Cinta Ku kembali

Cinta Ku kembali
episode 18


__ADS_3

"Gimana hasilnya yah?" Kata ku kepada ayah ku sambil melihat ekspresi wajah ayah ku. Entah lah aku tak tau bagaimana harus mengutarakannya.


"Ini kamu liat sendiri" kata ayah ku kepada ku sambil memberikan surat itu kepada ku. Aku pun mengambil surat itu dari ayah ku. Apa ayah ku sudah tau kalau aku pernah memakai narkoba aku bingung bagaimana harus menghadapi ayah ku mulai saat ini jika hasil tes urin itu positif. Aku pun membuka surat itu dan mulai membacanya dan aku sangat sangat bersyukur bahwa tes urin yang aku lakukan hasilnya negatif semua dan itu menandakan kalaua ku tak pernah memakai barang barang haram itu. Dan aku juga di terima di sekolah itu dan aku juga masuk ke jurusan perbankan seperti yang aku inginkan. Aku pun langsung memeluk ibu ku yang ada di samping ku dengan erat.


"Yeeeee iaysah di terima buk yeeee.... Hmmmmm" kata ku kepada ibu ku sambil memeluk ibu ku dengan erat dan mencium pipinya berkali kali.


"Syah kamu harus belajar yang rajin ya jangan buat malu ibu sama ayah" kata ayah ku kepada diri ku sambil mengelus Elya rambut ku dengan lembut.


"Iya yah pasti" kata ku kepada ayah ku. Sambil melihat ke arah surat yang aku pegang tadi. Setelah itu aku pun langsung masuk ke dalam kamar ku. Saat sampai di kamar aku langsung membaringkan tubuh ku ke atas kasur kesayangan ku rasnaya sangat nyaman sekali apa lagi di tambah dengan kabar gembira yang aku terima aku membaca surat itu dengan teliti dan ya di dalam tertuliskan kalau MOS akan di adakan dalam dua hari lagi di sambung dengan pesrom atau yang biasa di sebut dengan pesantren ramadhan. Ya karena sebentar lagi akan emnyambut bulan puasa maka dari karena itu MOS di gabung dengan pesrom. Dan semua kegiatan itu memakan waktu hingga dua Minggu lamanya. Jadi selama dua Minggu full aku akan menginap di sekolah tentunya ke dua orang tua ku atau pun kak Sanusi boleh menjenguk diri ku di sana hanya untuk sebentar saja. Tiba tiba hp ku pun berbunyi aku mengambilnya ternyata kak Sanusi yang menelfon ku, aku pun langsung mengangkatnya.


"Halo" kata ku kepada kak Sanusi saat aku sudah mengangkatnya.


"Iya halo, gimana yank gak ada kabar dari sekolah yang kamau daftar itu yank? Atau kamu mau daftar ke sekolah lain yank?" Kata kak Sanusi kepada ku ya aku tau di khawtair kepada ku karena aku pernah menceritakan tentang masa lalu ku yang gelap kepada kak Sanusi termaksud saat aku memakai narkoba dan juga yang lainnya. Dan beruntungnya diri ku dia mau menerima ku apa adanya dan tak mempermasalahkan tentang kenakalan ku dulu.


"Gak yank gak usah" kata ku kepada kak snausi ya aku memang tak mau memberitahukannya karena aku ingin memberikan sebuah kejutan untuknya.


"Loh kenapa emangnya yank?" Kata kaka Sanusi kepada ku dari suaranya dia mulai terdengar khawatir


"Kamu bisa ke rumah ku gak yank sekarang?" Kata ku kepada kak Sanusi.


"Kenapa emangnya yank" kata kak Sanusi kepada ku dan ya betul saja dia benar benar khawatir.


"Gak papa kok yank, ya udah aku tunggu kamu di rumah sekarang ya yank, ada sesuatu hal yang ingin aku kasih tau ke kamu yank, ini penting banget yank" kata ku kepada kak Sanusi.


"Apa itu yank?" Kata Kak Sanusi kepada ku dan ya dia benar benar penasaran sekarang aku bahagia bisa mengerjai dirinya. Ya walau pun ini membuat sedikit hati ku merasa bersalah

__ADS_1


"Udah pokonya kamu ke sini sekarang ya yank, aku tunggu kamu yank" kata ku kepada kak Sanusi.


Tanpa menunggu jawabannya aku pun langsung menutup telfon yang terhubung dengannya. Aku sangat yakin dia pasti sekarang sangat penasaran dengan apa yang akan aku katakan dan dia sekarang pasti sudah ada di jalan. Ya bukannya aku sok tau pasti tadi setelah aku menutup telfonnya dia langsung Menganti baju dan langsung jalan ke sini. Ya dia memang begitu karena dia bukan lah orang yang suka membuang buang waktu. Dan dia adalah orang yang mudah khawatir bukannya aku tak mau memberitahunya tapi aku hanya ingin kalau dia membaca sendiri surat yang aku pegang saat ini. Dan dia juga pasti akan membaca soal MOS dan juga pesrom yang akan aku laksanakan selama dua Minggu di sekolah. Aku harap dia mau mengerti dengan acara di sekolah yang akan aku lakukan. Dan hal ini juga ajang untuk mencari teman baru bukan. Tak lama kemudian aku mendengar suara ketukan pintu dari pintu kamar ku. Aku pun bangun lalu berjalan ke arah pintu lalu membukanya ternyata ibu ku yang mengetuk pintu kamar ku.


"Iya buk ada apa?" Kata ku kepada ibu ku sambil keluar dan emnutup pintu kamar ku.


"Tuh di luar ada nak Sanusi, kayaknya dia khawatir banget sama kamu Syah, udah sana cepetan kamu temuin dia" kata ibu ku kepada ku.


"Iya buk" kata ku kepada ibu ku. Setelah itu aku pun masuk ke dalam kamar untuk emngambil surat itu setelah melipatnya aku pun menaruh ya di dalam saku celana ku. Setelah selesai dan terlihat rapi aku pun langsung keluar dan saat sampai di ruang tamu Kaka anusi langsung berdiri dan menghampiri diri ku. Aku mengajaknya untuk duduk dan membuatnya tenang terlebih dahulu.


"Udah kamu tenang aja dulu ya yank" kata ku kepada kak Sanusi sambil mencoba menenangkan dirinya


"Gimana mau tenang kamu gak bilang ada apa cuman tiba tiba kamu nyuruh aku ke sini. Kamu tau aku dari rumah ke sini nge ut ngebut yank. Udah kayak pembalap aja. Kamu tau biasanya dari rumah ke si i setengah jam baru nyampek ini sepuluh menit aku ke sini sudah nyampek cobak bayangin giman ngebutnya aku ke sini. Kamu tau setiap lampu merah aku terobos yank buak. Karena apa karena aku khawatir banget sama kamu yank" kata kak Sanusi kepada diri ku.


"Iya gak papa kok yank, aku gini karena aku saynag banget sama kamu yank dan aku gak mau sesuatu yang buruk terjadi ke kamu yank, jadi coba bilang ada apa kamu nyuruh aku ke sini yank?" Kata Kaka sanusi kepada ku sambil mengelus tangan ku. Aku pun merogoh saku ku untuk mengambil surat itu setelah itu aku menyimpannya di tangan ku.


"Ini" kata ku kepada kak Sanusi sambil memberikan surat itu kepada kak Sanusi.


"Apa ini?" Kata kak Sanusi kepada ku smabil menu Jul ke rah aurat itu.


"Udah baca dulu yank" kata ku kepada kak Sanusi.


"Oke" kata kak Sanusi kepada ku. Setelah itu kak Sanusi pun mulai membaca surat itu aku hanya diam saja melihat ekspresi wajah nya dia terlihat bahagia sekali membaca surat itu. Lalu dia melihat ke arah ku. Aku pun tersenyum lebar ke arah kak sanusi. Dia kembali membaca surat itu dengan senyumnya tiba tiba saja senyum yang ada di wajahnya hilang ya aku tau mengapa senyum di wajahnya menjadi hilang. Dia melipat surat itu dan mengembalikannya kepada ku. Dia melihat ku lekat lekat sedangkan diri ku. Aku hanya diam melihatnya sambil tersenyum.


"Kenapa yank" kata ku kepada kak sanusi etelah lama dia hanya diam dan melihat diri ku saja.

__ADS_1


"Jadi selama dua Minggu kita gak bisa ketemu nih ya yank, aku pasti bakalan kangen banget sama kamu yank" kata kak Sanusi kepada ku sambil tetap melihat ku dan memegang tangan ku dengan erat.


"Kamu bisa ikut ayah sana ibu ke sekolah buat jenguk aku yank, di situ tertulis kalau keluarga gak papa untuk menjenguk murid kan yank, jadi buat apa kamu sedih yank kalau kamu kangen kamu bisa langsung ke sekolah ku sesuai jam yang sudah di tentukan di surat itu yank. Jadi buat apa kamu sedih sedih dan bingung yank wonk kita masih bisa ketemu bukannya gak bisa ketemu yank" kata ku kepada kak Sanusi sambil emmbuka suarat itu kembali dan menunjukan jam berapa saja kak Sanusi dan keluarga ku bisa menjenguk diri ku di sekolah.


"Iya aku tau tapi di sana juga tertulis kalau gak boleh lama lama untuk menjenguk paling lama hanya lima mebit. Kalau hanya lima menit sehari ketu kamu gimana cukup yank" kata kak Sanusi kepada ku. Itu memang terdengar snagat lebay sekali tapi aku tau pertunangan kamu sudah lebih dari 3 bulan lama nya dan selama tiga bulan kami tak pernah bertemu sebentar setiap hari kami selaku menghabiskan waktu selama berjam jam hanya untuk bergurau atau pun hanya untuk berbincang tapi sekarang di batasi oleh waktu.


"Iya aku tau tapi apa boleh buat aku harus ikut yank, kalau aku gak ikut kan gak enak sama murid murid yang lainnya yank, nantik kalau aku masuk kan aku bisa punya temen yank, sekarang MOS dan pesrom ini kesempatan ku buat cari temen baru yank untuk di sekolah nantik yank. Jadi kalau waktu masuk aku sudah gak bingung lagi cari temen. Masaka kalau aku gak ikut acara MOS dan pesrom itu waktu masuk sekolah seprti biasanya yang lain semuanya punya temen dan kenalan aedangkan aku hanya bisa diam liat yang lainnya kan gak enak yank" kata ku kepada kak Sanusi.


"Iya sih yank bener juga kata kamu. Ya udah gak papa kamu ikut acara itu kok yank. Terus kapan kamu berangkat yank buat mulai MOSnya?" Kata kak Sanusi kepada ku untungnya dia mau mengerti diri ku kalau tidak entah bagaiman aku ke depannya saya mencari teman di sekolah baru ku sednagkan diri ku. Aku tak begitu suka banyak bicara dengan orang orang yang baru ku kenal.


"Besok lusa aku sudah berangkat yank" kata ku kepada kak Sanusi.


"Apa besok lusa kok cepet banget yank" kata kak Sanusi kepada ku. Dia terlihat sangat kaget sekali mendengar kata kata ku. Ya di surat itu juga tertulis di paling bawah mungkin dia tak membacanya sampai selesai.


"Iya kamu gak baca di surat itu kan ada dan tertulis kalau tanggal dan jam berapa aku harus sudah ada di sana yank. Dan besok lusa jam tujuh pagi aku sudah harus ada di sana yank" kata ku kepada kak Sanusi sambil menunjukan tanggal dan jam kapan aku akan berangkat besok lusa yang ada di dalam surat itu.


"Iya aku gak baca tanggal sama jamnya yank, ya udah kamu jaga diri di sana ya yank. Terus kalau aku kangen gimana yank. Kamu boleh bawa hp kan yank?" Kata kak Sanusi kepada ku.


"Ya gak boleh lah yank, itu kan MOS sama pesrom yank. Ya pastinya gak boleh bawa hp yank tapi ya aku gak tau juga sih yank. Biar dah nantik aku bawa hp ya yank. Kalau gak boleh bawa hp aku kasikkan hp ku ke ayah ya yank. Tapi kalau kamu kangen sama aku. Kamu langsung Dateng aja yank ke sekolah ku yank jam jenguk di situ dari jam enam malam sampai jam sepuluh malam yank. Kamu ke satpam bilang kalau mau ketemu sama intan jurusan perbankan dan bilang kalau kamu itu kakak ku ya yank, bukannya aku gak mau ngakuin kamu sebagai tunangan ku yank tapi di peraturan sekolah gak ngebolehin siswa siswinya buat tunangan yank. Kamu kan tau dan sudah baca sendiri kan yank perturannya yank" kata ku kepada kak Sanusi


"Iya yank aku ngerti kok yank, iya kalau aku kangen aku bakalan ke sana buat jenguk kamu ya yank. Dan aku pasti bawa makanan kesukaan kamu ke sana yank. Kamu jaga diri baik baik ya yank jangan Sampek sakit yank" kata kak Sanusi kepada ku dia terlihat khawatir terhadap diri ku.


"Ya udah sekarang kita jalan jalan ya yank. Sekarang sama besok kita habisin waktu berdua ya yank pagi pagi besok aku jumput kamu yank kita kemana pun kamu mau dan makan apa pun yang kamu mau ya yank. Kan setelah itu dua Minggu kita ketemunya hanya sebentar dan gak bisa setiap hari yank" kata kak Sanusi kepada ku lagi.


"Iya yank aku pasti jaga diri baik baik di sana kok. Oke besok aku mau ke Banyuwangi mau ke pantai merah setelah itu kita pulang yank sebelum pulang aku pengen surma yank. Kalau sekarang aku pengen mie galak sama nasi goreng yank terus camilannya aku pengen piscok sama nyoklat minumannya yank" kata ku kepada kak Sanusi sambil menulis menu apa saja yang aku inginkan saat ini.

__ADS_1


__ADS_2