
Aku langsung kembali ke kelas dan mengikuti semua pelajaran yang ada. Tak lama kemudian bell pulang pun berbunyi aku langsung pulang karena aku lelah untuk ke toko. Saat sampai di rumah, rumah tampak sepi sekali aku langsung tidur.
Keesokannya saat aku memasuki sekolah semua orang melihat ke arah ku. Aku bingung apa yang mereka tatap aku tak memperdulikannya lalu aku pergi menuju jelas tanpa mempedulikan tatapan yang mereka berikan kepada ku saat sampai di kelas semua orang hanya menatap ku dan saat sampai bangku ku tak ada bahkan kursi pun tak ada.
"Kalian tau di mana kursi ku?" Kata ku bertanya kepada teman teman di kelas ku
"Mana kami tau ha ha ha ha." Kata mereka sambil tertawa serentak
Aku pun mencarinya keluar saat sampai di luar aku menemukan kursi dan meja ku di tumpukan sampah aku mengambilnya saat aku mengambilnya begitu banyak tulisan di atas meja ku ya tulisan di atas meja semuanya menuju ke arah keluarga ku. Aku membawanya ke ruang kebersihan lalh membersihkan semua tulisan yang ada di meja aku mengikatnya agar hilang tapi tetap saja tak hilang.
"Lebih baik aku mengambilnya yang baru saja." Kata ku sambil keluar menuju gudang
Setelah itu aku pun langsung ke gudang untuk mengambil meja dan kursi yang baru. Tapi saat akan sampai aku sangat kebelet untuk buang air kecil. Aku ke kamar mandi setelah selesai aku hendak keluar tapi sepertinya ada yang mengunci pintu ku dari luar. Aku mengedit gedor pintu kamar mandi tapi tak ada jawaban dan tak lama kemudian sebuah air yang sangat busuk menyirami tubuh ku dan ya ini adalah telur busuk dan juga air yang sudah kotor.
Aku terus mengedor gedor pintu tapi tak ada jawaban aku pun mencoba menendang pintu beberapa kali mencoba menendangnya aku tak berhasil. Dan akhirnya aku mengumpulkan semua energi dan menendang pintunya dengan sangat kuat akhirnya terbuka. Aku berjalan menuju balkon saat sampai di balkon aku mencoba membersihkan semua kotoran yang ada di baju ku tapi nihil semuanya masih saja bau bahkan beberapa kuning telur menempel di baju ku . Aku sangat kesal saat ini apa salah ku hingga aku di perlakukan seperti ini aku hanya bisa menangis sejadi-jadinya.
Tak terasa sudah sore dah semua murid pasti sudah pulang aku kembali ke kelas untuk mengambil tas ku. Saat sudah ada meja dan kursi yang bersih untuk ku dan di atas meja ada baju olah raga aku pergi ke kamar mandi.
Aku pun mulai mandi karena di sini sangat lengkap peralatan mandinya setelah aku mandi aku pun langsung keluar dengan membawa baju kotor ku untuk di bawa ke tukang lundry. Saat sampai aku langsung menunggunya karena katanya hanya butuh waktu 1 jam untuk membersihkannya.
Setelah selesai aku langsung pulang saat sampai di rumah aku langsung di tanyai mengapa aku bisa pulang hingga larut malam sekali. Lalu aku langsung ke kamar dan mencari baju lalu aku keluar dan mengambil banyak nasi dan lauk aku sangat lapar dan juga kesal. Aku menghabiskan nasi yang ada di magickom dan lauk setelah itu aku pun langsung mencuci piring piring yang kotor. Setelah selesai aku langsung ke kamar dan mengerjakan tugas yang di berikan tadi.
Keesokannya aku tak ke kelas karena aku masih kesal dengan semua orang yang ada di kelas. Aku langsung ke kolam dan mulai berenang tapi saat mulai berenang sepettinya airnya mengeluarkan bau busuk. Aku pun langsung keluar dari kolam dan mandi setelah itu aku pun ke ruang ganti untuk Menganti baju ku. Tapi sepertinya dari tadi ada yang mengawasi ku aku melihat ke belakang tapi tak ada orang aku melanjutkan memakai baju setelah selesai aku hendak keluar tapi ada yang menarik tangan ku.
"Siapa kamu?" Kata ku karena aku tak mengenal laki laki yang menarik tangan ku ini
"Siapa aku itu tak penting sekarang kau milik ku." Katanya dengan senyum mesumnya
"Jangan lepas kan aku mohon lepaskan aku" kata ku karena aku sudah mulai ketakutan
"Gak semudah itu." Kata teman satunya
Setelah itu dia terus menciumi ku aku menendang kemaluannya lalu pergi dia mengejar ku saat di luar aku bertemu dengan galih aku langsung bersembunyi di belakangnya.
"Kak bantu aku aku mohon." Kata ku kepada kak galih karena aku sangat ketakutan dengan para laki laki yang mengejar ku itu.
"Kalian sedang apa sekarang pergi"kata kak galih kepada pria pria itu.
"Baik kak." Kata laki laki itu lalu mereka pergi
Setelah itu mereka pun pergi meninggalkan ku. Aku pun berterima kasih dan langsung ke kelas saat sampai semua murid yang di dalam kelas tampak biasa saja seperti tak terjadi apa pun kemarin. Aku pun mulai mengikuti pelajaran setelah selesai ku langsung ke toko.
Saat di sampai di toko sudah ada Amelia dan beberapa pelanggan aku menaruh tas ku dan langsung membantu Amelia melayani beberapa pelanggan tak lama kemudian semua pelanggan pun pulang. Aku dan Amelia langsung duduk di bangku tunggu.
"Al kamu baik baik aja kan? Kata Amelia kepada ku
__ADS_1
"Memangnya kenapa? Kata ku kepada Amelia tanpa melihatnya
"Muka kamu kusut banget pasti ada masalah kan?" Kata Amelia tepat pada sasaran
"Ya memang ada bukan masalah besar kok hanya masalah kecil aja." Kata ku kerena aku tak ingin membuatnya menjadi khawatir
"Coba kamu cerita sama aku?" Kata Amelia sambil menghadap ku
"Aku pernah cerita sama kamu laki laki yang bernama crisan?" Kata ku memulai cerita panjang
"Iya terus kenapa sama dia?" Kata Amelia dan ya dia mulai penasaran
"Hah mereka mulai membuli ku di Sekolah." Kata ku frustasi
"Maksud kamu para keenam tuan muda?" Kata Amelia masih bingung dengan apa yang aku ucapkan
"Iya." Kata ku dengan malas
"Tapi." Kata kata ku terhenti saat teringat salah satu laki laki dari ke enam tuan muda itu
"Tapi kenapa?" Kata Amelia penasaran
"Salah satu dari mereka ada yang sangat baik kepada ku bahkan selalu menolong ku di saat aku sedang ada masalah." Kata ku sambil memikirkan kan kak galih.
"Hanya satu orang itu?" Kata Amelia tak percaya
Setelah itu kami pun mulai melayani para pelanggan yang datang ke toko. Sekitar jam 8 malam toko pun di tutup. Aku pun keluar dan naik sepeda motor ku. Saat di perjalanan pulang aku melihat kak galih sedang berdiri di sebuah poster yang sangat besar. Aku ingin berhenti dan menyapanya saat aku melihat di sekitarnya ternyata teman temannya tak ada.
Aku terus mengendarai motor ku saat sampai di rumah aku langsung mandi dan makan saat makan adik ku Frank mengatakan kalau ada siswa di SMA valdor yang sering tidur dengan laki laki dan sering keluar masuk ke hotel bintang lima dengan laki laki yang berbeda.
"Apa kamu gak salah baca?" Kata ku tak percaya dengan apa yang di katakan oleh adik ku
"Coba Kaka baca sendiri." Katanya sambil menyodorkan laptopnya kepada ku
"Oh astaga siapa dia membuat nama sekolah menjadi jelek. Oh alecia apa kamu kenal di sini di tulis kalau di berinisial nona F?" Kata ibu ku yang mulai geram dengan anak yang membuat sekolah terbaik di sini menjadi jelek reputasinya
"Aku gak tau karena aku gak kenal nama murid murid di sekolah atau pun di kelas." Kata ku kepada ibu ya karena aku memang tak mengenal semua nama murit yang ada di kelas karena menurut ku itu tak penting
"Ah astaga bagaimana kamu bisa gak tau hah anak ini." Kata ibu ku sambil menjitak kepala ku ya begitu lah ibu ku, dan itu sudah membuat ku terbiasa dengan kelakuannya kepada ku.
Setelah itu aku pun kembali ke kamar dan mengerjakan tugas yang belum selesai tapi aku tak bisa berkonsentrasi karena pikiran ku menuju kepada kak galih yang tadi berdiri di depan sebuah poster aku penasaran gambar siapa di poster itu. Dan di samping itu aku memikirkan siapa siswa yang bisa berbuat sepeti itu bukan kah semua murid murid di SMA Valdor itu orang kaya semua ya kecuali diri ku. Memikirkan semua ini hanya membuat kepala ku menjadi pusing aku pun pergi tidur.
Keesokannya aku memasuki sekolah aku ingin tau siapa sih wanita yang berbuat kekejian seperti itu. Aku langsung berjalan menuju kelas. Saat sampai di kelas semua orang melihat ke arah ku dan di papan tertulis kalau wanita yang sering keluar masuk ke hotel bersama dengan laki laki yang berbeda itu adalah aku. Aku berjalan dan menghapusnya.
"Silahkan kamu hapus itu tapi kamu tak bisa menghapus ini" kata balerina sambil menunjukan layar HPnya ke arah ku.
__ADS_1
"Tapi aku tak melakukan itu." Kata ku kepada mereka semua
"Siapa yang percaya dengan kata kata mu." Kata daiva kepada ku sambil tersenyum mengejek ke arah ku.
Setelah itu semua orang menatap ku dengan tatap jijik. Aku pun kembali ke kursi di atas meja ku ada sebuah kain yang entah lah apa itu. Itu sangat bau dan banyak cairan putihnya.
"Apa ini?" Kata ku sambil menunjuk ke arah kain yang ada di depan ku
"Kamu tak tau ini apa?" Kata bellarina kepada ku
"Baik lah akan aku beri tahu apa ini. Ini adalah spe***a." Kata daiva kepada ku membuat ku terkejut setengah mati
"Bukan kah kamu suka dengan ini ha ha ha ha ha ha ha ha" kata daiva dan itu membuat se isi kelas menertawai ku
Setelah itu aku mengambil kain itu dan membawa ke markas para ke enam tuan muda. Saat sampai semua keenam tuan muda berkumpul di. Aku langsung menghampiri mereka dan berdiri di dekat crisan
"Lihat siapa yang datang. Kalau kamu datang hanya untuk minta maaf kamu sudah terlambat bahkan sangat sangat terlambat." Kata crisan saat dia melihat ku datang
"Aku tak akan pernah mau meminta maaf pada pelaku kejahatan seperti dirimu." Kata ku sambil melemparkan kain yang berbau busuk itu ke wajah crisan. Aku tak peduli karena menurut ku ini sudah melebihi batas.
"Apa cara seperti ini yang di gunakan kalangan orang miskin untuk minta maaf?" Kata crisan kepada ku dan itu membuat ku makin marah karena dia lah yang salah mengapa harus aku yang meminta maaf kepada dia bukan kah aku tak salah.
"Dan apa seperti ini cara kalangan orang kaya untuk menindas orang kecil." Kata ku mengembalikan kata kata
"Apa kau bilang?" Kata crisan sambil berdiri dan maju ke arah ku.
"Aku sudah ibgat untuk jangan pernah mengangguk ku dan setiap orang memiliki batas kesabaran dan ini adalah batas kesabaran ku." Kata ku sudah tak bisa sabar lagi.
Hhaaaaaaaaaaaaaahhhhhhhhh aku langsung menonjok dan menendang kemaluannya sampai di tersungkur ke lantai.
"Apa kau pernah melihat ku berjalan dengan laki laki lain? Apa pernah kau lihat dengan mata kepala mu sendiri kalau aku tidur dengan laki laki yang berbeda setiap malam? Kau hanyalah anak manja yang taunya menghabiskan kekayaan orang tau bahkan aku yakin 100% bahkan 10000000% kalau kau tak pernah menghasilkan uang sendiri." Kata ku meluapkan semua emosi yang aku pendam beberapa hari ini
Setelah itu aku langsung pergi meninggalkan kan para ke enam tuan muda yang melihat ku. Aku langsung ke kelas dan mengambil tas ku. Lalu aku berjalan ke jelas mengambil tas ku dan pulang.
Keesokannya aku tak ingin masuk sekolah karena aku takut entah apa yang akan terjadi ,kepada ku hari ini membuat ku merinding jika mengingat kejadian kemarin.
Setelah bertengkar cukup lama dengan Mama dan papa ku akhirnya aku memutuskan untuk ke sekolah aku berjalan mengendam endam agar tak ada orang yang melihat ku. Dan akhirnya aku sampai di kelas dengan selamat, semua siswa di kelas ku tampak biasa saja dan mungkin mereka tak tau apa yang terjadi kemarin. Setelah itu pelajaran pun di mulai, saat jam istirahat aku pergi ke kantin untuk memakan bekal yang aku bawa. Saat akan memasuki kantin ada banyak penjaga yang berpakaian serba hitam di depan ku.
"Maaf tuan saya mau lewat." Kata ku kepada para laki laki di depan ku karena mereka menghalangi jalan ku
"Apa benar kamu yang bernama Alecia Elvina Aloysius?" Kata salah satu laki laki yang ada di depan ku
"Iya benar ada apa tuan?" Kata ku penasaran
"Sebaiknya kamu ikut saya sekarang ." Kata laki laki itu membuat ku takut ya sebaiknya aku menghindar karena aku merasa kalau aku akan terkenal masalah
__ADS_1
"Maaf tapi saya ada pekerjaan yang penting permisi." Kata ku sambil berbalik badan dan berjalan
Hah sepertinya mereka ank buat dari crisan kenapa juga aku sangat gegabah kemarin hingga menendang dan juga menonjoknya. Tapi belum sempat aku pergi aku di gendong dan di bawa ke sebuah mobil limusin yang sangat mewah.