
( Alecia )
Tak terasa sudah tiga Minggu aku di sini dan sampai saat ini aku masih belum juga menemukan jawabannya. Sekarang aku sangat lelah fan bosan di vila jadi aku memutuskan untuk berjalan jalan di sekitar kota.
Aku hanya berjalan kaki ya karena aku ingin menikmati pemandangan di sepanjang jalan. Lagi pula dari vila ke kota tak begitu jauh hanya membutuhkan waktu tiga puluh menit untuk sampai di kota. Aku pun mulai mengelilingi toko toko yang sudah berjajar rapi.
Setelah cukup lama berjalan dan berbelanja akhirnya aku mampir ke sebuah cafe yang tak jauh dari kota di sini sangat tenang dan juga sejuk. Tak terasa kaki ku pegal pegal ya karena aku memakai Hells jadi kaki ku terasa sakit. Dan ya hari ini aku tak berniat untuk berbelanja tapi akhirnya aku mendapatkan banyak sekali barang barang yang aku inginkan sejak dulu bahkan aku membelinya dengan harga ya yang cukup murah untuk ku dan tak banyak menguras uang ku yang ada di dompet. Aku membeli sepatu, Hells, baju, tas, dompet dan juga bebebrapa kosmetik ya karena bebebrapa kosmetik milik ku sudah hampir habis. Aku bukan tipe wanita yang suka berdandan dengan dandanan yang sangat tebal bahkan lipstik, bedak dan yang lain lain aku bisa menggunakannya hingga 3 sampai 4 bulan lamanya. Ya karena aku hanya memakainya tipis tipis saja.
Aku memesan sebuah cappucino dingin untuk mendinginkan tenggorokan ku saat sedang asik meminum minuman ku tiba tiba ada seorang wanita yang duduk di depan ku aku tak tau siapa dia karena dia memakai kaca mata hitam yang besar dan juga kerudung bahkan di belakangnya ada 2 orang bodyguard. Aku melihat wanita yang duduk di depan ku yang aku pikirkan saat ini kenapa dia duduk di kursi ya aku tak keberatan tapi banyak sekali tempat kosong di sekitar ku aku pun mulai bingung apa meja ini sudah di pesan tapi tak ada tulisan kalau meja ini sudah di pesan.
"Maaf ada yang bisa saja bantu?" Kata ku kepada wanita di depan ku tapi dia hanya diam saja. Dari penampilannya dia sepeti ibu ibu sosialita dia pun mulai membuka kerudungnya dan saat dia membuka kaca matanya aku kaget bukan kepalang bahkan tangan ku sampai bergetar. Aku hendak pergi tapi ke dua bodyguard nya menahan diri ku akhirnya aku pun duduk kembali.
"Apa lagi mau mu?" Kata ku kepada wanita itu. Ibu ibu yang ada di depan ku adalah ibu crisan.
"Kamu tau apa yang aku mau" kata ibu crisan kepada ku sambil memandang diri ku.
"Oh lagi lagi itu. Bukan kah aku sudah menjauhi ank mu bahkan aku sudah menghindar dari crisan selama enam tahun. Tapi di sendiri yang datang mengunjungi ku bahkan dia sendiri yang mau kembali kepada ku. Jadi kalau kamu ingin agar crisan pergi jauh dari ku silahkan bicara sendiri kepada crisan. Lagi pula aku juga sudah punya kekasih" kata ku kepada ibu crisan sambil meminum capuccino yang sudah aku pesan tadi.
"Aku bisa melakukan apa pun terhadap diri mu bahkan membunuh mu di sini pun aku bisa saja jadi jaga ucapan mu kepada ku" kata ibu crisan kepada ku.
"Kalau begitu lakukan saja. Aku tidak takut buat apa takut lagi pula aku hanyalah manusia biasa yang bisa mati kapan saja dan aku pun sudah mempunyai takdir sendiri. Begitu pun dengan diri Anda sendiri bahkan saat ini pun jika Tuhan ingin membuat Anda bangkrut sampai jatuh di puncak paling bawah pun bisa. Jadi silahkan lakukan apa pun mau Anda saya gak takut dengab ancaman Anda. Karena aku merasa benar dan aku juga tak menganggu crisan jadi buat apa aku takut" kata ku kepada ibu crisan ya aku harus berani melawan dirinya karena jika tidak dia akan terus menginjak injak harga diri ku.
"Ya ya ya terserah apa kata mu. Mungkin aku tidak bisa melukai mu sekarang tapi bagaimana dengan orang tua mu. Aku hanya ingin bilang aku tau kalau crisan sedang mempejuangin kamu buat kembali lagi seperti dulu. Jadi kalau gak mau adik, papa mu atau pun Mama mu celaka tolak crisan saat sudah waktunya kamu menjawab pertanyaannya" kataa ibu crisan kepada ku.
Setelah itu dia pun langsung pergi haha lagi lagi dia mengancam keluarga ku bahkan ku sampai tidak tau apa yang harus aku katakan kepadanya. Ini hanya membuat ku lelah saja. Ya lagi pula aku masih tak menemukan jawabnnya. Dan ini bisa jadikan pertimbangan tiba tiba hp ku berbunyi ternyata Amelia aku pun mengangkatnya.
"Halo Mel ada apa?" Kata ku kepada Amelia saat telfon kami terhubung.
"Kamu ada dimana?" Kata Amelia kepada ku dia tampaknya khawatir ya mungkin dia takut terjadi sesuatu kepada ku.
"Aku lagi ada kota bentar lagi juga pulang kok. Aku lagi belanja aja" kata ku kepada Amelia.
"Oh oke" kata Amelia kepada ku
Setelah itu Amelia pun mematikan telfon yang terhubung dengan ku. Aku menaruh kembali hp ku ke dalam tas ku ya sebaiknya aku ceritakan hal yang baru saja aku alami. Aku pun mengambil semua barang barang belanjaan ku dan menghentikan taxi ya karena aku buru buru untuk menceritakan hal ini kepada amelia sehingga aku bisa menemukan jawabnnya dengan cepat.
Saat sampai aku pun langsung ke kamar untuk menaruh belanjaan ku setelah itu aku mengambil hp ku dan menelfon Amelia.
"Ada dimana kamu Mel?" Kata ku kepada Amelia
__ADS_1
"Ada di pantai kenapa?" Kata Amelia kepada ku.
"Aku ada di kamar ku sekarang kamu bisa ke sini ada satu hal yang perlu aku ceritain ke kamu penting banget" kata ku kepada ameli
"Oke oke aku ke sana sekarang juga" kata Amelia kepada ku setelah itu dia memutuskan telfon yang terhubung dengan ku. Tak lama kemudian Amelia pun masuk ke kamar ku dia menutup pintu dan duduk di depan ku ya sekarang aku sedang duduk di atas ranjang.
"Jadi ada apa?" Kata Amelia kepada ku sambil membetulkan tempat duduknya.
"Baru aku ketemu seseorang di kota" kata ku kepada Amelia
"Siapa?" Kata Amelia penasaran bahkan dia mendekatkan wajahnya dari ku
"Ibu crisan" kata ku kepada Amelia tapi Amelia hanya diam dengan ekspresi yabg sudah aku duga dia melotot dan menganga sambil melihat ku.
"Terus?" Kata Amelia kepada ku tampaknya dia sangat penasaran sekali.
"Dia ngancam aku dia bilang kalau aku harus tolak crisan. Tapi kalau aku Nerima crisan dia bakalan nyelakain Mama papa dan adik ku Mel. Terus aku harus gimana menurut mu?" Kata ku kepada Amelia
"Ya udah gak usah pilih crisan gampang kan" kata Amelia kepada ku.
"Iya sih" kata Ku kepada Amelia.
"Terus apa alasan ku kalau crisan tanyak kenapa aku nolak dia" kata ku kepada Amelia.
"Ya bilang aja yang sebenarnya Al. Lagi pula keluarga itu yang paling penting" kata Amelia kepada ku.
"Oke. Makasih ya sarannya" kata ku kepada Amelia.
"Oke sayang" kata Amelia kepada ku sambil mencubit ke dua pipi ku.
Setelah itu dia pun keluar. Betul apa yang di katakan oleh Amelia aku harus mementingkan keluarga ku apa lagi ibu crisan masih belum merestui ku ada kemungkinan bahwa crisan masih akan meninggalkan ku suatu saat nanti dan aku tak ingin itu terjadi. Aku akan memilih bryan ya karena dia sudah melakukan banyak hal untuk ku apa lagi dia sangat mencintai diri ku bahkan Mama dan papa bryan juga sudah merestui hubungan kami. Aku gak mau sampai membuat mereka kecewa
Apa lagi Mama dan papa ku sendiri oun sudah tak merestui hubungan ku dengan crisan. Dan mereka juga sudah lebih memilih bryan ketimbang crisan. Setelah aku menjawab ini semua aku akan berusaha keras untuk mencintai bryan ya aku akan berusaha dengan baik agar aku mencintai bryan dengan sepenuh hati ku. Seharusnya aku membuka hati ku sudah sejak dulu untuk bryan.
Hari ini pun tiba ya hari ini adalah hari terakhir aku berada di Kanada aku pun membereskan barang barang ku. Saat sedang serius membereskan barang barang pribadi milik ku Amelia, bryan, crisan dan juga teman temannya yang lain mendatangi ku. Aku pun melihat mereka.
"Ada apa?" Kata ku kepada mereka sambil terus memasukkan baju baju ku ke dalam koper yang aku bawa.
"Jadi gimana jawabnnya kamu mau pilih siapa bryan atau crisan?" Kata Amelia kepada ku sambil menunjuk ke arah bryan dan juga crisan.
__ADS_1
"Aku pilih bryan' kata ku sambil.menundukkan kepala.
"Coba ulangi" kata crisan kepada ku saat aku melihatnya dia tampak syok.
"Aku pilih bryan" kata ku lagi sambil melihat ke arah crisan dia melihat ke arah ku dengan tatapan tak percaya.
"Apa kamu gak salah sebut Al?" Kata kak galih kepada ku
"Iya coba kamu pikir pikir lagi siapa tau kamu salah sebut nama" kata Kaka Kevin kepada ku.
"Gak kok gak galih kak Kevin aku gak salah sebut dan kalian juga gak salah dengar. Aku bener bener pilih bryan buat jadi pasangan ku" kata ku kepada kak galih dan juga kak Kevin.
"Kenapa? Kenapa kamu pilih dia bukan pilih aku?" Kata crisan sambil berjalan ke arah ku.
"Begitu banyak alasan aku gak bisa jelasin semuanya ke kamu. Jadi aku harap kamu bisa Nerima ini semua cris" kata ku kepada crisan yang sudah ada di depan mata ku.
"Aku tau kalau kamu masih cinta sama aku Al. Jadi kamu masih bisa tarik keputusan kamu dan pilih aku. Aku tau aku sangat tau kalau kamu masih cinta banget sama aku" kata crisan kepada ku sambil memegang ke dua pundak ku.
"Cris aku memang cinta sama kamu bahkan ya betul aku memang betul betul cinta sama kamu" kata ku kepada crisan.
"Betul kan jadi kenapa kamu pilih dia bukan pilih aku jadi sekarang kamu pilih aku kan?" Kata crisan kepada ku dia tampak senang.
"Tapi itu dulu cris. Itu dulu saat kamu masih gak ninggalin aku. Aku benar benar cinta sama kamu cris tapi sekarang sudah gak lagi cris. Aku sudah gak cinta lagi sama kamu. Kamu tanyak kenapa aku gak mau balek sama kamu karena begitu banyak alasan yang gak bisa buat aku balek ke pelukan kamu lagi" kata ku kepada crisan sambil menurunkan tangannya dari bahu ku.
"Apa apa alasan itu? Aku bakalan dengerin semuanya" kata crisan kepada ku.
"Oke aku bakal bilang, pertama ibu kamu nemuin aku dan dia ngancam aku bakalan celakain keluarga ku kalok aku Nerima kamu tapi bukan itu alasan ku ya aku tau ibubmu masih gak ngerestuin kita jadi pasti suatu saat kamu bakalan ninggalin aku juga untuk yang ke dua kalinya. Terus yang ke dua di saat bryan berusaha buat dapetin hati ku kamu malah asik berpesta bersama dengan teman teman mu. Kmterus apa kamu tau apa makanan ke sukaan ku? Gak kamu gak tau. Terus apa kamu tau bunga ke sukaan ku gak kamu gak tau. Aku rasa aku gak kenal kamu cris. Dan kenapa aku milih crisan karena dia selalu ada di saat aku susah bahkan di saat kamu ninggalin aku dia selalu ada di samping ku. Dia mau nunggu aku selama lima tahun dan selama itu dia selalu ada buat aku dia jaga aku. Dia ngerawat aku waktu aku sakit. Bahkan dia tau apa yang gak aku suka dan apa yang aku suka. Jadi hubungan kita sampai di sini aja cris" kata ku kepada crisan
"Tapi Al aku cinta sama kamu aku gak rela kalau kamu sama dia aku cinta cinta banget sama kamu Al" kata crisan kepada ku smabil emmegang ke dua tangan ku.
"Maaf cris aku gak bisa. Dan sesuai perjanjian yang kalah harus Nerima ini dengan lapang dada. Dan sekarang kamu yang kalah" kata ku kepada crisan sambil mencoba melepaskan tangannya yang memegang tangan ku.
"Maaf cris tapi dia milih aku. Kamu harus terima itu" kata bryan kepada crisan.
"Gak aku gak terima dan aku gak akan pernah Nerima ini semua" kata crisan kepada ku dan juga bryan
Setelah itu dia pun pergi meninggalkankami teman temannya mengikutinya bahkan memanggil manggil nama crisan tapi dia tetap pergi. Bryan menghampiri ku aku tersenyum ke arahnya dia pun langsung memeluk diri ku.
"Makasih makasih sudah milih aku buat jadi kekasih kamu. Aku janji akan buat kamu bahagia" kata bryan kepada ku sambil terus memeluk diri ku.
__ADS_1