Cinta Ku kembali

Cinta Ku kembali
Episode 55


__ADS_3

Setelah itu aku makan yang di berikan alzelfin mumpung masih hangat kata alzelfin, setelah selesai alzelfin


mengajakku pergi ke suatu tempat aku mengiyakannya. Setelah itu aku masuk ke kamar untuk bersiap siap setelah selesai kami langsung jalan ke tempat itu.sekitar 2 jam perjalanan kami sampai dan dia membawa ku ke taman bermain aku melihat kepadanya dan ingin bertanya kepadanya mengapa membawaku kesini tapi sebelum aku bertanya dia sudah menarikku untuk masuk ke dalam kami bermain rollerkoster, biang lala, dan kapal bajak laut tak lupa juga kami mengambil beberapa foto di tempat yang menurut kami bagus, setelah itu dia pergi meninggalakanku untuk membeli es krim setelah selesai kami pergi untuk makan siang. Dia bertanya aku ingin makan apa aku berfikir sebentar lalu aku teringat dengan postingan temanku di London dia sedang makan dagaging jadi aku mengatakan kalau aku ingin makan daging. Dia mengajakku ke suatu tempat yang restoran itu


hanya menyediakan daging. Setelah selesai kami pulang tak terasa hari sudah menjelang malam.  Saat sampai di


apartement aku langsung mandi dan tidur alzelfin tak mampir karena sudah malam.


Tak terasa hari berlalu dengan sangat cepat aku kembali berkeja sejak 2 minggu yang lalu saat masuk sudah tak ada yang bergosip lagi tentang diriku bahkan saat di toilet pun tak ada dan karyawan yang lain menyapaku seperti biasanya seperti tak ada masalah sebelumnya bahkan beberapa dari mereka meminta maaf kepadaku karena mereka sudah mendengar berita yang tak benar tentang diriku. Dan sudah 1 minggu ini aku tak melihat buk bella


sebelumnya saat aku masuk dia masih ada. Saat bertemu atau berpapasan denganku dia hanya melewatiku begitu saja tanpa ada ekspresi dan ini sudah  satu minggu berlalu tapi buk bela masih tak masuk kerja.


“mmm kemana buk bela?” kataku kepada alzelfin karena aku mulai penasaran


“oh dia aku pecat.” Kata alzelfin dengan tenang


“hah kenapa?” kata alzelfin


“kamu tau gossip beberapa minggu yang lalu itu dia yang nyebarin gak tau apa alasannya dia hanya bilang kalau dia gak suka sama kamu karena kamu masih magang tapi sudah sering libur jadi dia nyebarin rumor tentang kamu dan nyelidikin tentang masa lalu kamu. Dan itu melanggar privasi kamu jadi aku pecat dia.” Kata alzelfin menjelaskannya kepada ku


“mmm tapi apa gak keterlaluan sampek mecat dia?” kata ku kepadanya karena merasa tak nyaman


“gak kok, lagian dia juga sudah korupsi di perusahaan lagian sekarang dia sudah bahagia di dalam penjara.” Kata alzelfin membuatku kaget karena bilang kalau buk bela sekarang masuk penjanra


“mmm aku gak nyangka kalau dia sampek seperti itu, kalau aku ingat dia baik banget sama aku waktu aku masih pertama magang.” Kata ku kepadanya


“sudah lah gak usah di pedulikan, oiya gimana liburannya jadi apa ngak nih?” kata alzelfin mengingatkanku pada liburan yang kami rencanakan bulan ini. Bahkan aku sempat lupa


“oh iya ya aku hampir aja lupa sama liburannya.” Kataku kepadanya


“mmm kalau ratna gimana jadi ngak?” kata alzelfin


“mmm coba aku telfon ratna, tanya dia jadi apa ngak.” Kata ku kepada alzelfin


“oke kalau dia gak bisa ya sudah kita berdua ajah ke korea.” Kata alzelfin


“mmm sudah lah aku mau nelfon ratna dulu.” Kataku sambil mengambil handphoen yang ada di dalam tas ku untuk menelfon ratna tak lama kemudian ratna mengangkat telfonnya


“halo rat?” kataku setelah telfonku di angkat


“iya sya kenapa?” kata ratna kepadaku


“mmm liburan bulan ini gimana jadi ngak?”kataku kepadanya takut dia lupa sama liburan yang kita rencanakan


sebelumnya


“oh itu ya jadi kok sya, terus kapan mau jalan?” kata ratna kepadaku


“mau berangkat kapan kata ratna?” kataku kepada alzelfin


“mmm gimana kalau minggu depan, terus kita disana mau berapa hari?” kata alzelfin


“minggu depan ajah rat, pas gimana kalok kita disana 2 mingguan sambil refresing gitu rat?” kata ku kepada ratna, alzelfin hanya menganggukan kepala menyetujui perkataanku


“oke sya aku setuju.” Kata Jason sambil teriak di telfon membuatku reflek menjauhkan hp dari telingaku


“pelan-pelan jas, kupingku budek nantik.” Kataku sambil teriak di hp tapi yang di kain malah ketawa


“hhaa iya iya sudah maaf, siapa yang mau beli tiket?” kata ratna kepadaku


“beli online aja ya beli masing-masing hheee.” Kataku kepada mereka


“oke dah kalok gitu.” Kata ratna setelah tu dia mematikan telfon yang terhubung denganku


“kenapa?” kata alzelfin


“mmmm gak papa kok, ini lagi mau pesen tiket buat minggu depan.” Kataku sambil melihat ke layar handphoen ku

__ADS_1


“sudah gak usah, aku sudah pesenin buat kamu sam aku.” Kata alzelfin


“kapan?” kataku bingung


“barusan aja nih buktinya.” Kata alzelfin kepadaku


Aku berjalan ke arahnya dan melihat ke arah komputernya, ternyata betul dia sudah pesan tiket ke korea untuk 2 orang. Mmm aku melihat kepadanya tapi dia hanya tersenyum dan menyuruhku untuk menyelesaikan perkerjaan yang di berikan tadi pagi kepadaku. Aku hanya menganggukan kepala dan mengerjakannya. Setelah selesai alzelfin mengajakku untuk makan siang di kantin tapi aku tak mau makan bersama dengannya karena aku tak mau ada gossip seperti dulu lagi yang akan membuatku frustasi. Lalu aku memesan makanan tak lama kemudian aku mendapatkan telfon kalau makanan yang aku pesan sudah ada di lobi aku pergi mengambilnya dan memakannya di taman yang ada di dekat kantor. Aku mencari tempat duduk yang sepi dan juga enak setelah aku menemukannya aku membuka makanan dan langsung memakannya tapi saat aku tengah asik makan ada pria yang tak aku kenal duduk di sampingku dia tersenyum kepadaku aku pun begitu dan menawarkan makananku dia tak mau. Setelah di pikir-pikir aku seperti pernah melihatnya tapi dimana ya aku lupa


“kenapa, wajahku jelek ya?” kata laki-laki itu


“hah ngak kok, aaf tapi apa sebelumnya kita pernah ketemu?” kataku mulai penasaran


“oh itu pernah 2 kali malah.” Katanya kepadaku aku mengerutkan kening


“mmm kapan?” kataku mulai penasaran


“beberapa hari yang lalu, waktu itu kamu keluar dari toilet dalam keadaan nangis, terus waktu kamu keluar dari ruangan direktur.” Katanya kepadaku


“oh iya aku ingat, itu kamu, mmm maaf ya waktu itu kacau banget?” kataku kepadanya


“it’s oke, terus kamu kenapa nangis waktu itu?” katanya kepadaku


“oh gak papa hanya masalah sepele ajah kok.” Kataku kempadanya sambil kembali makan makanan ku


“mmmm oke, tapi kita belum kenalan, kalau boleh tau nama kamu siapa?” katanya kepadaku sambil menjulurkan tangannya kepadaku


“oh aku syasa, kalau kamu” Kataku sambil menjabat tangannya


“kalau aku Nicolas adlay, panggil ajah nico?” katanya kepadaku


“oh oke nico.” Kataku kepadanya


“terus kamu sedang apa disini?” kataku kepada nico


“oh aku mau ketemu sama temen aku.” Katanya lagi


“siapa namanya?” kataku penasaran


“oh pak alzelfin dia ada di kantornya.” Kataku kepadanya memberitahukan kepadanya


“gimana kalau kita kesana berdua, tapi lebih baik kamu selesaikan dulu saja makannya.” Kata nico kepadaku


“oh oke.” Kataku sambil meneruskan makan


“kamu kerja sebagai apa?” katanya lagi kepadaku


“aku sebagai sekertaris pribadinya.” Kata ku sambil tetap makan


“oh pasti gak gampang ya sama sifatnya dia yang super duper menyebalkan itu.” Kata nico


“iya lumayan lah gak gampang harus banyak-banyak sabar, apa lagi kalok dia sudah mau nganterin aku pulang. Percuma aku bilang ngak dia pasti akan nyeret aku ke mobilnya.” Kataku kepadanya


“hah tunggu-tunggu kamu di anterin pulang sama dia, ngak salah?” katanya mulai kelihatan bingung


“ngak kok kenapa?” kataku kepadany


“kamu tau dia aja gak pernah mau nganterin adik dan ibunya, apa lagi pakek mobil kesayangannya… mmm apa dia punya mobil baru?” katanya kepadaku sambil mendekatkan wajahnya kepadaku aku pun menghindarinya dengan pelan dan tersenyum


“mobil, setau aku dari ertama ketemu sama sekarang hanya mobil itu yang di pakai.” Kataku sambil menunjuk kea rah mobil alzelfin yang di paskir di depan lobi perusahaan


“mmm apa yang kamu buat sampek kamu bisa masuk ke mobil kesayangannya itu?” katanya membuatku tak nyaman dengan padangan dan ucapannya


“mmm aku gak ngelakuin apa apa, terus mobil kesayangan?” kataku bertanya tentang mobilnya itu


“mmmm kamu gak tau ya itu adalah mobil yang dia beli sendiri pakai uangnya sendiri tanpa minta seperser pun ke orang tuanya jadi gak sembarangan orang bisa naikin mobilnya itu. Dari pertama beli sampek sekarang dia gak pernah bawa siapa pun dengan mobil itu.” Kata nico kepadaku


“mmmmm aku bingung tapi dia bilang kalau aku pernah nyelamatin dia waktu dia masih SMA.” Kataku kepadanya

__ADS_1


“oh itu ya aku juga pernah dengar dari dia kalau dia pernah di selamatin sama cewek itu. Tapi aku juga gak tau sama oranganya.” Katanya kepadaku


“mmmm gitu ya, ya sudah lah gak penting juga buat aku. Oiya kamu kan mau ke dia ayo bareng aku juga sudah selesai makan.” Kataku sambil berdiri


Dia mengangguk lalu kita berjalan menuju ke perusahaan saat masuk aku memperhatikan orang takut ada gossip tentangku tapi tak ada yang memperjatikanku sampai aku masuk ke ruangan direktur. Saat aku masuk dia menatapku dengan tatap yang tak dapat aku mengerti yah seperti marah atau bagaimana aku tak mengerti dengan tatapannya. Aku berjalan ke arah sofa dan duduk sedangkan nico berjalan kea rah alzelfin. Dan alzelfin mengalihkan tatapannya dari ku kepada nico sambil menyilangkan tangannya di dadanya sedangkan nico hanya tersenyum kepada alzelfin


“hai bos santai jangan marah.” Kata nico menggoda alzelfin


“apa yang kamu lakukan disini?” kata alzelfin dengan wajah yang sangat marah


“ya datang ketemu kamu lah kau kan kangen sama kamu.” Kata nico sambil menghampiri dan memeluk alzelfin tapi alzelfin melepaskan pelukannya


“kenapa kalian bisa masuk bareng?” kata alzelfin


“oh tadi aku lihat cewek cantik makan sendirian di taman dekat kantor, ya aku samperin deh lalu kenalan setelah


bicara-bicara kami kesini bareng.” Kata nico sambil duduk di sofa panjang


“oh ya sudah sana pulang.” Kata alzelfin kepadaku


“wah kamu ngusir aku padahal aku gak ngapa-ngapain cewek kamu loh.” Kata nico mengoda alzelfin membuatku tertawa dengan apa yang di lakukan oleh nico


“dia gak bicara aneh aneh ke kamu kan sya, soalnya mulutnya gak bisa terkontrol dia.” Kata alzelfin kepadaku


“ngak kok dia hanya bilang gimana kerja sama orang yang super duper nyebelin seperti kamu.” Kataku kepada alzelfin


“wah jujur sekali kamu nona.” Kata nico aku hanya membalasnya dengan senyuman manis


“oh jadi aku nyebelin, oke kalau aku nyebelin terus kamu apa?” kata alzelfin sambil berjalan kea rah nico


“aku ya tampan baik, dan imut?” kata nico dengan pedenya sambil berjalan mundur menghindari alzelfin


“idih amit-amit.” Kata alzelfin


“mmm tunggu dulu kalian masih sibuk kan ya, aku keluar dulu oke.” Kataku sambil berdiri


“mau kemana?” kata alzelfin saat aku akan membuka pintu


“aku cuman mau ke toilet.” Kataku sambil berjalan pergi


“takut banget kekasihnya hilang.” Kata nico dari yang aku dengar saat aku di depan pintu


Aku hanya bisa tertawa kecil saat mendengar candaan mereka saat aku ada di luar, aku berjalan ke toilet saat sampai aku bertemu dengan beberapa karyawan wanita beberapa dari mereka menyapaku dan yang lainnya tersenyum kepadaku. Aku hanya mencuci tangan dan buang air kecil setelah selesai aku berjalan kembali ke kantor tapi sebelum itu aku ke kantin untuk membeli minuman karena aku sangat haus. Setelah itu aku memesan jus


apokat dan membayar minuman ku.


Saat aku masuk ke dalam ruangan direktur aku sudah tak menemukan alzelfin dan juga nico entah mereka kemana, jadi aku duduk sambil main game yang ada di handphone ku. Tak lama kemudian alzelfin datang dengan nico membawa beberapa kantong plastic dan menaruhnya di meja depanku. Aku menatap mereka berdua dengan tatap bingung.


“ini camilan, ayo makan?” kata alzelfin kepadaku


“iya tadi aku laper jadi beli camilan deh di bawah sama dia.” Kata nico


Setelah itu aku mengambil makanan favoritku dan memakannya. Tak terasa hari sudah malam aku di antarkan pulang oleh alzelfin dia tak mampir karena nico akan mampir ke rumah alzelfin. Aku berjalan ke arah apartementku saat akan sampai aku melihat austyn berdiri di depanku aku berjalan dan tak memperdulikannya. Toh kita sudah tak ada hubungan apa-apa saat aku akan membuka pintu dia memegang tanganku aku menepisnya tapi dia kembali


memegang tanganku


“sya tunggu kita harus bicara.” Kata austyn


“sudah lah, kita sudah selesai dan gak ada lagi yang perlu di bicarakan.” Kataku kepadanya


“tapi aku cinta sama kamu sya, dan aku gak akan lepasin kamu.” Kata austyn memegang tanganku sangat erat membuat tanganku terasa sakit


“sakit.” Kataku sambil meghempaskan tanganku


“sya aku itu sayang sama kamu sya, aku gak akan pernah lepasin kamu.” Kata austyn memgang kedua tanganku dan memojokanku di tembok


“lepas.” Kataku sambil menendang atau mendorongnya tapi tenangaku tak begitu kuat

__ADS_1


“gak akan pernah hhaaa.” Dia tertawa dan mencoba menciumku tapi aku mencoba menghindarinya


“TOLONGGGGG.” Kataku tapi tak ada jawaban


__ADS_2