Cinta Ku kembali

Cinta Ku kembali
Episode 62


__ADS_3

( Syasa )


Tak terasa sudah 1 minggu aku disini dan mami


memperlakukanku dengan sangat baik Aku bangun pagi sekali karena aku harus


membantu mami menyiapkan sarapan karena disini pembantu tak di perbolehkan


untuk memasak untuk keluarga jadi disini hanya mami yang memasak untuk keluarga


setelah selesai andi aku turun ke bawah untuk membantu mami menyiap kan makana.


Aku melihat kea rah dapaus dan melihat mami sedang memasak aku berjalan ke


arahnya saat sampai aku berdiri melipat kemeja ku


“mi aku bantu ya?” kata ku kepada mami


“gak usah sayang, mami bisa kok.” Kata mami


kepadaku


“aku juga gak papa kok mi jadi aku bantu mami


ya?” kata ku kepada mami sambil berjalan ke arahnya


“hmmm ya sudah sini.” Kata mami kepadaku


“oke kalau gitu kita mau masak apa sekarang


mi?” kata ku kepada mami


“kita masak makanan kesukaan kamu donk


sayang.” Kata mami kepadaku


“kok kesukaan aku terus mi? kok ngak masak


kesukaan mama papa sama alzelfin?” kata ku kepada mami


“karena kesukaan kita semua sama.” Kata mami


kepada ku dengan senyumnya yang membuatnya tampak sangat cantik di usianya yang


sudah senja


“oiya mi beneran?” kata ku tak percaya dengan perkataan mami


“iya donk sayang.” Kata mami sambil mengelus rambut ku


“aku gak nyangka kalau kita suka sama makanan


yang sama loh mi.” kata ku kepada mami


“mami awalnya juga gak nyangka tapi mama


seneng kalau kamu suka sama masakan mami.” Kata mami kepada ku


“pasti donk mi aku suka, oiya masakan mami


itu sama persis kayak masakan mama syasa loh mi.” kata ku kepada mami


“oiya sayang?” kata mami tak percaya


“iya beneran mi, 100 persen sama mi.” kata ku


kepada mami?” kata mami kepadaku


“oiya nama mama kamu siapa sayang?” kata mami


bertanya tentang mama ku


“namanya Amaya di panggil maya mi.” kata ku kepada mami


“oiya itu nama yang sama dengan sahabat mami


yang dulu mau mami jodohin sama alzelfin.” Kata mama kepada ku


“oiya mi dia orang mana?” kata ku kepada mami karena penasaran


“hmmm dia ikut suaminya sih sayang, mami gak


tau dimana dia mami hanya kontekan saja di hp.” Kata mami kepada ku


“oiya mami sudah gak ketemu berapa lama sama


sahabatnya mami?” kat ku kepada mami


“lama banget sayang, ya paling sudah 20 tahun


mami gak ketemu sama dia. Padahal mami kangen banget sama dia.” Kata mami


sambil menaruh pisau yang di pegangnya


“terus cewek yang mau di jodohin sama


alzelfin mi?” kata ku kepada mami


“mami juga gak tau sama dia sayang?” kata


mami kepada ku


“terus kenapa mami mau jodohin dia sama


alzelfin kalau mami gak tau sama sifat cewek itu?” kata ku kepada mami


“karena waktu kuliah dulu mami sudah janji


kalau punya anak cowok dan cewek mami bakalan jodohin mereka tapi mami sadar


kalau pilihan mami salah dan mami suka sama kamu  jadi mami ngebatalin perjodohan itu.” Kata


mami kepada ku


“makasih ya mi sudah setuju sama hubungan ku


sama alzelfin.” Kata ku kepada mami


“iya sama sama sayang?” kata mami kepada ku


sambil memeluk diri ku


“ya sudah ayo lanjut masak mi nantik papi


sama alzelfin keburu laper?” kata ku kepada mami


“oh iya ya sudah ayo.” Kata mami kepadaku


Setelah itu aku dan mami mulai memasak


beberapa makanan yang menjadi kesukaan kita semua yak arena kita semua menyukai


makanan yang sama dengan ku. Aku membantu mami mengupas bawang, dan mencuci


ikan setelah selesai kami membawa hasil masakan mami ke meja makan. Dan saat


sampai ternyata papi dengan alzelfin sudah menunggu di meja makan.


“kok lama sih mi?” kata alzelfin kepada mami


“iya maaf, ini kan lagi di siapain.” Kata


mami kepada alzelfin


“oke sudah ya sudah ayo makan?” kata mami


kepada kami


“ayo.” Kata alzelfin


“syasa sini piringnya mami ambilin nasinya?”


kata mami kepada ku


“gak usah mi gak papa syasa bisa kok.” Kata


ku kepada mami karena aku tak nyaman dengan mami tapi mami langsung mengambil


piring milik ku


“makasih mi, maaf ngerepotin?” kata ku kepada


mami


“gak papa sayang disini sudah jadi tradisi


kalau calon mantu harus di layani seperti keluarga.” Kata mami kepadaku

__ADS_1


Aku menganggukan kepala, lalu kami mulai


makan saat makan tak ada  suara yang


keluar dari mulut hanya suara dentingan garpu dan sendok yang menyentuh


permukaan piring. Karena kata alzelfin tak boleh ada yang bicara sepatah kata


pun saat makan. Setelah selesai  aku


hendak membantu memasukkan piring kotor tapi mami melarang ku karena ini


perkerjaan pembantu.


Setelah itu kami ke sebuah gazebo yang ada di


sebuah kolam ikan disini sejuk sekali aku membantu mami member makan ikannya.


Setelah selesai kami duduk di kursi yang melingkar dan memulai pembicaraan


tentang rencana kami menikah.


“terus kapan kamu mau ke rumah orang tau


syasa al?” kata papi kepada alzelfin


“habis dari sini kita langsung kesana kok


pi.” Kata alzelfin kepada papi


“terus rencana kalaian menikah kapan?” kata


mami kepada ku dan alzelfin


“secepatnya mi.” kata alzelfin kepada mami


“iya jangan lama lama.” Kata mami kepada ku


“iya mi.” kata ku malu malu


“jadi kapan kalian balek dari sini?” kata


papi kepada ku dan alzelfin


“besok pi.” Kata alzelfin


“kok sudah mau pulangmami kan masih kurang


barengan sama syasa.” Kata mami kepada kita


“ya aku kan biar bisa cepet ketemu sama


keluarga syasa mi kan katanya biar cepet cepet menikah?” kata alzelfin kepada


mami


“iya sih, ya sudah kamu sehat sehat ya


sayang?” kata mami kepadaku


“iya mi pasti mi.” kata ku kepada mami


Setelah itu kami berbincang bincang beberapa


hal, setelah selesai kami masuk ke dalam saat di dalam mami mengajak ku ke


dalam kamarnya katanya sih mau ngasih aku sesuatu. Aku mengikuti mami dari


belakang saat sampai mami menyuruhku untuk masuk saat di dalam aku


terpananmelihat kemewahan yang ada di dalam dan tempat tidur dengan sebuah


huruf AA membuatnya sangat indah. Mami menyuruh ku untuk duduk di atas tempat


tidurnya aku menurutinya mami berjalan ke arah meja riasnya tak lama kemudian


mama membawa sebuah kota kepada ku yang baru saja di ambil lalu menyerahkannya


kepada ku aku menerima kota ku tapi aku bingung ini untuk apa


“ini apa mi?” kata ku kepada mami karena aku


mulai kebingungan


“ini gelang sama kalung yang sudah turun


“kamu pakek ya?” kata mami lagi sambil


menyerahkan kalung dan gelang itu kepada ku


“tapi mi aku kan masih calon mantu mami, kenapa


mami sudah ngasih ini ke aku?” kata ku kepada mami


“karena mami yakin kalau kamu akan menjadi


istri yang setia dan baik buat anak mama alzelfin, jadi mama harap kamu bisa


jaga kepercayaan mami sama papi?” kata mami kepada ku sambil memasangkan kalung


itu ke leher ku dan memasangkan gelang itu ke tanganku


“makasih ya mi? aku janji kalau aku bakalan


jaga kepercayaan mami dan papi.” Kata ku kepada mami


“iya sayang mami percaya sama kamu?” kata


mami kepada ku


Aku pun memeluk mami setelah selesai aku


kembali ke kamar saat sampai aku sudah melihat alzelfin tiduran di atas


ranjang. Aku berjalan menuju arahnya dan duduk di dekatnya diamelihat kalung


dan gelang yang aku pakai


“kok ada di kamu sayang?” kata alzelfin


kepada ku


“mami yang ngasik ke aku barusan?” kata ku


kepada alzelfin


“oiya berarti kamu mulai sekarang sudah sah


jadi tunangan aku donk?” kata alzelfin sambil memeluk ku


“kok bisa?” kata ku kepada alzelfin


“mami gak certain sejarah kalung dan gelang


itu sama kamu?” kata alzelfin dan itu tambah membaut ku penasaran


“ngak emangnya apa? Mami hanya bilang kalau


ini warisan turun temurun?” kata ku kepada alzelfin


“mau aku ceritaain ngak nih?” kata alzelfin


kepada ku


“iya certain lah?” kata ku kepada alzelfin


kesal


“oke oke, jadi gini itu kalung sudah ber umur


200 tahun?” kata alzelfin membautku kaget setengah mati


“hah yang bener kamu jadi ini rapuh donk, ya


sudah aku buka dan aku tarok di kota biar ama kata ku sambil beranjak turun


dari ranjang tapi di cegah oleh alzelfin


“kalung itu gak akan pernah hancur, meskipun


kamu pukul pakai palu sekali pun?” kata alzelfin kepada ku dan itu membuat ku


bertambah penasaran


“oiya kok bisa? Coba kamu certain semuanya ke


aku jangan buat aku penasaran kenapa sih?” kata ku kepada alzelfin karena kesal

__ADS_1


dia cerita setengah setengah


“jadi 200 tahun yang lalu oppa sama omma aku


tuh buat dapatin gelang dan kalung itu harus ngumpulin uang selama 50 tahun


baru kebeli. Dan saat itu di gereja mereka memberikan kutuka yang baik untuk


pemakai kalung dan gelang itu kutukannya “


kalung dan gelang ini akan menjadi turun temurun se umur hidup dan siapa pun


yang memakai kalung dan gelang ini akan bersama dengan pasangannya yang


sekarang di kehidupan ini bahkan di kehidupan selanjunya dan tak akan pernah


terpisah apa pun cobaan itu dan saat calon menantu yang memakai kalung dan


gelang itu akan sah menjadi tunangan cucu atau cicit ku kelak” gitu  isi sumpahnya jadi kalung itu sudah sangat


sangat di jaga selama 200 ini secara turun temurun dan kamu sama aku bakalan


hidup selamanya sampai mau memisahkan kita karena kamu sudah pakai kalung itu?”


kata alzelfin sambil memegang kedua tangan ku


“aku seneng kalau se umur hidup ku di habisin


bareng kamu, karena aku cinta sama kamu al?” kata ku kepada alzelfin


“hah apa kata kamu barusan sayang?” kata alzelfin


tak percaya dengan ucapanku


“aku cinta sama kamu.” Kata ku kepada


alzelfin


“aku juga cinta banget banget banget sama


kamu sya.” Kata alzelfin sambil memeluk diri ku


“ya sudah ayo beres beres soalnya kan kita


besok penerbangan pagi?” akta ku kepada alzelfin


“aku jadi buru buru mau nikahin kamu.” Kata


alzelfin sambil menggoda ku


“sudah deh gak usah kebanyakan gombal yang


penting sekarang kamu bantuin aku beres beres?” kata ku kepada alzelfin


“siap istri ku!” kata alzelfin dan itu


membuat ku malu


Setelah itu akudan alzelfin memasukkan barang


barang yang kami bawa  saat aku melihat


jam tak terasa sudah jam 5 sore aku mandi dan bergegas membantu mami measak


untuk makan malam. Aku turun ke bawah dan membantu mami setelah selesai kami


pun makan malam dan mala mini kami habis kan untuk berbincang bincang sepuasnya


tapi tak terasa jam sudah menunjukan jam 12 malam. Mami dan papi menyuruhku


untuk beristirahat karena besok kami harus ke London. Setelah itu kami masuk


dan tidur


Saat pagi aku masih membantu mami memasak


setelah selesai  kami pun makan. Lalu


mami dan papi mengantar ku dan alzelfin ke bandara saat di pesawat aku


mengingat ingat kebaikan mami selama beberapa hari ini kepada ku dari eropa ke


London tidak lama hanya memakan waktu 2 jam saja. Tak lama kemudian pesawat


yang kami tumpangi mendarat dan saat sampai di lobi bandara aku melihat sopir


ku aku berjalan ke arahnya dan memberikan koper kami kepadanya setelah selesai


kami pun jalan aku melihat keluar disini tak ada yang berubah sejak ku


tinggalkan beberapa tahun yang lalu.


Tak lama kemudian mobil pun sampai aku turun


mama dan papa menunggu ku di depan pintu aku berlari kepda mama dan papa yang


menunggu ku saat sampai aku langsung memeluk mereka secara bergantian karena


aku sangat sangat merindukannya.


“kangen?” kata ku kepada mama dan papa


“mama sama papa juga kangen sama kamu?” kata


mama kepadaku


“dan ini?” kata papa menunjuk kea rah


alzelfin


“oh ini ccalon suami syasa alzelfin?” kata ku


kepada papa dan mama


“halo tante om saya alzelfin?” kata alzelfin


sambil menjabat tangan mama dan papa ku


“ya sudah ayo masuk?” kata papa kepada


alzelfin kami pun berjalan ke arah ruang tamu


“jadi ini laki laki yang kamu bilang mau


kenalin ke mama sama papa?” kata papa kepada ku


“iya pa.” kata ku sambil tersenyum


“papa setuju saja sama hubungan kalian tapi


saya hanya minta kamu jaga dia, soalnya dia gampang sakit dan manja banget


anaknya?” kata papa kepada alzelfin


“iya pasti om saya bakalan jaga syasa dengan


sepenuh hati.” Kata alzelfin kepada papa


“kalau gitu jangan panggil om atau tante tapi


panggil mama sama papa aja.” Kata mama kepada alzelfin


“iya ma.” Kata alzelfin


“terus kalian disini berapa lama?” kata papa


kepada ku


“kita disini 2 minggu pa.” kata ku kepada


papa


“ya sudah kamu anterin alzelfin ke kamar


kamu, biar dia istirahat dulu kayaknya dia masih capek.” Kata papa kepadaku


“iya pa, ayo sayang?” kata ku kepada alzelfin


Kami menaiki tangga dan berjalan di lorong


karena kamar ku di paling ujung saat sampai aku membuak kamar dan menyuruh


alzelfin tidur. Dia menganggukan kepala dia memang sangat sangat mengantuk


karena katanya takut kalau papa dan mama tak akan setuju dengan hubungan ku


dengana alzelfin seperti aku waktu itu. Setelah melihat alzelfin tidur aku pun

__ADS_1


berbaring di sampingnya sambil memainkan game yang ada di hp ku


__ADS_2