
"Aku harap kamu nepatin janji janji kamu" kata ku kepada bryan.
"Pasti sayang. Kita harus kasih tau kabar ini sama papa dan Mama nantik kalau kita sudah di Korea aku bakalan nelfon mereka" kata bryan kepada ku
"Oke" kata ku kepada bryan.
Setelah itu bryan melepaskan pelukannya dari tubuh ku. Dan menyuruh ku untuk membereskan barang barang ku setelah itu dia pun keluar sebelum.keluar bryan mencium kening ku. Amrlia menghampiri ku dan memeluk diri ku aku pun membalas pelukan Amelia.
"Semoga pilihan kamu kali ini bisa buat kamu bahagia" kata Amelia keoada ku sambil melepaskan pelukan kami.
"Semoga dan aku harap ini semua akan berjalan lancar sampai kelak nanti" kata ku kepada Amelia.
"Semoga. Ya sudah aku balek ke kamar dulu mau beres beres sekarang kamu beres beres setelah itu turun ke bawah oke?" Kata Amelia kepada ku.
"Iya" kata ku sambil menganggukan kepala.
Amelia pun keluar dari kamar ku. Aku pun mulai membereskan barang barang ku setelah selesai aku pun masih duduk duduk di pinggir ranjang. Aku harap pilihan ku kali ini adalah yang paling tepat. Semoga bryan bisa membuat ku bahagia ya aku harap begitu aku juga tak mau membuat keluarga ku dalam masalah. Aku ingin mereka hidup dengan tenang di hari tuanya.
Setelah itu aku pun langsung turun ke bawah. Saat sampai aku melihat bryan dan juga Amelia menunggu ku di pintu kleuar aku tak melihat crisan dan juga teman temannya mungkin mereka sudah pulang ya mungkin saja begitu. Ya sudah lah lebih aku tak memikirkannya. Aku memberikan koper ku kepada bryan dia pun mengambilnya dan menaruhnya di bagasi kami pun langsung berangkat ke bandara.
Saat sampai di Korea Mama, papa, dan adik ku menjemput ku saat sampai di depan mereka aku pun langsung memeluk mereka dengan erat. Begitu pun dengan papa.
"Jadi siapa yang kamu pilih sayang?" Kata mama ku kepada ku sambil ememgang ke dua tangan ku.
"Aku pilih bryan ma" kata ku kepada Mama sambil tersenyum dan melihat ke arah bryan.
"Bagus lah mama tau kalau dia bisa buat kamu bahagia" kata Mama ku kepada ku
"Saya akan berusaha buat alecia selalu bahagia ma" kata bryan kepada Mama ku.
"Bagus lah, papa titip anak kesayangan papa ya. Jangan pernah kamu sakit i dia" kata papa ku kepada bryan bryan pun menjawab dengan anggukan.
"Pasti" kata bryan dengan kata kata yang sangat menyakinkan kan.
"Ya sudah ayo kita pulang. Mama sudah masak banyak buat kalian" kata Mama ku kepada ku, Amelia, dan juga bryan.
__ADS_1
"Haha kebetulan aku sudah laper banget" kata Amelia sambil menggosok gosok perutnya.
"Iya ya ayok" kata ku kepada Amelia sambil mendorongnya masuk ke dalam mobil.
Setelah itu kami pun masuk saat di perjalanan aku melihat mama dan papa ku mereka sangat bahagia setelah tau kalau aku memilih bryan. Aku harap ini awal yang bagus. Dan aku harap semuanya akan berjalan lancar ya aku tau meskipun semua akan ada rintangannya tapi aku hanya berharap kalau semua penderitaan ku akan berakhir sampai saat ini.
Tak lama kemudian kami pun sampai di rumah saat sampai aku, amrlia, dan juga bryan langsung menuju meja makan ya kami tak membereskan barang barang kami karena kami tadi tak sempat sarapan karena Amelia dan yang lainnya datang tentang siapa yang akan aku pilih. Jadi saat di pesawat rasanya perut ku sudah memberontak minta untuk di isi. Dan sekarang di depan mata ku ada banyak sekali makanan yang sangat aku sukai rasanya ingin aku habiskan sekaligus tapi aku tau kalau aku tak akan mampu. Setelah itu kami pun langsung makan.
Setelah selesai makan aku pun masuk ke kamar bersama Amelia dan ibu ku sedangkan bryan dia masuk ke kamarnya katanya dia akan menelfon mama dan papa untuk memberitahukan kabar gembira ini setelah itu dia akan istirahat. Aku mulai merapikan kosmetik yang aku beli dan ku bawa ke meja rias ku. Sedangkan Mama dan Amelia mereka sedang duduk di atas ranjang entah apa yang mereka bicarakan aku tak begitu jelas mendengarnya karena mereka kalau bicara sangat cepat.
"Oiya jadi gimana sama crisan?" Kata mama ku kepada amelia aku pun langsung menghentikan aktifitas ku dan langsung melihat ke arah Mama.
"Tadinya dia gak terima Tante terus ya sudah alecia bilang ke crisan alasan alasan kalau dia gak bisa Nerima crisan lagi. Eh dia malah pergi dan bilang gak terima kalau dia lebih milih bryan dari pada dia. Ya aku rasa dia gak siap terima kenyataan Tante" kata Amelia kepada Mama ku.
"Hah anak itu gak berubah ya sejak dulu. Oiya Al dulu waktu kamu pergi dia setiap hari datang ke sini dan manggil manggil nama kamu kayak orang gila. Karena kesal aman langsung nyuruh dia masuk dan suruh carik kamu. Dia pun masuk terus untungnya kita sudah ada rencana jadi Mama nyuruh Amelia buat nulis surat kalau kamu pergi dan gak mau di ganggu. Gitu terus dia baca surat itu ya sejak saat itu dia gak ke sini lagi" kataa Mama ku kepada ku
"Oiya memangnya dia gak bisa bedain ya tulisan ku sama Amelia?" Kata ku kepada Mama ku.
"Mama juga gak tau, awalnya aman takut kalau dia bakalan tau kalau itu tulisan Amelia. Tapi pas baca dia langsung pergi dan gak pernah ke sini lagi buat cari kamu. Jadi aman pikir dan rasa kalau dia percaya kalau surat palsu itu tulisan kamu. Habisnya Mama gak suka banget sama crisan waktu itu dia sudah ninggalin kamu dan dia kembali di saat kamu mencoba buat lupain dia" kata Mama ku sambil membantu ku mengeluarkan baju baju ku dari dalam koper.
"Iya donk siapa dulu" kata Amelia dan Mama secara bersamaan.
"Ya iya" kata ku sambil naik ke atas ranjang membantu mama melempit baju baju ku.
"Tapi Al beneran ke dua orang tua bryan ngerestuin hubungan kalian?" Kata mama ku kepada ku ya sepettinya dia gak percaya dengan ucapan ku.
'iya ma beneran ini buktinya cincin yang di kasih sama Mama bryan. Kan aku sudah pernah bilang kalau ini cincin turun temurun dari keluarga bryan. Karena mereka ingin aku jadi menantu mereka ya jadi mereka kasih cincin ini buat aku" kata ku kepada mam ku smabil melihat cincin pemberian ke dua orang tua bryan masih bertengger manis di jari manis ku.
"Bagus lah kalau gitu jadi kapan kalian mau tunangan atau mau langsung nikah?" Kata mama ku kepada ku lagi lagi dia terburu buru untuk menikah kan diri ku.
"Ma alrcia masih mikirin hal lain. Sekarang alrcia mau fokus buat bahagiin Mama , papa dan juga adik alecia ma. Untuk menikah entah lah ma aku rasa itu masih sangat jauh untuk sekarang. " kata ku kepada mama ku.
"Oke itu terserah kalian tapi sayang mama mau bilang ke kamu. Kalau mama dan paoa akan bahagia kakau kamu sudah menikah karena akan ada orang yang akan selalu jaga kamu dan gak akan buat kamu terluka" kata mama ku keoada ku
"Gak tau ma alecia masih gak mikirin itu lagi pula biar aku dan bryan jalani dulu hubungan ini" kata ku kepada mama ku
__ADS_1
"Iya sudah semua mama serahin ke kamu., yang penting kamu bahagia" kata mama ku kepada ku.
"Iya ma" kata ku kepada mama
Setelah itu kami pun membahas hal lain. Setelah selesai membereskan baju baju aku, amrlia, dan juga mama keluar dari kamar. Saat keluar aku melihat bryan dan papa sedang asik menonton TV sambil berbinvang bincang mereka tampak bahagia aku pun langsung bergabung dengan mereka.
"Apa yang kakian bicarakan kayaknya seru banget" kata ku kepada papa dan juga bryan sambil duduk di sofa yang masih kosong.
"Ini nak bryan cerita sama papa tentang kamu yang serius banget di kantor bahkan gak tau kalau ada gempa. Terus waktu kamu sadar semua orang sudah ada di luar dan mau masuk lagi ke dalam kantor" kata papa ku kepada ku oh jadi mereka bercerita hal itu. Ya ada satu hal yang belum aku ceritakan dulu saat pertama kali berkerja di sana ada gempa tepat saat itu aku sangat sibuk dan perkerjaan ku juga sangat menumpuk bahkan aku tak merasakan kalau ada gempa saat itu. Saat semua orang kabur orang orang berteriak histeris yang aku pikirkan saat itu mungkin ada laki laki tampan yang sedang menju ke ruangan bryan ya karena di kantor saat akan ada laki laji genteng datang ke kantor maka para wanita akan berteriak histeris. Dan tiba tiba saja air ku timpah aku pun langsung membersihkannya tapi tubuh ku ikut tergoncang yang aku pikirkan saat itu apa aku sakut dan saat aku memanggil aiko dia sudah tidak ada dan aku baru sadar kalau itu gempa aku pun langsubg lari dan saat akan keluar orang orang sudah masuk ke dalam kantor lagi dan mengatakan kakau gempa sudah tidak ada. Saat itu aku malah di tertawakan oleh teman teman satu kantir ku membuat ku malu.
"Kamu ngapain sih bicarain itu" kata ku kepada bryan kesal ya karena aku malu setelah tau kalau paoa dan bryan sedang menertawakan diri ku.
"Habis lucu sih" kata bryan kepada ku.
"Ya udah terserah " kata ku keoada bryan.
"maaf deh" kata bryan kepada ku
"Iya " kata ku kepada bryan ya walau pun aku masih kedal kepada bryan karena dia sudah membuat ku malu.
"Ya sudah jangan marah donk. Oiya mama sama papa nyuruh kita untuk pulang ada sesuatu yang mau mereka bicarakan ke kita" kata bryan kepada ku
"Mau bicara apa? " kata kepada bryan
"Aku juga gak tau mereka hanya bilang kalau ada sesuatu yang mau mereka bicarain ke aku dan kamu al gitu aja" kata bryan kepada ku.
"Oke kalau gitu kita pulabg dua minggu lagi gak papa kan? " kata ku kepada bryan ya karena aku masih ingin bersama dengan keluarga ku
" oke gak papa kok sayang" kata bryan kepada ku
"Oke" kata ku kepada bryan.
Setelah itu kami pun berbicara hal lain tak terasa hari sudah sangat malam. Karena terlalu asik bicara kami pun masuk ke kamar untuk istirahat bertapa melelahkannya hari ini dan amelia menginap di sini dia akan pulang besok pagi katanya ya karena sudah sangat lelah aku pun juga sudah lelah. Amelia sudah tidur sejak tadi karena badannya terasa sakit semua sedangkan aku ya aku masih ahrus mandi karena badan ku terasa lengket sekali bahkan bau asam sudah tercium dari tubuh ku aku pun membilas badan ku dengan air dan jyga sabun setelah selesai aku pun keluar dan mebganti baju karena berkeramas aku labgsung mengeringkan rambut ku dengan headreyer. Setelah itu aku memakai baju hangat ya karena di sini musim dingin hah rasanya sabgat tidak rnak dari musim. Panas kembali ke musim dingin.
Saat mencoba memejamkan mata aku tak bisa ya pijiran ku melayang ke kedua orang tua bryan aku sangat penasaran apa yang akan mereka bicarakan dengan ku dan juga bryan mengapa tak labgsung memberitahukan saja membuat ku makun penasaran saja. Entah lah tapi pikiran buruk mulai menjalar di seluruh pikuran ku tapi mereka tau kisah ku dengan crisan terus apa mereka akan berubah pikiran dan akhirnya tak merestu kita berdua hah memikirkan ini semua membuat ku pusing bahkan aku tak bisa tidur karena terlalu memikirkan hal ini tetaoi badan ku rasanya sudah sangat lelah begitu pun dengan otak ku juga lelah. Aku oun mencoba memejamkan mata tetap saja hasilnya nihil aku trtap tak bisa tidur aku jadi bingubgbapa yang harus aku lakukan. Sebaiknya aku berfikir positif saja siapa tau mereka habya ibgin bertemu dengan ku dan jyga bryan karena sudah lumayan lama akmi tak bertemu ya mungkin saja begitu lagi pula tak semua orang akan sama sifatnya drngan ibu crisan. Sekarang aku hanya berharap kalau mama dan paoa bryan akan trtap merestui hububgan kami dan tak akan ada yang berubah dengan seiring berjalanya waktu ya semoga saja. Aku pun menarik selimut menutupi tubuh ku dan mulai membaringkan tubuh ku laku mencari posisis yang enak untuk tidur setelah merasa cukup nyaman aku pun mencoba untuk tidur ya yang aku pikirkan harus posituf dan tak boleh berfikian buruk tentang ke dua orang tua bryan.
__ADS_1