Cinta Ku kembali

Cinta Ku kembali
episode 08


__ADS_3

Setelah itu dia menaruh tangan ku di pinggangnya dan menyuruh ku untuk memeluk dirinya ya mau tak mau aku pun melakukannya. Saya di perjalanan dia terus saja mengambil tangan ku dan tak henti hentinya mencium tangan ku sampai orang orang melihat kelakuannya aku sudah memperingati dirinya tapi dia tak mau mengindahkan kata kata ku dia hanya mengatakan buat apa peduli kata kata orang toh kita yang menjalani hidup ini. Itu lah yang di katakan kepada diri ku. Ya memang benar apa yang dia katakan jadi aku pun hanya dia sepanjang jalan dan pasrah saja dia menciumi tangan ku bahkan dia menggenggam erat tangan ku sampai akhirnya kami pun sampai di pemandangan. Saat di sana kami tak lama lama karena sudah berjanji untuk keluar nantik malam ya kebetulan ini adalah malam Minggu.


****


Sekarang sudah jam 4 sore dan baru saja aku di antarkan pulang oleh Sanusi ya dia mengantarkan ku ke rumah dea ya dia ingin mengantarkan ku ke rumah ku tapi aku menolaknya karena aku membawa sepeda motor ku sendiri tadi saat ke rumah dea. Saat sampai di rumah aku masih tiduran sekitar jam lima sore aku pun mandi dan bersiap siap sekitar jam enam aku pun selesai saat aku membuka hp ternyata Sanusi sudah ada di gang rumah ku aku pun pergi menghampirinya tapi saat akan keluar rumah ibu mencegat ku.


"Mau kemana Syah?" Kata ibu ku kepada diri ku


"Mau keluar buk sebentar mau jumput temen" kata ku kepada ibu ku.


"Bawa ke sini ibu pengen tau jangan jumput jumput di pinggir jalan" kata ibu ku kepada diri ku.


"Iya buk ini mau jumput di gang terus mau di bawa ke sini" kata ku kepada ibu ku.


"Ya sudah sana" kata ibu ku kepada diri ku.


Aku pun berjalan menuju gang ku dan betul saja dia sudah ada di sana. Aku pun menghampirinya dan mengiringnya menuju rumah ku saat sampai di rumah ku aku menyuruhnya masuk begitu pun dengan ibu ku.


"Masuk nak" kata ibu ku kepada kak Sanusi.


"Iya buk" kata kak Sanusi dengan sopannya


Dia pun masuk ke rumah lalu aku masuk saat keluar aku sudah melihat ibu dan kak Sanusi sedang berbincang bincang entah apa yang mereka bicarakan karena tadi aku masih ke kamar untuk mengambil jaket untuk di pakai keluar


"Buk saya mau bawa Aisyah keluar" kata kak Sanusi kepada ibu ku.


"Iya gak papa asal jangan malam malam ya nak pulangnya" kata ibu ku kepada kak Sanusi


"Iya buk kalok gitu saya pamit, tapi bapaknya Aisyah ada saya juga mau pamit sekalian" kata kak Sanusi kepada ibu ku entah mengapa tapi baru pertama kali aku bertemu dengan laki laki yang sangat sopan saat bertemu dengan ibu ku.


"Sudah gak papa keluar aja, ayahnya Aisyah masih sholat dan masih ada kerjaannya" kata ibu ku kepada kak Sanusi


"Ya sudah buk kalau begitu saya permisi dulu" kata kak Sanusi kepada ibu ku sambil mencium tangan ibu ku.


"Iya" kata ibu ku kepada kak Sanusi.


"Assalamualaikum" kata ku dan kak Sanusi secara bersamaan kepada ibu ku.


"Waalaikum salam" kata ibu ku menjawab.


Setelah itu kita pun keluar aku di ajak ke alun alun kota dia membelikan ku banyak sekali makanan dan juga minuman. Awalnya aku sudah menolak tapi dia memaksa karena dia tak ingin aku kurus ya jujur saja badan ku sekarang cukup gemuk dengan berat badan tujuh puluh enam dengan tinggi seratus enam puluh dua. Setelah lama kita berjalan kaki akhirnya kami pun memutuskan untuk berjalan menggunakan motor kami mengelilingi kota Bondowoso dengan sepeda motornya sejak kami menaiki motor dia terus menggenggam erat tangan ku dan menyuruh ku untuk memeluk dirinya.

__ADS_1


"Yank" kata kak Sanusi memanggil diri ku


"Iya apa yank" kata ku kepada kak Sanusi


"Cobak bilang apa yang kamu suka" kata kak Sanusi kepada diri ku.


"Emmm... Mmmm apa ya, banyak sih yank" kata kunkepada kak Sanusi


"Ya udah coba sebutin aja dulu. Makanan ke sukaan kamu minuman favorit kamu warna kesukaan kamu ya pokonya apa pun yang kamu suka semuanya sebutin aku pengen tau apa yang gak di suka dan di suka sama cewek ku. Termaksud sifat laki laki yang kamu suka dan gak kamu suka yank" kata kak Sanusi kepada diri ku.


"Emmmm... Mmmm aku suka makanan yang rasanya gurih dan gak suka makanan yang rasanya pahit, asam, dan juga kecut kalau makanan manis aku juga suka sih tapi aku paling suka sama makanan gurih contohnya ya aku suka banget makanan yang berbau sayuran sama daging kayak surma dan juga kebab aku suka banget apa lagi burger huh suka banget aku yank. Terus kalau daging aku suka ikan ayam di bumbui merah itu favorit ku banget yank kalau daging ikan sapi aku lebih suka di goreng pakai kecap itu juga favorit ku sih yank. Ya banyak banget sih favorit ku aku gak bisa sebutin satu satu entar Sampek pagi aku ceritanya pas. Terus kalau minum aku suka minuman yang manis dan juga segar seperti es krim, es teh dan ya pokoknya yang berbau es aku suka dan aku gak suka sama minuman yang panas misalnya itu pop ice, es teh, Josua, ya pokonya yang manis manis tapi minuman yang paling aku favorit in yaitu nyoklat itu minuman paling aku suka karena di dalamnya ada taburan coklat dan kejutnya rasanya nikmat banget yank. Terus warna aku suka warna pink, hitam, merah, putih sama biru. Aku suka celanan panjang tapi kalok di rumah aku suka pakek celana pendek. Terus kalau baju aku lebih suka yang lengannya pendek dan paling suka pakek kaos dari pada baju baju yang ngebuat aku jegah dan aku juga gak suka hal yang ngebuat aku ribet. Aku suka hal yang simpel dan mudah. Terus aku suka sifat laki laki yang penuh dengan perhatian, gak suka marah, gak kasar ya lebih tepatnya gak suka mukul cewek, jujur, setia, suka ngebantu, gak ninggalin kalau ada masalah, mau Nerima aku apa adanya, aku orangnya manja ya karena sejak kecil walau pun aku orang gak punya tapi aku selalu di manja sama ayah ku sejak kecil jadi dia mau Nerima aku kalau aku lagi manja manjanya. Aku itu orangnya gampang marah dan egois jadi ya aku hanya berharap kaalau cowok ku bisa Nerima itu oh ada satu hal yang paling penting. Aku itu orangnya cemburun banget jadi gak bisa liat cowok yang aku sayang bareng sama cewek lain meskipun itu temen atau sahabatnya aku gak bisa dan akan bisa Nerima itu. Jadi itu yang aku suka dan gak aku suka. Maaf ya kalau banyak hal yang gak aku suka dan memang jarang banget laki laki yang gitu mau Nerima apa adanya angan angan ju terlalu tinggi ya kan. Tapi kata bapak ku aku bakalan punya suami yang mengerti dan tau apa yang aku mau dan gak aku mau itu kata ayah ku. Dan aku pengen calon suami ku nantik seperti ayah ku. Udah itu aja" kata ku kepada Kaka Sanusi setelah berbicara sangat panjang.


"Emangnya ayah kamu bisa ngeramal yank, terus emangnya ayah kamu seperti apa?" Kata kak Sanusi kepada diri ku.


"Gak tau ya ayah bisa ngeramal atau ngak tapi apa yang di ucapinnya selalu bener dan selalu jadi kenyataan. Bahkan ayah ku selalu banyak tamu yang datang ke rumah dan dia punya banyak sekali murid maksudnya itu kayak orang yang belajar apa yang ayah ku bisa. Bahkan aku, ayah, dan ibu bisa ngelihat makhluk astral yang jarang banget bisa di lihat orang lain. Terus kalau sifat ayah ku dia baik, jarang marah sama ibu ku dan kalau ibu ku sudah marah ayah ku hanya diam aja dan dengerin, terus ibu ku jika pengen pulang kampung ayah ku selalu nurutin ya meskipun ayah ku gak punya uang ayah ku selalu usaha biar apa yang jadi keinginan ibu ku jadi kenyataan. Bukan hanya aku yang di manja sama ayah ku tapi ibu ku. Terus ayah ku dia gak pernah mukul ibu meskipun ibu ngebuat kesalahan terus ayah ku selalu makan apa yang di masak sama ibu ku meskipun dia gak suka dia gak protes dan selalu makan sampai habis. Aku hanya berharap bahkan sangat sangat berharap kalau suatu hari nanti apa yang ayah ku bilang kalau aku bakalan Nemu suami yang pengertian aku berharap itu menjadi kenyataan. Pasti hidup ku bakalan jadi sempurna banget" kata ku kepada kak Sanusi.


"Iya iya, aku akan berusaha untuk jadi apa yang kamu mau" kata kak Sanusi kepada diri ku ya sudah banyak laki laki yang mengatakan hal itu kepada ku tapi nyatanya semuanya nihil.


"Kenapa kamu mau pacaran sama aku kita kan baru pertama kali ketemu?" Kata ku kepada kak Sanusi.


"Karena sejak awal aku sudah sayang dan suka sama kamu" kata kak Sanusi kepada ku


"Serius" kata ku kepada kak Sanusi.


"Oh gitu ya udah" kata ku kepada kak Sanusi.


"Oiya yank akmu pernah oacran berapa kaki?" Kata kak Sanusi kepada diri ku


"Gak tau gak di temu berapa kali, kalok kamu yank?" Kata ku kepada kak Sanusi.


"Oh banyak banget berrati ya yank. Iya sih kamu cantik yank mana ada cowok yang gak suka sama kamu. Bahkan tadi waktu di alun alun cowok cwook banyak yang ngeliatin kamu" kata kak Sanusi kepada diri ku.


"Apaan sih, ayo jawab kamu oacaran berapa kaki?" Kata ku kepada kak Sanusi


"Aku pacaran hanya sepuluh kali dan itu pun kamu yang ke sepuluh dan aku berharap kamu jadi yang terakhir buat aku yank" kata kak Sanusi kepada ku sambil mencium tangan ku.


"Oh gitu" kata ku kepada kak Sanusi.


"Iya lah yank, oiya kamu mau ngak aku ajak ke rumah?" Kata kak Sanusi kepada diri ku.


"Terserah kamu yank" kata ku kepada kak Sanusi.

__ADS_1


"Ya sudah kapan kapan aku ajak kamu ke rumah ku ya yank" kata kak Sanusi kepada diri ku.


"Iya yank" kata ku kepada kak sanusi


"Sekarang jam berapa dah yank" kata kak Sanusi lagi kepada diri ku.


"Jam sembilan malam dah yank" kata ku kepada kak Sanusi sambil melihat jam yang ada di pergelangan tangan ku.


"Kita pulang dah ya yank, aku masih mau ketemu sama ayah kamu biar aku bisa kenal juga sama beliau" kata kak Sanusi kepada ku.


"Iya ayo" kata ku kepada kak Sanusi.


Setelah itu kami pun pulang saat sampai di rumah ternyata di rumah ku sudah banyak sekali orang, ya itu adalah murid murid atau tamu tamu ayah ku. Aku turun dari sepeda motor lalu masuk ke dalam rumah bersama dengan kak Sanusi. Di dalam aku bersalaman satu persatu orang begitu pun dengan kak Sanusi. Saat bersalam dengan ayah ku kak Sanusi di suruh duduk di sebelahnya. Sedangkan aku duduk bersama dengan ibu ku di kursi kosong yang tak jauh dari kak Sanusi dan juga ayah ku.


"Siapa namanya" kata ayah ku kepada kak Sanusi dengan lembut dan ya ayah ku mengatakannya dengan senyuman nya


"Sanusi pak" kata kak Sanusi kepada ayah ku dia terlihat gugup.


"Oh, nak Sanusi tinggal dimana?" Kata ayah ku kepada kak Sanusi.


"Saya sekarang kos pak di belakangnya hotel palm, kalau rumah saya aslinya di taman krocok pak" kata kak Sanusi kepada ayah ku.


"Oh nak Sanusi masih sekolah?" Kata ayah ku kepada kak Sanusi.


"Iya pak masih" kata kak Sanusi kepada ayah ku.


"Sekolah di mana terus kelas berapa?" Kata ayah ku kepada kak Sanusi. Ayah ku seakan akan sudah menjadi reporter saja ya dia memang begitu.


"Saya sekolah di SMA satu Bondowoso pak jurusan IPA terus sekarang saya sudah jelas tiga pak" kata kak Sanusi kepada ayah ku.


"Oh berarti ujian ya nak sebentar lagi" kata ayah ku kepada kak Sanusi.


"Iya pak, sudah beberapa Minggu belakabgan ini ujian dan praktek terus" kata kak Sanusi kepada ayah ku.


"Oh ya sudah belajar yang rajin ya nak" kata ayah ku kepada kak Sanusi.


"Iya pak" kata Kaka Sanusi kepada ayah ku sambil mengangguk anggukan kepalanya.


"Nak Sanusi sama Aisyah pacaran?" Kata ayah ku kepada kak Sanusi.


"Iya pak" kata kak Sanusi kepada ayah ku dia menjawab dengan malu malu.

__ADS_1


"Boleh saya kasih tau sesuatu ke nak Sanusi?" Kata ayah ku kepada kak Sanusi sambil melihat ke arah kak Sanusi.


__ADS_2