
Setelah itu syasa tidur. Saat dia tidur kami semua lega melihat keadaan syasa baik baik saja. Aku
duduk di sampingnya aku melihat jam ternyata sudah jam 3 pagi aku keluar untuk
mencari makan karena lapar sudah terasa saat sudah melihat yang lain tidur aku
keluar tapi saat aku akan membuka pintu
“kamu mau kemana?” kata dion kepada ku
“mau beli makan? Kamu mau kalau mau ayo ikut.” Kata ku kepada dion
“oke.” Kata dion kepada ku
Setelah itu kami pergi ke sebuah restoran cepat saji di pinggir jalan yang dekat dengan rumah sakit.
Saat sampai aku langsung memesan begitu pun dengan dion. Udara di luar dingin
sekali bahkan aku sudah mengenakan jaket yang cukup tebal tapi udara masih juga dingin
“kamu gak dingin?” kata ku kepada dion karena dia tak memakai jaket
“gak malah aku sumuk banget.” Katanya kepada ku
“kok bisa?” kata ku bingung
“gak tau ya kalau musim dingin aku lebih sering kepanasan dari pada kedinginan.” Kata dion kepada ku
“kayak mahluk jadi jadian saja kamu.” Kata ku kepadanya
“enak aja.” Kata dion kepada ku
“aku tau perasaan kamu.” Kata ku sambil meminum kopi yang aku pesan
“tau apa?” kata dion bingung dengan pertanyaan ku
“perasaan kamu ke syasa.” Kata ku kepada dion
“oh itu, tau dari mana kamu?” kata dion sambil menunduk dan minum kopi
“dari mata dan tingkah laku kamu.” Kata ku kepadanya sambil melihatnya dan tersenyum
“emang kelihatan banget ya?” kata dion kepada ku
“iya.” Kata ku kepada dion
“padahal aku sudah nyembunyikan dengan sangat rapi selama ini tapi langsung ketahuan sama kamu.” Kata dion kepada ku
“aku juga sudah tau dari lama?” kata ratna yang baru saja datang bersama dengan Jason
“sudah deh gak usah sok tau.” Kata dion kepada ratna
“kok kesini?” kata ku kepada Jason
“ratna bangunin aku soalnya liat kalian berdua keluar.” kata Jason kepada ku aku hanya mengangguk saja
“kamu sudah suka syasa sejak dulu kan?” kata ratna kepada dion
“dari mana kamu tau?” kata dion kaget
“soalnya aku pernah sekali dengar kamu bicara sama temen kamu kalau kamu suka sama syasa siapa namanya dah ya hmmmmmm.. mmmmm oh aku ingat maike.” Katanya sambil menunjuk ke muka dion
“aahhh suka banget sih dengerin omongan orang.” Kata dion kesal
“yeee aku kan gak sengaja beekkk.” Kata ratna sambil menjulurkan lidahnya
“sudah sudah kok jadi debat sih.” Kata Jason menengahi
“al, aku emang sudah suka sama syasa sejak pertama kali aku di bawa ke rumah itu dan bertemu dengan syasa bahkan dia memperlakukan ku sangat baik tapi suatu hari aku tanya sama dia apa dia pernah suka sama aku apa gak tapi dia bilang kalau di suka sebagai kakak dan adik aku tak putus asa untuk ngejar dian terus 2 bulan kemudian dia sudah pacaran sama joni dan setelah lulus SMA mereka bertunangan tapi saat aku dengar mereka akan menikah aku pergi keluar negeri pas kamu tau waktu kemarin papa nelfon aku gembiran banget waktu papa bilang kalau syasa gak jadi menikah dengan joni aku kesana dengan sebuah harapan akan bersama dengan syasa tapi saat tau kamu calon suaminya aku merasa kalau aku memang tak pantas…….. Dan saat aku mendengar kalau syasa di culik sama joni awalnya aku nyalahin kamu gara gara kamu gak jagain syasa dengan baik dan saat itu aku bertekad akan membawa syasa jauh dari kamu saat syasa nanti di temukan tapi hari demi hari yang kamu fikirkan hanya syasa dan aku sempat lihat kamu nangis karena takut kehilangan dia aku sadar kalau kamu tulus mencintainya. Dan aku setuju dengan hubungan kalian dan akan membuang perasaan ini jauh jauh karena aku tau kalau syasa juga mencinta kamu.” Kata dion kepada ku
“dari mana kamu tau kalau syasa cinta sama aku?” kata ku kepada dion
“tadi waktu syasa sadar matanya hanya mencari kamu, saat di melihat kamu dia sepertinya sangat gembira dan merasa lega.” Kata dion sambil menganduk aduk kopinya
“aku gak tau kalau syasa cinta sama aku, aku hanya fikir kalau syasa masih suka sama austyn.” Kata ku kepada dion sambil meminum kopi
“dia sudah lama cinta sama kamu.” Kata austyn yang baru masuk ke dalam
“ngapain disini?” kata ku kepadanya
“laper.” Katnya sambil mengelus elus perutnya
“oh.” Kata ku kepadanya
__ADS_1
“bahkan kamu gak tau kalau wanita yang kamu cinta itu sudah cinta sama kamu sejak lama.” Kata austyn kepada ku
“gak usah sok tau.” Kata ratna kepada austyn
“kamu yang jangan ikut ikut ini mulut lemes banget dari dulu gak berubah ubah.” Kata dion kepada ratna
“ih kamu nih.” Kata ratna marah kepada dion
Setelah itu makanan yang kami pesan pun datang. Setelah datang kami semua langsung makan setelah selesai kami masih berbincang bincang mengenai beberapa hal sampai kami lupa jam setelah itu aku membayar dan berjalan kembali ke rumah sakit karena ini juga sudah jam 6 pagi karena sejak tadi kami habis kan untuk berbincang bincang di dalam warung.
“al?” kata austyn kepada ku
“iya?” kata ku kepadanya
“bisa bicara sebentar?” kata austyn kepada ku
“oke.” Kata ku kepadanya
“kalian duluan aja, bentar lagi aku nyusul aku sama autyn masih mau bicara sebentar.” Kata ku kepada ratna, Jason, dan dion
“bicara mulu gak capek apa tu mulut?” kata dion kepada ku
“sudah sana.” Kata ku mengusir dion
“iya iya.” Kata dion sambil berjalan menjauh
Aku dan ausstyn berjalan kea rah taman yang ada di dekat rumah sakit dan duduk di sebuah kursi taman
“ada apa?” kata ku kepadanya
“jaga dia?.” Kata austyn kepada ku
“pasti.” Kata ku kepada austyn
“kenapa bisa berubah pikiran bukannya dulu kamu sangat sangat mengejar ngejar syasa?” kata ku penasaran
“iya awalnya aku menyesal dan ingin dia kembali, bahkan saat Jason ke rumah dan mengatakan kalau syasa sudah tak mencintai ku aku tak percaya tapi beberapa hari setelah Jason ke rumah aku tak sengaja bertemu dengan syasa.” Kata austyn kepada ku
“ketemu dimana kamu sama syasa?” kata ku penasaran
“kayanya di depan kantor kamu, dan katanya dia pulang kerja.” Kata austyn kepada ku
“oh iya terus?” katanya kepada ku
“ya aku bilang kalau aku mau bicara sama dia dan menjelaskan semuanya dia mau. Akhirnya kita duduk di taman yang dekat dengan kantor mu setelah itu aku mengatakan kalau aku menyesal dan ingin kembali kepadanya tapi kamu tau apa yang dia bilang sama aku?” kata austyn kepada ku
“dia bilang “aku sudah jatuh cinta sama seseorang entah sejak kapan tapi aku tau kalau aku sudah punya perasaan sama dia, dan kamu tau saat aku di dekatnya aku merasa seperti aman tentram dan juga bahagia. Dan kamu tau aku gak pernah sebahagia sebelumnya bahkan saat bersama kamu atau pun dengan joni. Jadi intinya aku bahagia bareng sama dia dan satu hal paling penting aku sudah jatuh cinta kepadanya” itu yang dia katakana kepada ku
saat itu dan dia mengataknnya sambil tersenyum ya senyum yang tak pernah aku lihat sebelumnya dan saat itu aku tau kalau aku hanya ingin dia bahagia, aku bilang sama dia kalau aku relakan dia sama kamu. Saat aku bilang gitu perasaan ku serasa sangat lega dan saat aku melihat kamu sama dia entah kenapa hati ku rasanya sakit sekaligus bahagia.” Kata austyn kepada ku sambil melihat ku
“aku gak tau saat aku bilang I love you ke dia, ya dia memang mengatakan kalau dia juga mencintai ku tapi rasanya ada yang kurang dengan kata kata itu.” Kata ku sambil tertunduk
“kamu kan sudah tau kalau di juga cinta sama kamu, jadi aku harap kamu jaga dia seperti kamu jaga diri kau sendiri.” Kata ustyn kepada ku
“pasti.” Kata ku kepadanya
Setelah itu kami kembali ke rumah sakit saat sampai ternyata syasa sedang berbicara dengan mama dan mami
“al.” kata syasa kepada ku sambil duduk
“jangan duduk dulu kamu harus tiduran dulu biar cepet sembuh.” Kata ku kepadanya karena aku khawatir dengan keadaanya
“gak papa kok tadi dokter juga sudah bilang kalau aku gak papa duduk.” Katanya kepada ku
“iya sudah tapi pelan pelan ya jangan gerak sembarangan.” Kata ku tetap khawatir
“iya iya.” Kata kepada ku
“terus ada apa kamu tadi manggil aku tuan putrid?” kata ku kepadanya
“idih pakek tuan putri segala lebay.” Kata ratna kepada ku
“sudah deh gak usah iri.” Kata ku kepada ratna
“ih siapa yang iri gak tuh.” Kata ratna kepada ku
“terus ada apa sayang?” kata ku kepada syasa
“kamu tau kalau mama sama mami itu dulu sahabatan loh dan kamu tau cewek yang mau mami jodohin sama kamu tau ngak siapa?” kata syasa dengan antusia
“ngak siapa?” kata ku kepada syasa
“aku.” Katanya sambil tersenyum lebar
__ADS_1
“tapi waktu itu mami ngasih foto ke aku dan itu bukan foto syasa.” Kata ku kepada mami
“ada kok di bawah sendiri tapi kamunya ajh gak mau liat dan langsung pergi.” Kata mami kepada ku
“jadi yang mami mau jodohin sama al itu syasa?” kata ku kepada mami tak percaya
“iya lah.” Kata mami kepada ku
“kok gak bilang ke aku sih mi?” kata ku kepada mami kesal karena mami tak bilang kepada ku kalau wanita yang dulu mau mami jodohkan dengan ku ternyata syasa
“eh mama sudah bilang dan suruh milih, tapi waktu itu kamu langsung pergi dan bilang gak mau ya sudah mami gak bicara apa apa lagi.” Kata mami kepada ku
“iya kamu juga sih al, seharusnya kamu liat dulu.” Kata papi kepada ku
“iya iya maaf deh.” Kata ku kepada papi dan mami
“terus gimana ini apa perjodohan ini mau di teruskan atau ngak nih? Tapi kayaknya alzelfin sudah nolah dari awal loh sayang.” Kata mami kepada syasa
“oh gitu ya sudah aku cari lain.” Kata syasa kepada mami
“jangan iya maaf deh aku kan gak tau, terus sudah lah lanjutin perjodohan ini.” Kata ku kepada mami
“oke ini pasang kan ke lengan dan leher calon mantu mama, dan ingat jangan pernah di buka.” Kata mami kepada ku sambil memberikan kalung dan gelang warisan keluarga kami yang dulu pernah di berikan oleh syasa
“mami dapat mana ini kan syasa taruh di lemari syasa.” Kata syasa kepada mami
“oh waktu itu saat perjalan ke rumah sakit mama sama mami persiapain baju buat kamu tapi saat ambil baju gelang dan kalung ini jatuh jadi mami sekalian bawa.” Kata mami kepada syasa
“ya sudah pasanga cepet apa aku yang mau masang?” kata austyn mengoda ku
“gak lah enak aja lo.” Kata ku kepada austyn
Setelah itu aku berjalan ke arah syasa dan memakai kan gelang dan kaung yang di berikan kepada mami setelah itu aku berlutu dan mengambil cincin yang beberapa bulan lalu aku beli untuk melamar syasa karena waktu itu gagal karena syasa di culik jadi aku akan melamarnya sekarang
“nganu apa kamu gitu.” Kata syasa kepada ku
“will you marry me?” kata ku kepadanya dia hanya diam saja
“well?” kata ku kepadanya
“yes l will.” Kata syasa kepada ku
Setelah itu aku memasangkan cincin ke dalam jari manisnya
“selamat aku ikutbahagia ya sya?” kata ratna kepada syasa
“iya makasih ya.” Kata syasa kepada ratna
“selamat ya sya aku bahagia liat kamu bahagia.” Kata austyn sambil menjabat tangan syasa
“sudah jangan lama lama.” Kata ku kepada austyn
“iya iya.” Kata austyn sambil kembali ke sofa
“terus kapan kalian mau ngadain pernikahannya?” kata mami kepada ku dan syasa
“secepatnya.” Kata ku dan syasa berbarengan
Aku melihat syasa sesuai janji ku kalau aku tak akan membuatnya sedih aku akan terus membuatnya
tersenyum dan tertawa, dan akan menjaganya seperti aku menjaga diri ku sendiri.
Setelah itu suster masuk dan memberikan makanan kepada syasa aku menyuapi syasa
setelah selesai makan syasa meminum obatnya tak lama kemudian dia tidur. Aku
duduk di sampingnya sambil menyentuh pipinya aku bahagia bahwa dia akan segera
menjadi istri ku secepatnya setelah di keluar dari rumah sakit. Setelah itu aku
menyelimutinya dan mencium keninganya lalu berjalan ke arah sofa
“selamat bro.” kata Jason kepada ku
“makasih.” Kata ku kepada Jason
“jangan lupa sama janji mu dan selalu baut dia bahagia lalu jangan sampai kamu ngebuat dia
meneteskan air mata. Syasa sudah punya kamus ekarang aku harap kamu gak akan
pernah menyia nyiakan syasa al.” kata ratna sambil melihat kea rah syasa yang
sudah tidur
__ADS_1
“coba ajah kalau dia berani ngelukain syasa aku hajar dia.” Kata dion kepada ku dan ratna
“dia gak akan pernah terluka yang ada di hidupnya hanya kebahagiaan mulai sekarang.” Kata ku kepada mereka