
Pagi ini aku sangat semangat karena setelah
ujian nanti austyn akan mengajkku jalan-jalan ke suatu tempat dan itu membuatku
sangat-sangat tak sabar. Aku mengeritingkan rambut bagian bawah memakai pakaian
yang istimewa karena setelah sekian lama akhirnya austyn ada waktu mengajakku
pergi jalan-jalan dan aku harus tampil dengan maksimal. Setelah selesai
handphone ku berdering ternyata austyn sudah menungguku di bawah aku bergegas
ke bawah. Saat sampai di bawah di memuji penampilanku karena aku hari ini
tampil beda dari biasanya setelah itu austyn mengantarku ke kampus dia sudah
tak kuliah lagi karena dia hanya tinggal menyelesaikan skripsinya dan berkata
nanti sekitar jam 1 siang dia akan menjumputku dan menelfon jika sudah sampai
di kampus. Setelah mengantarku ke kampus dia kembali ke rumah sakit dimana
mamanya di rawat aku masuk ke kelas karena sebentar lagi ujian akan di mulai
aku mengerjakan semua lembar ujian dengan hati yang gembira bell kampus pun
berbunyi menandakan bahwa kelas sudah berakhir saat aku melihat jam ternyata
masih jam 11.30 aku memutuskan untuk menelfon ratna bertanya dia ada dimana
saat aku telfon dia ada di kantin bersama dengan Jason aku pergi menghampirinya
saat sampai aku langsung memesan minuman kesukaanku yaitu jus strawberry susu
kesukaanku. Setelah memesan aku langsung berjalan menuju ke meja dimana ratna
dan Jason berada
“kenapa senyum-senyum?” kata Jason
“dia mau di ajak jalan-jalan sama austyn
katanya, dia sudah dari tadi pagi gitu sibuk sendiri bahkan apartement sudah
kayak mau pecah sama kegembiraanya liat ajah penampilannya gak kayak biasanya
kan sayang?” kata ratna menjawab pertanyaan Jason
“oh iya ya?” kata Jason melihat penampilanku
dari bawah sampai atas
“padahal kemarin nih dia masih galau sekarang
kayaknya sudah ngak lagi ya di lihat dari wajahnya?” kata Jason
“iya sudah pastinya ngak donk?” kataku kepada
Jason
“terus mau di jumpu jam berapa sama autyn?”
kata Jason
“bentar lagi jam 1 katanya jas?” kataku
kepada Jason
“mmmm mau kemana katanya?” kata ratna
“gak tau dia hanya bilang kalau mau ajak aku
jalan-jalan ke suatu tempat gitu ajah sih?” kataku
“mmm ya sudah terus dia ada dimana sekarang?”
kata ratna
“gak tau, katanya kalau sudah ada di depan
kampus dia mau nelfon?” kataku
Tak lama kemudian handphone ku berdering dan
saat aku lihat ternyata austyn, aku langsung mengangkatnya dan dia mengatakan
kalau dia ada di lobi kampusku aku membereskan barang-barangku setelah itu aku
melambaikan tangan kepada ratna dan Jason mereka pun begitu sebaliknya. Aku
mematikan telfon yang terhubung dengan austyn. Saat sampai di lobi aku melihat
austyn berdiri di dekat mobilnya aku menghampirinya saat di depannya dia
memelukku.
“gimana ujiannya?” kata austyn
“mmmm baik semua lancar?” kataku kepada
austyn
“oke mau jalan sekarang?” kata austyn
“ayok aku sudah gak sabar dari semalam?”
kataku kepadanya
“oke ayo kita jalan?” kata austyn sambil
membukakakn pintu mobilnya untukku.
Setelah itu austyn menutup pintu mobilnya dan
memakaikan sabun pengaman untukku. Setelah itu austyn menjalankan mobilnya
perjalanan ini sangat panjang dan lama aku bertanya kepadanya kemana kita akan
pergi tapi dia hanya tersenyum dan mengatakan akan membuat kejutan untukku.
Sudah 2 jam tapi masih tak sampai rasa lelah dan ngantuk menghampiriku mata ku
mulai berat untuk tetap terbuka dan akhirnya aku pun mulai tertidur.
Saat aku mulai membua mata aku melihat danau
yang sangat indah. Saat aku melihat ke sampinga ku melihat austyn di sampingku
sambil melihatku
“hai sayang sudah bangun?” kata austyn
“maaf aku ketiduran” kataku kepada austyn
“gak papa kok sayang, aku tau kamu pasti
capek jadi aku nunggu kamu untuk bangun, gimana mimpi apa kamu tadi aku lihat
kamu senyum-senyum?” kata austyn menggodaku
“mmm aku mimpi kalau aku menikah dan punya
anak dengankamu, di dalam mimpi itu rasanya aku sangat-sangat bahagia sampai
rasanya mimpi itu nyata?” kataku
“mmmm mimpi indah, oh sebaiknya kita terus
sebelum matahari mulai terbenam?” kata austyn
“oh iya ayo” kataku kepada austyn sambil
turun dari mobil
__ADS_1
“oh kita nanti pulang jam berapa?” kataku
kepada austyn karena saat aku melihat jam terakhir kali jam 3 sore sekarang
sudah jam 17.05 sore
“kita akan menginap di vila keluargaku
sayang?” kata austyn
“mmm tapi aku gak bawa baju ganti, habis kamu
gak bilang sih?” kataku kecewa
“aku sudah tau maka dari itu tadi di jalan
aku sudah beliin kamu baju?” kata austyn
“beneran?” kataku gembira
“iya donk sayang?” kata austyn kepadaku
sambil mengacak acak rambutku
“mmmm makasih sayang?” kata ku sambil mencium
pipi austyn
“ya sudah ayo kesana?” kata austyn sambil
menunjuk kea rah danau
Aku berjalan ke arah danau dan tanganku di
pegang oleh austyn danau ini sangat indah di pinggirnya ada sebuah perahu yang
hanya dapat di naiki oleh 2 orang saya di bagian sisi kanan dan kiri ada sebuah
bukit dan saat ini aku melihat matahari terbenam, sangat indah sekali
pemandangan ini rasanya aku tak ingin melewatkan ini aku hanya ingin
menghentikan waktu 5 menit saja untuk ku pandangi keindahan alam ini besama
dengan orang yang aku cintai. Aku menatap auatyn dia di sampingku melihat lurus
ke depan mungkin aku adalah wanita beruntung yang bisa bertemu dan dicintai
olehnya laki-laki yang sempurna dan juga baik. Aku berharap dia tak akan pernah
berubah dan akan selamanya bersama dengannya cukup 1 kali aku patah hati jangan
sampai 2 kali karena cinta sejati tak akan tumbuh untuk yang ke-3 kalinya.
Matahari mulai terbenam di gantikan dengan bulan austyn mengajakku untuk pulang
ke vila keluarganya. Tak jauh dari danau yang kami kunjungi sekitar 30 menit
perjalanan kami sudah sampai saat sampai kami di sambut oleh pembantu dan
tukang kebun vila keluarga austyn. Vila ini sangat indah pembantu austyn
mengantarkanku ke sebuah kamar yang sangat indah saat aku masuk lantai penuh
dengan bunga mawar merah dan putih aku melangkahkan kaki ku ke dalam saat aku
lihat ke tempat tidur aku melihat ada bunga mawar berbentuk Love di pinggirannya ada renda warna putih
dia tau kalau aku menyukai warna putih bahkan bunga mawar ada dimana mana di
meja di vas bunga dan saat aku masuk ke kamar mandi aku di dalam bak mandi ada
bunga yang mengambang di atas air, aku kaget dengan ini semua serta aku sangat
bahagia aku keluar dari kamar mandi aku memandang di luar jendela di luar
sangat indah ada sebuah bukit di antara bintang-bintang taba-tiba ada yang
memeluk pinggangku dan menaruh kepalanya di pundakku dari belakang.
“indah banget ya?” kataku kepadanya
“iya indah banget?” kata austyn
“kapan kamu nyiapin ini semua buat aku?” kata
ku bertanya tentang hiasan di kamar ini
“dari 2 hari yang lalu, karena aku tak ingin
kekasihku ini terus memikirkan tentang keluargaku jadi aku hanya ingin
memberika sebuah kejutan kecil buat kamu?” kata austyn sambil mencium pipi
kiriku
“makasih atas kejutannya dan kamu berhasil
dengan kejutanmu?” kataku
“kamu suka?” kata austyn
“suka banget donk?” kataku kepadanya
“syukur lah kalau kamu suka, aku hanya
takutnya kamu gak suka dengan semua kejutan ini?” kata austyn
“kejutan seperti ini siapa yang gak suka,
semua wanita pasti akan sangat menyukaianya oh dan 1 hal yang harus kamu tau?”
kataku kepadanya
“owh apa itu?” katanya kepadaku
“kalau aku tambah mencintaimu?” kataku
kepadanya sambil memeluknya
“mmm aku juga tambah cinta sama kamu?”
katanya kepadaku dan mendengar itu aku menjadi sangat-sangat bahagia.
Setelah itu austyn menyuruhku untuk mandi dan
tidur. Aku pun menganguk austyn keluar dari kamar tapi saat dia akan keluar dia
masuk lagi dan memintaku sebentar lagi untuk turun ke bawah untuk makan malam
aku menginyakan perkataannya aku langsung pergi mandi dan memakai pakaian yang
tadi di belikan oleh austyn setelah itu aku turun ke bawah saat aku turun aku
melihat austyn sudah duduk di meja makan. Saat sampai dia menghampiri ku dan
menarikkan tempat duduk untukku tepat di sebelahnya setelah selesai makan
austyn mengajakku untuk menonton TV dia berbaring di pangkuanku sesekali dia
mencium pahaku. Cukup lama aku menonton TV dengan austyn sekitar jam 12 malam
autyn mengantarku kembali ke kamar, saat di kamar dia memelukku dan mengatakan
bahwa dia sangat mencintai diriku mata kami saling bertatapan tapi saat kami
akan berciuman pintu kamarku di ketuk oleh pembantu vila autyn. Austyn
menghempaskan nafasnya dengan kasar aku tertawa kecil dan menyuruhnya untuk
membuka pintu dia berjalan ke arah pintu.
“ada apa bik?” kata austyn kesal
__ADS_1
“maaf tuan tapi di bawah ada yang sedang
mencari tuan?” kata pembantu austyn
“mmm ya sudah suruh masuk dan suruh tunggu
sebentar?” kata austyn
“mmm tapi tuan?” katanya sedikit cemas
“hah ya sudah kamu bilang ke dia tunggu sebentar aku ke bawah
sebentar lagi?” katanya kepada pembantu rumah tangganya
“baik tuan?” kata pembantunya langsung pergi
Austyn berjalan kepadaku dan menatakan dia
harus ke bawah sebelum itu dia menyuruhku tidur aku mengiyakannnya dia berjalan
ke luar tapi saat sampai di pintu dia kembali dan mencium keningku, lalu dia
pergi saat dia pergi aku menutup pintu dan kembali untuk tidur tapi saat aku
akan tidur tenggorokanku sangat kering aku haus aku mencari di kamar ini tapi
tak ada air di kamar ini. Aku turun ke bawah untuk mengambil air aku menuju ke
dapus saat aku di dapur aku tak melihat pembantu di vila ini jadi aku langsung
mengambil minum di dalam kulkas saat aku selesai menghilangkan dahagaku aku
berjalan kembali ke kamarku tapi saat aku akan naik ke atas aku melihat austyn di depan sedang bertengkar
dengan seorang wanita aku tak dapat mendengar apa-apa karena pintunya di tutup.
Tak lama kemudian austyn masuk dan wanita itu pergi aku penasaran dengan wanita
itu siapa
“siapa dia?” kataku kepada austyn
“oh sayang, kamu sudah lama disitu?” kata
austyn sambil berjalan menghampiriku
“ngak kok baru aja?” kataku kepadanya
“mmm kamu sudah dengar apa ajah sayang?”
katanya terlihat cemans
“mmm ngaka ku gak dengar apa-apa kok?” kataku
bingung
“hufh?” kata austih menhela nafasnya lega
“mmm kamu kenapa terus siapa wanita itu?’
kataku kepada austyn
“oh dia bukan siapa-siapa kok?” kataku kepada
austyn
“tapi aku lihat kamu bertengkar denganya
tadi?” kataku kepadanya
“mmm itu hanya orang yang mau ngampung
menginap saja disini aku sudah sudah bilang ke dia kalau sudah gak ada kamar kosong
tapi dia ngotot jadi kami tengkar deh?’ kata austyn menjelaskan
“oh gt to hmmm ya sudah aku ke kamar dulu mau
tidur ngantuk?” kataku kepadanya
“iya mau aku antar?’ kata austyn
“gak usah?’ kataku berjalan meninggalkannya
Aku tadi sempat curiga dengan wanita itu, dia
terlihat sangat sexi dan juga dandanannya terlalu menor dengan bibir yang
sangat merah. Tapi setelah mendengar penjelasan austyn aku sudah tak curiga
lagi dan aku harus tidur sekarang karena aku besok harus bangun pagi-pagi
karena kita akan kembali ke kota pagi-pagi buta saat sampai di kamar aku
menutup pintu, jendela dan juga mematikan lampu karena jika aku tak mematika
lampu aku tak dapat tidur Dan aku pun mulai tidur.
Saat bangun aku melihat jam menunjukan pukul
5.30 pagi aku bergegas bangun dan bersiap-siap karena nanti jam 10 aku masih
ada ujian di kampus setelah selesai mandi dan siap-siap pembantu vila austyn
masuk dan membantuku merapikan barang-barangku setelah itu dia membawanya ke
bawah untuk di masukkan ke dalam bagasi mobil. Aku turun ke bawah aku melihat
austyn dengar baju santainya setelah itu dia mengajakku untuk pulang dan
siap-siap untuk ujianku yang akan aku jalani. Saat di perjalanan ratna menelfon
aku tak memberinya kabar karena saat di fila tak ada sinyal sama sekali jadi
saat ratna menelfon aku langsung mengankatnya dan dia bertanya kenapa kemarin
malam dia tak pulang aku menceritakan kepadanya dan dia sudah tak khawatir lagi
kepadaku dan aku juga mengatakan bahwa aku sudah ada di jalan pulang dia
berkata akan menungguku di apartement aku mengiyakannya karena jam kuliah kita
hari ini sama. Saat di perjalanan pulang austyn menyuruhku untuk tidur karena
perjalanan masih panjang dan juga jauh dan akan membangunkanku ketika sudah
sampai, aku pun tidur. Sampai rasanya ada yang memanggil namaku dan
menguncangkan tubuhku saat aku membuka mata austyn ternyata membangunakanku dan
mengatakan bahwa kita sudah sampai di apatement saat aku melihat jam ternyata
masih jam 8.30 pagi aku keluar dari mobil karena austyn harus kembali ke rumah
sakit untuk merawat mamanya aku tak mempermasalahkannya toh austyn sudah
meluangkan waktunya seharian kemarin hanya karena merasa bersalah karena tak
ada waktu untukku. Setelah itu aku berjalan kembali ke dalam apartement saat
aku masuk aku lansung di sambut dengan pelukan dari ratna.
“kamu kemana aja sih aku kan khawatir?” kata
ratna
“mmm aku gak papa kok, tadi malam aku mau
nelfon kamu eh waktu mau nelfon disana ngak ada sinyal jadi aku gak bisa
hubungi kamu?” kataku kepadanya
“mmm ya sudah kalau gitu?” kata ratna
__ADS_1