
Saat ini jenifer kecil sedang mengemas barang barang dan juga pakaian ke dalam koper dan juga. Ya karena jenifer bersama dengan keluarganya akan pindah ke kota Latvia di sana adalah kota di mana mamanya berasal dan di sana masih ada orang yang dia sayang yaitu kakek dan juga nenek jenifer. Tak lama kemudian jenifer mendengar suara langskah kaki tak lama kemudian ada seseorang yang membuka pintu kamar jenifer. Jenifer melihat kea rah pintu lalu tersenyum cerah.
“hai sayang apakah kau sudah selesai membereskan barang barang dan juga baju mu?” kata mama jenifer kecil sambil melihat barang barang yang sudah ada di dekat pintu
“iya ma, aku sudah selesai.” Kata jenifer kecil
“baiklah jadi barang mana dulu yang mau kamu bawa sayang?” kata mama jenifer
“ini, ini, dan juga ini ma” kata jenifer sambil menunjuk 3 buah koper.
“oke baiklah mama akan panggil supir untuk di bawa ke dalam mocil, jadi sayang taruh koper koper yang akan kau bawa di depan pintu, nanti sopir akan mengemasinya dan memasukannya ke dalam mobil” kata mama jenifer
“baik ma, terus barang barang ku yang lain kapan akan di bawa?” kata jenifer kecil
“ besok aka nada yang datang dan membawa barang barang kita, mungkin 2 hari lagi akan sampai” kata mama jenifer
“hmmmm baiklah kalau begitu” kata jenifer kecil
Setelah itu jenifer kecil pun mengeluarkan koper kopernya lalu pergi sambil mengendong sebuah boneka kecil di tangannya. Jenifer pun menempuh penerbangan sekitar 9 jam lamanya. Saat sampai di bandara jenifer kecil masih tidur jadi di gendong oleh ayahnya sampai ke mobil dalam perjalananan jenifer bangun tak lama kemudian mereka semua pun sambil di rumah kakek dan nenek jenifer. Di sambut dengan hangat oleh kakek dan nenek jenifer. Tanpa berfikir panjang jenifer pun langsung berlari kea rah kakek dan neneknya.
Satu bulan setelah kepindahaan jenifer dan keluarganya kakek jenifer pergi meninggalkan jenifer untuk selamanya. Tak lama kemudian sekitar 2 minggu dari kepergian kakek jenifer nenek jenifer pun menyusul sang kakek. Dan hal itu membuah jenifer hancur bahkan sudah 2 minggu dia murung di kamar mamanya datang ke kamar jenifer sambil membawa sebuah nampan makanan di tangannya.
“sayang boleh mama masuk?” kata mama jenifer berdiri di ambang pintu
“hmm.” Kata jenifer mengiyakan
“sayang sudah dong, jangan seperti ini terus. Kalau kakek dan nenek liat kamu seperti ini mereka bakalan sedih loh sayang?” kata mama jenifer sambil meletakan nampan di meja dekat jenifer
“tapi kenapa nenek dan kakek ninggalin jeni sendirian di sini. Mama dan papa sibuk kerja di sini kalau mama sama papa gak ada yang nemenin jeni hanya kakek dan nenek bahkan jeni pengen apa di turutin tapi sekarang jeni sudah gak ada temen main lagi.” Kata jeni murung
“sayang, mama mintak maaf ya sayang tapi ini semua demi kebaikan kamu sayang, ini semua demi masa depan kamu juga sayang” kata mama jeni sambil mengelus rambut jeni, tapi di tepis oleh jeni
“aku gak mau dengar kata kata mama sekarang mama KELUARRR” kata jeni kepada mamanya kesal setelah itu jeni pun menangis karena rindu kepada kakek dan juga neneknya.
Setelah kejadian itu mama dan papa jenifer pun memperkejakan seorang baby sister untuk menjaga jenifer.Mama dan papa Jenifer pun menyewa seorang bodyguard untuk menjaga serta mengantarkan Jenifer kemananapun dia ingin pergi. Awalnya Jenifer tidak suka dengan kehadiran baby siternya yang bernama Rosa, tapi lama-kelamaan jenifer tidak dapat ditinggal oleh baby siternya.
Tak terasa 3 bulan sudah berlalu sejak kepergian kakek dan nenek Jenifer dan selama 3 bulan itu jenifer masih tidak mempunyai teman diluar sekolah maupun di sekolah. Suatu hari jenifer sangat bosan dirumah diapun keluar dari kamarnya untuk mencari baby siternya dia ingin mengajak baby siternya keluar.
“kak Ros, ayo kita keluar aku sudah sangat bosan dirumah, tidak ada mainan yang dapat aku mainkan.” Kata jenifer kecil.
“Kau ingin pergi kemana sayang?” Kata baby siternya.
“Aku ingin pergi ke taman Ligatne, dan aku ingin menunggang kuda disana”. Kata jenifer.
__ADS_1
“kau serius nona, kau sedang tidak bercanda kan?” kata rosa tak percaya yak arena ini kali pertama tuannya mengajak untuk pergi jalan jalan ke luar rumah.
“tentu saja aku serius kak, mengapa kau bertanya seperti itu? Ayo kak sebelum aku berubah pikiran aku ingin pergi ke taman itu. Aku mendapatkan ide itu dari teman lama ku yang ada di inggris katanya di sana sangat indah bahkan kita bisa berkuda.” Kata jeni kepada rosa sambil tersenyum cerah.
“Baiklah kalau itu yang kau inginkan, sekarang kau pergi bersiap-siap dan aku akan mengatakannya kepada Ronald serta menyiapkan makan siang untuk dimakan disana”. Kata baby siternya.
Setelah itu jenifer pun berlari ke kamarnya, dia langsung mandi dan bersiap-siap dan untuk pertama kalinya jenifer mau keluar dari rumah, karena sebelumnya jenifer tak ingin keluar rumah selain pergi ke sekolah. Rosa pun pergi menghampiri Ronald untuk mengatakan kalau jenifer ingin pergi ke taman Ligatne.
“Kau serius kalau nona jenifer ingin pergi ke taman Ligatne? Bukan kau yang mengajaknya?”. Kata Ronald.
“tidak barusaan nona jenifer menghampiriku dan mengatakan kalau dia bosan dirumah, setelah aku tanya dia ingin pergi kemana lalu dia mengajakku pergi ke taman Ligatne, jadi jangan banyak tanya lagi cepat siapkan mobil untuk nona pergi dan aku akan menyiapkan bekal makanan untuk kita makan siang hari nanti”. Kata baby siter jeni sambil pergi meninggalkan Ronald.
Setelah itu Ronald pun pergi untuk menyiapkan mobil untuk di pakai oleh jenifer, sedangkan rosa menyiapkan makanan untuk bekal makan siang di taman nantik. Sekitar 1 jam kemudian mereka pun berangkat karena dari rumah ke taman cukup jauh jadi membutuhkan waktu yang cukup lama untuk sampai.
Setelah sampai Ronald membuka kan pintu untuk jeni . setelah itu Ronald pun membantu rosa untuk menyiapkan tempat mereka duduk bersantai. Di taman ini tak banyak anak anak datang karena sekarang hari libur di kota ini kalau hari libur anak anak banyak menghabiskan waktu bersama dengan ke dua orang tua mereka. Di taman ini ada sekitar 4 anak anak saja di damping oleh baby sister mereka masing masing. Ya mungkin nasib mereka sama dengan jeni karena orang tua jeni ada di luar negeri jadi jeni tak bisa berkumpul dengan orang tuanya.
“kak aku mau main tapi aku malu.” Kata jeni kepada rosa
“apa yang membuat mu malu non?” kata rosa
“aku malu karena tak punya teman, tapi rasanya di sini asik sekali bermain bersama seseorang, tapi sayang aku tak mempunyai teman.” Kata jeni murung
“cobalah untuk mencari teman, kau bisa mulai duluan memperkenalkan diri siapa tau ada yang mau berteman dengan gadis baik dan imut ini.” Kata rosa sambil mencubit pipi jenifer dengan gemas.
“menurut mu apakah aku bisa mempunyai teman?” kataa jenifer tak percaya dengan dirinya sendiri
“tentu saja ros karena nona muda kita sangat baik dan juga cantik. Pasti semua anak anak yang ada di sini ingin berteman dengannya.” Kata Ronald menambahakn agar jenifer percaya diri.
“baiklah kalau begitu” kata jenifer. Setelah itu jenifer pun menatap sekeliling taman dan dia melihat seorang anak yang hanya diam dan duduk sendirian di ayunan. Awalnya jeni ragu tapi mengingat perkataan rosa dan juga Ronald jeni memberanikan diri untuk menghampiri anak itu. Saat sampai di depan anak itu jeni pun tersenyum cerah tapi tidak dengan anak yang ada di depannya jeni sempat berfikir kalau dia tak mau jeni ganggu tapi jeni tak ingin bermain sendirian di taman ini karena tak akan seru jika jeni bermain sendirian.
“hai ayo main, oh maaf perkealkan nama ku jenifer, kalau kamu siapa?” kata jeni sambil menjulurkan tangannya, tapi anak itu hanya diam saja
“mengapa kamau hanya diam saja, kata kak rosa kalau orang sedang berbicara harus menjawab. Oh kau pasti takut dengan ku tenang aku anak baik kok aku tak mempunyai teman jadi aku datang ke sini. Aku juga punya papa dan mama kok mereka juga orang baik tapi mereka tak ada di sini mereka sibuk dengan pekerjaan mereka.” Kata jeni curhat kepada anak kecil itu
“pergilah aku tak ingin bermain.” Kata anak itu
“kenapa kau sedang sedih kau bisa cerita semua masalah mu kepada ku.” kata jeni
“aku tak ingin di ganggu jadi tolong pergilah” kata anak itu murung
“hemm… ayo kita main.” Kata jeni
Setelah itu jeni pun menarik tangan anak itu ya walau pun dia tak tau siapa nama anak itui tapi jeni suka dengan anak itu dan jeni rasa anak itu juga butuh teman sama seperti jeni. Mereka bermain sampai tak ingat waktu awalnya anak itu tak ingin bermain dengan jeni tapi jeni terus mengajaknya untuk mencoba semua permaianan dan akhirnya dia pun mau bermain dengan jeni bahkan sekarang dia yang mengajak jeni untuk memainkan permaianna yang ada di taman itu. Sampai akhirnya tiba untuk makan siang.
__ADS_1
“lihat lah bukan kah baru pertama kalia sejak kepergian kakek dan neneknya nona muda tertawa seceria itu dan selebar itu.” Kata rosa berbicara kepada Ronald
“iya aku juga baru melihat nona tertawa bahagia seperti saat ini. Awalnya aku takut nona tak akan mempunyai teman tapi dengan keberaniannya dia akhirnya mempunyai seorang teman.” Kata roanld
“iya aku juga sama, saat di jalan tadi aku berfikir apa yang akan kita lakukan. Tapi nona menemukan jawbannya.” Kata rosa
“iya aku bahagia melihat nona bisa tersenyum cerah seperti itu lagi.” Kata Ronald
“sama aku juga, kalau begitu tolong ambilkan makanan yang ada di bagasi karena sudah saatnya makan siang. aku akan memanggil nona dan teman barunya untuk makan bersama untung aku tadi sempat membawa banyak makanan.” Kata rosa
“baik lah aku pun akan menata makanannya.” Kata Ronald setelah itu Ronald pun pergi kea rah mobil
“hai syaang sudah cukup bermainnya ayo kita makan dulu.” Kata rosa mendatangi jeni dan anak itu sambil tersenyum cerah
“tapi kaka aku masih gak laper.” Kata jeni sambil melihat kea rah temannya. Ya rosa tau kalau jeni sudah lapar karena dia sudah mulai memegang perutnya tapi jeni juga tak mau meninggalkan teman barunya itu.
“tapi ini sudah waktunya makan siang, ayo makan dulu dan aja nona kecil ini untuk ikut makan bersama juga.” Kata rosa
“benarkah?
“ kata jeni tersenyum cerah
“tentu saja.” Kata rosa sambil tersenyum
“ayo kita makan, masakan kak rosa sangat enak loh.” Kata jkeni sambil mengajak anak kecil itu
“tapi.” Kata anak itu sambil melihat ke arah baby sisternya, baby sister itu pun tersenyum. Rosa pun mengerti arti dari tatapan anak kecil itu.
“sudah ayo ke sana makan Ronald sudah menyiapkan semua makanan untu kalian berdua, dan aku akan memanggil suster mu dulu ya sayang. Kita akan makan bersama sama” kata rosa kepada anak itu anak itu pun menganggukan kepalanya
Setelah itu jeni dan anak itu pun pergi kea rah Ronald sedangkan rosa memanggil baby sister anak itu untuk bergabung dengan kami. Mereka pun mulai makan bersama dengan di iringi cerita cerita lucu dari jeni saat bermain tadi dengan.
“jadi siapa nama kamu?” kata jeni kepada teman barunya itu
“nama ku baetrix.” Kata teman baru jeni
“baiklah jadi mulai sekarang kita berteman ya?” kata jeni sambil mengulurkan jari kelingkingnya arti dia menawarkan pertemanan dengan Beatrix.
“iya teman selamanya.” Kata Beatrix sambil menerimanya dengan jari kelingkingnya juga
“aku senang akhirnya aku punya teman.” Kata jeni sambil memeluk Beatrix
“aku juga.” Kata Beatrix membalas pelukan jeni Suster jeni atau pun Beatrix terharus melihat pertemanan mereka. Setelah itu Beatrix dan jeni pun lanjut bermain lagi setelah selesai makan.
__ADS_1
“terima kasih sudah mau berteman dan menerima nona Beatrix.” Kata suster Beatrix yang bernama tina
“seharusnya aku yang berterima kasih. Awalnya saat kami datang ke sini nona takut tak mempunyai teman tapi entah bagaimana sekarang nona sudah mempunyai seorang teman yang bisa memahaminya. Hmmmm…. Aku tak pernah melihat nona sebelumnya tertawa sampai seceria ini. Mulai dari berkerja hingga tadi saat sampai di sini. Aku baru melihat nona tertawa lepas tapi sebelumnya tak pernha. Nona hanya ingin menyendiri dan melihat mendiang kakek dan nenek nona jeni. Tapi saat ini aku yakin kalau nona jeni bisa terus tersenyum cerah seperti itu dan aku harap mereka akan terus bersama sampai dewasa nanti karena aku ingin melihat nona jeni selalu tertawa bahagia seperti itu selamanya ya meskipun nanti aku tak ada di sampingnya lagi. Aku harap mereka berteman hingga akhir hayatnya.” Kata rosa