Cinta Ku kembali

Cinta Ku kembali
episode 20


__ADS_3

apa oun akan aku berikan asalkan dia tak berpaling kepada laki laki lain dan tetap berada di samping ku ya apa oun akan aku lakukan aku rela kehilangan apa oun tapi untuk kehilangan dirj ya aju tak akan sanggup.


****


Eprniakhan ku dengana Deva sudha tinggal satu Minggu dan ya undangan ouns udha dia ebar sekarang aku ada di kantor bersama dengan sekretaris ku.


" Tuan sebentar lagi Anda akan menikah dengan nyonya Adeva saya ucapkan selamat tuan " kata sekertaris ku itu ekpada ku ya dia adalah seorang laki laki.


" Makasih ya kamu selaku ada buat aku, dan mau bantu aku di saat aku susah bahkan kamu ada dari aju kecil hingga sekarang. Makasih juga sudha setia dengan ku ' jata ku kepada sekertaris ku itu.


" Papa Anda sangat baik kepada saya jadi sebagai balasannya saya hanya bisa setia dan patuh kepada keluarga tuan " k ata sekertaris ku itu kepada ku.


" Iya makasih " jata ku kepada sekertaris ku itu.


"Tuan apa sebaiknya tuan gak ngasih tau kebenarannya kepada nyonya Adeva sebelum dia tau dari orang lain tuan " kata sekertaris ku itu kepada ku.


" Aku masih belum siap aku terlalu takut untuk kehilangan dirinya " jata ju ekpada sekertaris ku itu


" Tapi bukan kah sebaiknya tuan mengatakannya kepada nyonya Adeva ? " kata sekertaris ku itu kepada ku


", Iya aku tau tapi untuk saat ini aku gak siap apa yang akan adeva katakan kalau aku adalah pembunuh dari Mama dan papanya. Aku tau dia tak akan percaya tapi kamu tau kan kalau bukti itu ada dan ya aku mau kamu bakar bukti itu setelah ini. Bukti itu ada di laci meja kerja ku. Jangan sampai Adeva tau kebenarannya. Kamu tau awalnya aku kenal Adeva secara tidak sengaja dan ya aku langsung mencintainya tapi saat tau kalau ke dua orang tuanya pernah aku bunuh aku merasa iba kepadanya jadi aku mendekatinya dan untungnya dia tak menyadari akan hal itu ya aku bersyukur bahwa Tuhan telah membantu diri ku. Dan saat Rico memberitahukan semua kebenarannya kepada Adeva aku juga masih beruntung karena Adeva tak percaya dengan ucapan rivo dan bukti bukti itu ...... tapi di sisi lain saat ini aku benar benar merasa bersalah kepadanya dan jujur saja saat ini aku benar benar mencintainya bahkan ku tak ingin ke bilangan dirinya aku harap jangan sampai Adeva tau sampai kita menikah nanti aku sendiri yang akan mengatakan kebenarannya itu sendiri kepada adeva " kata ku kepada sekertaris ku.


" Baik tuan jadi kapan tuan akan memberitahukan kebenarannya kakau bukan maksud anda dan keluarga Anda membunuh Mama dan papa Adeva karena kesalahan Paman tuan lah yang menyebabkan Anda dan papa Anda harus membunuh Mama dan papa adeva bahkan setelah pembunuhan itu papa Anda sakit saluran dan akhirnya meninggal karena membunuh salah satu orang keprcayaannya nyonya Adeva harus tau akan hal itu tuan " jata sekertaris ku itu ekpada ku.


" Aku akan memberitahukannya kepada adeva nanti setelah kami menikah " kata ku kepada sekertaris ku itu.


" Baik kalau itu adalah keputusan tuan " kata sekertaris ku ekpada ku.


" Ya sudha kamu ke rumah ambil bukti itu fna bakar ada di laci meja kerja ku jabgan sampai Adeva tau akan hal ini " kata ku kepada sekertaris ku itu.


" Baik tuan " kata sekertaris ku kepada ku. Dia oun pergi

__ADS_1


Setelah itu aku pun kembali melanjutkan pekerjaan ku. Sudah tak sabar rasanya untuk menikah dengan wanita yang aku cintai itu ya aku sudah sangat sangat tak sabar rasanya. Tak terasa hari sudah berganti sore sejak tadi siang aku ada di ruang meeting ya karena sudah beberapa hari aku tidak ke kantor aku sangat lelah sekali hari ini aku pun masuk ke ruangan ku. Saat aku duduk aku melihat hp ya siapa tau Adeva menelfon ku. Dan saat aku membuka hp ku ternyata ada banyak telfon dari sekertaris ku itu. Aku pun mencoba menelfonnya balik tak lama kemudian telfon kami pun terhubung.


" Ada apa ?" Kata ju kepada sekertaris ku saat dia mengangkat telfon ku.


' maaf tuan tapi saya tidak menemukan bukti bukti itu di laci " kata sekertaris ku kepada ku.


" Coba kamu cari dengan betul betul " jata ku kepada sekertaris ku itu.


" Sudah tuan saya sudah mencarinya berkali kali tapi tetap saja nihil. Bahkan saat saya sampai di ruang kerja tuan semua berkas berkas tuan berantakan sekali " kata sekertaris ku kepada ku apa mungkin ada maling masuk ke rumah ku itu makin tidak mungkin dan rasanya mustahil karena penjagaan di rumah ku sangat ketat sekali.


" Coba kamu tanya salah satu pelayan siapa tau ada yang tau siapa yang masuk ke dalam ruang kerja ku " kata ku kepada sekertaris ku itu.


" Soal itu " kata sekertaris ku terdiam tak meneruskan perkataannya.


" kenapa?" Kata ku kepada sekertaris ku.


" Kata salah satu pelayan nyonya Adeva yang masuk ke dalam ruang kerja tuan satu jam setelah saya datang, saya terlambat karena tadi di jalan saya terkena macet " kata sekertaris ku itu kepada ku.


Setelah itu aku pun langsung mematikan telfon ku. Dengan cepat aku pun langsung ke parkiran ya aku berharap semoga Adeva tak tau. Tapi saat sampai di depan sekertaris ku menghentikan ku. Aku memarahinya dan menyuruh ya minggir dia pun minggir saat itu dia minggir dari depan mobil ku aku pun langsung menancap gas dan ya aku tak peduli dengan apa yang dia katakan lagi pula aku juga tak mendengarnya dengan jelas apa yang dia katakan mungkin saja meeting yang akan aku lakukan sbenetar lagi.


Sepanjang perjalanan ku snagat cemas ya aku takut kalau sesuatu terjadi ya aku takut kalau Adeva tau yang sebenarnya sebelum waktunya aku benar benar takut. Aku oun melakukan mobil ku dengan kecepatan tinggi ya aju tak peduli jika aku akan tabrakan bahkan beberapa kali aku hampir saja menabrak tapi untungnya aku dapat mengendalikan mobil ku. Ya sekitar bebebrapa menit kemudian aku pun sampai di rumah aku langsung berlari ke dalam. Beberapa pelayan menyambut ku dan juga sekertaris ku.


" Dimana Adeva ?" Kata ku keoada para pelayan tapi tak ada atau pun pelayan yang menjawab pertanyaan ku tanpa membuang buang waktu aku pun langsung masuk ke ruang kerja dan betul sjaa kalau semua berkas berkas ku berantakan bahkan semuanya ada di lantai.


" Maaf tuan tapi nyonya Adeva yang masuk dan rmelkukan ini semua " kata salah satu pelayan perempuan kepada ku.


" Terus dimana adeva ?" Kata ku kepada para pelayan tapi Meraka hanya saling lihat satu Dengan yang lainnya dan bungkam.


" AKU BILANG DI MANA ADEVA " Kata ku membentak semua pelayan ku.


" Tadi nyonya keluar tuan membawa kopernya " kata salah satu pelayan itu kepada ku aku pun langsung masuk dan berlari ke kamar. Dan betul saja tak ada baju Adeva di lemari ku aku pun keluar dan duduk di sofa.

__ADS_1


" Apa yang terjadi ?" Kata ku keoada pelayan itu sambil menutup muka ku ya pasti ada sesuatu yang terjadi dan pasti Adeva sudha mengetahui semuanya.


" Anu itu tuan tadi " kata pelayan saking mengalihkan pandangan.


" Bicara yang betul sebelum aku memmecat kalian semua " kata ku keoada para pelayan pelayan itu ya bahkan aku menatap mereka dengan tatapan dingin.


" Tadi siang nyonya Adeva ke dapur dan katanya nyonya mau buat makan siang untuk tuan. Setelah nyonya selesai masak dia pergi ke kamar tak lama kemudian nyonya kembali dan mengatakan kakau nyonya akan pergi ke kantor tuan. Sekitar setengah jam kemudian nyonya datang matanya sembab karena nangis terus dia langsung ke ruang kerja tuan saya mengatakan. Nyonya sedang mencari apa tapi nyonya terus mencari sambil menangis dan akhirnya nyonya mengambil salah satu berkas bermap kuning dan membukanya tangisannya makin pecah setelah itu nyonya pergi ke kamar dan emmbawa koper daya dan beberapa pelayan yang lain sudah mencoba untuk mencegahnya tapi nyonya bilang kalau fia tak butuh kami setelah itu nyonya pun pergi " kata pelayan ku kepada ku aku rasa Adeva sudha tau dan mendengar pembicaraan ku dengan sekretaris ku itu.


" Tuan saya rasa nyonya mendengar pembicaraan kita saat di kantor " kata sekertaris ku kepada ku


" Ya aju rasa kamu betul. Sekarang aku mau kamu cari Adeva sampai dapat atau cari tahu di mana dia sekarang aku ingin informasi nya secepat mungkin " kata ku keoada sekertaris ku itu.


' baik tuan " kata sekertaris ku itu.


Setelah itu sekertaris ku dna pelayan yang tadi pun pergi aku masuk ke dalam kamar. Padahal.pernikahan ku dengan Adeva sudah tinggal seminggu tapi dia sudah tau terlebih dahulu aku duduk di pinggir ranjang dan tak sengaja melihat ke arah meja dan menemukan sepucuk kertas putih aku berjalan dan mengambilnya ternyata itu surat dari Adeva aku oun mulai membacanya.


" Aku gak nyangka kalau kamu yang sudha bunuh ke dua orang tua ku. Kamu tau Rico saat itu bilang kakau kamu adalah pembunuh ke dua orang tua ku ya dia mengatakannya dengan sungguh sungguh keoada ku tapi karena diri mu aju tak percaya drngan perkataan Rico akhirnya aku memutuskan pertemanan ku dengannya. Kejam kamu Tris kamu benar benar laki laki yang paling kejam yang pernah aku temui di negeri ini. Bahkan dengan polos dan bodohnya aku sampai sampai aku akan menikah dengan mu ya begitu bodohnya aku sampai sampai aku mau menikah dengan laki laki yang telah membunuh keluarga ku sendiri kamu gak tau Gimana rasanya kehilangan ke dua orang tua di saat kamu membutuhkan mereka tapi orang yang kamu butuhkan tiada di hadapan mu sendiri. Aku memang mencintai kamu Tris tapi sampai kapan pun aku gak bakalan maafin kamu Tris aku mau hubungan kita sampai di sini dan aku gak mau kenal sama seorang pembunuh lagi " itu lah yang di tulis Adeva di suratnya.


Aku bingung harus bagaimana lagi aku tak menyangka kalau dia akan ke kantor dan mendengar semua pembicaraan ku dengan sekretaris ku itu. Aku ingin menjelaskan semuanya kepada Adeva mengapa aku tak memberitahukan yang sebenarnya dan apa yang membuat ku sampai membunuh ke dua orang tuanya. Aku benar benar menyesal karena sudah membohonginya tapi aku benar benar tak berniat seprti itu. Aku hanya ingin memberitahukannya setelah menikah ya hanya itu saja tapi aku rada semuanya terlambat.


Karena sudha tak sabar aku pun keluar untuk mencari adeva ya. Ya aju mengemudikan mobil ku sambil melihat ke sekeliling ya siapa tau aku menemukan adrva di pinggir jalan atau srdnag berjalan di pinggiran. Sambil mencarinya aku terus menelfon adrva ya aku harus bertemu dengan Deva karena aku harus menjelaskan semuanya kepada Adeva ya tapi percuma saja telfonnya sejak tadi tetap tak aktif aku tak menyerah aku terus mencobanya tapi tetap nihil.


Tak terasa hari sudah malam aku memutuskan untuk pulang ya siapa tau sekertaris ku mengetahui keberadaan Adeva saat sampai di rumah sekertaris ku sudah ada di rumah dia menghampiri ku begitu pun dengan diri ku.


" Gimana kamu sudah tau di mana keberadaan Adeva ?" Kata ku kepada sekertaris ku itu saat sudah sampai di depannya.


" Maaf tuan sampai saat ini saya mau pun anak buah kita belum menemukan keberadaan nyonya Adeva " kata sekertaris ku kepada ku smabil menundukkan kepala.


" Ya sudah kamu cari tahu sampai dapat " kata ku kepada sekertaris ku itu.


" Baik tuan " jata sekertaris ku.

__ADS_1


Setelah itu aku pergi ke kamar saya sampai di kamar bayangan adeva ada di mana mana biasanya sekarang dia srdang tidur di ranjang itu atau dia sedang mandi saat aku datang tapi sekarang kamar ini sangat sepi dan juga sunyi. Pikiran ku kacau balau saat ini seharusnya aku emmberitahukannya keoada Adeva tentang semuanya dari duku tapi aku terus menundanya dan sekarang dia tau tentang srmuanya dan dia mendengar semuanya keluar dari mulut ku sendiri. Bahkan tadi aku tak menyadari keberadaan Adeva saat dia datang. Ya aku tau ini semua dalah ku dan semuanya sudha menjadi bubur tapi aku tak akan menyerah untuk mencarinya ya aku harus jelaskan semuanya kenapa pembunuhan itu terjadi ya aku harus menjelaskan semuanya tapi aku bingung bagaimana aku harus menjelaskan semuanya kepada Adeva sedangkan Adeva tak ada di sini sekarang. Aku harap dia baik baik saja sampai aku menemukannya dan aku harap dia mau memaafkan diri ku karena aku sangat sangat mencintai dirinya.


__ADS_2