
Aku sangat jijik dengan laki-laki ini aku berusaha untuk terus menghindari dan
meronta ronta tapi tak ada yang menjawabku. Aku sangat takut bahkan badanku
sudah bergetar karena ketakutan aku berharap kalau alzelfin ada disini
menolongku saat ini. Tiba tiba saja austyn terpental saat aku melihat alzelfin
dia melihatku dan menarikku ke dalam pelukannya membuatku tenang akan kehadiran
dirinya.
“kurang ajar lo.” Kata alzelfin kepada austyn dengan tetap memeluk diriku
“kenapa ada apa?” kata ratna baru datang
“dia mau memperkosa syasa, dasar bajingan.” Kata alzelfin kepada austyn
“kurang ajah lo.” Kata Jason sambil menghajar austyn
“lo lebih mentingin dia, gue ini sahabt lo jas.” Kata austyn tapi Jason terus memukulnya
“gue sudah bilang ke lo, jangan pernah ganggu dia tapi lo gak dengerin gue.” Kata Jason dengan terus memukul autyn
“tapi gue sayang sama dia.” Kata austyn setelah lepas dari pukulan Jason
“kalok kamu beneran sayang sama dia kamu gak bakalnselingkuh bajingan PLAKK.” Ratna menampar austyn
“aku mau masuk.” Kataku kepada alzelfin
Alzelfin mengendongku dan membuka pintu apartement. Dia membawa ku ke kamar dan membaringkanku
di tempat tidur, lalu di pergi tak lama kemudian dia membawakan aku segelas air putih dia menyuruhku untuk meminumnya aku menurut lalu dia menyelimutiku dan menyuruhku untuk tidur dan dia berdiri unutk pergi tapi aku menahannya dan mengatakan kalau jangan pergi dia mengiyakan permintaanku. Aku memegangnya
sangat erat entah kenapa tapi aku masih takut akan kejadian barusan, saat aku bangun alzelfin tidur duduk di dekatku yah lebih tepatnya tidur di bawah tempat tidurku dengan tangan yang masih aku pegang dengan erat, aku melihat jam ternyata masih jam 5 pagi aku melepaskan genggamanku dan berjalan ke arah balkon apartementku.
Udara di pagi hari sangat dingin sampai menusuk di tulangku rasanya tapi aku tak memperdulikannya terlalu banyak masalah yang ada di pikiranku. Kota ini di penuhi dengan lampu-lampu yang indah beberapa kendara sudah berlalu lalang entah mereka akan kemana, aku menghela nafas pelan memikirkan kejadian tadi
bahwa aku tak percaya kalau autyn akan berbuat nekat seperti itu kepada ku , ya mungkin dari dulu aku tak seharusnya bertemu dengannya ya sudahlah penyesalan selalu di belakang salahku juga mau menerimanya dulu sebagai kekasihku. Tiba tiba perutku terasa hangat saat aku menengok aku melihat alzelfin memelukku
dari belakang dan menaruh kepalanya di pundakku.
“mikirin apa?” kata alzelfin dengan posisi yang sama
“gak mikirin apa-apa kok.” Kataku kepadanya sambil melihat lurus kedepan
“aku tau kamu mikirin masalah austyn tadi, kamu gak usah khawatir aku bakalan selalu jagain kamu.” Kata alzelfin kepadaku
“gak usah aku gak mau ngerepotin kamu.” Kataku tak enak kepadanya
“mmm aku akan tinggal disini mulai sekarang jadi kamu akan aman selama ada aku di sisi kamu.” Kata alzelfin kepadaku
“terus vila kamu gimana? Kan dari sini ke kantor lumayan jauh?” kataku mulai khawatir
“sudah gak usah di pikirin yang terpenting itu keselamatan kamu, biar austyn gak ganggu kamu lagi mulai sekarang?” kata alzelfin
“iya makasih ya tapi maaf aku masih gak bisa buka hati.” Kata ku kepadanya mengingat
dia mau menemaniku saat genting seperti ini
“gak papa, kamu juga gak usah mikirin itu yang harus kamu tau aku akan selalu ada buat kamu, saat kamu sudah siap buka hati untuk aku kamu tinggal bilang aja sama aku oke.” Kata alzelfin kepadaku
Aku menganggukan kepala tanda kalau aku menyetujui perkataannya, alzelfin makin
mempererat pelukannya kepada ku aku tak menolaknya toh kami sudah sama-sama
dewasa. Setelah itu tak lama kemudian aku mendengar batuk. Aku melepaskan diri
dari pelukan alzelfin dan melihat ke arah sumber suara itu, dan ternyata ratna
dan Jason sudah berdiri di dekat pintu mungkin mereka baru datang karena tadi
saat aku keluar aku tak melihat mereka di sana mau pun di sofa. Setelah itu aku
dan alzelfin berjalan ke arah sofa ratna memberikan makanan kepadaku katanya
dia tadi beli di depan.alzelfin mengambilkan makanan itu untukku dan
mengambilkan air untukku aku mengatakan terima kasih kepadanya dia mengangguk
dan duduk di sampingku. Setelah selesai makan ratna pamit pulang karena
badannya tak enak. Setelah itu aku pergi mandi karena badanku rasanya sudah
lengket dan sangat-sangat tak nyaman aku berendam di bak mandi sekitar 30 menit
lalu membilas badanku setelah selesai aku keluar dari kamar mandi saat masuk ke
kamar aku melihat alzelfin sedang duduk di sofa yang tersedia di kamarku aku
tersenyum kepadanya dan berjalan ke ruang ganti untuk berpakaian terlebih
dahulu.
Setelah selesai aku keluar untuk mengeringkan rambut tapi hadreyerku di ambil oleh
alzelfin dia mengatakan kalau dia yang akan mengeringkan dan menyisir rambut ku
aku menyetujuinya, sementara alzelfin mengeringkan rambutku aku berdandan tipis
tipis saja. Karena hari ini aku dan alzelfin hanya akan di rumah saja tadi dia
mengajak ku unutk jalan-jalan keluar tapi aku tak mau karena aku sangat malas
dan juga lelah untuk melangkahkan kaki ku keluar.setelah selesai aku dan
alzelfin keluar dari kamar dan menonton TV yah tak terasa sudah seharian kami
tak keluar dan tampan terasa hari sudah malam. Aku pergi mandi lagi lalu tidur
Hari demi hari aku lewati dengan alzelfin tak pernah satu menit pun tanpa dirinya ya
kecuali saat mandi. Kami tidur pun bersama yah lebit tepatnya 1 kamar awalnya
aku tak mau tapi dia memaksa dan akhirnya aku menyetujuinya toh dia tak
macam-macam kepadaku saat tidur dia hanya memelukku sampai tidur itu saja. Dan
__ADS_1
hari ini aku menyiapkan barang-barang yang akan aku bawa liburan ke korea, saat
ini alzelfin bersamaku dia membantuku memnyiapkan barang yang akan aku bawa
kalau barangnya alzelfin sih katanya sudah di kirim ke hotel yang dia pesankan
untukku dan yang lainnya . sekarang masih jam 7 pagi pesawat kami di jadwalkan
jam 2 siang jadi masih banyak waktu untuk bersiap-siap ratna dan jasonada di
sini mereka menginap disini dan barang-barang keperluan mereka juga sudah ada
disini. Setelah selesai alzelfin membawa 2 koper ku keluar. lalu aku pergi
mandi karena sekarang sudah jam 8 karena kata ratna aku sangat lama untuk
berdandan jadi aku mandi lalu bersiap-siap setelah selesai aku melihat jam
ternyata sudah jam 11 siang aku keluar saat di depan pintu kamar mereka bertiga
melihat ku dengan pandangan orang yang sudah lelah menunggu aku tersenyum
kepada mereka
“ayo jalan?’kata ku kepada mereka
“iya ayo, hah kamu terlalu lama sya. Aku sampek lumutan nunggu kamu sya.” Kata ratna
kepadaku
“he he he he he iya maaf deh.” Kataku kepada mereka
Setelah itu kami jalan ke bandara aku sudah tak sabar untuk cepat-cepat sampai. Sekitar
3 jam kami baru sampai di bandara karena tadi di jalan sangat macet. Dan
sekarang masih jam 1 jadi kami berjalan untuk memberikan tiket terlebih dahulu
setelah itu kami menunggu di ruang tunggu. Tak lama kemudian ada pemberitahuan
kalau pesawat yang akan kami tumpangi akan lepas landas jadi kami berjalan saat
sampai aku dan austyn duduk berdampingan kalau ratna dan Jason duduk di bangku
paling belakang.
Pesawat mulai lepas landas. Alzelfin meemgang tangnku entah kenapa. Aku melihatnya dan
bertanya kepadanya tapi dia hanya menjawab tidak apa-apa jadi aku berkesimpulan
kalau dia takut naik pesawat hmmm aku baru tau kalau cowok seperti dia takut
ketinggian membuatku ingin ketawa
“kamu takut ketinggian ya?” kataku sambil melihatnya
“ mmmmm bukan.” Kata alzelfin pelan
“terus kenapa?” kataku kepadanya
“aku gak biasa naik pesawat seperti ini jadi ya sedikit agak takut siapa tau pilotnya
sampai sampai alzelfin menutup mulutku
“emangnya kamu naik apa? Pesawat pribadi? Ha ha ha ha ha ha kamu iniada ada aja sih.”
Kataku kepadanya
Alzelfin tak menjawab pertanyaanku dan dia melepaskan tanganku yang di pegangnya dengan
sangat erat dia pasti marah pikirku. Dan
betul saja saat aku berbicara kepadanya dia tak menjawab pertanyaan ku dan ini
membuatku ingin mengodanya
“oh jadi ngambek nih?” kataku kepadanya tapi tetap tak ada jawaban darinya
“ya sudah kalau gitu aku juga mau ngambek.” Kataku kepada alzelfin tapi dia masih
diam saja
“al kamu beneran ngambek sama aku? Hmmm ya sudah maaf deh kalaok kamu gak mau maafin
aku. Aku duduk disana aja dah ya sama cowok itu tuh?” kata ku kepadanya membuat
alzelfin langsung melihat ke arah laki-laki yang duduk sendirian
“jangan.” Katanya sambil kembali memegang tangan kanan ku
“ya kalok kamu ngambek aku pindah.” Kataku berpura pura sambil memalingkan wajahku
sebenarnya aku sangat ingin sekali tetawa melihat wajahnya yang cemberut karena
aku bilang ingin pindah duduk dengan laki-laki yang duduk sendirian
“mmm iya iya gak ngambek ini sudah senyum heeeeee.” Katanya kepadaku
“ya.” Kataku cuek
“yah kok gantian kamu yang ngambek?” kata alzelfin kepadaku padahal aku hanya pura-pura
ngambek
“habis kamu seperti itu.” Kataku
“ya dh maaf.” Katanya sambil mencium pipi kananku
Setelah itu kami tak berbicara lagi, pesawat yang aku tumpangi akan sampai jam 8 malam
nanti jadi alzelfin membeli tiket di kelas VIP kalau ratna dan Jason di kelas
utama. Aku memutuskan untuk tiduran dan membaca novel yang sempat aku bawa tadi
sedangkan alzelfin dia masih sibuk dengan laptopnya entah apa yang di
kerjakannya. Tak terasa sudah ada pemberitahuan kalau pesawat yang aku tumpangi
__ADS_1
sudah sampai jadi aku mengemasi barang yang tadi aku keluarkan alzelfin juga
sudah membereskannya saat sampai kami langsung jalan keluar dari bandara saat
sampai di luar sangat dingin sekali sampai rasanya akan membekukan badanku. Aku
memeluk tubuhku dengan kedua tanganku tapi rasanya percuma saja karena
dinginnya masih menyengat sampai ke tulangku. Ya salah ku juga tak memakai
pakaian yang cukup tebal sekarang ini aku hanya memakai dres di atas lutut
berwarna putih dengan sepatu kets dan di baluti dengan jaket kulit hitam saat
aku menghembuskan nafas keluar seperti asap dari mulutku
“kenapa?’ kata alzelfin melihatku terus terusan menghembuskan nafas
“he he he he dingin.” Kataku kepadanya
“kamu sih gak pakek baju yang hangat nih pakek.” Kata alzelfin sambil membuka jaket
yang di pakainya saat aku memakainya terasa sedikit hangat
“ya sudah ayo ke hotel dulu?” kata alzelfin mengiringku ke sebuah mobil
“iya.” Kataku mengikutinya
Setelah itu kami masuk ke dalam mobil untuk barang barang yang kami bawa sopir alzelfin
yang memasukannya ke bagasi tak lama setelahnya mobil pun jalan sepanjang
perjalanan aku melihat keluar tak sabar untuk berjalan di sana, sekitar 1 jam
perjalanan kami sampai di tujuan kami. Kami ke resepsionis dan alzelfin meminta
kunci setelah itu kami berjalan ke arah lift setelah sampai di kamar aku
memberekan baju-baju yang aku bawa begitu pun dengan alzelfin ya kami tidur
satu kamar setelah selesai alzelfin menyuruhku untuk mandi dan istirahat biar
besok badan enak di bawa jalan-jalan aku menurutinya tapi sebelum itu alzelfin
dulu yang mandi karena bdannya sudah hampir membeku karena tadi jaketnya di
berikan kepdaku. Setelah selesai aku pun mandi dengan air hangat setelah
selesai aku mengambil handuk dan memakai baju.
“sudah ayo tidur?” kata alzelfin kepada ku
Aku mengangguk dan berjalan kea rah ranjang. Setelah itu alzelfin naik ke ranjang
lalu memelukku ya begitu lah setiap hari. Saat akan tidur aku tak bisa
memjamkan mataku entah kenapa aku hanya membalik balikkan badanku mencari
tempat yang nyaman tapi tetap saja masih tak bisa tidur dan alzelfin mungkin
terbangun karena diriku
“kenapa?” kata alzelfin
“gak bisa tidur?” kataku kepadanya
“laper?” kata alzelfin
“ngak.” Kataku kepadanya
“mmm ya sudah sini.? Kata alzelfin sambil memelukku
“al?” kataku
“mmm apa?” kata alzelfin
“kenapa kamu bisa cinta sama aku, apa yang kamu lihat dari aku?” kata ku kepadanya
“semuanya.” Kata alzelfin
“serius.” Kataku kesal
“aku serius, aku suka semuanya diri kamu.” Katanya lagi
“jadi kamu tau kalau dulu aku mau menikah sama joni?” kataku kepadanya
“tau, dan aku juga tau kalau kamu gak akan menikah sama dia?” kata alzelfin
“dari mana kamu tau?” kataku kepadanya
“dia sudah selingkuhin kamu sejak 1 tahun sebelum kamu tau dia selingkuh?” kata
alzelfin kepadaku
“dari mana kamu tau?” kata ku mulai penasaran
“sejak kamu nyelametin aku, sejak hari itu aku selalu ngawasin kamu dan apa yang kamu
lakukan.” Kata alzelfin kepadaku
“mmmm terus soal joni?” kataku penasaran
“oh waktu kamu tunangan sama dia aku nyuruh orang untuk nyelidikin dia, terus waktu
aku selidikin aku tau kalau dia sudah selikuhin kamu 1 tahun lebih.” Kata
alzelfin kepadaku
“jadi kamu jagain aku donk?” kataku
“iya pasti, apa yang ngak aku lakuin buat kamu?” kata alzelfin sambil melihatku
“makasih ya, meskipun aku gak tau soal hari yang aku nyelamatin kamu tapi makasih
banyak.” Kataku kepada alzelfin
Saat aku melihatnya mata kami saling bertatapan dia mendekatkan wajahnya kepada diriku
__ADS_1
dan mencium bibirku entah mengapa tapi aku tak menolaknya kami bercium begitu
lama dia melihat kepadaku