Cinta Ku kembali

Cinta Ku kembali
episode 33


__ADS_3

( Alecia )


6 tahun berjalan dengan sangat cepat ya sekarang aku sudah tidak tinggal di Korea lagi tapi aku sudah pindah ke Amerika ya aku di sini sudah sejak 5 tahun yang lalu dulu saat masih di korea sejak lulus sekolah aku berkerja di suatu perusahaan kecil. Sekitar 1 tahun kemudian perusahaan itu bangkrut aku pun mencari pekerjaan baru ya saat sedang mencari pekerjaan aku bertemu dengan teman sekolah menengah ku dulu. Katanya di perusahaannya butuh seorang karyawan akhirnya aku pun melamar di tempat kerja teman ku. Butuh waktu 1 bulan akhirnya aku di wawancara dan akhirnya di terima kerja tapi aku di tempatkan di Amerika ya karena nilai ku yang bagus di sekolah. Aku tak memberikan jawaban kepada atasan teman ku aku pulang dan membicarakannya kepada kedua orang tua ku. Setelah pembicaraan yang cukup panjang akhirnya kedua orang tua ku memperbolehkan ku untuk berkerja di Amerika aku meminta satu persyaratan kepada ibu,ayah, dan juga adik ku ya itu. Jangan sampai ada ynag tau kalau aku pergi ke Amerika untuk berkerja jika ada yang bertanya jawab saja mereka tidak tau. Dan ya akhirnya sampai detik ini hidup ku aman damai dan tentram.


Sejak saat itu aku sudah tidak pernah mendengar kabar tentang crisan, kak galih, kak Kevin, kak marvan, kak nervan, dan juga yang lainnya ya aku memang sengaja menjauh dari mereka karena aku tak ingin lagi bertemu dengan mereka ya saat ini aku harus fokus pada pekerjaan ku tapi jika di tanya apa aku masih mencintai crisan atau tidak aku hanya bisa diam ya karena aku tidak tau apa perasaan ku saat ini kepada crisan. Ya sudah lah lagi pula aku audah tidak peduli mungkin saat ini sudah menikah atau mungkin sudah mempunyai banyak anak. Sedangkan Amelia dia masih di Korea dan ya dia tau kalau aku ada di Amerika. Dia juga tau alasan ku menjauhi mereka semua kenapa dan Amelia pun mengerti begitu pun dengan orang taunya ya karena saat akan berangkat ke Amerika yang mengantarkan ku ke bandara adalah Amelia, ibunya, ayah, adik ku, ibu ku, dan juga ayah ku. Dan sejak saat itu juga ibu dan ayah ku sudah tidak berkerja dan ya aku bersyukur karena sejak aku berkerja di perusahaan ini aku bisa menghidupi keluarga ku yang ada di Korea dan aku juga dengar kalau ibu, ayah, dan adik ku juga sudah pindah rumah ke rumah yang lebih layak sedangkan rumah kami yang dulu di sewa kan ke orang lain.


Dan di Amerika aku juga sudah punya apartemen ya walau pun sederhana tapi aku bangga karena aku bisa membelinya dengan uang hasil kerja keras ku sendiri tanpa meminta kepada orang tua ku. Aku juga memiliki teman di sini yang sangat baik kepada ku ya dia berasal dari Jepang namanya Aiko. Dia tinggal di sebelah apartemen ku ya kami kenal saat pertama kali aku ke Amerika dan dia juga yang audah membantu ku mencari apartemen ini. Dan kami juga berkerja di perusahaan yang sama.


Keseharian ku di sini pagi bangun dan langsung membuat sarapan serta makan siang yang akan aku bawa ke kantor ya sudah beberapa bulan belakangan ini aku sangat sibuk di kantor jadi untuk bekal makan siang aku masak di pagi hari ya karena jika masih harus ke kantin di kantor akan butuh lama bahkan bisa lewat jam makan siang ya karena di kantin kita masih harus memesan dan juga antri dan itu membutuhkan waktu yang snagat lama. Jadi aku membawa bekal karena aku bisa mengerjakan tugas kantor ku dengan lebih cepat oh ya jabatan ku di sini adalah sebagai sekretaris CEO dia adalah pemilik perusahaan ini dan aku punya satu rahasia yang belum ku ceritakan kepada siapa pun termkasud kedua orang tua ku, adik ku dan juga Amelia ya karena aku juga masih tidak tau dna tidak yakin dengan perasaan ku.


Bos ku bernama Brian dia sangat tampan, baik, bijaksana, pengertian, dan ya kata orang orang kantor ku sih dia orang yang setia banget. Sekarang aku sedang dekat dengan bos ku ya entah lah tapi sudah dari 4 tahun yang lalu bos ku mengatakan kalau dia menyukai ku bahkan dia mengatakan di depan semua karyawan saat aku sedang makan siang di kantor dan ya itu membuat ku malu aku tak menjawab iya atau tidak aku hanya diam saja saat itu. Dan setelah 1 tahun menjalaninya entah lah apa arti hubungan ku dengan dirinya tapi dia sudah membawa ku ke rumahnya untuk diperkenalkan dengan orang tuanya karena aku takut ya aku menolaknya secara baik baik aku terus menolaknya sampai sampai dia penasaran dengan apa yang aku takutkan karena sudah lelah di tanyai oleh bryan aku pun menceritakan semuanya kepada bryan tentang ibu crisan dia pun mengerti dengan apa yang aku takuti jadi dia tak pernah membahas hal itu lagi.


Tapi sekarang dia mengajak ku ke rumahnya untuk dinpernalkan dengan orang tuanya ya katanya ibu dan ayahnya sudah penasaran dengan diri ku awalnya aku tidak mau dengan alaana kalau aku masih takut tapi dia memaksa bahkan memohon kepada ku karena kasihan aku pun menyetujuinya. Dan sekarang aku sudah di dalam perjalanan menuju ke rumahnya perasaan ku tak menentu aku takut ya takut dan juga gugup bahkan aku sangat gugup aku takut kalau mereka tidak akan menyetujui hubungan ku dengan bryan ya walau pun aku tau kalau aku dan bryan tak tau status hubungannya apa tapi bryan sangat baik dan juga perhatian kepada ku.


Tak lama kemudian bryan menghentikan mobilnya di depan sebuah pagar besar dan tak lama ada seorang laki laki paruh baya yang membukan gerbang itu setelah itu bryan pun kembali menjalankannya mobilnya masuk ke dalam ya jalan itu snagat panjang sekitar 5 menit kemudian kami pun berhenti di depan sebuah rumah yang sangat sangat besar ya aku tau ini bukan rumah tapi mansion bryan pun turun sedangkan diri ku masih duduk di kursi mobil bryan perasaan ku saat ini benar benar takut dan gugup bahkan tangan ku sampai bergetar dan aku mengeluarkan keringat dingin. Bryan membuka kan pintu mobil untuk ku.


"Ayo turun" kata bryan kepada ku aku hanya diam saja karena gugup


"Udah ayo sayang gak papa kok Mama dan papa ku itu orangnya baik kok" kata bryan kepada ku sambil mengulurkan tangannya ke arah ku.


"Tapi aku takut gimana kalau kejadian itu terulang dua kali" kata ku kepada bryan sambil menundukkan kepala ya karena aku masih takut mana akau masih menggunakan pakaian kerja yang aku pakai sejak tadi pagi dan rasanya badan ku juga sudah bau.


"Gak akan sayang sudah ayo kita turun" kata bryan kepada ku sambil menarik ku agar turun akhirnya aku pun turun dari mobil bryan


"Aku masih gak mandi, terus liat aku usang banget mana aku gak ganti baju terus coba deh aku bau jadi kita ke sini lain kali aja ya gimana?" Kata ku kepada bryan.


"Sudah gak masalah Mama sama papa aku bakalan ngerti kok udah ayo" kata bryan kepada ku sambil menarik tangan ku.


Aku pun hanya bisa pasrah di tarik ke arah pintu oleh bryan saat sampai di depan pintu. Pintu pun langsung terbuka dan ada empat pelayan perempuan yang berdiri di kiri dan kanan pintu. Aku dan bryan pun langsung masuk jantung ku seakan akan bisa copot kapan saja karena terlalu takut dan juga gugup bahkan aku memegang tangan bryan dengan sangat erat tapi tampaknya dia mengerti bahkan dia mengelus elus tangan ku agar tenang tapi ya hasilnya tetap saja. Aku masih takut dan juga gugup tak lama kemudian kami pun sampai di ruang tamu di sana ada seorang wanita paruh baya dan juga seorang laki paruh baya yang sedang duduk duduk sambil menikmati teh dan sepertinya mereka berdua tak menyadari kedatangan ku dan juga bryan.


"Ma pa?" Kata bryan kepada kedua orang paruh baya di depan kami. Mereka pun berbalik dan langsung menghadap mereka aku tak berani menatap mereka ya karena aku masih takut dan juga gugup

__ADS_1


"Oh sayang akhirnya kamu datang" kata wanita paruh baya itu yang ternyata Mama bryan dia dan papa bryan pun langsung menghampiri kami.


"Maaf telat soalnya tadi kenak macet di jalan" kata bryan kepada mamanya


"Iya gak papa kok sayang" kata Mama bryan kepada bryan


"Terus ini?" Kata papa bryan sambil menunjuk ke arah ku aku pun langsung mengangkat wajah ku melihat ke arah papa dan Mama bryan.


"Sa sa sa.... sa... saya alecia Om Tante" kata ku terbata bata saat memperkenalkan diri kepada Mama dan papa bryan ya karena aku gugup bahkan tangan kunoun masih bergetar karena gugup dan juga ketakutan


"Oh ini yang namanya alecia cantik banget, kenalin saya Ratna saya orang Indonesia dan saya mamanya bryan" kata Mama bryan kepada ku sambil memeluk ku aku pun langsung membalas pelukannya.


"Halo saya Edward papa bryan" kata papa bryan sambil mengulurkan tangannya aku pun menyalaminya dia tampak berwibawa saat berbicara dengan ku.


"Halo Om Tante" kata ku kepada mereka berdua.


"Ayo sayang bawa alecia duduk kita minum teh setelah itu kita makan malam" kata Mama bryan kepada bryan.


Setelah itu aku, bryan, Mama bryan, dan juga ayah bryan langsung berjalan menuju ke arah kursi. Aku pun langsung duduk di sebelah bryan. Mereka baik bahkan ibu bryan dia terus tersenyum kepada ku. Karena masih gugup jadi aku hanya diam dan menundukkan kepala saja.


"Kenapa sayang?" Kata mama bryan kepada ku sambil memegang tangan ku dengan lembut


"Hmmm gak papa kok Tante maaf ya Tante saya bau dan pakaian saya berantakan soalnya bryan tadi langsung ngajak gitu aja ke sini" kata ku kepada ibu bryan sambil menundukkan kepala.


"Habis kmu gak mau di ajak ke sini sih" kata bryan kepada ku dan hal itu membuat Mama dan papa bryan langsung menoleh kepada ku.


"Kenapa sayang?" Kata mama bryan kepada ku.


"Gini loh ma dulu dia punya pacra terus orang tuanya gak setuju sama hubungan mereka soalnya dia maaf ya sayang. Orang kurang mampu gitu loh ma" kata bryan kepada mamanya dan sambil meminta maaf kepada ku.


"Oh itu, gini ya Al. Tante dan Om ini bisa mempunyai perusahaan sepeti itu bukan langsung Nerima tapi dulu kami miskin bahkan makan pun susah. Tapi karena Om ingin membuat keluarga ini lebih baik ya beberapa tahun akhirnya jadilah perusahaan. Dan Om sama Tante juga gak Mandang derajat kamu lagian Om sama Tante tau apa yang terbaik buat bryan atau ngak. Dia pintar milih orang jadi Om sama Tante yakin seratus persen kalau kata bryan kamu baik berarti ya emang kamu baik" kata papa bryan kepada ku.

__ADS_1


"Iya Om makasih" kata ku kepada papa bryan.


"Nah dengerin kan jadi gak usah takut lagi oke. Ma pa alecia ini anaknya baik banget, pengertian, pintar, dan cepat tanggap loh ma pa" kata bryan kepada ku, mamanya dan juga papanya


"Oh ya?" Kat Mama bryan tampak kaget


"Iya dan dia dulu dapat beasiswa di sekolah valdor loh" kata bryan menambahi perkataannya kepada mam dan papanya.


"Sekolah valdor yang ada di Korea itu?" Kata papa bryan kepada ku.


"Iya Om" kata ku sambil menundukkan kepala.


"Wow kamu pasti jenius ya" kata Mama bryan kepada ku


"Gak kok Tante saya hanya rajin belajar aja" kata ku kepada Mama bryan ya karena aku bisa mendapatkan beasiswa itu karena suatu peristiwa.


"Wah Tante bangga sama kamu sayang" kata Mama bryan sambil memeluk ku.


"Makasih Tante" kata ku kepada Mama bryan.


"Oh ya kamu pasti gak enak ya badan kamu lengket sekarang kamu mandi dulu ya" kata Mama bryan kepada ku.


"Gak usah Tante saya gak bawa baju ganti" kata ku kepada Mama bryan.


"Gak papa Tante ada baju lama siapa tau cocok buat kamu, oh pelayan" kata Mama bryan sambil memanggil pelayannya.


"Iya nyonya?" Kata pelayan itu saat dia sudah ada di dekat kami


"Sekarang kamu siapain air hangat ya buat calon mantu ku mandi jangan lupa di kamar tamu ya" kata Mama bryan kepada ku saat dia mengatakan calon mantu perasaan ku tak menentu ya karena aku dan bryan masih tak tau hubungan yang aku jalani dengannya ini apa sudah sampai di tahap itu


"Baik nyonya" kata pelayan itu pergi.

__ADS_1


"Ayo sayang kita ke kamar Tante buat liat baju yang cocok buat kamu terus kamu mandi ya. Oh kamu pasti sudah laper kan Tante juga sudah minta koki buat masakin masakan yang istimewa buat kamu" kata mam bryan kepada ku smabil mengajak ku berjalan


__ADS_2