
iga hari sudah berlalu dan selama tiga hari itu ku gunakan untuk beristirahat ya karena bryan dan crisan tak memperbolehkan ku untuk pergi jalan jalan entah lah mereka berdua selalu memberikan berbagai macam alasan ini dan itu dan dengan bodohnya aku percaya dengan ucapan mereka berdua.
Selama tiga hari itu pagi pagi bryan sudah mengantarkan makanan untuk ku bahkan crisan memberikan ku obat resep yang di berikan dokter. Mereka berdua bahkan seperti suster yang memberikan ku makan dan juga obat tepat pada waktunya. Bahkan di saat di siang hari saat aku tak mengantuk mereka menyuruh ku untuk tidur. Dan ya mau tak mau aku pun tiufr. Bahkan aku sangat kesal kepada mereka berdua karena telah memperlakukan ku seperti orang yang sakit sudah bertahun tahun dan aku juga merasa kalau hidup ku itu tidak lama lagi karena mereka memperlakukan ku begitu. Ya aku tak tau bagaimana dengan crisan tapi kalau bryan dia memang begitu saat aku sakit karena ini untuk yang ke tiga kalinya aku di rawat oleh bryan. Bahkan sifat dan perlakuannya kepada ku sama persis dengan saat aku sakit sekarang ya bahkan saat di Amerika dia sampai menginap di apartemen ku dan menjaga ku bahkan di saat aku panas dia mengompres ku semalaman dan ya hasilnya panas ku turun drastis saat di pagi hari.
Tapi untungnya hari ini aku di perbolehkan untuk keluar dan ya sekarang aku sedang menghirup udara segar ya walau pun tadi bryan dan crisan menyuruh ku memakai baju hangat yang pastinya akan membuat ku kepanasan. Saat mereka pergi aku menaruh baju baju itu di atas ranjang laku keluar ya aku hanya kelelahan dan dehidrasi bukannya sakit parah tapi mereka sudah seperti akan kehilangan diri ku. Aku sangat senang sekarang bisa keluar. Aku melihat ke sekeliling ku dan akhirnya aku menemukan tempat duduk yang dingin dan masih kosong aku pun berjalan ke arah kursi itu dan mendudukinya.
Saat sedang santai Amelia menghampiri ku dia pun duduk dan tak berbicara kepada ku ya karena dia sedang berbicara dengan pacarnya melalui telfon. Tak lama kemudian dia pun memutuskan telfon yang terhubung dengannya.
"Al" kata Amelia sambil menaruh hp nya yang di pegangnnya ke dalam saku celananya.
"Akhirnya kamu boleh keluar" kata Amelia sambil tersenyum ke arah ku
"Ha ha ha ha ha iya akhirnya setelah drama drama yang terjadi selama tiga hari ini" kata ku kepada Amelia.
"Ha ha ha ha ha ha ha iya aku aja Sampek sumpek liat mereka gitu padahal kata dokter kamu gak kenapa kenapa tapi mereka malah berlebihan banget" kata Amelia kepada ku sambil tertawa cukup keras karena merasa lucu dengan apa yang aku alami selama tiga hari terakhir.
"Iya hah aku pikir mereka akan ngurung aku terus di kamar bisa bisa jamuran aku kalau mereka terus gitu apa lagi crisan dia bahkan tadi masih nyuruh aku pakai baju panjang bisa bisa aku mandi keringat di sini" kata ku kepada Amelia.
"Ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha aku rasa dia sudah gila nyuruh kamu buat pakai baju yang hangat terus kamu di sini bisa bisa kamu mati kepanasan di sini hah gak ketemu dia selama enam tahun itu ngebuat dia jadi gila" kata Amelia sambil tertawa setelah aku bercerita tentang baju hangat itu.
"Iya hah untungnya dia keluar sebelum aku pakek. Jadi aku kabur deh dan sekarang baju itu ada di ranjang bisa bisa mandi keringat aku" kata ku kepada Amelia.
"Ha ha ha iya betul betul banget kata kamu Al" kata Amelia terus tertawa karena tak tahan.
Saat sedang enak enaknya bercanda dan membahas hal hal yang lucucu lucu tiba tiba crisan datang dengan bryan bahkan wajah mereka tampak seperti orang yang marah aku bingung ada apa dengan mereka.
"Kenapa kalian?" Kata ku kepada crisan dan juga bryan.
"Kenapa kamu gak pakek baju hangat ini?" Kata crisan sambil menunjuk baju yang di bawanya dari kamar ku ya itu baju hangat yang dia berikan kepada ku tadi pagi.
"Dan kenapa kamu gak pakek jaket juga?" Kata bryan sambil menunjuk ke arah jaket yang tadi dia berikan kepada ku.
"Hmmmm emang harus ya aku pakek jaket sama baju hangat?" Kata ku kepada bryan dan juga crisan.
__ADS_1
"Iya harus karena kamu sakit" kata crisan kepada ku.
"Betul jadi pakek jaket ini sekarang juga" kata bryan kepada ku sambil memberikan jaket itu kepada ku.
"Dan ini pakai baju hangat ini juga" kata crisan kepada ku dia pun memberikan baju yang pegangannya kepada ku.
"Tapi ini kan musim panas" kata ku kepada bryan dan juga crisan.
"Terus kenapa kalok ini musim panas kamu itu sakit. Aku hanya gak mau kamu sakit jadi cepet pakek itu sekarang..kalau kamu hanya pakai baju itu bisa bisa kamu masuk angin dan sakit. Apa kamu pengen sakit lagi? Kamu ini baru sembuh Al" kata crisan marah kepada ku.
"Tapi kan" kata ku hendak bicara tapi crisan menutup mulut ku agar aku tak berbicara.
"Sudah cepet pakek aku gak mau tau kamu harus pakek baju ini karena aku gak mau kamu sakit lagi Al" kata bryan kepada ku.
"Heh jabgan ikut ikutin kata kata ku donk" kata crisan kepada bryan.
"Idih siapa juga yang ikut ikut kata kata mu sok pede banget sih" kata bryan membalas ucapan crisan.
"Ya kamu lah, gak ngerasa ya kalau kamu ikut ikutin ucapan ku ke alecia. Gak Nemu kata kata lain apa? Sampek ikut ikut kata kata ku" kata crisan lagi kepada bryan lagi lagi mereka bertengkar hanya karena kata kata yang seharusnya tak mereka perdebatkan. Aku dan Amelia pun saling pandangan jadi aku dan amelia hanya diam dan melihat pertengkaran mereka.
"Aku yang melarang. Aku crisan pewaris tunggal di grub valdor dan apa yang aku mau bisa aku dapetin jadi sekarang aku gak mau kamu pakai kata kata ku. Sebaiknya kamu jauh jauh dari sini aku masih pengen berdua bareng alecia sana" kata crisan mengibas ngibas kan tangannya ke arah belakang.
"Ha ha ha ha ha ha lucu sekali apa Kanada punya kamu. Ingat di negara ini kamu gak punya hak atau kekuasaan apa pun jadi perintah mu itu gak mempan ke aku. Dan lagi pula di sini adalah kekuasaan mu aku juga gak akan ikuti perintah mu yang bodoh itu" kata bryan membalas perkataan crisan.
"Ha ha ha ha ha ha memangnya kamu juga punya kekuasaan di sini gak lah dasar bodoh idiot" kata crisan kepada bryan.
Aku pusing melihat mereka berdua bahkan Amelia pun tak bisa berkata kata tentang pertengkaran mereka. Dan mereka pun masih terus bertengkar karena kata kata dan itu membuat ku muak dan marah melihat kelakuan mereka yang tak ada henti hentinya bertengkar.
"STOOOOPPPPP diam semua oke sekarang giliran ku buat bicara jadi aku harap kalian diam dan dengerin aku bicara ngerti?" Kata ku kepada mereka sambil berdiri dan berdecak pinggang ya karena aku kesal, marah kepada mereka berdua apa lagi sejak tadi mereka sudah di lihat oleh banyak orang. Mereka berdua hanya diam dan mengangguk.
"Oke sekarang dengerin kata kata ku. Kalian bertengkar hanya karena kata kata yang tidak penting itu bahkan kalian gak malu di lihat banyak orang sejak tadi apa kalian liat di sekeliling kalian sudah sejak tadi ngeliatin kalian..kalian itu sudah dewasa dan penerus dari keluarga kalian tapi kalian gak punya malu. Hah dan satu lagi aku gak mau pakai baju ini dan jaket ini kalian tau kenapa? Karena sekarang musim panas bisa bisa aku mandi keringat atau bisa bisa aku mati kepanasan. Kalian pikir aku skait keras atau apa kalian bahkan ngurung aku di kamar selama tiga hari kalian dengar kata kata dokter. Dia hanya bilang kalau aku kelelahan dan juga dehidrasi tapi kalian sangat snagat berlebihan bahkan di saat musim panas seperti ini kalian menyuruh ku memakai pakaian yang seharusnya di pakai di musim dingin. Jadi sebaiknya kembali aku gak mau liat atau dengar kata kata kalian. Sebaiknya kalian duduk di ruang TV dan renungan kata kata ku barusan" kata ku kepada crisan dan juga bryan ya aku sangat marah kepada mereka berdua saat mereka berbalik aku menahan mereka dan memberikan baju dan juga jaket yang mereka bawa setelah itu aku pun kembali menyuruh mereka untuk pergi.
"Wow kamu marahin mereka berdua?" Kata Amelia keoada ku sambil berdiri dan melihat ke arah ku dengan tatapan yang tak aku mengerti.
__ADS_1
"Iya kenapa lagi pula aku gak salah kan. Aku capek sama mereka bahkan aku malu cobak liat aja orang orang di pantai liatin mereka tapi mereka tetap asik dengan pertengkaran mereka sendiri" kata ku kepada Amelia. Bahkan emosi ku sampai sekarang masih memuncak karena ulah mereka berdua.
"Oke oke ayo kita duduk dan tenangin diri kamu" kata Amelia kepada ku smabil membawa ku duduk kembali ke kursi ku.
"Emosi aku Mel mereka seperti anak kecil aja hah" kata ku kepada Amelia
"Ini minum sudah jangan emosi lagi oke" kata Amelia kepada ku sambil memberikan minuman dingin kepada ku agar aku tenang.
"Ya makasih" kata ku kepada amelia aku pun mengambil minuman yang amrlia berikan kepada ku aku pun langsung meneguknya sampai habis bahkan sampai tak tersisa sedikit pun.
"Tenang Al. Tenangin diri kamu oke jangan Sampek kamu emosi gara gara mereka. Dan kalau kamu emosi kamu itu nakutin babget aku kan jadi takut" kata Amelia kepada ku.
"Ya ya ya" kata ku kepada Amelia
"Al" kata Amelia kepada ku.
"Hemmm apa?" Kata ku kepada Amelia.
"Kamu sudah mutusin buat milih siapa di antara mereka berdua?" Kata amelia kepada ku aku pun refleks langsung melihat ke arah Amelia.
"Aku gak tau Mel aku bingung" kata ku kepada Amelia.
"Ya aku tau lagi pula ini masih dua Minggu dan kamu masih ada waktu buat pikirin ini semua tapi kamu harus punya jawabnnya dia Minggu lagi" kata Amelia kepada ku
Terus aku harus pilih siapa mrl aku bingung" kata ku kepada Amelia.
"Pilih yang menurut mu orang itu adalah yang terbaik buat kamu" kata Amelia kepada ku
"Crisan dia aku seperti gak kenal sama dia dulu dia perhatian, baik sama aku bahkan rela ngelakuin apa pun tapi sekarang dia berubah Mel. Dia kayak gak peduli dengan hal ini bahkan dia masih sempat tempatnya buat pesta di sini bareng temen temennya tapi di sisi lain dia sudah selamatin aku dari hutan. Sedangkan bryan dia baik, perhatian dan dia lebih menginginkan kebahagian ku dari pada kebahagiannya sendiri bahkan dia selalu ada di saat aku susah mau pun senang. Jadi aku bingung siapa yang bakalan aku pilih mrl. Mereka berdua ada di hidup ku satunya mengerti tentang diri ku dan satu lagi sudah nyelamatin nyawa aku jadi menurut mu siapa yang harus aku pilih di antara mereka berdua?" Kata ku kepada amrlia
"Aku juga gak tau kalau denher dari cerita kamu mereka sama sama ada kebaikan yang gak bisa kamu lupain. Aku tau kamu pasti pusing kalau ku jadi kamu aku ngerti kamu juga pasti bakalan pusing mikirin ini semua" kata Amelia kepada ku sambil memangku kepalanya dengan tangannya.
"Iya Mel. Aku kan udah bilang aku aja bingung apa lagi kamu Mel" kata ku kepada amelia.
__ADS_1
Setelah itu kami pun sama sama diam. Cukup lama memikirkan tentang ini aku tetap saja tak menemukan jawabnnya jadi aku mengajak Amelia kembali ke vila. Saat sampai di kamar aku pun langsung berendam ya karena cuaca di luar snagat panas dan badan ku juga gerah setengah jam aku berendam aku pun membilas badan ku. Setelah itu aku Menganti baju yang cukup longgar dan langsung menghidupkan kan AC hah rasanya badan ku sangat segar setelah mandi langsung di terpa dengan hawa dingin seperti ini. Ya aku memang suka hawa dingin entah kenapa mungkin karena dari kecil hingga dewasa aku tinggal di negeri yang udaranya cukup dingin setiap tahunnya. Setelah itu aku pun tiduran karena hawa ingin ini aku mebgambil selimut laku menutupi tubuhnya rasanya sangat nyaman dan rileks membuat ku mengantuk akhitnya aku pun memutuskan untuk tidur terlebih dahulu.