
“iya sudah yang penting kamu bahagia?” kata syasa sambil tetap memegang tanganku
“kamu buka hati untuk austyn?” kataku
“aku masih gak tau aku bingung sama perasaan aku ke dia rat, aku takut kalau suatu saat aku kecewa lagi rat, aku hanya ingin berhubungan dengan orang-orang yang tulus sama aku, kalau urusan austyn itu belakangan deh, antri dulu?” katanya kepadaku
“ih kamu pede banget sih, emang banyak yang antri mau jadi pacar kamu?” kataku geli dengan candaan syasa
“ada donk banyak?” kata syasa
Aku menjawab dengan tawa saja, aku memanggil pelayan dan aku memesan menu setelah pelayan itu pergi hp syasa berdering dan ternyata yang menelfon austyn, yang aku pikirkan saat itu aku berharap bahwa mereka akan bersatu di kemudian hari aku hanya ingin dia bahagia itu saja harapanku kepada sahabatku ini.
__ADS_1
“siapa? Kataku penasaran
“austyn?” katanya
“oh kenapa, kayak sudah jadi suami istri ajah di tanyakin terus dimana?” kataku mencoba mengoda syasa
“bukan gitu, dia tanyak aku ada di mana ya aku jawab ada di kantin terus kata austyn dia mau kesini?” katanya kepadaku
“oh gitu?” kata ku
“hai?” kata austyn saat sambil di depanku dan syasa
__ADS_1
“oh katanya ratna dan Jason jadian nih?” kata austyn
“iya nih biasanya traktiran donk?” kata syasa
“iya deh kapan-kapan?” kataku karena aku memikirkan hal lain
“kamu kenapa? Cobak cerita jangan di pendam sendiri?” kata syasa
“mmmm?” kataku sambil melihat austyn dan syasa secara bergantian
“gue janji deh gak bakalan bilang-bilang apa pun itu?” kata austyn sambil mengangkat kedua jarinya
__ADS_1
“iya aku juga janji gak bakalan bilang-bilang kok rat?” kata syasa
“mmm oke. Sebenernya aku masih khawatir, aku takut di permainkan sama Jason. Aku takut dia jadian sama aku hanya untuk senang-senang sesaat saja. Aku hanya gak mau patah hati. Kamu kan tau ini adalah pertama kalinya aku pacaran jadi aku hanya gak ingin di permainkan seperti orang bodoh saja?” kataku bingung