
Tak terasa sudah jam tiga sore dan sudah waktunya kita pulang. Aku tak tau siapa yang akan menjumput diri ku ayah ku atau kak Sanusi. Aku membereskan buku buku dan alat alat tulis ku setelah selesai aku dan teman teman ku pun ke luar dari kelas. Aku mengambil hp ku dari dala saku celana ku laku aku mencoba menelfon kak Sanusi tapi sudah beberapa kali aku menelfon tak di angkat juga ya mungkin dia masih marah kepada ku ya sudah lah nanti di depan aku bakalan nelfon ayah buat minta jumput. Aku dan teman teman ku pun langsung menuju gerbang saat di depan gerbang aku melihat ke sekitar ternyata tak ada kak Sanusi ya dia benar benar tak akan menjumput diri ku ya sudah lah tak apa. Aku hendak berjalan tapi ada yang emmanggil diri ku. Saat aku menoleh ternyata kak Umam. Aku pun ebrgenti begitu pun juga dengan teman teman ku yang lainnya..
"Ada apa kak?" Kata ku kepada kak Umam ya dia ada di depan ku saat ini.
"Hmmm kamu pulang sama siapa? Aku anterin pulang ya Syah?" Kata kak Umam kepada ku.
"Ngak usah kak makasih aku gak mau ngerepotin kak Umam" kata ku kepada kak Umam.
__ADS_1
"Gak kok Syah kamu gak ngerepotin kok udah ayo aku anterin pulang" kata kak Umam kepada ku.
"Beneran kak gak ngerepotin kak Umam nih?" Kata ku kepada kak Umam ya aku takut jika nanti akan merepotkan kak Umam.
"Iya beneran kok udah aku anterin ya Syah? Aku ambil sepeda motor dulu ya kamu tunggu di sini" kata kak Umam kepada ku
"Ayo" kata seseorang di samping ku saat aku lihat ternyata kak Sanusi sudah datang menjumput ku. Aku bingung harus bagaimana sehingga aku melihat ke arah teman teman ku tapi mereka hanya mengangkat pundak mereka dan menggelengkan kepalanya ya aku pun makin bingung di buatnya ya bagaiman aku tidak bingung kak Umam masih sedang berdiri di depan ku menunggu jawaban ku sedangkan kak Sanusi menunggu ku untuk naik ke atas sepeda motornya.
__ADS_1
"Jumput lah tadi masih gak ada Kouta buat chat kamu. Udah ayo naik" kata kak Sanusi kepada ku aku melihat ke kak Umam.
"Maaf ya kak aku udah di jumput lain kali aja ya kak. Permisi" kata ku kepada kak Umam dengan nada suara yang sangat pelan.
"Aku duluan ya" kata ku kepada teman-teman ku
"Iya hati hati di jalan" kata teman teman ku kepada ku.
__ADS_1
"Iya" kata ku kepada teman teman ku.
Setelah itu aku pun naik ke atas sepeda motor milik kak Sanusi. Setelah itu kak Sanusi melajukan motornya sepanjang perjalan kak Sanusi tak berbicara kepada ku sepatah kata pun ya biarkan saja aku juga lelah dengannya. Padahal tadi aku tak serius emngatakan hal itu tapi dia sudah benar benar marah kepada ju. Saat sampai di rumah aku langsung masuk ke dalam bergitu pun dengan kak sanusi dia menunggu di ruang tamu sedangkan aku langsung ke kamar dan bersiap siap untuk mandi. Ya karena ini sudha sore dan sudah waktunya aku