
Sebelum aku dan alzelfin kembali ke kamar aku meminta bibi untuk menyiapkan camilan untuk ku dan alzelfin dan juga memintak tolong untuk di anatarkan ke kamar ku saat sampai di kamar aku langsung berbaring di sofa sambil melihat DVD ya ini menjadi kebiasaan ku saat mama dan papa tak ada di rumah aku selalu menonton DVD karena dulu joni selalu melarang ku untuk keluar rumah jika tak bersama dengannya. Tak lama kemudian pintu kamar
ku di ketuk aku mengatakan kepada bibi untuk masuk setelah itu bibi masuk dan meletakan camilan untuk ku dan alzelfin setelah bibi keluar aku memakan camilan itu. Setelah selesai menonton DVD aku mencari alzelfin karena tadi dia mengatakan akan mengangkat telfon tapi sejak tadi belum kembali saat aku akan membuka pintu alzelfin masuk
“kok lama?” kata ku kepada alzelfin
“iya maaf ini masalah kantor kok.” Kata alzelfin sambil tersenyum kepada ku
“bener?” kata ku curiga kepadanya
“iya bener nih gak percaya aku kasih liat siapa yang nelfon barusan.” Kata alzelfin sambil menunjukan siapa yang menelfon dan benar saja kalau yang menelfon alzelfin barusan anton
“kenapa emangnya?” kata ku kepada alzelfin
“gak cuman 2 bulan lagi akan di ada kan rapat pemegang saham.” Kata alzelfin kepada ku
“oh masih lama ya?” kata ku kepada alzelfin
“iya , ya sudah gak usah di pikirin ya?” kata alzelfin sambil mencium kening ku
Tak terasa sudah 2 minggu aku di rumah dan sekarang waktunya aku kembali ke amerika dan kembali berkerja karena aku harus menyelesai kan skripsi ku agar aku bisa cepat cepat lulus dan menikah dengan alzelfin.da sekarang kami sudah ada di bandara mama dan papa mengantarkan ku kesini
“ma pa syasa balek dulu ya?” kata ku kepada mama
“iya hati hati ya sayang?” kata mama kepada ku
“iya ma, pa syasa balek dulu ya?” kata ku kepada papa
“iya kamu jaga diri baik baik jangan sakit sakitan papa sama mama kan jadi khawatir?” kata papa kepada ku sambil mengelus rambut ku
“iya siap pa?” kata ku sambil hormat kepada papa
“pa saya juga balek dulu.” Kata alzelfin kepada papa
“iya ingat jaga syasa dan tepati janji kamu?” kata papa kepada alzelfin
“iya pa siap saya bakalan selalu tetapti janji saya?” kata alzelfin kepada papa
Setelah itu kami berjalan ke arah pemeriksaan tiket setelah selesai kami langsung masuk ke pesawat. Tak lama kemudian kami pun sampai di amerika saat sampai aku dan alzelfin sudah di tunggu oleh ratna dan Jason. Saat
aku melihat mereka dari kejauhan aku langsung menghampirinya saat di depan ratna aku langsung memeluknya
“gimana perjalannya lancar?” kata ratna kepada ku
“iya lancar.” Kata ku kepada ratna
“terus gimana kalian dapat restu?” kata ratna mulai penasaran
“kita bicara di apartement aja, aku ceritakan semuanya ke kamu?” kata ku kepada ratna
Setelah itu kami pun masuk ke dalam mobilnya Jason. Saat sampai di apartement aku langsung memasukkan barang barang ku dan alzelfin ke dalam lemarin setelah selesai membereskannya aku langsung mandi saat selesai aku langsung berjalan kea rah ratna. Karena sejak tadi dia sudah ngotot minta di jelaskan tentang hubunganku dengana zelfin kedepannya.
“sini sini ayo cerita?” kata ratna sambil mengeser tempat duduknya yang tadi agar aku dapat duduk di sebelahnya
“iya.” Kata ku sambil duduk di sebelahnya
“terus gimana?” kata ratna sudah tak sabar
“mama sama papa alzelfin nyetujuin hubungan ku sama alzelfin begitu pun sama mama dan papa di rumah juga setuju sama hubungan ku dan alzelfin.” Kata ku kepada ratna
“lalu kapan kalian menikah?” kata ratna kepada ku
“setelah aku selesai kuliah.” Kata ku kepada ratna
“masih lama banget ya?” kata ratna kepada ku
“Iya paling tahun depan aku nikah!” kata ku kepada ratna
“iya gak papa sya yang penting masing masing dari orang tua kalian sudah setuju dengan hubungan kalian?” kata Jason kepada ku
“Iya jas, aku juga seneng banget waktu tau kalau mereka nyetujuin dan ngerestuin hubungan ku sama alzelfin.” Kata ku sambil mengingat kejadian beberapa minggu ini
__ADS_1
“aku juga ikut seneng sya.” Kata ratna kepada ku sambil memeluk diri ku
“makasih.” Kata ku sambil membalas pelukannya
Setelah itu aku dan artna berbincang bincang mengenai apa yang akan aku lakukan dengan alzelfin kedepannya. Ya mungkin aku akan tetap magang sampai skripsi ku selesai lalu kerja beberapa bulan setelah itu kami menikah. Saat alzelfin selesai mandi dia langsung bergabung dengan ku dan juga ratna serta Jason. Aku bahagia bisa melihat mereka bersama sama seperti ini tanpa ada masalah pun di dalam lingkaran kehidupan ku.
Tak terasa hari sudah berganti minggu dan minggu sudah berganti dengan bulan. Sekarang aku sedang mengerjakan skripsi ku agar aku bisa cepat cepat wawancara dengan dosen ku. Dalam beberapa hari ini aku sangat sibuk begitu pun dengan alzelfin karena ada kendala dalam perusahaannya sehingga dia terkadang lembur sampai malam bahkan terkadang dia tak sempat pulang. Aku mengerti dengan keadaannya toh ini semua dia lakukan untuk kehidupan kita selanjutnya.
Sekarang aku berjalan menuju ruangan dosen pembimbing ku karena aku harus menyerahkan hasil kerja ku selama 8 bulan kepada dosen ku. Saat aku ke ruangannya ternyata tak ada aku hanya bertemu dengan
asistennya jadi aku bertanya kepadanya
“pak dewa ada?” kata ku kepada asisten itu
“beliau masih rapat sebentar lagi selesai silahkan tunggu disini sebentar lagi juga selesai karena rapatnya sudah di
mulai sejak tadi.” Kata asisten itu kepada ku
“oh gitu oke.” Kata ku sambil berjalan ke arah sofa
“mau minum apa?” katanya lagi kepada ku
“gak usah makasih.” Kata ku kepadanya
Setelah itu aku menunggu dosen ku sambil bermain hp ku. Aku sangat rindu dengan alzelfin tapi aku tak ingin menganggunya karena tadi malam dia tak sempat pulang mungkin dia sangat sibuk. Aku kembali menaruh hp ku ke dalam tas, tak lama kemudian hp ku berbunyi aku mengambilnya dan melihat yang menelfon ternyata alzelfin
“sayang?” kata alzelfin kepada ku
“iya apa al?” kata ku kepadanya
“maaf ya tadi malam aku gak pulang, di kantor lagi sibuk dan ribet banget sekarang ini jadi aku harapa kamu bisa maklumin aku ya sayang?” kata alzelfin kepada ku
“iya aku ngerti kok, yang penting kamu jaga kesehatan ya sayang dan jangan lupa makannya oke?” kata ku kepada alzelfin
“iya pasti. Oiya aku kangen banget sama kamu kita beberapa hari ini hanya ketemu terus sibuk masing masing maafin aku ya sayang?” kata alzelfin kepada ku
“akujuga kangen banget sama kamu, tapi ya udah lah sayang gak papa kok aku ngerti sama keadaan perusahaan kamu sekarang jadi kamu gak usah khawatir aku percaya sama kamu oke?” kata ku kepada alzelfin
“iya aku ngerti kok, oiya sekarang gimana sama perusahaan kamu. Kamu sudah nemuin orang yang korupsi di perusahaan kamu?” kata ku kepada alzelfin karena perusahaan alzelfin dalam keadaan genting sekarang gara gara ada orang yang korupsi lebih dari 90 persen saham yang di tanamkan
“iya ini sudah ada beberapa orang yang aku temuin tapi orang yang menyuruhnya aku masih gak nemu karena orang ini sangat jeli dalam bersembunyi.” Kata alzelfin kepada ku lagi
“ya sudah kamu yang semangat ya?” kata ku menyemangati alzelfin
“iya pasti kok sayang.” Kata alzelfin kepada ku
“oiya aku mau ketemu dosen dulu nanti aku terlfon lagi ya?” kata ku kepada alzelfin karena dosen yang aku tunggu tunggu akhirnya datang
“iya kamu yang semnagat wawancaranya.” Kata alzelfin kepada ku
“iya sudah aku tutup ya? Oiya I Love You al?” kata ku kepada alzelfin
“I Love You juga syaang.” Kata alzelfin sambil memutuskan telfon yang terhubung dengan ku
Aku berjalan kea rah dosen yang sudah duduk di kursinya saat sampai aku langsung menyerahkan hasil skripsi k. dia mengambilnya lalu memakai kaca mata yang ada di dekatanya lalu dia mulai membuak lembar demi lembar cukup lama aku menunggu akhirnya dia menyetujui skripsi ku
“kamu bisa wawancara 3 hari lagi jam 10 pagi.” Kata dosen ku kepada ku
“baik pak. Teriman kasih?” kata ku sambil berdiri dan menyalaminya
“iya sama-sama.” Kata ku kepada dosen ku
Setelah itu aku keluar. saat sampai di apartement alzelfin ternyata masih di kantonya aku memutuskan untuk ke
apartement ratna saat sampai di depan pintunya aku memencet bell beberapa kali tapi tak ada jawaban jadi aku memutuskan untuk kembali ke apartement ku tapi saat aku berbalik pintu apartement ratna terbuka aku melihat Jason sangat panic
“sya bantu aku.” Kata Jason sambil terengah engah
“iya kenapa?” kata ku kepada Jason karena aku bingung apa yang harus aku bantu
“ratna dia mau melahirkan.” Kata Jason dan itu membuat ku kaget
__ADS_1
“HAH serius ya sudah ayo bawa ke rumah sakit.” Kata ku sambil berlari ke arah ratna
Setelah itu aku memapah ratna menuju lift sedangkan Jason dia sudah pergi duluan unutk menyiapkan mobil saat sampai di lobi aku di bantu oleh satpam untuk memasukan ratna ke dalam. Setelah masuk Jason mengemudikan mobilnya dengan sangat cepat saat sampai Jason langsung mengendong ratna ke ruang UGD aku
mengikutinya dari belakang beberapa waktu ratna di periksa oleh dokter dan kata dokter bayi di dalam perutnya nyungsang jadi harus di lakukan operasi. Setelah itu ratna di bawa ke ruang operasi , sudah 2 jam berlalu tapi ratna dan calon keponakan ku masih belum keluar juga aku duduk di bangku tunggu bersama dengan Jason ya kami hanya berdua tak lama kemudian hp ku berbunyi saat aku melihat layar hp ternyata alzelfin
“sayang kamu dimana? Kok gak ada di apartement?” kata alzelfin kepada ku tentu saja karena ini sudah jam 12 malam
“aku ada di rumah sakit sekarang.” Kata ku kepada alzelfin
“siapa yang sakit?” kata alzelfin kepada ku
“ratna dia mau lahiran.” Kata ku kepada alzelfin
“ya sudah aku dalam perjalanan kesana kamu tunggu aku ya sayang?” kata alzelfin kepadaku
Setelah itu aku memutuskan telfon yang terhubung dengan alzelfin. Sekitar 1 jam menunggu alzelfin datang tapi ratna masih tak keluar kami terus menunggu aku menyuruh Jason untuk minum tapi dia tak mau katanya dia menghawatirkan keadaan ratna dan juga anaknya ya aku mengerti dengan keadaannya sekitar 4 berlalu akhirnya dokter keluar dari ruangan operasi aku, Jason, dan alzelfin langsung berlari menghampiri dokter itu
“gimana keadaan istri saya dok?” kata Jason sudah tak sabar
“istri bapak dan bayi bapak selamat dan sehat sempurna.” Kata dokter itu kepada kami membuat kami semua bernafas dengan lega
“terus apa kelamin anak saya dok?” kata Jason kepada dokter
“anak anda perumpuan pak.” Kata dokter itu sambil tersenyum
“selamat ya jas kamu sudah jadi ayah?” kata ku kepada Jason
“iya makasih ya sya.” Kata Jason sambil menangis ya tentu saja dia menangis bahagia
Setelah itu kami menunggu ratna untuk di bawa ke ruang pasien. Tak lama kemudian ratna keluar dari rauang operasi kami mengikutinya dari belakang saat sampai di kamar pasien tak lama kemudian ratna sudah siuman
“sayang?” kata Jason sambil berlinang air mata
“kenapa kamu nangis? Mana anak kita?” kata ratna panic
“bentar lagi anak kamu di bawak kesini kok rat.” Kata kue kepada ratna
“makasih sudah beri aku keturun.” Kata Jason sambil memeluk ratna
“iya sama sama sayang.” Kata ratna kepada Jason
Setelah itu kami menunggu bayinya untuk datang sekita 2 jam keudian anak yang sudah kami tunggu tunggu akhirnya datang sambil di gendong oleh suster.
“ini anaknya buk, selamat anaknya sehat,sempurna, dan cantik.” Kata suster itu kepada ratna
“iya makasih susu.” Kata ratna kepada suster itu yang sudah berjalan keluar dari ruangan
“lucu banget sih, kalian mau kasih dia nama apa?” kata ku kepada ratna
“hmmm aku pikir pikir dulu.” Kata ratna kepada ku
“kalian kapan nyusul, gak iri liat bayi lucu seperti ini?” kata Jason kepada ku dan alzelfin
“bentar lagi kami juga nyusul kok.” Kata alzelfin sambil memeluk diriku
“iya jangan lama lama nanti keburu di ambil orang.” Kata Jason mengoda alzelfin
“gak bakalan kok, iya kan sayang?” kata alzelfin kepada ku
“iya paling.” Kata ku sambil menekan kan kata paling dan itu berhasil membuat wajah alzelfin cemberut
“jadi kamu gak sayang lagi nih sama aku?” kata alzelfin kepada ku
“sudah deh jangan mulai, kamu selesai kan dulu urusan perusahaan oke?” kata ku kepada alzelfin
“iya aku janji bakalan selesakan semuanya, dan kamu juga harus janji kalau setelah urusan perusahaan selesai kita perisiapan buat menikah?” kata alzelfin kepada ku
“iya aku janji.” Kata ku kepada nya
“oke kalau gitu, aku jadi makin semangat.” Kata alzelfin kepada ku
__ADS_1