Cinta Ku kembali

Cinta Ku kembali
episode 11


__ADS_3

"Iya tanggal berapa emangnya yank?" Kata kak Sanusi kepada ku


"Tanggal tujuh Februari yank" kata ku kepada kak Sanusi


"Tahun kelahiran berapa kamu yank?" Kata kak Sanusi kepada ku.


"Tahun seribu sembilan ratus sembilan puluh delapan yank kenapa emangnya?" Kata ku kepada kak Sanusi.


"Gak papa kok yank aku hanya tanyak aja kok yank" kata kak Sanusi kepada ku.


"Oh gitu kalau kamu tanggal lahirnya berapa yank?" Kata ku kepada kak Sanusi.


"Aku tanggal dua puluh tujuh Desember yank" kata kak Sanusi kepada ku.


"Oh tahun kelahirannya yank?" Kata ku kepada kak Sanusi.


"Tahun seribu sembilan ratus sembilan puluh lima yank." Kata kak Sanusi kepada ku.


"Berarti aku sama kamu lebih tua kamu tiga tahun ya yank" kata ku kepada kak Sanusi.


"Iya yank" kata kak Sanusi kepada ku


"Oiya yank kamu suka ngak sama bakso?" Kata ku kepada kak Sanusi ya karena barusan nasi goreng yang ibu ku buat di beri campuran bakso maka dari karena itu aku bertanya takutnya kak Sanusi tak menyukainya.


"Suka kok malah itu makanan favorit ku yank" kata kak Sanusi kepada ku.


"Oh gitu oiya cobak kamu bilang yank apa aja yang kamu suka yank. Kayak makanan, minuman, warna ya lainnya pokoknya dah apa pun yang kamu suka yank. Kan kamu sudah tau apa yang aku suka jadi akubjuga mau tau apa yang kamu suka yank masak cuman kamu yang tau ke sukaan ku yank sedangkan aku ngak" katabku kepada kak Sanusi.

__ADS_1


"Iya iya aku kalau makanan suka banget sama bakso ikan ayam mau pun ikan sapi itu adalah makanan favorit ku yang nomer satu. Terus kalau ikan sapi aku paling suka di kasih kecap atau pun di kuahin kayak di buat soto atau yang lainnya. Terus kalau nasi aku paling suka sama nasi jagung ya nasi putih suka tapi kalau ada nasi jagung aku akan makan nasi jagungnya yank. Terus minuman kesukaan ku aku paling suka sprit terus sama big cola. Apa lagi hemmm... Oh warna aku paling suka sama warna hitam atau abu abu. Terus kalau cewek aku suka cewek yang pengertian dan gak nakal. udah itu aja yank" kata kak Sanusi kepada ku.


"Kalau hal yang gak kamu suka yank?" Kata ku kepada kak Sanusi.


"Aku gak suka sama makanan yang berbau sayur, terus kalau aku beli bakso di luar atau di warung bakso itu harus tanpa seledri karena aku gak suka ya menurut ku baunya gak enak dan juga menyengat jadi aku gak suka. Terus aku gak suka mie bihun atau pun mie jagung entah kenapa tapi aku ngerasa kalau itu bukan seprti mie ya memang banyak yang bilang kalau rasanya enak tapi aku bener bener gak suka. Ya pokonya segala macam sayuran aku gak ada yang suka yank. Terus minuma aku gak suka minuman yang berbau kopi karena itu bakalan ngebuat aku gak tidur. Terus aku gak suka dengan warna kuning dan juga orange entah kenapa tapi aku bener bener gak suka tapi kalau buat buahan aku suka semuanya tapi ada buah yang paling aku suka yaitu manggis aku suka banget yank. Dulu bapak ku pernah bawa dari Madura buah manggis setengah keresek merah Mbg dan ibu aku hanya ambil sedikit sisanya aku habisin sendiri hanya dalam dua hari. Kata ibu ku bilang ke aku kalau aku bakalan sakit perut tapi ngak aku gak sakit perut atau pun sakit apa apa malah aku tidur nyenyak banget udah yank itu aja sih yank" kata kak Sanusi kepada ku.


"Oh gitu Iya iya" kata ku kepada kak Sanusi sambil mengangguk anggukan kepala ku.


Setelah itu aku dan kak Sanusi pun keluar ya keluar hanya jalan jalan kaki saja di daerah rumah ku saja. Entah kenapa dia ingin pergi jalan jalan di sekitar rumah ku. Saat melewati beberapa saudara ku banyak yang bertanya siapa kak Sanusi ya karena ini baru pertama kali bagi ku mengajak laki laki jalan jalan di depan rumah saudara saudara ku. Terus aku bilang kalau kak Sanusi adalah kekasih ku. Tentunya beberapa dari saudara ku ada yang menyukai kak Sanusi karena dia sangat sopan sekali tapi bebebrapa ada yang mengejek karena kak Sanusi berasal dari desa. Aku tak masalah dia berasal dari mana maka dari karena itu aku menyukainya apa lagi ke dua orang tua ku. Buat apa mempermasalahkan hal yang tidak penting seprti tempat tinggalnya toh mau pun hidup di kota atau pun di desa sama saja hanya tempatnya saja yang beda. Ibu ku Diana berasal dari desa tapi dia tak kampungan dia mengikuti apa yang di pakai dan gaya orang kota. Tapi menurut diri ku hidup di desa adalah hal yang paling bagus kenapa? Karena menurut ku di desa sejuk tidak seperti di kota pemandangannya juga banyak sepeti sawah, gunung, suara jangkrik dan sapi, saat pagi hari dapat menghirup udara segar sepuas hati dan juga bukit sedangkan di kota saat keluar rumah yang di lihat tembok tetangga, jalan raya, polusi dimana mana, gak bisa ngehirup udara segar, suara bising motor dan mobil yang lewat di jalan raya. Tapi aku tau dan aku sadar kalau pendapat setiap orang berbeda jadi aku hanya bisa diam dan tersenyum saja. Setelah puas berjalan jalan kami pun pulang. Ya karena hari sudah malam dan jam sudah menunjukan jam sembilan malam maka kak Sanusi pamit untuk pulang aku pun langsung masuk dan membungkus makanan yang sudah dingin ya karena aku tau dia tak suka dengan makanan yang masih panas. Setelah memberikannya dan embgabtarkan dia pulang aku pun masuk ke kamar laku tidur ya karena besok aku masih harus sekolah dan besok hari Senin dan waktunya aku datang pagi karena akan di adakan upacara bendera merah putih.


Keesokan harinya kak Sanusi datang seperti biasa ya tepat jam enam sore dia sudah datang ke rumah ku saat aku menghampirinya dia mengeluarkan kantong plastik dari dalam tasnya lalu menyerahkannya kepada ku.


"Apa ini yank?" Kata ku kepada kak Sanusi


"Buat kamu yank" kata kak Sanusi kepada ku.


"Karena aku abru tau kemaren tanggal ulang tahun mu yank jadi aku kasih kadonya dekarang yank, maaf ya aku hanya bisa ngasih itu ke kamu aku harap kamu suka. Sama apa yang aku kasih ke kamu" kata kak Sanusi kepada ku.


"Tapi kan ulang tahun ku sudah lewat yank" kata ku kepada kak Sanusi.


"Iya aku tau maka dari karena itu aku ngasih itu ke kamu sebagai hadiah ulang tahun, kalau masih nunggu tahun depan ngasih kado ke kamu kita kan gak ada yang tau yank apa kita masih mempunyai hubungan atau ngak yank. Maka dari karena itu aku kasih itu ke kamu yank" kata kak Sanusi kepada ku.


"Oh gitu, iya iya makasih ya yank kadonya" kata ku kepada kak Sanusi sambil mencoba tersenyum manis ke arahnya dia pun membalas senyuman ku.


"Iya sama sama yank" kata kak Sanusi kepada ku.


"Boleh di buka gak nih yank?" Kata ku kepada kak Sanusi.

__ADS_1


"Boleh kok yank bukanaja yank" katabkak Sanusi kepada ku.


Tanpa menjawab aku pun langsung membuka kado dari kak Sanusi ya aku sudah sangat penasaran dengan apa isi dari kado tersebut. Setelah ku buka ternyata sebuah kotak yang tak tau apa isinya dan juga sebuah boneka jerapah kecil. Aku pun membuka kotak kecil itu dan ternyata isinya sebuah jam tangan. Aku sangat menyukainya aku melihat ke arah kak Sanusi lalu memegang tangan kirinya.


"Makasih ya aku suka banget sama boneka dan jam tangannya" kata ku kepada kak Sanusi sambil tersenyum lebar


"Iya sama sama, maaf aku gak bisa ngasih lebih aku hanya bisa ngasih itu aja gak papa ya. Nanti kalau aku punya uang aku bakalan belikan kamu barabg lainnya" kata kak Sanusi kepada ku.


"Gak usah ini udah lebih dari cukup kok. Aku suka banget sama bonekanya apa lagi jam tangannya warna aku juga suka. Udah gak usah beli apa apa lagi ini cukup banget buat aku lagi pula ulang tahun aku kan juga sudah lewat lama babget yank. Oke udah gak papa kok. Aku bakalan pakek jam ini kemana pun akubpergi" kata ku kepada kak Sanusi.


"Ya sudah dan syukur lah kalau kanu suka sama boneka dan jam tangannya" kata kak Sanusi kepada ku.


"Iya" kata ku kepada kak Sanusi.


Setelah itu aku pun memakai jam tangan itu di pergelangan tangan ku. Di bantu oleh kak Sanusi. Setelah itu kami pun membicarakan hal lainnya ya entah bagaimana tapi kami sudah emmbicarakn soal pertunangan dan juga pernikahan padahal hubungan kami baru seumur jagung yang baru tumbuh tapi pikiran kami sudah sangat jauh ya begitu lah anak muda apa lagi dia kelas tiga SMA sedangkan aku, aku masih kelas tiga SMP entah lah tapi aku tak begitu serius dengan hubungan ini ya mungkin hubungan ku dengan kak Sanusi akan sama dengan laki laki lain yang sudah pernah berpacaran dengan diri ku. Tapi aku berharap ya bahkan aku sangat snagat berharao kalau suatu saat nanti aku akan memiliki kekasih seperti kak Sanusi yang langgeng dan menikah hingga kami emmpunyai buah hati dan hidup bersama hingga maut memisahkan impian ku terlalu tinggi bukan tapi itu adalah keinginan ku satu satu ya. Mempunyai seorang suami yang sama dengan ayah ku laki laki yang sangat hebat di dalam hidup ku dan juga ibu ku.


****


Tak terasa sudah satu bulan setengah aku menjalin hubungan dengan kak Sanusi sekarang aku sedang bersiap siap ya karena kak Sanusi akan mengajak ku ke rumahnya aku tak tau dimana rumahnya tapi aku tau daerah taman krocok semoga saja ke dua orang tuanya dan juag keluarganya yang lain mau menerima diri ku. Setelah selesai aku pun keluar ya karena kak Sanusi sudah sampai sejak tadi pagi jam delapan dan sekarang masih jam setengah sembilan pagi.


Aku pun berpamitan kepada ayah dan juga ibu ku setelah itu kami pun pergi sepanjang perjalan kak snausi banyak mengajak ku berbicara tapi aku tak begitu menjawab ya karena aku sangat gugup sekitar tiga puluh menit perjalanan kami pun sampai di taman krocok tapi ternyata bukan aku di bawa ke sebuah jalan yang sangat rusak dan penuh dengan batu batu besar di kanan dan kiri kuboenuh dengan pohon tebu. Aku bingung harus bagaimana apa lagi sekarang marak sekali kasus pembunuhan bagaimana jika aku di bawa ke kebun kebun lalu di bunuh. Tapi apa mungkin dia melakukan hal itu ekpada ku tapi aku tak mempunyai masalah atau salah apa pun kepadanya bahkan kita sudha tak pernah bertengkar lagi sekarang ya memang sebuah hubungan ada pertengkaran dan beberapa Minggu yang lalu kami sempat bertengkar hebat ya bagaimana tidak dia cemburu kepada saudara ku sendiri yaitu Rizal. Dia adalah saudara sepupu jauh ku tapi rumah kami berdekatan saat itu aku sedang berbicara dengan Rizal dan saling bercanda ya itu adalah hal biasa yang kami lakukan saat kami bertemu aku menunggu di depan rumahnya karena sekolah ku tak jauh dari rumahnya sambil menunggu kak Sanusi datang untuk menjumput diri ku. Saat kak Sanusi datang dia melihat ku sednag bercanda dan ya dia terus marah kepada ku sampai di rumah awalnya aku tak tau mengapa dia marah kepada ku karena dia tak mengatakan ya hanya diam dan cuek kepada diri ku sampai sampai aku bingung bagaimana harus menyikapi dirinya yang seprti itu. Bahkan sampai dia pulang dari rumah ku dia masih marah dan tak mau mengatakan apa keslaahna ku sehingga dia marah marah tak jelas kepada ku. Biasanya setiap malam dia datang ke rumah tapi tidak malam itu aku pun mencoba menelfon kak snausi beberapa kali emncoba tapi selalu di di matikan sampai akhirnya aku menelfon lagi dan ya akhirnya di angkat.


"Halo" kata ku kepada kak Sanusi saat itu.


"Apa" kata kak Sanusi kepada ku berbicara dengan nada yang sangat cuek dan juga sangat ketus.


"Kamu kenapa kok marah? Cobak kalau aku slaah bilang jangan di Pendem gitu kamu cuek banget sama aku. Aku jadi bingung salah ku di mana tapi kalau kamu bilang salah ku apa dan di mana kan aku bisa introspeksi dan memperbaiki kesalahan ku ke kamu" kata ku kepada kak Sanusi.

__ADS_1


"Kamu maish gak sadar juga apa salah mu?" Kata kak Sanusi kepada ku dengan nada marah.


__ADS_2