
Sudah 1 bulan lama nya crisan ada di sini dan sekarang dia sudah gak sekolah lagi di sekarang berkerja di perusahaan papanya yang ada di kota ini. Awalnya aku bingung bukannya harus selesai kan sekolah dulu tapi kata crisan dia tak perlu meneruskan sekolah karenasaat dia di Jepang dia sudah melakukan ujian kelulusan dan hasilnya dia lulus begitu pun dengan yang lainnya. Saat mengingatnya membuat ku iri ya aku iri benar kata ibu crisan apa yang di inginkan asalkan ada uang semuanya bisa di lakukan tapi aku tak boleh putus asa aku harus belajar dengan giat agar beasiswa ku tak di cabut dan juga nilai nilai pelajaran dan olah raga ku hadus di tingkat kan karena saat lulus nanti aku akan mencari pekerjaan dan aku akan membuktikan kepada ibu crisan kalau aku bisa membuat keluarga ku naik derajat atau ya sepantaran lah dengan keluarga criaan tapi aku sadar kalau hal itu hanyalah khayalan ku saja tapi aku tak boleh menyerah aku harus terus berjuang dan berusaha siapa tau aku bisa mewujudkan keinginan ku.
Hari ini aku sedang dalam perjalanan ke taman kota ya aku dan crisan sudah memiliki janji. Meskipun dia sangat sangat sibuk tapi dia selalu menyempatkan waktu untuk ku dan aku rasa juga sudah cukup bahkan jika dia tak bisa menemui ku dia menyuruh asisten laki lakinya yang bernama Brian untuk menjemput ku dan membawa ku ke kantornya ya sudah beberapa kali aku di bawa ke kantornya tentunya di saat tidak ada orang tua crisan di kantornya. Ya kehidupan ku selama 1 bukan ini bisa di bilang tennag dan tidak tenang kenapa karena aku bisa tenang karena aku tak pernah bertemu dengan ibu crisan ya karena dia sekarang ada di Eropa dan dia di sana sampai akhir tahun dan hal itu membuat ku menjadi lega tapi ada yang membuat ku tak tenang yaitu selalu ada telfon misterius yang selalu menelfon ku setiap 5 hari sekali dan saat aku mengangkatnya selalu ada ancaman untuk ku dan keluarga ku kalau aku tak menjauhi criaan maka dia akan terus mencelakai kan keluarga ku tapi selama ini tak aku gubis karena aku ingat dengan perkataan kak Chelsea kalau dia, crisan dan yang lainnya akan melindungi ku dan juga keluarga ku tentu saja tidak selamanya mereka akan melindungi ku tapi untuk saat ini aku sangat bersyukur ada mereka di samping ku. Ya walau pun begitu aku juga sangat berhati hati saat ini karena aku tau orang yang mengancam ku lewat telfon adalah orang suruh dari ibu crisan.
Tak ada yang tau kalau aku selalu di teror oleh telfon telfon begitu bahkan criaan pun tak tau ya aku tak memberitahukannya karena aku tak ingin membuatnya khawatir jadi aku tak membicarakannya kepada crisan mau pun kak Chelsea. Dan kak Chelsea sekarang ikut suaminya entah sampai kapan dia di sana tapi dia selalu menelfon ku menanyakan kabar ku dan yang lainnya bahkan dia sangat sangat perhatian kepada ku ya saat mengingatnya hal itu membuat ku terharu bahkan aku sekarang masih menjadi pacar crisan dia sangat baik terhadap ku bahkan beberapa hari yang lalu dia mengirimkan bahan makanan mentah kepada ku dan keluarga ku ya kirimannya lumayan banyak sehingga isi kulkas ku pun penuh bahkan beberapa nya sudah tak muat untuk di masukkan ke dalam kulkas.
Sudah lama aku menunggu tapi criaan belum datang juga ya kami janjian sekitar jam 3 sore dan ini juga baru jam 3 karena tadi aku berangkat ke sini jam 2 lewat sedikit saja. Tiba tiba saja ada yang menepuk pundak ku sepkntan aku langsung menghadap ke arah belakang dan saat aku melihatnya ternyata crisan yang memegang pundak ku dia tersenyum ke arah ku ya dia masih berpakaian rapi dengan jas dan dasi yang sudah di longgarkan.
"Sudah lama?" Kata crisan kepada ku sambil duduk di samping ku.
"Ngak kok baru aja" kata ku kepada crisan sambil tersenyum ke arahnya.
"Oh." Kata crisna mengangguk anggukan kepalanya.
"Kenapa kamu ngajak aku ketemu di sini?" Kata ku kepada crisan ya karena tadi dia mengatakannya mendadak sehingga saat setelah selesai dia menelfon aku pun langsung jalan ke sini.
"Aku kangen aja sama kamu awas tangan kamu" kata crisan kepada ku sambil mengangkat tangan kanan ku entah apa yang dia lakukan.
"Eh ehe h apaan sih?" Kata ku kepada criaan protes dengan apa yang di lakukan nya.
"Diam aku hanya pengen bareng sama kamu aku capek banget" kata crisan kepada ku sambil tiduran di pangkuan ku dia pun memejamkan matanya.
"Kamu kalau capek kenapa gak pulang kok malah ngajak aku ketemu di sini. Sudah sana bangun pulang dan tidur di rumah mu" kata ku kepada crisna.
"Al aku kangen banget sama kamu, sekarang yang pengen aku lakuin hanya pengen bareng sama kamu ya meskipun aju capek dan ngantuk semua itu kalah kalau aku sudah kangen sama kamu" kata crisan kepada ku.
"Halah gombal" kata ku kepada crisan sambil memalingkan wajah ku darinya
"Oiya Al aku punya sesuatu buat kamu" kata crisan kepada dan di oun langsung bangun dari tidurnya di pangkuan ku.
"Huh kaget aku, jangan bangun gitu cris kamu mau buat pacar kamu ini nati karena serangan jantung?" Kata ku kepada crisan tapi dia malah tertawa kecil melihat ekspresi ku yang sedikit marah kepadanya.
"Iya maaf maaf," kata crisan sambil melihat ke arah saku yang ada di dadanya dan juga celananya
"Cari apa cris?" Kata ku kepada cris karena tampaknya dia kebingungan tapi dia tak menjawab ku tak lama kemudian dia menemukannya dan melihat ke arah ku.
__ADS_1
"apa itu?" Kata ku kepada crisan bingung
"Buat kamu" kata crisan kepada ku sambil menyerahkan kotak yang sejak tadi di pegangnya.
"Apa ini?" Kata ku kepada crisan sambil melihat ke arahnya
"Buka aja kamu juga nantik tau sendiri" kata crisan kepada ku, aku pun membukanya dan saat aku membukanya di dalam kotak itu ada sebuah kalung dan dua cincin. Yang membuat ku heran kenapa ada satu kalung dan dua cincin aku melihat ke arah crisan
"Buat apa ini?" Kata ku bingung dengan apa yang di berikan criana kepada ku.
"Kalung ini buat kamu, ini tanda kalau kamu sudah jadi milik aku sini aku pasangan" kata crisan kepada ku sambil mengambil kalung yang ada d8 kotak itu lalu memasangkannya di leher ku.
"Terus cincinnya?" Kata ku kepada crisan
"Ini yang kecil buat kamu satu dan yang besar buat aku satu liat desainnya sama kan dengan kalungnya aku buat sendiri loh desain kalung sama cincinnya ini artinya hubungan kita akan selalu sama dan sedekat ini." Kata crisan kepada ku sambil memakaikan cincin yang kecil kepada ku dan yang besar di pasang sendiri ke tangannya.
"Cris aku gak butuh cincin ini atau pun kalung ini cris karena aku yakin seribu bahkan sepuluh ribu persen kalau aku bisa jaga perasaan ku buat kamu cris. Dan aku hanya ingin kalau kamu bantu aku buat perjuangin hubungan kita," kata ku kepada crisan
"Aku tau tapi apa salahnya aku ngasik sesuatu buat kamu, gak salah kan apa lagi kamu itu pacar aku Al. Jadi gak ada masalah kan?" Kata crisan kepada ku dengan santainya
"Memang gak ada masalah tapi aku gak mau pakai Seperi ini nantik aju di bilang hanya ngincar harta kamu aja" kata ku kepada crisan
"Sudah aku gak mau dengar protes lagi oke, yang penting kamu selalu pakai cincin dan kalung ini ya. Kalau kamu gak pakek berarti kamu gak ngehargain pemberian ku" kata crisan kepada ku dengan nada mengancam
"Iya tapi ada satu hal yang mau aku tanyakan ke kamu cris" kata ku kepada crisan
"Apa itu?" Kata crisan tampak bingung dengan mata yang lekat lekat melihat ke arah ku.
"Jika suatu saat aku sama kmau putus apa yang harus aku lakuin sama kalung dan cincin ini?" Kata ku kepada crisan dan saat aku melihat crisan di wajahnya tampak tegang dengan melihat ke arah ku
"Itu gak akan pernah terjadi" kata crisan kepada ku ambil memalingkan wajahnya dari ku.
"Aku hanya tanya aja cris jika hal itu terjadi suatu saat nanti apa yang harus aku lakukan dengan cincin ini dan kalung ini?" Kata ku kepada crisan sambil memegang tangan kirinya.
"Al itu gak akan pernah terjadi Al, aku akan mempertahankan semua ini dan juga hubungan ini sampai kapan pun. Dan aku juga gak akan biarin siapa pun ngerusak hubungan kita bahkan sekali pun itu adalah ibu ku aku pasti akan melawannya Al, kamu tau cinta ku ke kamu tu besar banget Al. Jadi kamu kan punya janji ke aku kalau kamu gak bakalan ninggalin aku kalau aku gak ninggalin kamu dan mustahil bagi aku buat ninggalin kamu jadi kamu gak usah mikirin itu oke?" Kata crisan kepada ku sambil memegang kedua tangan ku dan memandang ku lekat lekat.
__ADS_1
"Aku hanya ingin jawaban apa yang aku tanyakan itu saja cris" kata ku kepada crisan lagi crisan langsung melepaskan tangan ku lalu dia berdiri dan berjalan ke arah semak semak yang ada di depan kami. Dia hanya diam cukup lama aku menunggu dia pun berbalik dan melihat ke arah ku.
"Jika itu terjadi maka kamu kirimkan cincin dan kalung itu kepada ku maka akan langsung ku hancurkan saat itu juga. Tapi Itu gak akan pernah terjadi tanpa ijin dari ku" kata crisan kepada ku dengab wajah sendu.
"Iya cris aku tau kok" kata ku kepada crisan.
Setelah itu crisan pun berjakan ke arah ku dan langsung membawa ku ke dalam pelukannya. Dia memeluk ku dengan sangat erat bahkan saat aku akan melepaskan pelukannya dia malah memeluk ku makin erat. Jadi aku hanya diam saja dan menerima pelukannya bahkan aku membalas pelukannya.
"Al?" Kata crisan sambil tetap memeluk diri ku.
"Apa cris?" Kata ku kepada crisan.
"Aku sayang banget sama kamu Al. Janji ya jangan tinggalin aku apa pun yang terjadi" kata crisan kepada ku.
"Iya cria" kata ku kepada crisan
"Ayo kita jalan jalan" kata crisan sambil melepaskan pelukannya dari ku
"Kita mau kemana?" Kata ku kepada crisan dengan menatapnya heran.
"Sudah jangan banyak tanya ayo ikut aja" kata crisan kepada ku
"Tapi cris aku Bawak sepeda motor" kata ku kepada crisan ya aku memarkirkan sepeda motor ku tak jauh dari tempat ku berada.
"Sudah gampang, aku bakalan nyuruh orang buat nganterin sepeda kamu kembali ke rumah kamu sekarang mana kunci sepeda kamu" kata crisan sambil menjulurkan tangannya ke arah ku.
"Ini" kata ku sambil menyodorkan kunci motor ku kepada crisan setelah itu kami pun pergi ke arah sopir crisan
"Ini kamu antar sepedanya ke rumahnya" kata crisan kepada sopir bryan.
"Baik tuan" kata sopir laki laki itu kepada crisan sambil menundukkan kepalanya.
"Lakukan dengan benar jangan sampai lecet dan tunggu di sana sampai aku kembali ke sana jangan kemana pun dan jangan berikan kunci sepeda motor itu kepada siapa pun. Saat aku datang aku akan memintanya kepada mu." kata criaan kepada sopirnya.
"Baik tuan" kata sopir itu lagi
__ADS_1
Setelah itu crisan memasukan ku ke dalam mobilnya dan ya crisan menyetir mobilnya sensiri karena sopirnya di suruh untuk mengantarkan sepeda ku kembali ke rumah ku. Bahkan crisan menyuruhnya untuk menunggu di rumah ku sampai kami kembali. Crisan pun mulai menjalankannya mobilnya dengan kecepatan sedang saat aku bertanya kita akan kemana tapi dia hanya tersenyum kepada ku dan memegang tangan ku bahkan sudah mulai sejak tadi dia memegang tangan ku tanpa henti membuat ku lelah.
Tak lama kemudian mobil yang kami tumpangi pun berhenti di sebuah taman bermain crisan mengajak ku untuk turun aku pun turun dari dalam mobil. Setelah itu aku dan crisan pun masuk ke dalam di sesampainya di dalam kami pun mulai bersenang senang aku dan crisan sudah memainkan beberapa permainan yang ada di sini tiba tiba saja aku ingin buang air kecil aku pun memberitahukan kepada crisan kalau aku akan ke kamar mandi sebentar setelah itu aku pun ke kamar mandi sesampainya di sana suasana sangat sepi hanya ada aku dan seorang wanita yang berpakaian serba hitam dan sangat rapi aku tak mempedulikannya karena sudah selesai dengan urusan ku aku pun hendak pergi tapi tiba tiba tangan ku ada yang memegang dan seketika semuanya serba gelap.