
"Dia kakak ku kak. Wonk waktu pesrom dan MOS dia pernah ke sini buat jenguk aku kok kak" kata ku kepada kak Umam.
"Oh gitu ya aku percaya kok sama kamu, oiya gimana orang yang ganggu kamu itu udah gak ganggu ganggu kamu lagi Syah?" Kata kak Umam kepada ku.
"Oh itu ya kak udah gak ganggu agnggu aku lagi kok kak" jagay ku kepada kak Umam.
"Bagus lah aklau gitu" kata kak Umam kepada ku sampai akhir ya aku sampai di depan kelas ku tapi kak Umam dan teman temannya masih ada di sebelah ku membuat murid murid yang lain melihat ku dan itu membuat ku rasih.
"Kaka aku udah Sampek kelas aku masuk dulu ya. Kak Umam kembali aja ke kelas" kata ku kepada kak Umam.
"Oh oke nantik siang kamu mau ke kantin gak?" Kata kak Umam kepada ku
"Gak tau kak" kata ku kepada kak Umam.
"Ya udah kalau gitu aku pergi dulu ya kamu masuk aja dah ke dalam" kata kak Umam kepada ku.
"Iya kak" kata ku kepada kak Umam.
Setelah itu kak Umam dari teman temannya pun eprgi aku pun masuk ke dlaam kelas. Ya kebetulan aku sudah memesan teman duduk kepada teman teman ku saat aku masuk dan syukur lah teman teman ku sudah menyiapkan bangku koak g untuk ku saat sampai aku pun langsung duduk di kursi yang sudah di pilih kan oleh teman teman ku itu.
"Akhirnya nyampek" kata ku kepada diri ku sendiri sambil meletakkan tas ku di bangku.
__ADS_1
"Syah kamu di jumput ke rumah mu sama kak Umam?" Kata Farah kepada ku.
"Ya gak lah aku di jumput sama tunangan ku kak Sanusi" kata ku kepada Farah
"Loh kok bisa bareng sama kak Umam kamu ke kelasnya?" Kata Farah kepada ku dia sudah persis seperti wartawan saja ya mungkin dia bercita cita ingin menjadi seorang wartawan dan aku lah korbannya.
"Ngak far tadi tuh aku kan di anterin sama kak Sanusi Sampek gerbang eh kak Umam sama temen temnnya berdiri di poa security sama teman temannya jadi aku di anterin deh Sampek ke sini. Udah gitu aja" kata ku kepqda Farah
"Oh gitu ya" kata Farah sambil menganggukan kepalanya.
"Emangnya kak Umam gak tanyak ke kamu siapa yang antar kamu Syah?" Kata Icha kepada ku
"Iya tanyak lah Cha" kata ku kepada Icha
"Ya tanyak siapa itu yang antar kamu ya aku bilang kalau itu Kaka ku udah gitu aja Cha" kata ku kepada Icha aku heran sekali kepada teman teman ku apa teman teman ku sekarang sedang bercita cita ingin menjadi wartawan semua entah lah mereka mengintrogasi ku bagaikan wartawan saja.
"Oh gitu." Kata Icha kepada ku sambil mengangguk anggukan kepala nya.
"Iya mana yang lain masih belum datang?" Kata ku kepada Farah dan juga Icha ya karena aku tak emlihat teman teman ku yang lain aku ahbya melihat Icha dan juga Farah dan beberapa teman kelas ku yang lainnya juga.
"Iya mungkin bentar lagi udah datang kok Syah" kata Farah kepada ku.
__ADS_1
"Iya mungkin" kata ku kepada Farah.
Setelah itu kami pun emmbicarakn hal lainnya. Tak lama kemudian Melda dan juga Teman teman ku yang lainnya datang satu persatu. Pengenalan pun di mulai dan datang juga wali kelas ku dan betapa teekejutnya diri ku mengetahui kalau wali kelas ku adalah tetangga ku sedniri bahkan aku sendiri tidak tau kalau dia adalah guru di sekolah ku saat ini. Aku hanya bisa menunduk diam saja. Ya karena aku malu untuk melihat guru ku saat ini bagaiman tidak dia adalah tetangga ku dan dulu saat aku masih kecil aku dan juga ayah ku sering sekali datang ke rumahnya untuk bertamu ya lebih tepatnya aku selalu datang ke sana karena ayah ku ingin bertemu dengan om teguh tapi sekarang entah lah sudah snagat lama sekali aku tak pernah melihat om teguh bahkan sudah beberapa tahun dia tak pernah datang ke rumah ku bisanya dulu dia sering sekali datang ke rumah ku. Sudha lah aku tak perlu membahas hal yang tak penting karena sekarang aku ahrus fokua pada sekolah ku.
"Ya sudah kalau gitu saya absen dulu ya sambil perkenalan oke?" Kata Bu praban kepada semua murid murid yang ada di kelas ini.
"Baik Bu" kata teman teman sekelas ku secara serempak. Bu praban pun muali memanggil satu per satu nama nama muridnya ya Bu praban pun mulai berkenalan dengan murid muridnya sampai akhirnya Bu praban memanggil nama ku
"Aisyah?" Kata Bu praban memanggil nama ku sambil melihat ke arah sekeliling.
"Saya Bu" kata ku kepada Bu praban sambil mengacungkan tangan ku ke atas.
"Oh untuk yang satu ini sih seprtinya saya sudah gak perlu kenalan ya Aisyah?" Kata Bu praban kepada ku sambil tertawa kecil.
"He he he he he he he iya Bu" kata ku kepada Bu praban sambil tertawa kecil.
"Kenapa kok gak usah kenalan Bu sama Aisyah?" Kata Anggi teman sekelas ku kepada Bu praban.
"Soalnya kita tentannga dan muaki dari kecil Aisyah sudah sering sekali datang ke rumahnya Bu guru, iya kan Syah?" Kata Bu praban kepada Anggi dan juga kepada diri ku.
"Iya Bu" kata ku kepada Bu praban malu malu.
__ADS_1
"Jadi saya dan Aisyah ini tetangga. Aisyah rumahnya dekat gang sedangkan saya masih harus ke belakang. Jadi ya pokoknya dekat banget dah rumah saya sama rumahnya Aisyah. Kalau naik sepeda paling satu menit sudah Sampek tapi kalau jalan kaki paling sekitar dua atau tiga menitan sudah sampai di rumah saya. Jadi kalau kalian mau ke rumah saya silahkan ke rumah Aisyah nantik sama Aisyah di antar kalau ada yang tidak paham dengan ucapan saya" kata Bu praban kepada ku.
Setelah itu Bu praban pun meneruskan mengabsen dan memperkanalkan dirinya dengan murid muridnya yang lain setelah selsai mempermalukan dirinya dengan yang lainnya kami pun emnbahas soal pelajaran yang akan kami pelajarao di sekolah ini. Setelah itu kami pun memilih ketua kelas wakil kelas sekertaris kelas dan juga bendahara kelas beberapa murid sudah emncalonkan dirinya sedangkan diri ku tidak ya karena aku malas jika aku harus berurusan dengan hal hal semacam itu. Dan akhirnya ketua kelas pun di pilih ya jatuh kepada genda