
Kak Sanusi mengambilkan ku piring dan juga sendok serta garpu setelah itu kak snaysi pun mebyuruh ku untuk mkaan ya bahkan kan snausi menunggui ku smapai aku selesai makan. Saat aku kenyang kak Sanusi ennyuruh ku untuk terus makan dan menghabiskan semua makanan yang ada di depan ku. Ya biasanya aku snaggup mebghabiskan smeua maknan yang ada di depan ku ini tapi sekarang suasana hati ku sednag tidka baik jadi aku sedikit lelah dna juga maka untuk makan tapi kak Sanusi memaksa untuk tetap makan ya akhirnya aku pun memakannya sampia habis.
Setelah selesai makan aku pun langsung mengambil beberapa baju dan dalaman milik ibu ku tak lupa aku emnbeli sabun juga untuk ibu ku. Setelah itu aku dna kak Sanusi pun labgsubg kembalinke rumah skaut. Saat smapai di rumah sakit keadan ayah ku makin parah ayah. Aku pun langsung mebcari suster yang ada di lobi bagian kamar ayah ku dan akhirnya aku menemukan suster perawat ayah ku.
"Sus itu ayah saya penyakitnya kambuh" kata ku kepada suster itu.
"Iya kami tau mbg tapi kami harus nunggu perintah dokter" kata suster itu kepada ku.
"Terus mana dokternya kenapa masih diam aja panggil dong sus dokternya. Itu ayah saya lagi kesakitan" kata ku kepada suster itu ya aku kesal kepada susuter itu karena ayah ku tak cepat di tangani padahal suster itu tau kalau ayah ku sedang kesakitan.
"Dokternya akan datang sekitar jam enam sore mbg, jadi harap sabar kami juga gak bisa bgapa ngapain selain dokter yang menyuruh kami" kata suster itu kepada ku.
"Ya di telfon donk sus dokternya gimana sih, saya masuk rumah skaut ini mau bayar kontan gak pakek KIS atau yang lainnya saya mau pakek umum kok malah kayak gini sih sus pelayannanya, saya gak mau tau pokoknya ayah saya harus segera di tangani" kata kunkepada suster itu ya aku benar benar marah sekarang ayah ku sednag sekarat dan susuter itu makh snatai bagian jika terjadi sesuatu yang tidak di inginkan terjadi kepada ayah ku. Hanya karena menunggu seorang dokter saja.
"Maaf mbg kami gak bis melakukan apa apa silahkan pergi" kata suster itu kepada ku smabil menunjuk ke arah pintu.
Aku hanya bisa diam dan kembali ke ruangan dimana aayah ku di rawat ayah ku sudah mulai kesakitan lagi. Aku langsung ke sebelah ayah ku dan menggenggam tangan ayah ku dengan erat.
"Sekarang jam berapa?" Kata ayah ku kepada ku suaranya sudah snagat lemah bahkan suaranya terdengar menahan rasa sakit yang di deritanya.
"Masih jam tiga sore kok yah, sabar ya yah dokternya katanya Dateng jam enam nantik ayah harus kuat ya ayah gak boleh nyerah, masak ayah gak kasian ke Aisyah smaa ibu" kata ku kepada ayah ku sambil menangis.
"Syah waktu ayah udha gak lama, ayah hanya mau nitip ibunya ya Syah ke kamu, ingat jangan ngelawan ibunya. Aisyaah juga harus belajar yang rajin sekolah Sampek lulus kerja duku ya Syah baru nikah jangan buru buru yang mau nikah ya Syah, pokoknya pesan ayah satu Aisyah harus jadi anak yang baik jangan nakal nakal terus dulu waktu SMP Aisyah kan pakek kerudung di sekolah terus waktu SMK Aisyah udha gak pakek kerudung jadi ayah mintak Aisyah pakek kerudung lagi ya nak" kata ayah ku kepada ku sambil memegang tangan ku dengan erat.
"Iya yah pasti" kata ku kepada ayah ku sambil menganggukkan kepala ku. Aku sudha tak bisa membendung air mata ku lagi aku terus menangis sambil melihat ke arah ayah ku yang tersenyum kepada ku.
"Buk ayah mintak jaga Aisyah ya jangan di tinggal dan harus lulus sekolah nya ya buk" kata ayah ku kepada ibu ku.
__ADS_1
"Iya yah" kata ibu ku sambil menangis.
Setelah itu entah apa yang terjadi ayah ku sudah tak ada. Aku labgsubg berteriak memanggil manggil ayah ku tapi ayah ku tak kunjung bangun. Aku mencoba memanggilnya sekali lagi tapi ayah ku tetap memejamkan matanya. Sekarang aku sudha jadi anak yatim aku harap ayah ku tennag di sana. Ya ayah adalah orang yang sangat baik sekali ayah ku pasti masuk surganya allah. Dan ayah ku di sana tidak akan kesakitan lagi ya ayah ku akan baik baik di sana.
Setelah mengurus pemulangan jenazah ayah ku dari rumha sakit sekitar jam lima sore ayah ku di pulabgkan dan langsubg di mandikan. Bertepatan dnegan azan Maghrib ayah ku di kuburkan aku tak kuat lagi entah lah tiba tiba semuanya menjadi gelap.
Saat aku bangun aku sudah ada di kamar dan aku mengingat ingat kejadian yang terjadi sebelum aku sadar. Dan aku sudah tak bisa membendung air mata ku lagi. Ayah ku sudah tiadaaku melihat ke arah samping ku kak Sanusi dia melihat ke arah ku sambil tersenyim lembut.
"Sayang udah jangan nangis ya, ayah kamu akan tenang di alam sana lebih baik gini kan yank ayah ku gak lagi ngerasain sakit di perutnya lagi yank. Dia pasti akan hidup dengan tenang dan gak keskaitan lagi sayang. Masak kamu tega ngeliat ayah kamu setiap hari kesakitan seperti itu yank?" Kata kak Sanusi kepada ku.
"Ya gak tega lah yank" kata ku kepada kak Sanusi.
"Ya mangkanya itu yank udah iya kan sekarang ada aku yabg bakalan selalu jagain kamu yank" kata kak Sanusi kepada ku.
"Iya tapi rasanya gak akan sama seperti ayah yang selalu jagain aku" kata ku kepada kak Sanusi.
"Iya aku tau yank tapi kamu gak sendiri di dunia ini" kata kak Sanusi kepada ku
"Kamu bisa datang ke kuburan nya ayah yank terus kamu doa buat ayah mu biar ayah mu bisa masuk surganya Allah dan kalau kamu pengen liat wajah ayah mu kamu bisa liat foto ayah mu yank. Oke sekarang kamu udah ya jangan nangis lagi aku akan selalu ada di saat kamu butuh aku kok yank" kata kak Sanusi kepadanku smabil menghapus air mata ku dengan sangat lembut dan sambil tersenyum manis ke arah ku.
Aku hanya berharap kalau dia akan selalu menepati janji janjinya kepada ku karena aku sudha tak punya ayah yang aku punya sekarang hanya lah ibu saudara ku dan jug kak Sanusi. Ya saudara saudara ayah ku yang lainnya tak menganggap keluarga ku ada ya karena aku adalah keluarga yang paling miskin darinpada keluarga keluarga ku yabg lainnya jadi mereka tak menganggap ku ada hanya lah keluarga ayah ku yang di Jakarta yang selaku baik dan menganggap kalau keluarga Kami ini ada. Bahkan mau emmbantu biaya sekolah ku dan yang lainnya ya mereka snagat baik sekali kepada ku dan juga kepada keluarga ku. Bahkan saat ayah ku meninggal dunia kakak ku Bayu menelfon saudara saudara ayah ku yang ada di Surabaya mereka hanya mebgatakan kalau ayah ku harus di kubur di luar. Di dalam keluarga ku itu ada satu kuburan khusus keluarga dan ya ayah ku seharusnya di kubur di sana tapi karena keluarga dari Surabaya melarang jadi ayah ku tak jadi di kubur di dalam tapi ada satu saudara ku namanya adalah pak de ton. Dia memaksa kepada orang orang kalau ayah ku harus di kubur di dalam kuburan khusus keluarga itu. Ya lahan untuk kuburan itu tak luas hanya cukup untuk dua puluh orang saja. Dan sekarang hanya tinggal untuk 3 orang saja. Dan ya setelah perdebatan yang panjang akhirnya ayah ku di kubur di dalam sana.
"Iya yank" kata ku kepada kak Sanusi.
Tiga hari berlalu dengan sangat cepat om dan Tante ku yang dari Jakarta datang di sore hari sekitar. Karena malamnya masih ada acara tahlilan di rumah jadi om om dan Tante ku diam di rumah setelah selesai acara tahlilan. Om hari dan om Edi memanggil ku dna juga ibu ku. Ya tentu saja aku keluar kebetulan di rumah ku keluarga kak Sanusi datang untuk menghadiri tahlilan tiga hari ayah ku. Aku keluar dan duduk di dekat ibu ku.
"Aisyah gini ayah kan udah gak ada gimana kalau aisyah ikut om gari aja ke Jakarta ya" kata om hari kepada ku lagi lagi om hari mengajak ku ke Jakarta.
__ADS_1
"Ngak om Aisyah di sini aja kasian ibu sendirian kalau Aisyah ikut om hari ke Jakarta" kata ku kepada om hari.
"Gini kata ayah sebelum meninggal waktu di Jakarta bilang kakau Aisyah di suruh ikut om ke Jakarta. Waktu itu ayah aiaysha bilang ke om hari dan om Edi ada ibu juga waktu bilang. Jadi om harap aiasyah mau ya ikut om ke Jakarta. Aisyah pindah sekolah di sana dan tinggal sama om hari di sana. Dan setelah lulus nantik om hari bakalan bantu Aisyah buat cari kerja di perbankan gimana?" Kata om hari kepada ku.
"Iya Syah ayah kamu bilang gitu jadi kita ke sini mau jumput kamu" kata aom Edi kepada ku.
"Hmmmm gini om Aisyah pengen di Bondowoso aja ya om, aisyah gak mau ikut om hari atau om Edi ke Jakarta. Ya mungkin ayah bilang gitu tapi aiasyah di sini bakalan tetep sekolah kok om. Dan setelah lulus nantik Aisyah juga bakalan labgsubg cari kerja kok om. Tapi Aisyah bener bener gak mau ikut om hari atau pun om Edi ke jakarta. Aisyah di sini sudah punya sahabat sahabt yang baik banget dan Aisyah juga gak mau ninggalin ibu di sini sendirian apa lagi ibu baru di tinggal sama ayah masak Aisyah oas mau ikut om hari atau om Edi ke Jakarta. Biar dah om Aisyah di sini aja ya om aisyah janji kok sama om hari dan om Edi kalau Aisyah bakaln sekolah dengan bener dan sekolah Sampek lulus setelah itu aisyaah bakalan labgsubg cari kerja di bidang perbankan Aisyah janji om gak bakalan ngecewain om hari atau pun om edi kok tapi Aisyah bener bener gak mau ikut om hari dan om Edi ke Jakarta ya om. Aisyah masih pengen sana ibu" kata ku kepada om hari ya aku memang tak ingin ikut ke Jakarta.
"Ya sudha kalau gitu gak papa" kata om hari kepada ku smabil mengusap rambut dengan kembut dan tersenyum lembut ke arah ku.
"Gini mbg saya hari, Edi ,dan Yun audah sepakat buat kasih tanah dna rumah ini buat aisyah. Ini surat kuasa dari kami bertiga kalau saya secara resmi ngasih rumah dan tanah ini buat Aisyah. Jadi kalau mbg sudah punya uang tinggal balik nama aja ganti pakek namanya intan" kata om hari kepada ibu ku. Sambil memberikan secarik kertas keoada ibu ku.
"Iya mbg rumah ini dan tanah ini seratus persen hak ya aisyah jadi gak akan ada yang bisa ganggu gugat siapa pemilik tanah ini karena saya mas hari dan mas Edi sudah secara sah dengan hukum kalau tanah ini di kasik ke Aisyah. Jadi semua yang ada di sini jadi saksi kalau tanah dan runah ini sah menjadi milik Aisyah dan gak akan ada yang bisa ganggu gugat keputusan saya" kata tante Yuni kepada ibu ku.
"Iya makasih sebelumnya saya terima surat ini. Dan saya juga makasih karena sudah ngasih rumah dan tanah ini ke Aisyah" kata ibu ku kepada om hari, om Edi dan Tante Yun.
"Iya sama sama mbg, kalau gitu mbg di sini jangan kemana mana saya harap mbg jaga Aisya h dengan baik" kata om hari kepada ibu ku.
"Pasti dek pasti" kata ibu ku kepada om hari.
"Ya sudah kalau gitu besok kita harus pulang soal ya saya hanya boleh ijin selama tiga hari saja" kata om hari kepada ku dan juga kepada ibu ku.
"Kalau dek Edi Sam adek Yun?" Kata ibu ku kepada om Edi dan Tante Yun.
"Kita berdua juga pulang mbg soalnya kita pesen tiketnya barengan. Jadi besok kita juga ikut pulang ke Jakarta. Kalau kita ada waktu kita pasti bakalan maen ke sini kok mbg meskipun sudah gak ada mas Sur. Karena Aisyah kan juga keponakan saya apa lagi dia anak satu satu nya mas Sur jadi saya pasti bakalan sering ke sini buat liat perkembangan keponakan saya ini" kata om hari kepada ku sambil tersenyum ke arah ku.
"Ya sudha kalau gitu dek hati hati di jalan dan makasih" kata ibu ku kepada om hari.
__ADS_1
"Iya mbg sama sama" kata om Edi kepada ibu ku
"Aisyah om mau tanyak sekali lagi ke Aisyah. Aisyah bener bener gak mau ikut ombhari ke Jakarta apa gak sebaiknya di oikriin duku dengan baik baik Syah?" Kata om hari keoada ku lagi lagi om hari mengungkit ungkin kalau aju harus ikut ke Jakarta.