Cinta Ku kembali

Cinta Ku kembali
Episode 50


__ADS_3

 ini pertama kalinya bagiku menerima sebutan  itu lalu aku menyuruhnya untuk menganti pakaian yang sudah aku siapkan, aku menyuruh anton untuk menunggunya di depan kamar syasa tak lama kemudian mereka datang aku


melihatnya menuruni anak tangga saat sampai dia langsung menatapku dengan tatapan yang tak dapat aku mengerti dan ini membuatku ingin tertawa tapi aku menahannya dan menyuruhnya untuk duduk aku mencoba menggodanya tapi dia dengan memanggilnya sayang tapi dia malah marah-marah tak jelas bahkan dia masih


sempat bertanya keadaanku kepada anton setelah itu hari berikutnya dia memaksa untuk pulang tentu saja aku tak mengizinkannya karena keadaannya masih lemah lalu aku berjanji akan mengantarkannya besok pulang ke rumahnya dia mengiyakannya dan kembali ke kamarnya keesokan harinya dia tampak sangat gembira saat menuruni anak tangga aku berjalan ke arahnya saat sampai aku mengandengnya ke arah meja makan dan menyuruhnya untuk makan terlebih dahulu dia mengiyakan setelah selesai kami berjalan keluar karena aku akan


mengantarnya pulang tapi saat akan masuk handphone ku berbunyi saat aku liat ternyata bella jadi aku angkat


“halo ada apa bela?” kataku kepadanya


“maaf pak para staf sudah menunggu untuk rapat.” Kata bela kepadaku


“batalkan semua aku ada kepentingan.” Kataku kepada bela karena aku sangat ingin mengantar syasa


“maaf pak tapi para kolegan bapak juga sudah datang untuk mengikuti rapat.” Katanya dan ini membuatku sangat kesal


“baik 1 jam lagi saya akan sampai.” Kataku sambil memutuskan telfon sambil berjalan ke arah syasa


“maaf aku gak bisa antar kamu, soalnya ada keperluan mendadak.” Kataku kepada syasa


“oh iya gak papa kok.” Katanya kepadaku


“iya sudah kamu pulang di antar sama anton dan supir ya.” Katanya kepadaku


Dia hanya menganggukan kepala, aku membukakan pintu dan menyuruhnya masuk saat  jalan aku


melihatnya sampai tak dapat aku pandang setelah jauh aku menaiki mobil yang


satunya sekitar 45 menit aku sampai di kantor dan memulai rapat agar semuanya


cepat selesai setelah semua perkerjaanku  selesai aku kembali ke rumahsaat di perjalanan


aku masih memikirkannya karena tadi aku tak sempat mengantarkannya ke


apartementnya, saat sampai aku langsung memanggil anton.


“iya tuan.” Kata anton


“gimana tadi kamu antar dia sampek rumahnya.” Kata ku kepadanya sambil melepaskan dasi


“iya tuan, saya sudah mengantarnya ke apartementnya dengan selamat.” Kata anton


“jadi dia tinggal di apartement.” Kataku


“benar tuan.” Kata anton


Aku mengangguk dan menyuruhnya pergi, hari demi hari aku lewati


dan tak terasa sudah 1 bulan berlalu aku ingin bertemu dengannya tapi apa yang


harus aku katakana jika aku bertemu dengannya. Saat perjalanan pulang aku


melihat seorang wanita yang aku kenali aku menyuruhnya berhenti tepat di


sampingnya saat sampai dia juga berhenti aku membuka kaca jendela , dia melihat


kepadaku aku menyapanya terlebih dahulu tapi dia tak mengenali aku hmmm sungguh


buruk ingatan wanita ini setelah itu aku menjelaskannya siapa aku dan


menyuruhnya untuk naik untuk mengantarnya pulang awalnya dia tak mau tapi aku


mencoba membujuknya dan akhirnya dia mau saat di dalam mobil dia menghadap ke arah


jendela tampak murung aku bertanya kepadanya tapi dia mengatakan baik-baik saja


setelah itu kami berbicara beberapa hal mengenai umurku saat sampai dia berkata


agar diriku tidak keluyuran dia sangat lucu dan juga unik.


Sejak hari itu aku terus memikirkan dirinya dan saat aku tau


kalau dia sedang membutuhkan sebuah perkerjaan untuk magang tapi suatu hari dia


mengirimkan lamaran magangnya ke perusahaan, saat aku melihat surat lamarannya


dan dia ingin menepati sebagai staf akuntansi atau keuangan sebenarnya tempat


itu masih ada yang kosong tapi aku mengiginkannya ada di dekatku jadi aku


merekrutnya menjadi sekertarisku kebetulan sekertarisku sedang berhenti karena


dia akan menikah saat dia tahu aku yang menjadi bosnya dia langsung menunjukku


aku tersenyum kepadanya dia hanya diam saja setelah itu kami langsung


mengahadiri rapat dan aku menyuruh syasa yang menjelaskannya saat di restoran


dia tampak gugup saat dia melihat kepadaku aku mengangguk dan tersenyum


kepadanya dia mulai menjelaskannya saat dia menjelaskan tampak sangat lancar


sekali saat di kantor aku menyuruh seseorang menyelidiki tentangnya siapa


sebenarnya pacarnya dan apa yang di lakukannya mungkin dengan begini aku bisa


mencari kesalahannya dan mendapatkan syasa.

__ADS_1


Tak lama kemudian pintu terbuka bela membuka pintu dan


mengatakan kalau ada seorang laki-laki yang ingin bertemu lalu dia memberikan document yang aku mau dan aku memberinya imbalan berupa uang ternyata. Dia adalah anak dari PT.Darma Jaya namanya panggilannya adalah austyn  saat ini dia sudah menyelesaikan keluarganya dan sekarang dia sudah menikah dengan anak dari perusahaan PT.Maju Joyo , tapi bukankah austyn masih menjadi kekasih dari syasa mengapa dia tak mengatakannya dan hanya membuatnya menderita seperti ini, entah mengapa tapi hati ku rasanya


sakit ketika tau kalau wanita yang aku cintai di hianati  seperti ini tapi aku tak bisa berbuat apa-apa


karena syasa hanya menganggapku sebagai atassannya saja saat aku bertanya kepadanya


 setelah selesai aku mengantarnya pulang saat sampai dia akan keluar aku mencoba menahannya dengan


menarik tangannya saat dia menghadap ke belakang mata kami bertemu aku melihat matanya sangat indah seorang wanita yang sudah lama aku incar dan ingin aku temui akhirnya dia ada di depan mataku dia langsung membuat hatiku tak berhenti untuk berdegup sangat kecang tak lama kemudian dia melepaskan tanganku yang


memegangnya dia langsung lari ke dalam apartementnya. Setelah itu aku langsung pulang saat sampai di rumah mama dan papaku datang menyambutku di pintu masuk aku kaget dengan kedatangan mereka sekaligus senang.


“zelfin sudah nyampek, malam banget sih.” Kata mamaku


“iya ma tadi banyak  kerjaan di kantor.” Kataku kepada mama


“gimana kabar kamu fin.” Kata papa sambil menghampiriku dan memelukku


“baik pa.” kataku kepada papa


“ayo makan mama sudah masakin makanan kesukaan kamu.” Kata mama


“al mandi dulu deh ma, nanti kalau sudah langsung ke bawah.” Kataku kepada mama


“oke mama sama papa sambil ada yang mau di bicararakan penting.” Kata mama


Aku menganggukan kepala lalu pergi meninggalkan mereka saat


sampai di kamar aku langsung mandi  setelah selesai aku langsung turun ke ruang makan saat sampai mama


dan  papa sudah duduk di kursi meja makanmama langsung mengisi piringku dengan nasi dan beberapa lauk yang aku suka akubukannya manja tapi itu kebiasaan bagi keluarga kita dan jika saat makan tidak


boleh menbunyikan piring dan bicara saat makan ya begitulah keluargaku karenaajaran papa yang sangat ketak kepada anak-anaknya setelah selesai kamibersantai di ruang tamu sambil menonton TV  mama mengupas buah untuk cuci mulut setelah makan.


“ini buahnya di makan sayang.” Kata mama


“iya ma entar ajah masih kenyang.” Kata ku


“pa buahnya.” Kata mama kepada papa Papa mengambil buah yang di berikan oleh mama lalu memakannyasampai habis


“oiya katanya mama sama papa ada yang mau di bicarakan.” Kata ku teringat dengan ucapan mama


“oh iya , kamu kan sekarang sudah 26 tahun dan sebentar lagi sudah 27 tahun papa sama mama pingin kamu cepet nikah biar mama cepet-cepet gendong cucu mama.” Kata mama


“kita bahas ini nanti  saja ma.” Kataku


“ini anak dari pak basuki dia cantik,baik, dan dia sudah S-2 loh sayang dan sebentar lagi setelah meneyelesaikan kuliahnya kita bakalan langsung adakan pertunangan kalian.” Kata mama sambil memberikan sebuah foto seorang


“ma aku sudah punya pilihan sediri ma aku gak mau seperti ini.” Kataku kepada mama kesal


“kamu gak bisa pilih sembarangan kamu harus lihat bibit bobotnya al.” kata mama


“tapi ma aku gak butuh semua itu aku hanya mau sama wanita yang aku cintai saja.” Kataku sambil melepaskan buku yang aku pegang ke meja


“mama gak setuju dengan wanita itu, bagaimana pun caranya kamu harus dengan wanita yang mama dan papa pilihkan buat kamu.” Kata mama  marah kepadaku


“ma sudah alzelfin punya hak untuk menentukan pilihannya sendiri.” Kata papa


“gak bisa pa mama sudah janji sama keluarga mereka.” Kata mama


“iya masalah mama kenapa mama janji padahal mama gak tanya dulu pendapatku.” Kataku kesal dengan mama


“karena mama hanya mau yang terbaik buat kamu al.” kata mama


“terserah tapi aku tetap gak mau.” Kataku kepada mama sambil meninggalkan mereka


“al?” kata mama, aku menghentikan langkahku


“ma aku punya pilihan sendiri dan aku rasa itu yang terbaik untuk aku.” Kata ku sambil meninggalkan mama


Aku langsung masuk mobil kembali ke kantor saaat sampai di


kantor aku menyelesaikan perkerjaan yang belum selesai setelah selesai aku


melihat jam sudah jam 4 pagi dan aku sangat lapar, aku keluar dari kantor dan


menuju ke mobil


“cari restoran yang masih buka.” Kataku kepada supir


“baik tuan.” Kata supirku


Di perjalanan aku masih memikirkan ucapan mama , aku sangat


kesal sampai rasanya aku tak ingin kenal lagi dengan keluarga ini. Mobil yang


aku naiki berjalan dengan pelan saat di perjalanan aku melihat seseorang yang seperti


aku kenal saat aku melihatnya aku tau kalau itu syasa dia datang di saat yang


tepat ya tepat saat hatiku sedang gundah


“berhenti tepata di depan gadis itu pak.” Kataku kepada sopir


“baik tuan.” Kata sopir itu

__ADS_1


Setelah berhenti tepat di depannya tapi dia jalan terus tak


melihat ke arah mobilku, setelah itu aku keluar dari mobil lalu berjalan di


belakangnya aku mencoba memanggilnya beberapa kali tapi tak di ada sahutan


aku memegang pundaknya dia berhenti dan berbicara yang membuatku


sangat ingin tertawa dan saat dia berbalik dia membuka headset yang ada di


telinganya oh jelas sejak tadi aku panggil dia tak mendengarkanku setelah itu


aku bertanya sedang apa dia disini sepagi ini tapi dia hanya bilang bukan


apa-apa dari raut wajahnya aku tau apa yang sedang di pikirkannya aku bertanya


kepasanya tapi dia masih tak mau menceritakan kepadaku aku merasa resah aku


mencoba membujuknya dan akhirnya dia bercerita tentang pacarnya yaitu austyn


tentang pacarnya yang tak pernah menghubunginya dan tak pernah ada waktu


untuknya, aku sangat ingin memberitahunya kalau laki-laki yang di tunggunya,dan


di cintainya sedang bersama dengan wanita lain di luar sana tapi kalau aku


memberitahukan kepadanya dia pasti tidak akan percaya dengan apa yang aku


bicarakan. Aku sekarang hanya bisa menyemangatinya aku hanya berharap jika


suatu saat nanti cepat atau lambat syasa bisa cepat untuk tau kalau kekasihnya


adalah laki-laki yang jahat. Setelah itu aku dan syasa mencari restoran untuk


makan aku dan syasa berjalan kaki sedangkan sopir ku mengikuti dari belakang


setelah selesai makan syasa mengajakku untuk kembali ke kantor tapi aku tak mau


karena aku ingin membuat dia bahagia hari ini karena aku tau kalau hatinya


sedang terluka aku membawanya ke vila saat di perjalanan dia terus melihat kea


rah jendela mungkin da masih memikirkan kekasihnya yang tak tahu diri itu saat


mobil hampir sampai dia memeluk dirinya karena kedinginan aku melepaskan jas ku


dan memasangkannya kepadanya dia melihat kepadaku aku melihatnya dan mengatakan


agar dia tidak kedinginan tapi dia malah menanyakan tentang diriku tapi aku


menjawab tidak apa-apa lalu dia kembali menghadap keluar  jendela.


saat sampai aku langsung mengajaknya untuk turun saat sampai dia


langsung berjalan ke arah taman yang langsung terpang-pang dengan pemandangan


cukup lama dia aku bertanya apa dia menyukainya dia menjawab iya aku senang


melihatnya bahagia sambil melihat ke arah pemandangan sesaat kemudian dia


berkata tentang mimpi-mimpinya jika suatu saat nanti dia berkeluarga dia akan


menyiapkan sebuah kursi di depan agar dia bisa menikmati matahari terbit dan


mata hari terbenam melihatnya aku ingin memberikan fila ini kepadanya tapi dia


tak mau dengan vila ini dan dia hanya bilang kalau dia hanya ingin membei


sebuah vila seperti ini dengan kerja kerasnya dan juga suaminya  aku hanya tersenyum melihatnya dan mengajaknyauntuk masuk saat masuk dia tercengang  aku memanggilnya beberapa kali tapi dia tak mendengarkanku akhirnya akumemanggilnya lagi sambil melambai-lambaikan tanganku di depannya  dia hanya tersenyum kepadaku.


Aku masuk ke ruang kerjaku dan membawa sebuah buku yang isinya


adalah fotonya saat masih umur 10 tahun sampai sekarang aku mendapatkan


foto-foto itu dari orang yang aku suruh mengikutinya sejak kejadian malam itu.


Aku menjelaskan tentang kejadian itu tapi dia tak percaya atau mungkin lupa aku


memaklumi dan berharap suatu saat nanti dia akan mengingatku. Saat setelah dia


selesai minum dia berjalan ke arah balkon dan melihat langsung ke arah


pemandangan aku meminta anton untuk mengambilkan selimut untuk menutupi tubuh


syasa tak lama kemudian anton datang dengan membawa sebuah selimut aku langsung


memasangkannya kepada syasa setelah itu aku mengajak syasa keliling daerah vila


dia tampak senang, saat melewati kebun anggur aku memetikkan beberapa untuk


syasa lalu aku memberikannya


“hmmm manis banget.” Kata syasa


“suka.” Kataku kepadanya dia menjawab dengan anggukan


“ayo aku bawa kamu nemuin seseorang.” Kataku kepada syasa

__ADS_1


__ADS_2