
Setelah itu aku memasuki ke sebuah ruangan yang sangat banyak dengan baju-baju yang sangat indah tapi beberapa dari baju itu membuat badanku risih dan akhirnya aku memilih sebuah dres di tas lutut sekitar 5 cm dengan bagian atas lengan pendek bermotif bunga-bunga saat aku memakainya tampak sangat pas di tubuhku. Aku keluar dari ruangan itu dan mengambil tas yang aku taruh di atas tempat tidur lalu berjalan menuju ke arah
menja rias di samping meja rias sudah ada alike , aku mengeluarkan make up dari dalam tasku dan alike mulai mengeringkan rambutku sedangkan aku menaburkan sedikit bedak ke wajahku. Setelah selesai aku mengikat sedikit rambutku agar tidak berantakan karena aku sangat rsih dengan rambut yang merepotkan, lalu tiba-tiba alica berbicara kepadaku
“anda sangat cantik nyonya.” Kata alike
“mmm gak juga sih malah lebih cantik kamu.” Kataku kepadanya
“nyonya bisa saja, oiya nyonya ini kekasihnya tuan muda ya.” Kata alike
“ngak bukan dia hanya bos, dan aku ini sekertarisnya saja. Aku di perusahaannya magang sekitar 8 bulan buat nyelesaikan skripsiku.” Kataku menjelaskan kepadanya
“tapi nyonya sama tuan cocok kok serasi gitu nyonya.” Katanya kepadaku, aku hanya tersenyum
“aku sudah punya pacar.” Kataku kepadanya sambil berjalan ke arah tempat tidur
__ADS_1
“tapi nyonya ini pertama kalinya tuan bawa cewek kesini loh.” Katanya kepadaku dia berdiri di samping tempat tidur
“sini duduk biar enak bicaranya.” Kataku kepadanya
“tidak nyonya saya tidak pantas.” Katanya kepadaku
“kita ini derajatnya sama di mata tuhan sudah sini.” Kataku sambil menarik tangannya
“terima kasih nyonya.” Katanya sambil duduk di depanku
“mmm terus apa tuanmu itu gak pernah sekali pun membawa wanita kesini.” Kataku kepadanya karena aku mulai penasaran sedikit.
“mungkin wanita-wanitanya yang lain di bawa ke rumahnya atau tempat tinggalnya yang lain.” Kataku kepadanya
“kayaknya gak deh nyonya soalnya yang saya tau tuan lebih sering pulang ke vila ini semalam apa pun itu pasti akan pulang ke vila ini.” Katanya kepadaku tapi apa dia gak capek bolak-balek sejauh ini setiap hari
__ADS_1
“mmmm jadi dia sering tinggal disini dari pada di tempat lain kenapa.” Kataku kepadanya
“iya sejak.” Katanya berhenti
“sejak kapan, sejak apa.” Kataku sangat penasaran
“gak bukan apa-apa nyonya, saya permisi dulu.” Katanya kepadaku tapi aku menahannya
“aku penasaran aku mohon cerita sama aku dan aku janji kalau aku gak bakalan bilang ke siapa-siapa janji.” Kataku kepadanya
“tapi nyonya saya tidak bisa.” Katanya cemas
“aku mohon aku janji, aku hanya ingin bantu dia soalnya waktu aku lihat matanya dia seperti kesakitan dan menderita aku kasihan kepadanya.” Kataku kepadanya karena aku memang mulai iba kepada alzelfin
“mm baik lah saya akan bercerita tapi nyonya janji jangan bilang ke sapa-sapa dan jangan bilang kalau tau dari saya.” Katanya kepadaku
__ADS_1
“iya iya aku janji gak bakalan bilang apapun dan kesiapa pun.” Kataku kepadanya
Alica kembali duduk di tempatnya semula, dia terdiam cukup lama aku tau apa yang di pikirkannya tapi aku hanya ingin tau apa yang terjadi dengan alzelfin entah kenapa tapi aku merasa kasihan kepadanya melihat matanya yang sangat menderita, aku tau aku tak seharusnya ikut campur dalam urusan ini tapi aku hanya ingin dia bahagia. Termaksud diriku aku juga ingin bahagia bersama dengan austyn aku hanya berharap bisa bertemu dengan keluarganya secepatnya tapi yang terutama sekarang aku ingin mamanya cepat sembuh aku hanya bisa tersenyum pahit jika mengingat ingat hal ini. Lau tiba-tiba alike bericara kepadaku