
ini pertama kalinya bagiku menerima sebutan itu lalu aku menyuruhnya untuk menganti pakaian yang sudah aku siapkan, aku menyuruh anton untuk menunggunya di depan kamar syasa tak lama kemudian mereka datang aku
melihatnya menuruni anak tangga saat sampai dia langsung menatapku dengan tatapan yang tak dapat aku mengerti dan ini membuatku ingin tertawa tapi aku menahannya dan menyuruhnya untuk duduk aku mencoba menggodanya tapi dia dengan memanggilnya sayang tapi dia malah marah-marah tak jelas bahkan dia masih
sempat bertanya keadaanku kepada anton setelah itu hari berikutnya dia memaksa untuk pulang tentu saja aku tak mengizinkannya karena keadaannya masih lemah lalu aku berjanji akan mengantarkannya besok pulang ke rumahnya dia mengiyakannya dan kembali ke kamarnya keesokan harinya dia tampak sangat gembira saat menuruni anak tangga aku berjalan ke arahnya saat sampai aku mengandengnya ke arah meja makan dan menyuruhnya untuk makan terlebih dahulu dia mengiyakan setelah selesai kami berjalan keluar karena aku akan
mengantarnya pulang tapi saat akan masuk handphone ku berbunyi saat aku liat ternyata bella jadi aku angkat
“halo ada apa bela?” kataku kepadanya
“maaf pak para staf sudah menunggu untuk rapat.” Kata bela kepadaku
“batalkan semua aku ada kepentingan.” Kataku kepada bela karena aku sangat ingin mengantar syasa
“maaf pak tapi para kolegan bapak juga sudah datang untuk mengikuti rapat.” Katanya dan ini membuatku sangat kesal
“baik 1 jam lagi saya akan sampai.” Kataku sambil memutuskan telfon sambil berjalan ke arah syasa
“maaf aku gak bisa antar kamu, soalnya ada keperluan mendadak.” Kataku kepada syasa
“oh iya gak papa kok.” Katanya kepadaku
“iya sudah kamu pulang di antar sama anton dan supir ya.” Katanya kepadaku
Dia hanya menganggukan kepala, aku membukakan pintu dan menyuruhnya masuk saat jalan aku
melihatnya sampai tak dapat aku pandang setelah jauh aku menaiki mobil yang
satunya sekitar 45 menit aku sampai di kantor dan memulai rapat agar semuanya
cepat selesai setelah semua perkerjaanku selesai aku kembali ke rumahsaat di perjalanan
aku masih memikirkannya karena tadi aku tak sempat mengantarkannya ke
apartementnya, saat sampai aku langsung memanggil anton.
“iya tuan.” Kata anton
“gimana tadi kamu antar dia sampek rumahnya.” Kata ku kepadanya sambil melepaskan dasi
“iya tuan, saya sudah mengantarnya ke apartementnya dengan selamat.” Kata anton
“jadi dia tinggal di apartement.” Kataku
“benar tuan.” Kata anton
Aku mengangguk dan menyuruhnya pergi, hari demi hari aku lewati
dan tak terasa sudah 1 bulan berlalu aku ingin bertemu dengannya tapi apa yang
harus aku katakana jika aku bertemu dengannya. Saat perjalanan pulang aku
melihat seorang wanita yang aku kenali aku menyuruhnya berhenti tepat di
sampingnya saat sampai dia juga berhenti aku membuka kaca jendela , dia melihat
kepadaku aku menyapanya terlebih dahulu tapi dia tak mengenali aku hmmm sungguh
buruk ingatan wanita ini setelah itu aku menjelaskannya siapa aku dan
menyuruhnya untuk naik untuk mengantarnya pulang awalnya dia tak mau tapi aku
mencoba membujuknya dan akhirnya dia mau saat di dalam mobil dia menghadap ke arah
jendela tampak murung aku bertanya kepadanya tapi dia mengatakan baik-baik saja
setelah itu kami berbicara beberapa hal mengenai umurku saat sampai dia berkata
agar diriku tidak keluyuran dia sangat lucu dan juga unik.
Sejak hari itu aku terus memikirkan dirinya dan saat aku tau
kalau dia sedang membutuhkan sebuah perkerjaan untuk magang tapi suatu hari dia
mengirimkan lamaran magangnya ke perusahaan, saat aku melihat surat lamarannya
dan dia ingin menepati sebagai staf akuntansi atau keuangan sebenarnya tempat
itu masih ada yang kosong tapi aku mengiginkannya ada di dekatku jadi aku
merekrutnya menjadi sekertarisku kebetulan sekertarisku sedang berhenti karena
dia akan menikah saat dia tahu aku yang menjadi bosnya dia langsung menunjukku
aku tersenyum kepadanya dia hanya diam saja setelah itu kami langsung
mengahadiri rapat dan aku menyuruh syasa yang menjelaskannya saat di restoran
dia tampak gugup saat dia melihat kepadaku aku mengangguk dan tersenyum
kepadanya dia mulai menjelaskannya saat dia menjelaskan tampak sangat lancar
sekali saat di kantor aku menyuruh seseorang menyelidiki tentangnya siapa
sebenarnya pacarnya dan apa yang di lakukannya mungkin dengan begini aku bisa
mencari kesalahannya dan mendapatkan syasa.
__ADS_1
Tak lama kemudian pintu terbuka bela membuka pintu dan
mengatakan kalau ada seorang laki-laki yang ingin bertemu lalu dia memberikan document yang aku mau dan aku memberinya imbalan berupa uang ternyata. Dia adalah anak dari PT.Darma Jaya namanya panggilannya adalah austyn saat ini dia sudah menyelesaikan keluarganya dan sekarang dia sudah menikah dengan anak dari perusahaan PT.Maju Joyo , tapi bukankah austyn masih menjadi kekasih dari syasa mengapa dia tak mengatakannya dan hanya membuatnya menderita seperti ini, entah mengapa tapi hati ku rasanya
sakit ketika tau kalau wanita yang aku cintai di hianati seperti ini tapi aku tak bisa berbuat apa-apa
karena syasa hanya menganggapku sebagai atassannya saja saat aku bertanya kepadanya
setelah selesai aku mengantarnya pulang saat sampai dia akan keluar aku mencoba menahannya dengan
menarik tangannya saat dia menghadap ke belakang mata kami bertemu aku melihat matanya sangat indah seorang wanita yang sudah lama aku incar dan ingin aku temui akhirnya dia ada di depan mataku dia langsung membuat hatiku tak berhenti untuk berdegup sangat kecang tak lama kemudian dia melepaskan tanganku yang
memegangnya dia langsung lari ke dalam apartementnya. Setelah itu aku langsung pulang saat sampai di rumah mama dan papaku datang menyambutku di pintu masuk aku kaget dengan kedatangan mereka sekaligus senang.
“zelfin sudah nyampek, malam banget sih.” Kata mamaku
“iya ma tadi banyak kerjaan di kantor.” Kataku kepada mama
“gimana kabar kamu fin.” Kata papa sambil menghampiriku dan memelukku
“baik pa.” kataku kepada papa
“ayo makan mama sudah masakin makanan kesukaan kamu.” Kata mama
“al mandi dulu deh ma, nanti kalau sudah langsung ke bawah.” Kataku kepada mama
“oke mama sama papa sambil ada yang mau di bicararakan penting.” Kata mama
Aku menganggukan kepala lalu pergi meninggalkan mereka saat
sampai di kamar aku langsung mandi setelah selesai aku langsung turun ke ruang makan saat sampai mama
dan papa sudah duduk di kursi meja makanmama langsung mengisi piringku dengan nasi dan beberapa lauk yang aku suka akubukannya manja tapi itu kebiasaan bagi keluarga kita dan jika saat makan tidak
boleh menbunyikan piring dan bicara saat makan ya begitulah keluargaku karenaajaran papa yang sangat ketak kepada anak-anaknya setelah selesai kamibersantai di ruang tamu sambil menonton TV mama mengupas buah untuk cuci mulut setelah makan.
“ini buahnya di makan sayang.” Kata mama
“iya ma entar ajah masih kenyang.” Kata ku
“pa buahnya.” Kata mama kepada papa Papa mengambil buah yang di berikan oleh mama lalu memakannyasampai habis
“oiya katanya mama sama papa ada yang mau di bicarakan.” Kata ku teringat dengan ucapan mama
“oh iya , kamu kan sekarang sudah 26 tahun dan sebentar lagi sudah 27 tahun papa sama mama pingin kamu cepet nikah biar mama cepet-cepet gendong cucu mama.” Kata mama
“kita bahas ini nanti saja ma.” Kataku
“ini anak dari pak basuki dia cantik,baik, dan dia sudah S-2 loh sayang dan sebentar lagi setelah meneyelesaikan kuliahnya kita bakalan langsung adakan pertunangan kalian.” Kata mama sambil memberikan sebuah foto seorang
“ma aku sudah punya pilihan sediri ma aku gak mau seperti ini.” Kataku kepada mama kesal
“kamu gak bisa pilih sembarangan kamu harus lihat bibit bobotnya al.” kata mama
“tapi ma aku gak butuh semua itu aku hanya mau sama wanita yang aku cintai saja.” Kataku sambil melepaskan buku yang aku pegang ke meja
“mama gak setuju dengan wanita itu, bagaimana pun caranya kamu harus dengan wanita yang mama dan papa pilihkan buat kamu.” Kata mama marah kepadaku
“ma sudah alzelfin punya hak untuk menentukan pilihannya sendiri.” Kata papa
“gak bisa pa mama sudah janji sama keluarga mereka.” Kata mama
“iya masalah mama kenapa mama janji padahal mama gak tanya dulu pendapatku.” Kataku kesal dengan mama
“karena mama hanya mau yang terbaik buat kamu al.” kata mama
“terserah tapi aku tetap gak mau.” Kataku kepada mama sambil meninggalkan mereka
“al?” kata mama, aku menghentikan langkahku
“ma aku punya pilihan sendiri dan aku rasa itu yang terbaik untuk aku.” Kata ku sambil meninggalkan mama
Aku langsung masuk mobil kembali ke kantor saaat sampai di
kantor aku menyelesaikan perkerjaan yang belum selesai setelah selesai aku
melihat jam sudah jam 4 pagi dan aku sangat lapar, aku keluar dari kantor dan
menuju ke mobil
“cari restoran yang masih buka.” Kataku kepada supir
“baik tuan.” Kata supirku
Di perjalanan aku masih memikirkan ucapan mama , aku sangat
kesal sampai rasanya aku tak ingin kenal lagi dengan keluarga ini. Mobil yang
aku naiki berjalan dengan pelan saat di perjalanan aku melihat seseorang yang seperti
aku kenal saat aku melihatnya aku tau kalau itu syasa dia datang di saat yang
tepat ya tepat saat hatiku sedang gundah
“berhenti tepata di depan gadis itu pak.” Kataku kepada sopir
“baik tuan.” Kata sopir itu
__ADS_1
Setelah berhenti tepat di depannya tapi dia jalan terus tak
melihat ke arah mobilku, setelah itu aku keluar dari mobil lalu berjalan di
belakangnya aku mencoba memanggilnya beberapa kali tapi tak di ada sahutan
aku memegang pundaknya dia berhenti dan berbicara yang membuatku
sangat ingin tertawa dan saat dia berbalik dia membuka headset yang ada di
telinganya oh jelas sejak tadi aku panggil dia tak mendengarkanku setelah itu
aku bertanya sedang apa dia disini sepagi ini tapi dia hanya bilang bukan
apa-apa dari raut wajahnya aku tau apa yang sedang di pikirkannya aku bertanya
kepasanya tapi dia masih tak mau menceritakan kepadaku aku merasa resah aku
mencoba membujuknya dan akhirnya dia bercerita tentang pacarnya yaitu austyn
tentang pacarnya yang tak pernah menghubunginya dan tak pernah ada waktu
untuknya, aku sangat ingin memberitahunya kalau laki-laki yang di tunggunya,dan
di cintainya sedang bersama dengan wanita lain di luar sana tapi kalau aku
memberitahukan kepadanya dia pasti tidak akan percaya dengan apa yang aku
bicarakan. Aku sekarang hanya bisa menyemangatinya aku hanya berharap jika
suatu saat nanti cepat atau lambat syasa bisa cepat untuk tau kalau kekasihnya
adalah laki-laki yang jahat. Setelah itu aku dan syasa mencari restoran untuk
makan aku dan syasa berjalan kaki sedangkan sopir ku mengikuti dari belakang
setelah selesai makan syasa mengajakku untuk kembali ke kantor tapi aku tak mau
karena aku ingin membuat dia bahagia hari ini karena aku tau kalau hatinya
sedang terluka aku membawanya ke vila saat di perjalanan dia terus melihat kea
rah jendela mungkin da masih memikirkan kekasihnya yang tak tahu diri itu saat
mobil hampir sampai dia memeluk dirinya karena kedinginan aku melepaskan jas ku
dan memasangkannya kepadanya dia melihat kepadaku aku melihatnya dan mengatakan
agar dia tidak kedinginan tapi dia malah menanyakan tentang diriku tapi aku
menjawab tidak apa-apa lalu dia kembali menghadap keluar jendela.
saat sampai aku langsung mengajaknya untuk turun saat sampai dia
langsung berjalan ke arah taman yang langsung terpang-pang dengan pemandangan
cukup lama dia aku bertanya apa dia menyukainya dia menjawab iya aku senang
melihatnya bahagia sambil melihat ke arah pemandangan sesaat kemudian dia
berkata tentang mimpi-mimpinya jika suatu saat nanti dia berkeluarga dia akan
menyiapkan sebuah kursi di depan agar dia bisa menikmati matahari terbit dan
mata hari terbenam melihatnya aku ingin memberikan fila ini kepadanya tapi dia
tak mau dengan vila ini dan dia hanya bilang kalau dia hanya ingin membei
sebuah vila seperti ini dengan kerja kerasnya dan juga suaminya aku hanya tersenyum melihatnya dan mengajaknyauntuk masuk saat masuk dia tercengang aku memanggilnya beberapa kali tapi dia tak mendengarkanku akhirnya akumemanggilnya lagi sambil melambai-lambaikan tanganku di depannya dia hanya tersenyum kepadaku.
Aku masuk ke ruang kerjaku dan membawa sebuah buku yang isinya
adalah fotonya saat masih umur 10 tahun sampai sekarang aku mendapatkan
foto-foto itu dari orang yang aku suruh mengikutinya sejak kejadian malam itu.
Aku menjelaskan tentang kejadian itu tapi dia tak percaya atau mungkin lupa aku
memaklumi dan berharap suatu saat nanti dia akan mengingatku. Saat setelah dia
selesai minum dia berjalan ke arah balkon dan melihat langsung ke arah
pemandangan aku meminta anton untuk mengambilkan selimut untuk menutupi tubuh
syasa tak lama kemudian anton datang dengan membawa sebuah selimut aku langsung
memasangkannya kepada syasa setelah itu aku mengajak syasa keliling daerah vila
dia tampak senang, saat melewati kebun anggur aku memetikkan beberapa untuk
syasa lalu aku memberikannya
“hmmm manis banget.” Kata syasa
“suka.” Kataku kepadanya dia menjawab dengan anggukan
“ayo aku bawa kamu nemuin seseorang.” Kataku kepada syasa
__ADS_1