Cinta Ku kembali

Cinta Ku kembali
Episode 56


__ADS_3

Aku sangat jijik dengan laki-laki ini aku berusaha untuk terus menghindari dan


meronta ronta tapi tak ada yang menjawabku. Aku sangat takut bahkan badanku


sudah bergetar karena ketakutan aku berharap kalau alzelfin ada disini


menolongku saat ini. Tiba tiba saja austyn terpental saat aku melihat alzelfin


dia melihatku dan menarikku ke dalam pelukannya membuatku tenang akan kehadiran


dirinya.


“kurang ajar lo.” Kata alzelfin kepada austyn dengan tetap memeluk diriku


“kenapa ada apa?” kata ratna baru datang


“dia mau memperkosa syasa, dasar bajingan.” Kata alzelfin kepada austyn


“kurang ajah lo.” Kata Jason sambil menghajar austyn


“lo lebih mentingin dia, gue ini sahabt lo jas.” Kata austyn tapi Jason terus memukulnya


“gue sudah bilang ke lo, jangan pernah ganggu dia tapi lo gak dengerin gue.” Kata Jason dengan terus memukul autyn


“tapi gue sayang sama dia.” Kata austyn setelah lepas dari pukulan Jason


“kalok kamu beneran sayang sama dia kamu gak bakalnselingkuh bajingan PLAKK.” Ratna menampar austyn


“aku mau masuk.” Kataku kepada alzelfin


Alzelfin mengendongku dan membuka pintu apartement. Dia membawa ku ke kamar dan membaringkanku


di tempat tidur, lalu di pergi tak lama kemudian dia membawakan aku segelas air putih dia menyuruhku untuk meminumnya aku menurut lalu dia menyelimutiku dan menyuruhku untuk tidur dan dia berdiri unutk pergi tapi aku menahannya dan mengatakan kalau jangan pergi dia mengiyakan permintaanku. Aku memegangnya


sangat erat entah kenapa tapi aku masih takut akan kejadian barusan, saat aku bangun alzelfin tidur duduk di dekatku yah lebih tepatnya tidur di bawah tempat tidurku dengan tangan yang masih aku pegang dengan erat, aku melihat jam ternyata masih jam 5 pagi aku melepaskan genggamanku dan berjalan ke arah balkon apartementku.


Udara di pagi hari sangat dingin sampai menusuk di tulangku rasanya tapi aku tak memperdulikannya terlalu banyak masalah yang ada di pikiranku. Kota ini di penuhi dengan lampu-lampu yang indah beberapa kendara sudah berlalu lalang entah mereka akan kemana, aku menghela nafas pelan memikirkan kejadian tadi


bahwa aku tak percaya kalau autyn akan berbuat nekat seperti itu kepada ku , ya mungkin dari dulu aku tak seharusnya bertemu dengannya ya sudahlah penyesalan selalu di belakang salahku juga mau menerimanya dulu sebagai kekasihku. Tiba tiba perutku terasa hangat saat aku menengok aku melihat alzelfin memelukku


dari belakang dan menaruh kepalanya di pundakku.


“mikirin apa?” kata alzelfin dengan posisi yang sama


“gak mikirin apa-apa kok.” Kataku kepadanya sambil melihat lurus kedepan


“aku tau kamu mikirin masalah austyn tadi, kamu gak usah khawatir aku bakalan selalu jagain kamu.” Kata alzelfin kepadaku


“gak usah aku gak mau ngerepotin kamu.” Kataku tak enak kepadanya


“mmm aku akan tinggal disini mulai sekarang jadi kamu akan aman selama ada aku di sisi kamu.” Kata alzelfin kepadaku


“terus vila kamu gimana? Kan dari sini ke kantor lumayan jauh?” kataku mulai khawatir


“sudah gak usah di pikirin yang terpenting itu keselamatan kamu, biar austyn gak ganggu kamu lagi mulai sekarang?” kata alzelfin


“iya makasih ya tapi maaf aku masih gak bisa buka hati.” Kata ku kepadanya mengingat


dia mau menemaniku saat genting seperti ini


“gak papa, kamu juga gak usah mikirin itu yang harus kamu tau aku akan selalu ada buat kamu, saat kamu sudah siap buka hati untuk aku kamu tinggal bilang aja sama aku oke.” Kata alzelfin kepadaku


Aku menganggukan kepala tanda kalau aku menyetujui perkataannya, alzelfin makin


mempererat pelukannya kepada ku aku tak menolaknya toh kami sudah sama-sama


dewasa. Setelah itu tak lama kemudian aku mendengar batuk. Aku melepaskan diri


dari pelukan alzelfin dan melihat ke arah sumber suara itu, dan ternyata ratna


dan Jason sudah berdiri di dekat pintu mungkin mereka baru datang karena tadi


saat aku keluar aku tak melihat mereka di sana mau pun di sofa. Setelah itu aku


dan alzelfin berjalan ke arah sofa ratna memberikan makanan kepadaku katanya


dia tadi beli di depan.alzelfin mengambilkan makanan itu untukku dan


mengambilkan air untukku aku mengatakan terima kasih kepadanya dia mengangguk


dan duduk di sampingku. Setelah selesai makan ratna pamit pulang karena


badannya tak enak. Setelah itu aku pergi mandi karena badanku rasanya sudah


lengket dan sangat-sangat tak nyaman aku berendam di bak mandi sekitar 30 menit


lalu membilas badanku setelah selesai aku keluar dari kamar mandi saat masuk ke


kamar aku melihat alzelfin sedang duduk di sofa yang tersedia di kamarku aku


tersenyum kepadanya dan berjalan ke ruang ganti untuk berpakaian terlebih


dahulu.


Setelah selesai aku keluar untuk mengeringkan rambut tapi hadreyerku di ambil oleh


alzelfin dia mengatakan kalau dia yang akan mengeringkan dan menyisir rambut ku


aku menyetujuinya, sementara alzelfin mengeringkan rambutku aku berdandan tipis


tipis saja. Karena hari ini aku dan alzelfin hanya akan di rumah saja tadi dia


mengajak ku unutk jalan-jalan keluar tapi aku tak mau karena aku sangat malas


dan juga lelah untuk melangkahkan kaki ku keluar.setelah selesai aku dan


alzelfin keluar dari kamar dan menonton TV yah tak terasa sudah seharian kami


tak keluar dan tampan terasa hari sudah malam.  Aku pergi mandi lagi lalu tidur


Hari demi hari aku lewati dengan alzelfin tak pernah satu menit pun tanpa dirinya ya


kecuali saat mandi. Kami tidur pun bersama yah lebit tepatnya 1 kamar awalnya


aku tak mau tapi dia memaksa dan akhirnya aku menyetujuinya toh dia tak


macam-macam kepadaku saat tidur dia hanya memelukku sampai tidur itu saja. Dan

__ADS_1


hari ini aku menyiapkan barang-barang yang akan aku bawa liburan ke korea, saat


ini alzelfin bersamaku dia membantuku memnyiapkan barang yang akan aku bawa


kalau barangnya alzelfin sih katanya sudah di kirim ke hotel yang dia pesankan


untukku dan yang lainnya . sekarang masih jam 7 pagi pesawat kami di jadwalkan


jam 2 siang jadi masih banyak waktu untuk bersiap-siap ratna dan jasonada di


sini mereka menginap disini dan barang-barang keperluan mereka juga sudah ada


disini. Setelah selesai alzelfin membawa 2 koper ku keluar. lalu aku pergi


mandi karena sekarang sudah jam 8 karena kata ratna aku sangat lama untuk


berdandan jadi aku mandi lalu bersiap-siap setelah selesai aku melihat jam


ternyata sudah jam 11 siang aku keluar saat di depan pintu kamar mereka bertiga


melihat ku dengan pandangan orang yang sudah lelah menunggu aku tersenyum


kepada mereka


“ayo jalan?’kata ku kepada mereka


“iya ayo, hah kamu terlalu lama sya. Aku sampek lumutan nunggu kamu sya.” Kata ratna


kepadaku


“he he he he he iya maaf deh.” Kataku kepada mereka


Setelah itu kami jalan ke bandara aku sudah tak sabar untuk cepat-cepat sampai. Sekitar


3 jam kami baru sampai di bandara karena tadi di jalan sangat macet. Dan


sekarang masih jam 1 jadi kami berjalan untuk memberikan tiket terlebih dahulu


setelah itu kami menunggu di ruang tunggu. Tak lama kemudian ada pemberitahuan


kalau pesawat yang akan kami tumpangi akan lepas landas jadi kami berjalan saat


sampai aku dan austyn duduk berdampingan kalau ratna dan Jason duduk di bangku


paling belakang.


Pesawat mulai lepas landas. Alzelfin meemgang tangnku entah kenapa. Aku melihatnya dan


bertanya kepadanya tapi dia hanya menjawab tidak apa-apa jadi aku berkesimpulan


kalau dia takut naik pesawat hmmm aku baru tau kalau cowok seperti dia takut


ketinggian membuatku ingin ketawa


“kamu takut ketinggian ya?” kataku sambil melihatnya


“ mmmmm bukan.” Kata alzelfin pelan


“terus kenapa?” kataku kepadanya


“aku gak biasa naik pesawat seperti ini jadi ya sedikit agak takut siapa tau pilotnya


sampai sampai alzelfin menutup mulutku


“emangnya kamu naik apa? Pesawat pribadi? Ha ha ha ha ha ha kamu iniada ada aja sih.”


Kataku kepadanya


Alzelfin tak menjawab pertanyaanku dan dia melepaskan tanganku yang di pegangnya dengan


sangat erat  dia pasti marah pikirku. Dan


betul saja saat aku berbicara kepadanya dia tak menjawab pertanyaan ku dan ini


membuatku ingin mengodanya


“oh jadi ngambek nih?” kataku kepadanya tapi tetap tak ada jawaban darinya


“ya sudah kalau gitu aku juga mau ngambek.” Kataku kepada alzelfin tapi dia masih


diam saja


“al kamu beneran ngambek sama aku? Hmmm ya sudah maaf deh kalaok kamu gak mau maafin


aku. Aku duduk disana aja dah ya sama cowok itu tuh?” kata ku kepadanya membuat


alzelfin langsung melihat ke arah laki-laki yang duduk sendirian


“jangan.” Katanya sambil kembali memegang tangan kanan ku


“ya kalok kamu ngambek aku pindah.” Kataku berpura pura sambil memalingkan wajahku


sebenarnya aku sangat ingin sekali tetawa melihat wajahnya yang cemberut karena


aku bilang ingin pindah duduk dengan laki-laki yang duduk sendirian


“mmm iya iya gak ngambek ini sudah senyum heeeeee.” Katanya kepadaku


“ya.” Kataku cuek


“yah kok gantian kamu yang ngambek?” kata alzelfin kepadaku padahal aku hanya pura-pura


ngambek


“habis kamu seperti itu.” Kataku


“ya dh maaf.” Katanya sambil mencium pipi kananku


Setelah itu kami tak berbicara lagi, pesawat yang aku tumpangi akan sampai jam 8 malam


nanti jadi alzelfin membeli tiket di kelas VIP kalau ratna dan Jason di kelas


utama. Aku memutuskan untuk tiduran dan membaca novel yang sempat aku bawa tadi


sedangkan alzelfin dia masih sibuk dengan laptopnya entah apa yang di


kerjakannya. Tak terasa sudah ada pemberitahuan kalau pesawat yang aku tumpangi

__ADS_1


sudah sampai jadi aku mengemasi barang yang tadi aku keluarkan alzelfin juga


sudah membereskannya saat sampai kami langsung jalan keluar dari bandara saat


sampai di luar sangat dingin sekali sampai rasanya akan membekukan badanku. Aku


memeluk tubuhku dengan kedua tanganku tapi rasanya percuma saja karena


dinginnya masih menyengat sampai ke tulangku. Ya salah ku juga tak memakai


pakaian yang cukup tebal sekarang ini aku hanya memakai dres di atas lutut


berwarna putih dengan sepatu kets dan di baluti dengan jaket kulit hitam saat


aku menghembuskan nafas keluar seperti asap dari mulutku


“kenapa?’ kata alzelfin melihatku terus terusan menghembuskan nafas


“he he he he dingin.” Kataku kepadanya


“kamu sih gak pakek baju yang hangat nih pakek.” Kata alzelfin sambil membuka jaket


yang di pakainya saat aku memakainya terasa sedikit hangat


“ya sudah ayo ke hotel dulu?” kata alzelfin mengiringku ke sebuah mobil


“iya.” Kataku mengikutinya


Setelah itu kami masuk ke dalam mobil untuk barang barang yang kami bawa sopir alzelfin


yang memasukannya ke bagasi tak lama setelahnya mobil pun jalan sepanjang


perjalanan aku melihat keluar tak sabar untuk berjalan di sana, sekitar 1 jam


perjalanan kami sampai di tujuan kami. Kami ke resepsionis dan alzelfin meminta


kunci setelah itu kami berjalan ke arah lift setelah sampai di kamar aku


memberekan baju-baju yang aku bawa begitu pun dengan alzelfin ya kami tidur


satu kamar setelah selesai alzelfin menyuruhku untuk mandi dan istirahat biar


besok badan enak di bawa jalan-jalan aku menurutinya tapi sebelum itu alzelfin


dulu yang mandi karena bdannya sudah hampir membeku karena tadi jaketnya di


berikan kepdaku. Setelah selesai aku pun mandi dengan air hangat setelah


selesai aku mengambil handuk dan memakai baju.


“sudah ayo tidur?” kata alzelfin kepada ku


Aku mengangguk dan berjalan kea rah ranjang. Setelah itu alzelfin naik ke ranjang


lalu memelukku ya begitu lah setiap hari. Saat akan tidur aku tak bisa


memjamkan mataku entah kenapa aku hanya membalik balikkan badanku mencari


tempat yang nyaman tapi tetap saja masih tak bisa tidur dan alzelfin mungkin


terbangun karena diriku


“kenapa?” kata alzelfin


“gak bisa tidur?” kataku kepadanya


“laper?” kata alzelfin


“ngak.” Kataku kepadanya


“mmm ya sudah sini.? Kata alzelfin sambil memelukku


“al?” kataku


“mmm apa?” kata alzelfin


“kenapa kamu bisa cinta sama aku, apa yang kamu lihat dari aku?” kata ku kepadanya


“semuanya.” Kata alzelfin


“serius.” Kataku kesal


“aku serius, aku suka semuanya diri kamu.” Katanya lagi


“jadi kamu tau kalau dulu aku mau menikah sama joni?” kataku kepadanya


“tau, dan aku juga tau kalau kamu gak akan menikah sama dia?” kata alzelfin


“dari mana kamu tau?” kataku kepadanya


“dia sudah selingkuhin kamu sejak 1 tahun sebelum kamu tau dia selingkuh?” kata


alzelfin kepadaku


“dari mana kamu tau?” kata ku mulai penasaran


“sejak kamu nyelametin aku, sejak hari itu aku selalu ngawasin kamu dan apa yang kamu


lakukan.” Kata alzelfin kepadaku


“mmmm terus soal joni?” kataku penasaran


“oh waktu kamu tunangan sama dia aku nyuruh orang untuk nyelidikin dia, terus waktu


aku selidikin aku tau kalau dia sudah selikuhin kamu 1 tahun lebih.” Kata


alzelfin kepadaku


“jadi kamu jagain aku donk?” kataku


“iya pasti, apa yang ngak aku lakuin buat kamu?” kata alzelfin sambil melihatku


“makasih ya, meskipun aku gak tau soal hari yang aku nyelamatin kamu tapi makasih


banyak.” Kataku kepada alzelfin


Saat aku melihatnya mata kami saling bertatapan dia mendekatkan wajahnya kepada diriku

__ADS_1


dan mencium bibirku entah mengapa tapi aku tak menolaknya kami bercium begitu


lama dia melihat kepadaku


__ADS_2