
"Gak tau ya kak, boleh sih kak tapi maaf ya kak sebelumnya aku gak janji buat pulang bareng kak Umam aku takutnya pulang sejolah udah di jumput sama ayah ku kak. Atau ada belajar bareng sama temen gitu kak" kata ku kepada kak Umam ya walau pun aku butuh pelampiasan tapi saat ini aku masih tak ingin keluar dengan laki laki lain.
"Iya Syah aku ngerti gak papa kok. Ya udah gak papa Senen kamu kabarin aku aja ya Syah bisa apa ngak ya aku tunggu Sampek pulang sekolah Senen kabar dari kamu ya Syah?" Kata kak Umam kepada ku.
"Iya kak" kata ku kepada kak Umam.
"Ya udah Syah kalau gitu aku tutup dulu ya Syah soalnya masih ada. Kerjaan nih dari sekolah Syah. Aku tunggu kabar mu ya Syah senen ya Syah ya semoga aja kabar yang aku terima itu kabar bahagia ya Syah" kata kak Umam kepada ku aku rasa dia sangat berharap aku bisa pulang dengan kak Umam tapi kalau kak Umam sampai embgabtar ku pulang aku bisa di bicarakan hal hal yang tidak tidak oleh tetangga dan pasti ibu ku akan sangat sangat marah jika aku pulang dengan laki laki lain. Aku tak ingin ibu ku smapai marah karena aku pulang dengan laki laki lain tapi saat ini aku benar benar butuh pelampiasan agar kekecewaan ku saat ini cepat sembuh aku lelah jika harus memikirkan laki laki yang tak memikirkan diri ku tapi malah memikirkan wanita lain.
"Iya kak tapi aku gak janji loh ya kak?" Kata ku kepada kak Umam.
"Iya Syah udha tenang aja aku ngerti kok Syah" kata kak Umam kepada ku.
Setelah itu kak Umam pun mematikan telfonnya yang terhubung dengan ku. Sekarang hari Jum'at dua hari lagi aku akna masuk ya sudah lah aku masih bisa memikirkan nya dalam waktu dua hari ini.
Tak terasa hari sudah malam aku pun keluar untuk mandi setelah seleai mandi aku pun langsung makan malam bersama sama dengan keluarga ku. Setelah selesai aku tak menonton TV tapi langsung masuk ke dalam kamar ku. Ya pikiran ku saat ini lelah aku butuh istirahat untuk saat ini. Aku pun naik ke atas temapt tidur dan menyalakan kipas angin karena di kamar ku terasa sangat panas. Setelah itu aku menarik selimut agar tubuh ku tertutup sepenuhnya. Setelah itu aku hendak tidar tapi belum sempat aku memejamkan mata ada yang mengetuk pintu kamar ku aku pun menyuruh ya untuk masuk. Ternyata ibu ku yang mengetuk pintu kamar ku lalu ibu ku pun duduk di samping ku.
"Ada apa buk? Aisyah capek pengen tidur" kata ku kepada ibu ku saat ibu sudah duduk di ranjang ku.
"Syah ibu hanya pengen tanyak kok." Kata ibu ku kepada ku.
"Oh ya udah tanya aja buk" kata ku kepada ibu ku.
"I u bukannya mau ikut campur masalah kamu dan juga nak Sanusi. Tapi apa gak ada jalan biacra baik baik biar semuanya juga berakhir baik Syah. Kamu tau kalau di saat seseorang sedang bertengkar parah dengan kekasihnya pasti ada setan yang akan menganggu hubungan kalian. Jadi ibu harap kamu dan nak Sanusi mau bicara baik baik ya nak" kata ibu ku kepada ku sambil melihat ku dengan tatapan lembut.
"Gak aku gak mau maafin kak Sanusi dia udah janji ke aku tapi dia udah ingkarin janji janinya ke aku" kata ku kepada ibu ku.
"Mungkin dia punya alasan nak kenapa nak Sanusi itu ingat janjinya ke kamu" kata ibu ku kepada ku.
"Ya dia selalu alasan di kantornya sibuk, itu hanya kecamatan desa buk bukan kecamatan kayak Jakarta gak mungkin sibuk banget buk. Terus kalau bukan itu apa lagi kalau bukan dia lagi selingkuh" kata ku kepada ibu ku lagi lagi ibu ku mengungkit kak Sanusi membuat darah ku menjadi naik lagi
"Apa kamu yakin Syah kalau nak Sanusi itu selingkuh di belakang mu Syah? Apa kamu gak coba buat cari tahu dulu Syah apa benar dia selingkuh atau nak Sanusi benar benar lagi sibuk di kecamatan Syah" kata ibu ku kepada ku membela kak sanusi ya dia sangat menyukai kak Sanusi sehingga dia selalu membela kak Sanusi.
__ADS_1
"Ibu gak akan tau benar atau ngaknya karena ibuk selalu vela kak Sanusi gak bela anaknya sendiri" kata kubkepada ibu ku.
"Syah ibu ini gak bela siapa siapa. Ibu gak bela kamu atau pun nak Sanusi ibu hanya bilang apa gak sebaiknya kamu cari tahu dulu Syah apa benar nak Sanusi itu selingkuh atau gak Syah. Kalau benar ya udah terserah kamu mau di gimanakan hubungan ku sama nak Sanusi. Tapi kalau kamu sampai salah ingat ya Syah jangan sampai kamu menyesal kalau sampai nak Sanusi ninggalin kamu karena kesalah pahaman yang udah kamu buat" kata ibu ku kepada ku sambil memegang tangan kiri ku dengan lembut.
"Iya Aisyah bakalan cari tau" kata ku kepada ibu ku.
"Nah gitu donk syah, bukannya ibu mau ikut campur dengan hubungan kalian tapi ibu lihat nak Sanusi itu serius dan terlihat cinta banget sama kamu Syah. Dan bukannya ibu itu ngebela nak sanuai ngak Syah tapi menurut ibu nak Sanusi gak mungkin sampai tega selingkuh di belakang mu Syah. Dia itu terlihat snagat tulus ke kamu Syah. Tapi ya ibu juga gak tau Syah apa pendapat ibu ini benar atau gak karena setiap orang gak akan pernah tau sifat asli seseorang jadi ibu harap kamu memmilih pilihan yang tepat karena ini menyangkut masa depan mu Syah" kata ibu ku kepada ku
"Iya buk" kata ku kepada ibu ku.
"Ya udah kamu istirahat duku ya nak, besok kamu bicara baik baik sama nak Sanusi kalau dia datang lagi" kata ibu ku kepada ku.
"Iya" kata ku kepada ibu ku
Setelah itu i u ku pun pergi. Aku berfikir tentang kata kata ibu ku ya memang ada benarnya kata ibu ku aku harus mencari tahu apakah kak Sanusi benar benar selingkuh di belakang ku atau tidak. Karena aku tak ingin sampai menyesal di kemudian hari. Tapi jika dia tak selingkuh buat apa dia selalu lupa dengan janjinya. Dia hanya berkerja di kecamatan desa dan itu tak akan banyak pekerjaan tapi mengapa sekarang dia terlihat sibuk sekali kalau bukan karena dia selingkuh di belakang ku. Udah lah aku akan mencari tahu besok saja. Tapi apa kak Sanusi akan datang besok entah lah aku juga tak tau. Tiba tiba hp ku berbunyi menandakan kalau ada pesan masuk. Aku pun melihatnya ternyata dari kak Sanusi aku pun membuka pesannya ternyata kak Sanusi meminta maaf karena sudah melupakan janjinya kepada ku. Dan dia juga berjanji kepada ku kalau dia tak akan mengingkari janjinya kepada ku dan ya dia juga mengatakan kalau dia benar benar tidak berselingkuh di belakang ku. Entah lah aku sendiri juga tak tau apakah yang di katakan ya benar atau tidak jadi aku hanya membalas pesannya dengan singkat saja ya aku hanya membalas dengan kata kata "iya" ya hanya itu saja akrena jujur sekarang hari ku masih terasa sakit aku masih merasa kecewa tapi pikiran ku bingung harus bagaimana jika aku salah dan kak snausi tak berselingkuh di belakang ku tapi bagaimana kalau kak Sanusi benar benar berselingkuh di belakang ku selama beberapa Minggu belakabgan ini sudha untuk saat ini aku tak ingin memikirkan itu lagi sebaiknya aku tidur saja.
Keesokannya sekitar jam tujuh pagi ibu ku sudah membangunkan ku ya biasanya jam enam pagi aku sudah bangun tapi karena aku snagat lelah sekali jadi aku masih merasa kantu tapi ibu ku membangunkan ku dan memaksa ku untuk bangun. Dan dengan terpaksa aku pun bangun dan duduk di pinggiran ranjang ku.
"Ayo cepeta bangun terus mandi ada nak Sanusi di luar tuh lagi nungguin kamu Syah" kata ibu ku kepada ku hah lagi lagi dia datang sangat pagi.
"Iya iya" katabku kepada ibu ku setelah itu aku pun bangun dan langsung ke kamar mandi. Aku gak mandi hanya membasuh muka ku saja ya aku merasa sangat snagat malas untuk mandi hari ini setelah selesai aku pun langsung menemui kak sanusi.
"Ada ap kamu pagi pagi ke sini aku masih ngantuk" kata ku kepada kak Sanusi. Sambil duduk di kursi kosong uang ada di depannya.
"Maaf kalau aku ganggu kamu yank, tapi aku pengen semua masalah kita selesai hari ini yank. Aku gak mau Sampek Maslaah kita berlanjut lanjut Sampek akhirnya hubungan kita jadi berakhir aku gak mau sampai itu terjadi yank. Aku bener bener sayang sama kamu yank" kata kak Sanusi kepada ku. Sambil melihat ku dengan tatapan yang tak dapat aku mengerti.
"Bukannya kamu masih sibuk banget ya terus buat apa kamu ke sini pagi pagi banget. Kan masih banyak kerjaan udah sama pulang urusin kerjaan kamu dulu" kata ku kepada kak Sanusi.
"Yank aku lebih baik kehilangan pekerjaan ku yank dari pada aku kehilangan kamu" kata kak Sanusi kepada ku
"Ha ha ha ha ha kemana aja kamu beberapa hari ini kenapa baru sekarang" kata ku kepada kak Sanusi.
__ADS_1
"Iya aku tau aku mintak maaf ya yank, tapi aku mohon aku biarkan aku jelasin ke kamu yank" kata kak Sanusi kepada ku.
"Jelasin apa lagi bukannya semuanya sudah jelas dan gak ada yang perlu di jelasin lagi kan. Terus apa lagi yang mau kamu jelasin ke aku?" Kata ku kepada kak Sanusi.
"Yank aku mau jelasin masalah kemaren jadi aku mohon biarin akubjelasin ya yank" kata kak Sanusi kepada ku
"Ya udah kamu jelasin" kata ku kepada kak Sanusi smabil melihat ke arah kak Sanusi dengan malas.
"Tapi sebelum aku selesai bicara aku harap kamu jangan bicara dulu ya yank, karena aku pengen jelasin semuanya ke kamu yank biar gak ada kesalahpahaman lagi di antara kita yank dan kamu gak nuduh aku selingkuh lagi yank karena aku benar benar gak selingkuhin kamu yank. Aku sayang dan cinta banget ke kamu yank jangan sampai selingkuhin kamu yank berfikir untuk selingkuhin kamu aja aku gak ada niat Sampek ke sana yank. jadi aku mohon kamu dengerton aku baik baik ya yank dan aku harap kamu bisa percaya dengan ucapan ku yank karena aku gak bohong sama ucapan ku kali ini yank. Setelah aku bicara kamu mau gimana terserah yank aku bakalan turutin apa pun kemauan mu yank tapi aku mohon dengerin dulu penjelasan ku ya k sampai aku selesai ya yank?" kata kak Sanusi kepada ku.
"Iya aku bakalan dengerin kok, ya udah cepet jelasin aku gak ada waktu setelah kamu selesai aku mau masuk karena aku masih ngantuk" kata ku kepada kak Sanusi sambil melihat ke arah lain.
"Tapi sebelumnya boleh aku minta satu permintaan ke kamu gak yank" kata kak Sanusi lagi kepada ku.
"Apa lagi?" Kata ku kepada kak Sanusi.
"Kalau udh selesai bicara bisa gak kamu di sini dulu" kata kak Sanusi kepada ku.
"Emangnya nganu apa gak tau ke orang capek ya?" Kata ku kepada kak Sanusi.
"Aku kangen yank sama kamu apa kamu gak kangen sama aku?" Kata kak Sanusi kepada ku.
"Kangen sama aku gak salah tuh ha ha ha ha ha udah lah gak usah di bahas cepet jelasin kamu mau ngomong apa sama aku. Karena aku capek dan gak punya banyak waktu" kata kunkepada kak Sanusi.
"Aku mohon yank gak akan lama kok yank bentar aja kok yank" kata kak Sanusi kepada ku.
"Gak bisa aku mau tidur capek" kata ku kepada kak Sanusi.
"Gak bakalan lama kok yank aku janji hanya lima menit aja ya yank aku janji hanya lima menit aja yank" kata kak Sanusi kepada ku smabil menyatukan ke dua tangannya di depan wajah ku.
"Iya iya ya sudah cepet jelasin kamu cuman mau jelasin ke aku hanya masalah sepele aja lama banget sih mau jelasin gak sih kamu masih banyak ca ci cu kamu tuh. Kalau emang mau jelasin ya udah jelasin kalau gak mau jelasin dan gak ada yang mau di jelasin ya udah sana kamu pulang aku mau masuk ke kamar masih pagi sudah ke sini gak tau ke orang yang masih ngantuk apa. Halah udah lah cepet jelasin. Oke aku bakalan dengerin kamu Sampek seelsai dan oke aku bakalan di sini selama lima menit buat nemenin kamu. Udah puas kan sekarang jelasin" kata ku kepada kak Sanusi ya aku marah kepadanya karena dia tak cepat cepat menejlakannya kepada ku.
__ADS_1