
"Udah gak usah banyak ngeluh yuk balik ke kelas kita makan ini bareng bareng ini banyak banget aku juga gak bakalan habis kalau di makan sendiri" Kat ku kepada teman teman ku.
"Ya udah tapi kita beli minum dulu ya?" Kata Melda kepada ku.
"Iya" kata ku kepada Melda
Setelah itu teman teman ku yang lainnya dan juga Melda pergi untuk membeli minuman sednagkan diri ku. Aku menunggu di kursi awal aku dan teman teman ku duduk. Sekitar sepuluh menit semua teman Tan ku pun sudah berkumpul kita pun ekmbali ke kelas saat sampai di kelas kami langsung ek arah belakang dan duduk mengelilingi makanan. Kami memakan makanan yang di beri oleh akk uamm kepada ku smabile memainkan hp termaksud diri ku. Aku emlihat hp ku ternyata banyak pesan dari kak snausi yang belum aku baca akhirnya aku pun membaca pesannya tapi belum sempat aku emmbakas pesan kak sanusi. Malah kak Sanusi menelfon diri ku aku pun mengakatnya.
"Halo yank" kata ku kepada kak Sanusi sambil terus memakan makanan itu.
"Halo yank, kamu kok bisa angkat telfon ku emangnya lagi gaka da guru Tah yank di kelas?" Kata kak Sanusi kepada ku.
"Gak ada yang soalnya kan algi istirahat jadi gak ada guru yank" kata ku ekpada kak Sanusi.
"Oh kamu udah beli beli?" Kata kak snausi kepada ku.
"Iya udah yank ini aku beli makanan ringan" kata ku ekpada kak snausi berbohong.
"Halah belii" kata Farah kepada ku smabil emncibit mulutnya ke depan.
"Sttt" kata ku ekpada Farah. Tapi Farah hanya mengangguk sambil tertawa kecil.
"Yank" kata kak Sanusi memanggil diri ku.
"Iya apa yank?" Kata ku kepada kak snausi
"Di sana banyak cowok cowok yang ganteng ganteng ya yank?" Kata kak Sanusi kepada ku. Seprtinya dia sudah mulai cemburu dana KUA uka itu tandanya kalau dia sangat mencintai diri ku dan aku akan emncoba jntuk memanas manasi diri nya agar dia terus cemburu.
__ADS_1
"Iya banyak banget yank" kata ku ekpada kak sanusi dengan semangat.
"Kok kamu semnagat banget sih yank bilang banyak cowok ganteng?" Kata kak snausi kepada ku.
"Loh terus aku harus gimana yank?" Kata kak snausi kepada ku.
"Gak harus gimana gimana kok yank itu terserah kamu yank" kata kak snausi kepada ku ya aku rasa dia sudha mulai marah kepada ku.
"Udah lah yank gak usah marah, lagian akubkan juga udah jadi tunangan kamu yank" kata ku kepada kak Sanusi.
"Iya aku tau ya siapa tau aja kamu masih kurang dari satu yank" kata kak Sanusi kepada ku aku rasa dia benar benar marah kepada ku sampai sampai dia emngatakan hal seprti itu biasanya dia tak pernah emngatakan hal semayitu kepada ku bagaimana pun dia marah kepada ku tapi kali ini dia benar benar marah kepada ku.
"Ya udah terserah kamu" kata kubkepada kak Sanusi. Aku pun langsung mematikan telfon yang terhubung dengan kak Sanusi ya aku benar benar kesal dengan ucapannya. Aku meletakkan hp ku dan kembali memakan makanan yang di belikan oleh kak umam.
"Kenapa Syah?" Kata Farah kepada ku sambil melihat ke arah ku tapi mulutnya masih penuh dengan makanan. Dia tak gemuk tapi dia sangat suka sekali makan.
"Kalau dalam hubungan gak ada tukarannya gak akan seru pasti gitu gitu aja dan juga lama lama jadi bosen" kata Melda kepada ku.
"Iya bener juga sih Mel kata mu" kata Farah kepada Melda sambil mengangguk anggukan kepala nya. Tapi matanya masih fokus pada makanan yang dia pegang.
"Kalau kamu sih kayaknya hanya fokus ke makanan deh far" kata Lilis kepada Farah.
"Ya gak juga sih Lis" kata Farah kepada Lilis sambil tersenyum lebar.
"Oiya kalian pulang sekolah mau ke mana?" Kata Farah kepada ku DNA teman Tan ku yang lainnya.
"Kalau aku sih pulang" kata ku kepada Farah
__ADS_1
"Aku masih ada keperluan di luar sama pacar ku" kata Melda kepada farah.
"Aku juga pulang lagian kan pulangnya jam tiga sore dan jam empat sore aku biasanya udah mandi" kata Indri kepada Farah.
"Sama aku juga pulang" kata Lilis dan di jawab dengan anggukan dan hal yang sama oleh beberapa teman teman ku yang lainnya.
"Yah kok pulang sih jalan jalan yuk?" Kata Farah kepada ku dan juga teman Tan ku yang lainnya.
"Aku gak bisa masak aku pelek putih hitam gini jalannya nantik di kiria anak magang lagi aku. Iya kalau kamu enak udah pakek putih abu abu lah aku" kata ku kepada Farah.
"Kalau aku masih ada urusan di rumah" kata Lilis kepada Farah.
"Urusan apa Lis?" Kata Farah kepada Lilis tampaknya Lilis mempunyai urusan yang cukup penting ya karena dia berbicara sambil menatap Farah.
"Urusan tidur siang ku kan tertunda jadi di ubah jadi tidur sore deh" kata Lilis kepada Farah. Astaga aku dikit dia benar benar ada urusan yang sangat penting gak taunya hanya urusan sepele aja yaitu tidur.
"Astagaaaan lilissss kamu ni aku kira ada hal penting" kata Farah kesal kepada Lilis.
"Ya itu penting buat aku" kata Lilis kepada Farah dengan wajah polosnya
"Tidur sore akn tanggung sama malam Lis" kata ku kepada Lilis.
"Gak bisa aku siang ahrus tidur" kata Lilis lagi kepada ku dan juga Farah.
"Ya ya ya terserah kamu deh" kata Farah kepada Lilis aku rasa Farah sudah lelah menangani Lilis yang begitu polosnya dan Lilis hanya menanggapi nya dengan senyuman saja. Entah lah aku hanya berfikir kenapa masih ada wnaita yang ebgitu polosnya di jaamn seprti sekarang ini. Semoga dia tak di permainkan oleh laki laki yang sedang dia pacaribsaat ini ya semoga saja. Aku hanya berharap karena dia begitu polos dan mudah untuk di bodohi oelh laki laki lain
Setelah itu kami pun tertawa terbahak bahak ya bagaimana tidak Lilis Engan seriusnya mengatakan kalau dia ada urusan eh gak taunya dia hanya mau mengukir peta di atas bantal. Entah lah tapi aku senang memiliki teman teman seprti mereka. Semoga ke depannya akan seprti ini. Tak terasa jam masuk pun berbunyi aku dan teman teman membersihkan sisa sisa makanan dan juga makanan yang sudah habis. Masih ada beberapa makanan yang belum termkanan karena kak Umam memberikan ku cukup banyak sekali makanan dan juga minuman dan jika aku memakannya sedniri pasti tidak akan habis.
__ADS_1