada di mobil lainnya.


" kita pulang do " kata Yandi sembari terus menggenggam jemari Nayra di pangkuannya, Nayra menoleh kearahnya.


" kenapa tak kerumah sakit saja " tanya Nayra khawatir.


" kau tidak suka melihataku sembuh ?! " Yandi malaj bertanya tanpa menjawab pertanyaan Nayra,


" sayang.." Nayra paham, kali ini pria di sampingnya itu tengah terbakar api cemburu, karenanya ia berusaha menetralkannya dengan kata kata yang sebelumnya belum pernah keluar dari bibirnya.

__ADS_1


Bukan karena ia tak cinta atau apa, tapi lebih kepada ia yang malu untuk sekedar mengucapkannya.


Yandi menoleh dengan cepat menatap wanita di sampingnya itu dengan lekat. Hatinya terasa berbunga bunga mendengarnya. Namun ingatan akan ajakan demi ajakan Agustin meminta sang istri menikahinya, juga pernyataan cinta pria itu pada Nayra membuat jiwanya terbakar.


Ya...bagaimana dia tahu semua percakapan antara Nayra dan Agustin, tentu saja..dari alat yang menghubungkan Nayra dengan Maria yang juga di rancang Rexy dan Faris juga tersambung kepadanya sehingga ia bisa tahu percakapan awal hingga akhir.


Rexy dan Faris yang menciptakan alat penyadap itu, belajar dari pengalaman Nayra yang terculik beberapa waktu lalu itu membuat Yandi memerintahkan keduanya yang memang hebat dalam hal elektronik itu.


Sementara sepeninggal Nayra yang di bawa pergi oleh Yandi begitu saja, Agustin masih terkapar tak berdaya di lantai, ia menolak bantuan artnya untuk mebuatnya bangun dari lantai.


Agustin sungguh meratapi dirinya, tak pernah mencintai seorang wanita sejak remaja hingga kini kenapa justru dirinya malah jatuh cinta pada sosok Nayra yang memang telah ia ketahui cerita cintanya bersama sang suami dimasa lalu.


Agustin bangun dari tidurnya di lantai namun masih duduk dengan kedua tangan terjuntai kebawah dari dengan kedua lengan tangan yang bertumpu pada kedua lututnya.


" apa lagi yang harus aku lakukan untuk membuatmu bersamaku Nayra...Nayra aku sangat mencintaimu, sungguh " ratapnya dalam kesedihan.


" apa yang kau lakukan Agustin " sebuah suara yang cukup di kenal Agustin membuat pria itu mendongak kearah sumber suara.


" ayah...kauu datang ?! " pekik Agustin melihat siapa pria itu, segera ia bangkit dari duduknya dan segera menyambut dan mencium punggung telapak tangan pria itu dengan takzim.


Tuan Hendra melangkah mendekat kearah sofa dan duduk di sana.


" bagaimana Agustin, kau berhasil menangani wanita liar itu ?! " tanya Hendra membuat Agustin kebingungan menjawab.


" ayah aku...aku " Agustin tergagap menjawab pertanyaan ayah angkatnya itu.


" hentikan perasaan gilamu itu Agustin, buang jauh jauh perasaanmu pada wanita itu. Kau bisa menghancurkan semua rencana kita dengan perasaan bodoh mu itu Agustin " cecar Hendra.


" apa kabar pria itu..sudahkah rumah sakit itu mengabarkan kematiannya." tanya Hendra lagi, dan lagi lagi membuatnya gugup


" aku tidak sabar melihat pria tua itu terserang stroke karena kabar kematian putranya itu " lanjut Hendra.


" ayah...maaf, kita gagal kali ini " ucap Agustin

__ADS_1


Tuan Hendra terbelalak terkejut, ia menatap nyalang laki laki tampan yang merupakan anak angkatnya itu.


__ADS_2