Cinta Ku kembali

Cinta Ku kembali
episode 07


__ADS_3

Sejak putus dengan Roy aku kembali nakal ya aku sudah tak rmmakai narkoba lagi aku sudah brhenti walau awalnya aku pusing pusing tapi untung aku bisa mengatasinya. Tapi untuk kesetiaan dan kejujuran aku sudah tak percaya dengan hal itu maka aku kembali seperti dulu berpacaran dengan banyak pria dan mempermainkan perasaan mereka ya sudah cukup aku di gianati dua kali oleh laki laki sekarang aku yang harus menghormati laki laki agar mereka tau bagaimana rasanya sakit hati saat tau kekasihnya berselingkuh di belakangnya. Ya aku tau kalau bukan laki laki yang aku pacari saat ini yang telah menyakiti diri ku tapi menurut ku semua laki laki yang ada di dunia ini sama saja ya itu menurut diri ku.


Beberapa bulan lagi aku akan ujian nasional ya sekarang aku sudah kelas tiga SMP semester ke dua dan sekarang aku mulai sibuk ya banyak sekali pelajaran yang belum aku mengerti dan juga banyak sekali tugas tugas yang di berikan guru ku kepada ku. Maka dari karena itu aku jarang sekali berkumpul dengan teman teman ku ya bahkan mulai dari awal masuk sampai saat ini ya bisa di hitung pakai jari untuk trmn teman ku yang berada di daerah grujukan aku sudah tak pernah lagi ke sana aku memutuskan hubungan ku juga dengan mereka ya aku sudah tak pernah lagi ke sana sejak malam itu aku melihat Roy dengan kekasihnya.


Sekarang aku sedang ada di rumah mengerjakan tugas tugas yang tadi belum sempat aku kerjakan di sekolah. Tiba tiba hp ku berbunyi menandakan kalau ada SMS masuk ternyata dari nomer yang tidak di kenal aku pun membalasnya dan yang ku tau dia adalah anak SMA yang tak jauh dari rumah ku sekolahnya dan namanya adalah Sanusi ya itu adalah nama yang sangat asing di telinga ku saat dia mengatakan kalau namanya adalah Sanusi maka aku tak percaya ya mana ada nama Sanusi karena aku tak pernah mendengar nama itu sebelumnya aku setiap hari selalu mengirim pesan bersama dengannya ya bagaimana tidak dia setiap hari dari pagi hingga sore hari tak henti hentinya mengirimi ku pesan jika aku tak membalas pesannya maka dia akan terus mengirimi ku pesan pesan sehingga membuat ku megah ya mau tak mau aku pun membalas pesannya aku memanggilnya kakak ya karena dia lebih tua tiga tahun dari diri ku.


Sudah satu Minggu berlalu dan dia pun mengajak diri ku untuk bertemu ya aku tak keberatan kami pun berjanji akan bertemu di taman yang tak jauh dari rumah ku. Tapi saat aku menunggu tak sengaja pacar ku melihat ku namanya wafi akhirnya dia pun berhenti dan bertanya kepada ku.


"Loh kok ada di sini ngapain yank" kata wafi kepada ku sambil memarkirkan sepeda motornya


"Ngak ada cuman sumpek aja jadi jalan jalan" kata ku kepada wafi aku bingung bagaimana jika Sanusi datang dan melihat ku bersama dengan wafi.


""Sendirian aja yank" kata wafi kepada ku


"Hmm... Mmmm ngak kok yank bentar lagi anak anak ke sini kok mereka masih di jalan katanya sambil mau beli beli buat di makan sama di minum di sini jadi aku nunggu di sini deh" kata ku kepada wafi


"Oh gitu" kata wafi kepada ku sambil mengangguk anggukan kepalanya.


"Iya gitu, terus kamu ngapain di sini?" Kata ku kepada wafi balik bertanya


"Oh ini aku habis beli bubur sama susu buat Tasya nih" kata wafi kepada ku sambil menunjukan bungkus keresek yang dia pegang sejak tadi. Oiya Tasya itu adalah keponakannya yang masih berumur 8 bulan dari kakaknya yang nomer dua ya dia itu lima bersaudara dan wafi dia anak nomer empat.


"Oh gitu ya sudah sana pulang, anterin itu nantik keburu loh Mbg yang mau buat makannya Tasya" kata ku kepada wafi ya aku berharap dia cepat pulang karena aku akan bingung bagaimana akan menjelaskannya kepada Sanusi jika dia di sini dan melihat diri ku bersama dengan wafi.


"Gak ke buru kok ini buat besok kalok yang malam masih ada" kata wafi kepada ku


"Oh gitu" kata ku kepada wafi


Aku pun bingung bagiman tidak Sanusi mengirimi ku oesn kalau sebentar lagi dia akan sampai. Dan betul saja baru saja aku membuka pesannya dia sudah mengirimi ku pesan kalau dia sudah sampai di taman dan dia berada tak jauh dari tempat ku berdiri saat ini. Dia mengirimi ku pesan dan brrtanya siapa laki laki yang bersama dengan diri ku ya mau tak mau aku pun mengatakan kalau dia adalah kakak ku dan aku mencoba mengatakan berbagai macam alasan dan ya syukurnya dia percaya dengan ucapan ku. Tapi akhirnya dia pun pulang karena tak enak dengan wafi ya akhirnya pertemuan ku dengan Sanusi pun gagal.


Tak berselang lama kami pun memutuskan untuk kembali bertemu di akun alun kota tapi lagi lagi gagal ya karena aku bertemu dengan teman teman pacar ku sehingga aku menjauh dari Sanusi agar tak ada yang tau kalau aku adalah play girl.


Sampai akhirnya saat di sekolah dea dan teman teman ku yang lainnya mengajak ku untuk pergi mengelilingi kota Bondowoso tapi mereka pergi bersama dengan pacar pacar merek aku pun hendak pergi dengan pacar pacar ku tapi mereka mengatakan kalau tak bisa. Ya dari ke lima pacar ku tak ada satu pun yang bisa aku ajak jalan jalan tapi saat itu Sanusi mengirimi ku pesan dan ingin mengajak ku jalan jalan. Tanpa berfikir panjang aku pun langsung menyetujui permintaannya saat pulang sekolah aku langsung menuju rumah dea ya kami sudah janjian untuk bertemu di sana dan saat Sanusi tiba dia menunggu ku di pinggir jalan aku pun menghampirinya ya tak ada yang spesial dari dirinya dia kurus, wajahnya penuh dengan jerawat, tapi ya dia lumayan manis aku pun mengajaknya ke rumah dea dan ya dia langsung akrab dengan pacar pacar teman ku. Dea pun menghampiri diri ku.


"Pacar baru lagi?" Kata dea kepada ku smabil berbisik ke telinga ku.


"Bukan dia hanya temen biasa aja kok bukan pacar" kata ku kepada dea


"Masak" kata dea dan teman teman ku yang lainnya tak percaya dengan ucapan ku


"Iya beneran" kata ku kepada dea.


"Kak boleh tanya ngak" kata dea kepada Sanusi dengan suara yang keras

__ADS_1


"Iya tanyak aja dek" kata kak Sanusi kepada dea.


"Kamu sama aisyah pacaran?" Kata dea secara terang terangan membuat ku malu akan pertanyaan dea kepada kak Sanusi.


"Ngak belum" kata kak Sanusi kepada dea.


"Oh belum" kata dea kepada kak Sanusi sambil mengangguk anggukan kepala dan tersenyum.


"Iya kenapa dek" kata kak Sanusi kepada dea.


"Gak papa kak dia lagi jomblo loh kak, awas entar di embat orang lain" kata dea kepada kak Sanusi.


"Apaan sih de, udah kak gak usah dengerin dia. Dia emang gitu otak ya agak miring" kata ku kepada kak Sanusi ya aku kesal kepada dea karena dia mengatakannya secara blak blakkan.


"Gak papa kok lagian aku ngerti maksudnya dea" kata kak Sanusi kepada ku.


"Ya udah terserah" kata ku kepada dea dan juga kak Sanusi.


Setelah itu kami pun membicarakan hal lain karena tak ingin membuang buang waktu kami pun memutuskan untuk jalan. Ya tujuan pertama kami adalah bosamba itu adalah tempat penampungan air terbesar di kota kami dan pemandangan nya juga sangat indah. Kami semua berpencar sebelum itu kak Sanusi membelikan ku cemilan dan juga es krim dia baik sekali bukan padahal ini adalah pertama kalinya bagi ku bertemu secara langsung dengan dirinya. Akhirnya aku dan kak snausi memutuskan untuk duduk di sebuah pohon yang tak jauh dari pinggir danau di sana sangat rindang.


"Ini makan, aku beli buat kamu" kata kak Sanusi kepada ku smabil memberikan makanan dan juga es krim yang di belinya untuk diri ku


"Iya kak makasih" kata ku kepada kak Sanusi


"Boleh tanya aja kak" kata ku kepada kak Sanusi sambil emmakan es krim yang dia buka kan untuk diri ku


"Kamu beneran gak punya pacar" kata kak Sanusi kepada diri ku.


"Iya kak beneran emangnya kenapa?" Kata ku kepada kak Sanusi sambil melihat ke arahnya dan tak menghentikan ku untuk terus memakan es krim yang di berikan oleh kak sanusi


"Gak papa kalau gitu boleh donk aku jadi pacar kamu" kata kak Sanusi kepada ku


"Emangnya kak Sanusi gak punya pacar apa?" Kata ku balik bertanya kepada kak Sanusi.


"Kalok aku punya pacar aku gak mungkin di sini bareng sama kamu apa lagi setia saat chattan sama kamu Syah" kata kak Sanusi kepada ku.


"Oh gitu" kata ku sambil mengangguk anggukan kepala ku


"Iya, oiya tipe cowok yang kamu suak seperti apa?" Kata Kaka Sanusi kepada ku


"Aku suka cowok yang jujur, setia, gak pernah jumput di pinggir jalan maksudnya kalau ngajak jalan jalan itu langsung ke rumah terus dia pengertian dan juga perhatian sama aku dan juga keluarga ku kak. Tapi cowok jaman kayak gitu di jaman sekarang mana ada ya kan kak" kata ku kepada kak Sanusi.


"Iya cowok kayak gitu mana ada jaman sekarang, tapi aku mau jadi cowok seperti yang kamu mau kok jujur, setia, perhatian, pengertian, dan kalau jumput kamu langsung ke rumah kamu ketemu sama ke dua orang tua kamu" kata kak Sanusi kepada ku

__ADS_1


"Apa sih kak gak usah bercanda deh" kata ku kepada kak Sanusi ya aku malu dengan kata katanya karena ini baru pertama kali ada cowok yang emngatakan hak seprti itu kepada diri ku.


"Aku gak bercanda kok aku serius" kata kak snausi kepada ku smabil emnatap diri ku lekat lekat.


"Hmmm... MMM ya udah terserah kak snausi. Kak kita ke jembatan itu yok" kata ku kepada kak Sanusi.


"Iya ayo" kata kak Sanusi kepada ku.


Kami pun membuang makan yang sudah habis itu lalu berjalan ke arah jembatan. Saat ke sana kak Sanusi mencoba memgabg tangan ku tapi aku emnolaknya ya karena aku malu banyak teman teman ku yang melihat diri ku. Tapi kak snausi tak menghiraukannya dia kembali mengambil tangan ku dan memegang ke dua tangan ku dengan sangat erat sehingga aku berhadapan dengan dirinya.


"Ada apa kak" kata ku kepada kak Sanusi jujur saja aku snagat gugup saat ini.


"Kamu mau ngak jadi pacar ku" kata kak Sanusi kepada ku.


"Hmmm gimana ya kak" kata ku kepada kak Sanusi ya jujur saja aku bingung bagaimana mengatakannya.


"Aku janji gak akan selingkuhi kamu dan selalu jujur apa pun yang kamu mau aku akan turutin. Jadi kamu mau ngak jadi pacar ku?" Kata kak Sanusi kepada ku.


"Kenapa kak Sanusi mau aku jadi pacarnya kakak?" Kata ku kepada kak Sanusi


"Karena sejak pertama liat kamu aku sudah suka dan berniat serius sama kamu Syah" kata kak snausi kepada ku.


"Hmmm gitu aku jawab nantik ya kak di jalan" kata kunkepada kak Sanusi


"Oke kalau gitu" kata kak Sanusi kepada diri ku.


Setelah itu kami pun kembali berjalan jalan sambil membicarakan hal lain. Dan tanpa sepengetahuan diri ku teman teman ku sudah ada di pemandangan yang tak jauh dari rumah dea aku benar benar marah sekali kepada teman teman ku. Aku dan kak sanusi pun memutuskan untuk ke sana saat di perjalanan kak Sanusi menyuruh diri ku untuk memeluk dirinya tapi aku tak mau.


"Syah" kata kak Sanusi kepada ku


"Iya kak" kata ku smabil mendekat kan mulut ku ke kuping kak Sanusi agar dia mendengar karena kami sekarang ada di atas sepeda motor.


"Gimana kamu mau gak jadi pacar ku" kata kak Sanusi lagi kepada diri ku


"Iya kak" kata ku kepada kak snausi ya aku mau menjadi pacarnya toh nantik kami juga pasti akan putus dan hubungan ini tak akan lama. Ya aku dan dirinya hanya akan bermain main saja toh dia sangat baik dan juga memiliki sepeda motor yang bagus jadi saat aku keluar tak akan malu jika di lihat orang


"Iya apa tuh" kata kak Sanusi kepada diri ku.


"Iya aku mau jadi pacar kakak kok" kata ku kepada kak Sanusi.


"Kalok gitu jangan manggil kakak lagi panggils ayang donk" kata kak Sanusi kepada diri ku


"Iya yank" kata ku kepada kak Sanusi.

__ADS_1


Setelah itu dia pun mengambil tangan ku yang aku taruh di paha ku laku membawanya ke depan aku sangat kaget saat dia mencium tangan ku dan emngatakan kalau dia akan menepati janji janjinya kepada diri ku.


__ADS_2