Cinta Ku kembali

Cinta Ku kembali
episode 15


__ADS_3

Acara demi acara sudah kami jalani dari pertemuan acara keluarga laki laki yang datang ke rumah untuk melamar ku setelah itu keluarga besarnya kak Sanusi datang ke rumah ku untuk datang lamaran yang ke dua kalinya. Dan tak terasa sudah satu bulan lamanya kita bertunangan dan sekarang aku sedang mendaftarkan diri masuk ke salah satu SMK yang ada di kota ku. Dan setiap aku butuh tumpangan dia selalu mengantarkan ku kapan pun aku butuh dia selalu mau mengantarkan ku kemana pun bahkan saat mendaftar antriannya sangat panjang dan lama sekali tapi dia mau menunggu diri ku dan saat selelsai emndaftar dia tak mengeluh sedikit pun bahkan dia masih bertanya kepada ku sudah selesai apa belum dan sekarang aku akan ke sekolah yang aku daftar lagi karena sekarang aku harus tes masuk sekolah. Aku sekarang sedang bersiap siap karena katanya sih harus memakai baju atasan putih dan rok hitam jadi karena aku tak punya aku membelinya tadi malam bersama dengan kak Sanusi. Setelah selesai aku pun langsung keluar menghampiri kak Sanusi yang sudah datang sejak jam tujuh pagi tadi. Ya dia datang sangat cepat katanya sih biar gak telat akunya. Sennag dan rasanya campur aduk saat dia mengatakan hal itu. Kami pun berangkat ke sekolah saat sampai aku pun langsung meninggalkannya begitu saja ya karena antriannya juga sudah sangat panjang jadi aku harus buru buru ikut antrian agar tak terlalu panjang lagi.


Sekitar dua jam kemudian akhirnya aku pun masuk ke ruang tes di dalam aku di cek golongan darah, di tes urin, di tes tinggi dan tes kemampuan pelajaran ku di bidang matematika dan juga bahasa Indonesia ya awalnya aku bingung mengapa harus tes darah dan emngapa harus tes urin itu membuat ku serasa tak nyaman sekali. Sampai bebebrapa orang tua murid protes te tang tes itu sampai akhirnya sang kepala sekolah keluar dan menjelaskan bahkan sekarang marak sekali anak anak yang suka memakai narkoba dan meminum minuman terlarang dan juga beberapa tahun yang lalu juga sepuluh persen dari murid wanita yang mendaftar tak sampai tiga bulan saja masuk sekolah sudah banyak yang di keluarkan karena ketahuan hamil di luar nikah dan hal itu membuat nama sekolah menjadi jelek dan tercoreng maka dari karena itu di lakukan lah tes darah dan tes urin untuk menghindari hal tersebut. Dan tesnya akan keluar saat penerimaan murid baru suratnya akan di kirim kepada ke dua orang tua dan hal itu membuat ku gugup ya karena dulu aku pernah memakai obat obat terlarang itu karena aku merasa kesepian maka dari karena itu aku memakainya tapi sudah lama sekali aku berhenti memakai obat obattan itu. Setelah selesai aku pun kembali ke kak Sanusi yang sedang menunggu diri ku. Aku hanya tinggal menunggu hasilnya saja di terima atau tidak aku masuk sekolah ini semoga saja aku di terima. Aku pun menghampiri kak Sanusi dia menunggu di atas sepedanya sambil menggunakan headset aku pun menepuk punggungnya.


"Sudah yank?" Kata kak Sanusi kepada diri ku


"Iya sudah ayo pulang" kata ku kepada kak Sanusi.


"Kamu gak laper Tah yank, ayo cari makan dulu baru pulang" kata kak Sanusi kepada ku


Aku pun hanya menganggukan kepala ku saja setelah itu kami pun jalan. Sepanjang perjalanan aku menceritakan tentang tes yang aku lakukan awalnya kak Sanusi protes juga mengapa harus melakukan tes tersebut tapi akhirnya dia mengerti setelah aku menjelaskan tentang alasan di balik mengapa sekolah melakukan tes tersebut. Setelah itu akhirnya kami pun sampai di tempat makan. Karena kak Sanusi sangat menyukai bakso jadi kami berhenti di warung bakso tempat biasa kami datangi untuk makan bahkan dengan sang pelayan dan pejual ya kami pun sangat akrab ya karena kami sudah sangat sering datang ke sini bahkan terkadang satu Minggu bisa empat sampai lima kali ya karena bakso di sini sangat enak sekali dan tempatnya juga sangat ramai di sini juga ramai jadi kadang kami tidak kebagian tempat duduk jadi harus membungkusnya dan membawanya pulang agar bisa memakannya.


Setelah selesai makan kami pun langsung pulang dan ternyata tidak ada orang di rumah ya aku pun langsung menelfon ayah ku dan ternyata ayah ku masih ada di rumah saudara ku. Aku dan kak Sanusi pun memainkan game ya kebetulan kakak ku Bayu emmpunyai PS dan tak di bawa ke rumahnya dan PSnya sering di mainkan oleh ku karena sekarang aku ada teman untuk bermain PS maka aku mengajak kak Sanusi untuk menemani ku bermain bola di PS. Dan ya dia langsung mengiyakannya karena dia juga menyukainya katanya dulu saat masih kecil dia sering ke kota hanya untuk bermain PS bersama dengan teman temannya ya mereka saat itu masih tidak ada sepeda motor jadi merek berjalan kaki dari rumahnya hingga ke kota.


Tak terasa sudah tiga jam kami bermain PS ya akhirnya aku lah pemenangnya entah dia mengalah atau tidak aku tak tau tapi aku menang dan hukumannya yang kalah harus memijat yang menang. Dan setelah mematikan PS kami pun menonton TV. Aku duduk dengan nyaman di bawah kak Sanusi sedangkan kak Sanusi duduk di atas sofa dia memijat pundak ku rasanya nayamn sekali.


"Yank" kata kak Sanusi memanggil diri ku


"Hemm apa?" Kata ku kepada kak Sanusi.

__ADS_1


"Kalau seumpamanya nantik ada yang suka sama kamu gimana yank di sekolah mu. Kamu kan cantik yank terus gimana kalau dia suka sama kamu dan kamu juga suka sama dia?" Kata kak Sanusi kepada ku ya aku rasa dia sudah mulai cemburu di saat aku belum memulai sekolah bahkan aku sendiri masih tidak tau apakah aku di terima atau tidak di sekolah itu.


"Gak bakalan kok yank, aku sayang sama kamu dan aku gak bakalan suka sama cowok lain yank udah lah kamu gak usah khawatir kok yank" kata ku kepada kak Sanusi mencoba untuk menyakinkan kak Sanusi agar dia tak usah khawatir karena aku sangat menyayangi diri nya.


"Iya aku tau tapi tetep aja khawatir kalau kamu Sampek Sampek suka sama salah satu cowok di sana apa lagi tadi aku liat kakak kelas mu semuanya ganteng ganteng gimana pas kalau kamu beneran suka sama salah satu cowok di sana" kata kak Sanusi kepada diri ku lagi dia masih saja tak percaya dengan ucapan ku sampai sampai aku bingung bagaimana caranya menyakinkan diri ya agar dia tak usah khawatir tentang diri ku yanag akan menyukai laki laki lain selain dirinya


"Yank aku gak bakalan gitu kok yank udah ya aku harap kamu percaya sama aku yank. Aku gak akan gitu kok yank sama kamu yank. Udah kamu tentang aja yank. kamu sayang ngak sama aku yank?" Kata ku kepada kak Sanusi sambil melihat ke arah kak Sanusi.


"Iya syaang lah yank. Bahkan aku syaang banget sama kamu yank" kata kak Sanusi kepada ku dia terlihat berbicara dengan sungguh sungguh.


"Kalau kamu sayang sama aku kamu harus percaya sama aku yank. Kalau kamu gak percaya sama aku berarti kamu gak sayang sama aku yank udah gitu aja yank. Karena aku sayang sama kamu dan aku gak bakalan selingkuhin kamu kok yank apa lagi Sampek suka sama kakak kelas ku sendiri itu gak mungkin yank. Apa lagi kita berdua sudah tunangan" kata kunkepada kak Sanusi.


"Nah gitu lah yank kamu harus percaya sama aku yank karena aku gak bakalan gianati kepercayaan yang kamu kasih ke aku yank" kata ku kepada kak Sanusi.


Setelah itu kak Sanusi hanya mengangguka kepala saja lalu dia mencium kening ku. Tak lama kemudian ayah dan juga ibu ku pun datang. Setelah ibu dan ayah ku datang kak Sanusi pun pamit pulang karena hari sudah mau malam. Karena nantik malam katanya kak snausi masih akan ke sini kebetulan sekarang malam Minggu dan kita berencana untuk keluar berdua.


****


Tak terasa sudah satu Minggu berlalu dan masih belum ada kabar aku di terima atau tidak tapi aku berniat untuk mendaftarkan diri ke sekolah lain tapi aku masih mau menunggu bebebrapa hari lagi siapa tau aku akan di terima di sekolah itu. Kak Sanusi sekarang tidak ke sini ya dia sedang melamar menjadi tentara dia sekarang sedang dalam perjalan ke Banyuwangi ya karena hanya di sana yang ada tempat mendaftar menjadi seorang tentara tadi pagi dia sempat menelfon ku saat dia akan jalan. Aku pun menyuruhnya utnuk hati hati di jalan karena perjalan dari Bondowoso ke Banyuwangi cukup jauh. Jika memakai sepeda motor maka dalam tiga jam baru sampai di Banyuwangi tapi jika menggunakan mobil akan lebih cepat sekitar dua jamman baru akan sampai di Banyuwangi tapi kak Sanusi menggunakan sepeda motor ke Banyuwangi jadi tadi dia berangkat dari bondowos sekitar jam setengah lima pagi. Ya karena dia menelfon ku hingga berkali kali di saat aku masih tidur saat aku melihat jam ternyata sudah jam setengah lima pagi dan ya dia mengatakan kalau dia akan berangkat ke Banyuwangi. Sekarang sudah jam delapan pagi mungkin dia sudah sampai dari tadi dan mulai ikut mendaftar. Ya pendaftarannya di mulai dari jam tujuh pagi. Aku mencoba emngirim chat kepada kak Sanusi tapi chat ku tak di balas oleh kak Sanusi mungkin dia masih sibuk dan masih banyak hal yang harus di urus di sana.

__ADS_1


Tak terasa hari sudah sore karena sudah jam empat sore aku pun pergi mandi setelah selesai aku langsung ke kamar. Saat aku sedang bersiap siap ibu masuk ke dalam kamar dan dia menghampiri diri ku.


"Tuh ada nak Sanusi di luar udah dari tadi nunggu kamu loh Syah cepetan ya kasian nak Sanusi" kata ibu ku kepada ku.


"Iya buk" kata ku kepada ibu ku ya aku cukup kaget karena kak Sanusi sudah ada di sini bahak. Dia tak memberitahukannya kepada ku kalau dia akan ke sini dia pasti capek sekali habis dari Banyuwangi langsung ke sini. Aku pun mempercepat memakai baju dan dandanna ku karena aku tak mau emmbuat kak Sanusi menunggu lebih lama lagi. Setelah selesai aku pun langsung keluar dan ebtul saja kak Sanusi duduk di sofa sambil melihat ke arah ku dia terlihat sangat lelah dan lesu sekali.


"Kok gak bilang kalau kamu mau langsung ke sini yank" kata ku kepada kak Sanusi sambil duduk di sebelahnya.


"Iya ada hal yang mau aku sampaikan ke kamau yank" kata kak Sanusi kepada ku dia terlihat serius kali ini berbicara dengan ku.


"Ya udah bilang aja yank" kata ku kepada kak Sanusi sambil melihatnya lekat lekat.


"Kalau aku gak jadi tentara kamu masih mau sama aku?" Kata kak Sanusi kepada ku dan pertanyaannya membuat ku bingung ya bagaimana tidak dia emnanyakan hal itu kepada ku.


"Ya masih mau lah emangnya kenapa sih yank?" Kata kak Sanusi kepada ku ya aku penasaran mengapa dia emngatakan hal itu kepada ku.


" Tadi aku sudah daftar dan semua tes yang tadi aku lakuin sudah berhasil dan di terima dan tinggal masuk ke tahap selanjutnya yank. Dan tahap selanjutnya itu masih dua Minggu lagi yank. Jadi aku pulang terus Sampek di jalan hp ku bunyi aku kira kamu yank soalnya nomer baru aku berhenti di pinggir jalan ngangkat telfon itu. Tenryata ibu ku yang nelfon pakai nomernya tetangga di rumah dia bilang kalau dia gak mau aku jadi tentara yank jadi aku kembali ngambil formulirnya dan bilang kalau aku gak mau jadi tentara ya akhir ya aku pulang dan kembali Sampek sini yank. Gitu yank ceritanya jadi kamu masih mau ngak sama aku soalnya aku kan sudah gak jadi tentara lagi yank" kata kak Sanusi kepada diri ku. Dia terlihat sedih dan juga letih aku sampai bingung harus bagaimana terhadap kak Sanusi.


"Oh gitu yank aku itu gak masalah kok kamu mau jadi tentara atau gak itu gak akan jadi masalah buat aku atau pun buat hubungan kita yank. Jadi gak papa kok yank kalau kamu gak jadi tentara apa lagi ibu kamu sendiri yang gak ngebolehin kamu jadi tentara itu berarti ibu knu gak mau jauh dari kamu yank. Soalnya aku punya saudara yang jadi tentara dan sudah lima tahun keluarganya gak ketemu yank pas kamu tau. Dia pulang waktu ibunya meninggal dan itu pun gak lama yank hanya sebentar lalu balek lagi ke tempatnya dia jadi tentara dana ku dengar kalau pelatiha. Jadi tentara itu gak enak jadi ya sudah lah yank gak papa kok yank. Kamu cari kerja lain aja yank yang ngebuat kamu enak dan nyaman sama pekerjaan itu yank" kata ku kepada kak Sanusi.

__ADS_1


__ADS_2