Cinta Ku kembali

Cinta Ku kembali
episode 14


__ADS_3

Setelah selesai aku pun keluar tenyata ibu sudah mengeluarkan nasi dan juga lauk pauknya tak lupa air minumnya juga. Setelah selesai ibu menyuruh ku dan kak Sanusi untuk makan. Aku dan kak snausi pun mulai makan setelah selesai aku pun memasukan nasi dan juga lauk pauk ya ke dalam dan emmasukannya ke dalam keranjang agar tak di makan kucing setelah selesai aku hendak kembali ke kak Sanusi tapi ibu memanggil diri ku katanya ada yang ingin dia bicarakan kepada ku jadi aku pun menghampiri ibu.


"Ada apa buk?" Kata ku kepada ibu ku saat aku sudah ada di depannya.


"Sudah baekan?" Kata ibu ku kepada ku. Ibu ku sambil membereskan nasi dan juga lauk pauk ya


"Iya sudah buk" kata ku keoada ibu ku. Aku berdiri di belakang ibu ku.


"Bagus lah, sudah jangan tukaran lagi kalau ada apa apa bicarakan baik baik jangan Sampek marahan lama kayak gini Syah gak Baek buah hubungan kalian. Kalau kalian sering tengkar dan marahan lamanya kayak gini nantik ada orang ke tiga yang masuk di antara hubungan kalian berdua" kata ibu ku kepada ku


"Iya buk ngerti aku kok" kata ku kepada ibu ku.


"Ya sudah sana temuin Sanusi jangan di tinggal tinggal' kata ibu ku kepada ku padahal dia yang emmanggil diri ku tapi dia menyuruh ku untuk tak emnibggalka kak snausi entah laha pa yang di pikrkan oleh ibu ku.


"Iya buk" kata ku kepada ibu ku


Setelah itu aku pun keluar menuju ke arah kak sabysiysambil duduk di sebelahnya.


"Kok lama" jta kak Sanusi ekpada ku.


"Oh iya tadi masih di panggil sama ibu di dalam" kata ku kepada ibu ku.


"Oh emang apa katanya ibu yank?" Kata ibubku kepada ku.


"Bukan apa apa kok hanya tanyak hubungan kita udah baekan apa belom udah gitu aku yank. Udah hanya tanyak itu aja kok ibu" kata ku kepada kak Sanusi.


"Oh gitu" kata ibu ku kepada ku.


"Iya" kata ku kepada kak Sanusi.

__ADS_1


****


Sudah dua bulan hubungan ku dengan kak Sanusi dan sekarang kak Sanusi akan datang ke rumah ku bersama dengan pamannya. Ya dia mengatakan kalau dia akan melamar diri ku. Ya satu Minggu yang lalu dengan beraninya dia berbicara kepada ibu dan juga ayah ku.


"Gini pak buk saya mau ngelamar Aisyah" kata kak Sanusi ekoada ayah dan juga ibu ku saat itu.


"Kamu gak salah nak? Aisyah masih kelas tiga SMP dan sebentar lagi dia mau ujian nasional terus kamu mau ngelamar dia?" Kata ayah ku kepada kak Sanusi ya dia terlihat sangat kaget sekali.


"Saya serius sama Aisyah pak buk, dan saya gak mau maen maen lagi sama Aisyah pak buk maka dari karena itu saya mau ngelamar Aisyah jadi tunangan saya pak buk. Kalau masalah menikah nantik setelah Aisyah lulus juliah baru kita menikah. Karena saya juga berniat untuk melamar emnjadi tentara pak buk jadi masih ada waktu bukan" kata kak snausi kepada ayah dan juga ibu ku.


"Sudah lah pak terima aja lagi pula Aisyah dan nak Sanusi kan juag sudah pacarana pa lagi dia setiap hari ke sini. Gak enak jadi pembicaraan tetangga pak. Kan lebih baik kalau mereka tunangan biar hubungan mereka lebih jelas" kata ibu ku kepada ayah ku.


"Bukan masalah omongan tetangga buk, ini masalah tentang hubungan mereka. Ya ayah menyetujui kalau nak snausi mau ngelamar aisytapi gimana kalau hal yang kemarin terjadi untuk yang ke dua kakainya ibubkau hal itu terjadi keoada Aisyah untuk yang ke dua kalinya" kata ayah ku kepada ibu ku mengingatkan hal yang terjadi dengan hubungan ku dan juga Roy dulu.


"Iya ibu tau dan ibu gak mau hal itu terjadi keoada Aisyah untuk yang ke dua kakinya" kata ibu ku kepada ku.


"Saya tau maksud nak Sanusi tapi ini terlalu cepat nak. Hubungan kalain baru jalan dua bulan dan kalaian masih belum kenal sifat alami kalian masing masing jadi saya gak mau kalau sampai hubungan kalian kandas di tengah jalan. Apa gak sebaiknya kalian jalani aja dulu hubungan kalian jangan terburu buru embgambil keputusan karena cinta bisa berubah dengan seiring berjalannya waktu nak." Kata ayah ku kepada ku.


"Baik aklau itu kemauan kamu, tapi sebelumnya saya mau bilang kalau Aisyah sebelumnya pernah bertunangan tapi hubungan mereka kandas karena yang laki laki berselingkuh di belaknag Aisyah dan saya harap kamu gak akan seprti laki laki itu. Saya harap kamu tetap setia dan jujur kepada Aisyah serta menjadi laki laki yang bertanggung jawab bukan hanya saat manis kmu cintai tapi setelah pahit kamu buang saya harap hal itu gak akan terjadi dalam hubungan kalian" kata ayah ku kepada ibu ku.


"Itu gak akan pernah terjadi pak saya janji" kata kak Sanusi kepada ayah ku dan juga ibu ku


"Saya dan ibunya Aisyah itu gak butuh janji dan gak butuh sebuah ucapan yang cuman menyakinkan kami dari luar dan dalam hati saja. Tapi saya dan ibunya Aisyah membutuhkan bukti dari kamu nak. Cukup sekali Aisyah di sakiti dan saya harap kamu jodohnya Aisyah yang gak bakalan membuat kecewa Aisyah apa lagi saya dan juga ibu ya Aisyah. Saya harap kamu membuktikan apa yang kamu ycapankan sekarang nak karena saya memang tidak butuh ucapan yang saya butuhkan hanyalah bukti dan tindakan mu saja kok nak" kata ayah ku kepada kak Sanusi.


"Pasti pak saya pasti akan membuktikan apa yang saya ucapkan barusan" kata kak Sanusi kepada ayah ku aku melihatnya dan tampaknya dia terlihat sangat yakin dengan ucapannya tapi tetap saja di hati ku ada yang mengganjal. Rasanya antara oercaya dan tak percaya aku dengan ucaoannya tapi ya sudah lah kita lihat saja kedepannya apakah dia benar benar menepati janji janjinya kepada ku dan membuktikannya kepada ke dua orang tua ku.


Setelah itu ayah dan ibu ku pun masuk ke dalam. Tinggal aku dan kak Sanusi setelah itu kak Sanusi memegang ke dua tangan ku dan mengatakan kalau dia sangat mencintai diri ku dan berjanji akan selalu menepati janji janjinya kepada ku dan juga ke dua orang tua ku. Aku tak tau harus menjawab apa jadi aku hanya menganggukan kepala saja sambil tersenyum ke arah kak Sanusi ya itu lah yang bisa ku lakukan karena aku saja tak tau apakah dia benar benar akan menepati janji janjinya kepada ku atau tidak.


***

__ADS_1


Tepat tanggal 10 Mei kak Sanusi dan pamannya datang ke rumah untuk memberikan tanggal di mana dia dan keluarganya akan datang melamar diri ku. Kebetulan sata itu ayah ku sedang membetulkan sepeda di ruang tamu ya karena sepeda motor antik milik ayah ku sering mati jadi ayah ku sering juga membetulkan sepedanya. Sedang kan ibu ku sedang membantu Tante ku memasak di rumah sebelah karena di rumah sebelah akan ada acara memperingati kematian ke dua orang tuanya. Setelah itu ayah ku masuk untuk Menganti bajunya yang sudah kotor terkena oli dan juga yang lainnya sedangkan diri ku aku ke rumah Tante ku dan memberitahukan kedatangan kak Sanusi dengan pamannya yang sudah sampai di rumah ku. Ibu ku pun langsung ke rumah dan menganti pakaian setelah itu aku dan ibu ku pun keluar dan ternyata ayah ku pun sudah di sana sedang berbincang bincang dengan paman kak Sanusi.


"Baik begini pak saya dan anak saya Sanusi. Bermaksud ingin melamar anak anda yang bernama Aisyah untuk menjadi tunangannya. Ya sebetulnya seharusnya orang tuanya yang datang ke sini untuk memberitahukan maksud kedatangan kami. Tapi ke dua orang tua nak Sanusi sudah memasrahkan semuanya kepada saya. Jadi saya sebagai pamannya datang ke sini untuk melamar anak anda. Jika anda setuju maka kami akan memberitahukan tanggal kapan kami sekeluarga akan datang ke sini" kata paman kak Sanusi kepada ayah ku.


"Baik saya terima maksud baik anda datang ke sini dan saya pun setuju dengan maksud anda datang ke sini untuk melamar anak saya Aisyah menjadi tunangan anak anda" kata ayah ku kepada pamannya kak Sanusi sambil tersenyum.


"Baik kalau begitu saya dan sekeluarga akan datang pada tanggal 14 Mei dan akan kembali membawa serahan lainnya pada tanggal 25 Mei. Sebelumnya akan saya jelaskan terlebih dahulu ya pak biar anda dan sekeluarga tidak bingung dengan ucapan saya. Pada tanggal 14 Mei yang akan datang ke sini untuk melamar dan membawa seserahannya dan hanyalah keluarga inti saja maksudnya keluarga yang datang hanya bagian yang laki laki laki saja. Keluarga perempuan tidak akan ikut terlebih dahulu. Baru pada tanggal 25 Mei kami akan kembali dan datang dengan seserahan lainnya dengan keluarga besar dan juga kerabat kerabat kami pak yang lainnya pak" kata pamannya kak Sanusi kepada ayah ku ya lmemang begitu adat di setiap desa di daerah Bondowoso begitu pun di daerah tempat ku tinggal mereka akan rombongan membawa banyak sekali makanan dan kue tak lupa juga seserahan seperti emas baju dan juga kosmetik kepada mempelai wanitanya.


"Baik lah kalau begitu saya tunggu kedatangan keluarga besar dari nak Sanusi ke rumah saya" kata ayah ku kepada pamannya kak Sanusi sambil tersenyum lebar.


Setelah itu ibu ku pun memberikan mereka makan. Sekitar lima belas menit akhirnya selesai ayah ku pun keluar sedangkan diri ku dan ibu memasukkan kembali nasi dan lauk pauk yang kami keluarkan barusan. Setelah selesai aku dan ibu ku pun bergabung dengan ayah ku kak Sanusi dan juga pamannya di ruang tamu. Kami membicarakan hal lainnya sepeti saat aku masih kecil dan perkerjaan ayah ku saat di rumah mau pun di luar rumah. Sekitar jam tiga sore pamannya kak Sanusi dan juga kak Sanusi pun pamit pulang kami mengantar mereka sampai ke depan pintu. Setelah mereka pergi aku pun he dak masuk ke kamar tapi ayah menghadang diri ku. Ayah memanggil ku dan menyuruh ku untuk duduk di sofa yang ada di ruang tamu terlebih dahulu aku pun menyetujui perkataan ayah ku. Aku duduk di ruang tamu bersama dengan ayah dan juga ibu ku ya mungkin ada sesuatu yang sangat penting yang akan ayah dan ibu ku bicarakan kepada ku


"Ada apa yah buk?" Kata ku kepada ayah dan ibu ku sambil berjalan ke arah sofa dan duduk di depan ayah dan juga ibu ku.


"Gini ayah mau tanyak sama kamu Syah" kata ayah ku kepada ku dia terlihat sangat serius saat berbicara kepada ku dan ini baru pertama kalinya bagi ku melihat ayah bebricara serius seperti ini kepada diri ku.


"Iya yah mau tanyak apa?" Kata ku kepada ayah


"Kamu serius mau tunangan sama nak Sanusi?" Kata ayah ku kepada ku sambil melihat ku lekat lekat.


"Iya yah serius emangnya kenapa yah?" Kata ku kepada ayah ku ya aku bingung saja dengan pertanyaan ayah ku kepada ku


"Gak papa kok ayah hanya tanyak aja kok Syah, ayah hanya mau mastiin aja kamu beneran serius apa ngak mau tunangan dengan nak Sanusi. Ingat Syah ini pertunangan kamu untuk yang ke dua kalinya syah. Jadi ayah harap gak akan ada lagi pertunangan berikutnya Syah." Kata ayah ku kepada ku ya aku mengerti mengapa ayah ku emngatakan hal seprti itu kepada diri ku.


"Iya yah gak akan kok yah, dan Aisyah juga percaya sama kak Sanusi kalau dia bakalan jaga Aisyah dengan baik dan nepatin janji janjinya ke Aisyah apa lagi ke ayah" kata ku kepada ayah ku mencoba menyakinkan ya.


"Iya sudah kalau gitu kamu masuk ke kamar dan istirahat nantik keluar mandi terus makan Syah" kata ayah ku kepada ku


"Iya yah" kata ku kepada ayah ku.

__ADS_1


Setelah itu aku pun masuk ke dalam kamar ku. Aku pun langsung mengambil hp ku ternyata sudah ada chat dari kak Sanusi ya kami pun saling bertukar chat. Kami memvicarakan baju apa yang akan kami berdua pakai di saat nanti kami bertunangan dan juga bagaimana ke depannya lucu rasanya sudah membicarakan hal itu padahal aku sendiri masih tidak tau apakah aku dengan kak Sanusi akan berjodoh atau tidak. Tapi ya sudah lah dia jodoh ku atau bukan tapi yang pasti saat ini aku menyayangi diri ya. Dan aku percaya kepada dirinya kalau dia akan menepati janji janjinya kepada ku terutama kepada ke dua orang tua ku. Dan aku juga yakin kalau aku bersama dengannya hidup ku akan bahagia karena dia mengerti dengan apa yang aku mau.


__ADS_2