
"Al kamu harus kuat ya aku gak bilang ke mama, papa sama adik kamu kalau kamu sakit aku bilang ke mereka kalau kamu lagi liburan maaf aku bohongin keluarga kamu ya Al. Aku ngelakuin itu biar mereka gak khawatir sama kamu apa lagi kamu menghilang selama satu Minggu" kata Amelia kepada alecia. Alecia hanya diam dan tersenyum kepada Amelia.
"Iya makasih ya Mel" kata alecia dengan suara yang sangat snagat lemah bahkan suaranya terdengar sangat serak.
"Kamu pengen apa?" Kata ku kepada alecia saat dia melihat ke arah ku
"Minum" katanya dengan lemah aku langsung mengambilkan air hangat dengan sebuah sedotan.
"Ini pelan pelan minumnya" kata ku kepada alecia sambil menyodorkan air yang aju bawakan untuknya dia langsung meminum air itu sampai habis setelah itu aku pun menaruh gelas kosong itu.
"Al maafin aku ya. Aku Dateng telat" kata ku kepada alecia sambil memegang tangan kanan alecia dan menatap matanya.
"Al kamu wanita kuat aku salut sama kamu" kata marvan kepada alecia sambil menjulurkan sebuah kepalan tangan kepada alecia dan juga sebuah senyuman.
"Pasti demi crisan" kata alecia dengan suara yang masih sangat sangat lemah bahkan suaranya sangat kecil.
"Ya sudah kita keluar dulu ya kamu istirahat dulu bair crisan yang temenin kamu" kata galih kepada alecia dan di tanggapi dengan anggukan oleh alecia.
"Ayo kita keluar" kata galih kepada yang lainnya setelah itu satu persatu dari teman teman ku dan juga Amelia menyuruh alecia agar cepat sembuh agar mereka bisa berdebat lagi dan hal itu di tanggapi denga. Tawa kecil oleh alecia.
"Sudah ayo" kata galih sambil mendorong mereka semua agar ceoat keluar. Setelah itu mereka pun keluar laku menutup pintu kembali dengan rapat. Aku melihat ke arah alecia begitu pun dengan alecia aku mebgambil tangan kanannya lalu memegangnya dengan sangat erat.
"Maaf aku sudah buat kamu menderita, maaf aku gak bisa jadi cowok yang baik buat kamu, maaf gara gara aku semua hak buruk ini menimpa ke kamar, maaf aku gak bisa Dateng lebih awal mungkin kalau aku Dateng lebih awal kamu gak akan seperti ini. Al aku takut banget kehilangan kamu tapi aku gak bisa liat kamu menderita sepeti ini Al. Bahkan aku sayang banget sama kamu ya bukan hanya sayang tapi kamu itu cinta sejati aku Al tapi aku gak mau buat kamu dalam masalah lagi. Hal itu ngebuat aku jadi khawatir Al." Kata ku sambil melihat ke arah alecia dia melihat ke arah ku dan menangis. Aku pun menghapus air matanya.
"Gak papa aku lakuin ini semua demi hubungan kita. Aku akan kuat ngejalanin ini semua asalkan kamu juga janji kalau kamu harus kuat ngejalanin ini semua ya cris. Aku gak papa kok lagian liat aku sudah baik baik aja kan sekarang jadi kamu sudah gak perlu khawatir lagi sama keadaan aku ya cris. Cukup ada kamu, Amelia, adik aku, Mama dan papa di samping ku itu sudah cukup buat aku bahagia bahkan hal itu yang ngebuat aku bisa bertahan hidup sampai sekarang meskipun dalam satu Minggu ini aku hanya di kasik air putih tapi aku kuat karena ada kalian di hati aku" kata alecia kepada ku dengan suara yang sangat lemah dan hal itu membuat hati ku seakan akan teriris ya aku merasa sangat bersalah dia sepeti ini karena dia hanya ingin memperjuangkan cintanya dan hubungannya dengan ku bahkan dia bisa saja meninggalkan ku dan menerima imbalan uang dari ibu ku tapi dia tak melakukannya.
"Iya aku janji sama kamu Al." Kata ku kepada Amelia sambil menghapus air matanya.
"Cris aku capek aku mau tidur dulu ya" kata alecia kepada ku.
"iya ya sudah kamu tidur aja" kata ku kepada alecia.
"Kamu di sini ya jangan kemana kemana Sampek aku bangun" kata alecia kepada ku
"Iya pasti aku bakalan selalu di sini buat kamu kok, aku janji gak akan kemana kemana" kata ku kepada alecia.
__ADS_1
"Janji?" Kata alecia kepada ku.
"Janji aku bakalan di sini terus sambil genggam tangan kamu" kata ku kepada alecia.
Setelah itu alecia pun mulai menutup matanya aku menunggunya sampai dia tertidur ya aku harus di sini karena aku juga sudah berjanji kepadanya. Aku menatap wajah alecia lekat lekat ya wajah yang sudah satu Minggu lamanya tak aku jumpai hal itu membuat ku sangat merindukannya. Aku mengelus elus rambutnya dan juga wajahnya yang tampak sangat pucat. Saat melihatnya sakit seperti ini hati ku menjadi sangat sakit bahkan entah kapan air mata ku sudah mulai keluar. Rasa bersalah di benak ku sangat sangat menyerah bahkan hal ini membuat ku sesak nafas. Tak lama kemudian seorang suster pun masuk ke dalam kamar rawat alecia dia membawa beberapa makanan dan juga minuman.
"Tuan ini harus di makan sampai habis begitu pun dengan susunya dan jika nyonya alecia muntah muntah berikan air hangat dan minuman obat ini" kata suster itu kepada ku sambil menjelaskan obat dan juga makanan khusu alecia.
"Baik" kata ku kepada suster itu.
Setelah itu suster itu pun keluar. Saat aku melihat alecia tidur dengan nyenyak aku tak tega untuk membangunkannya jadi aku membiarkannya sampai di bangun sendiri. Aku tetap pada posisi ku semula duduk di sampingnya sambil memegang tangannya. Tak lama kemudian pintu kamar oun terbuka kembali saat aku melihat ke arah pintu ternyata Amelia, dan juga teman teman ku yang lainnya
"Sudah tidur" kata galih kepada ku
"Iya baru aja tidur" kata ku kepada galih.
"Dia masih belum di kasih makan?" Kata Amelia kepada ku.
"Aku gak tega buat bangunin dia, kayaknya dia tidur nyenyak banget" kata ku kepada Amelia
Mereka semua langsung duduk di sofa yang di sediakan di kamar ini ya untungnya cukuo.Aku jadi ter ingat saat bertemu dengannya dia langsung melawan perintah ku bahkan aku kaget karena baru sekarang ada seorang wanita yang melawan perintah ku. Tapi hal itu juga yang membuat ku jatuh cinta kepada wanita ini entah kapan aku mulai mencintainya tapi saat ini rasa cinta ku untuknya sangat sangat besar bahkan sekarang aku snagat takut untuk kehilangan dirinya. Yang aku inginkan sekarang dia kembali sehat dan juga bahagia ya itu saja yang aju harapkan. Cukup lama alecia tidur dia pun bangun.
"Sudah laper apa ngak?" Kata ku kepada alecia saat dia membuka matanya dan melihat ke arah ku dia pun mengangguk aku langsung melepaskan tangannya yang aju genggam sejak tadi dan langsung berjalan menuju meja untuk mengambil bubur, susu dan juga obatnya.
"Ayo buka mulut kamu" kata ku kepada alecia hendak mendukungnya ya karena dia masih lemah.
"Gak usah cris biar aku makan sendiri aku bisa kok" kata alecia kepada ku sambil mencoba berdiri tapi aku menahannya
"Sudah biar crisan aja Al, kamu masih lemah jangan banyak gerak biar kamu cepet sembuh" kata Amelia sambil menghampiri kami
"Iya" kata alecia kepada Amelia.
"Gak kamu masih lemah sudah ayo makan ini sampai habis dan minum susu setelah itu minum obat" kata ku kepada alecia dia pun menurut kata kata ku.
Setelah itu aku menyuapi alecia sedikit demi sedikit awalnya alecia tidak mau menghabiskan buburnya karena rasnaya tidak enak tapi aku memaksanya karena ini semua demi kebaikannya setelah memakan buburnya sampai habis aku langsung memberinya susu tentunya alecia meminum menggunakan sedotan. Tinggal separuh gelas alecia sudah tak mau meminumnya lagi aku pun menaruh sisa susunya di atas meja lalu memberikan obatnya tapi belum juga alecia meminum obatnya dia sudah muntah muntah tanpa henti membuat ku, Amelia, dan yang lainnya menjadi sangat panik.
__ADS_1
"Panggil dokter cepet" kata ku kepada teman teman ku
Mereka pun langsung keluar untuk memanggil dokter. Aku mencoba meminumkan air hangat tapi lagi lagi dia memuntahkannya dia terus muntah muntah tanpa henti bahkan ada cairan kuning yang dia muntahkan dan hal itu tambah membuat ku menjadi sangat khawatir. Tak lama kemudian dokter dan susuter oun datang mereka langsung memeriksa keadaan alecia sedangkan kami menunggu di luar. Saat di luar aku menunggu dengan tidak sabar ya aku harap tidak ada sesuatu yang serius yang menimpa alecia. Tiba tiba dokter dan suster keluar dengan membawa alecia yang di pegang oleh suster lainnya dokter itu mengatakan dia harus membawa alecia ke ruang UGD untuk di cek lebih lanjut akhirnya aku dan yang lainnya pun mengikuti alecia. Kami menunggu depan cemas di luar. Sekitar satu jam kemudian dokter pun keluar dari ruang UGD
"Gimana keadaan alecia dok?" Kata ku kepada dokter
"Dia mengidap maag dan juga liver jdi mulai sekarang dia harus makan makanan hangat dan tidak boleh telat makan. Ini akibat diet yang dia kerjakan selam satu Minggu terkahir." Kata dokter kepada kami
"Terus keadaanya sudah membaik atau giaman dok?" Kata Amelia kepada dokter.
"Keadaanya sudah mulai membaik dia juga sudah tidak muntah muntah lagi tapi untuk saat ini dia harus di rawat di ruang ICU dulu sampai keadaanya benar benar pulih. Kalau begitu saya tinggal duku" kata dokter kepada kami semua.
"Ini semua karena nenek sihir itu" kata ku sambil memukul dinding
"Tenang cris dia akan baik baik aja" kata galih kepada ku
"Kamu dengar kan kata dokter karena nenek sihir itu hanya memberikan air putih saja kepada alecia akhirnya dia mengidap maag dan juga liver kamu tau ini gak bisa aku biarin" kata ku kepada mereka semua.
Setelah itu aku langsung pergi emnuju kantor mama ku. Aku menggunakan mobil marvan menuju kantor mama ku aku mengemudikan mobil itu dengan kecepatan tinggi jadi tak butuh waktu alam aku pun sampai dan aku berjalan dengan cepat menuju ruangan ibu ku berada. Saat sampai aju oun kembali mendobrak pintu dengns sangat kasar
"Apa apaan kamu" kata ibu ku dengan marah
"Apa salah alecia sehingga kamu tega membuat seseorang yang tidak bersalah menjadi sakit sepeti itu" kata ku kepada ibu ku ya bahkan rasanya aku sudah sangat benci dan tak ingin memanggilnya dengan sebutan mma atau ibu.
"Dia hanyalah gadis miskin dan penyakit adalah hal biasa bagi orang orang miskin cris. Ibu ngelakuin ini semua agar dia menjauh dari kamu liat sekarang karena dirinya yang keras kepala itulah yang membuat dia sepeti itu. Jadi ini bukan lah salah Mama" kata Mama ku sambil menunjuk nunjuk alecia.
"Kamu tau dia hanyalah gadis yang tidak bersalah tapi kamu sudah membuatnya menderita sepeti itu bahkan dalam satu hari kamu hanya memberikannya sebotol air. Apa kamu tak punya hati sampai sampai akmu begitu tega membuat orang orang tak bersalah harus menanggung akibatnya. Kamu tau siapa yang ngejar ngejar alecia itu aku bukan alecia aku juga yang memaksanya untuk menerima ku menjadi pacarnya.dan aku juga yang sudah mau membuat perjanjian dengan kalian demi hubungan ku dengannya tapi kalian sudah mengingkari janji itu. Bahkan kamu tega teganya membuat alecia menderita sepeti ini coba bayangkan jika hal ini terjadi kepada anak mu apa yang akan kamu lakukan?" Kata ku kepada Mama ku ya aku melampiaskan segalanya kepadanya karena aku sudah sangat kesla kepadanya
"Hal itu tidka akan pernah terjadi kenapa karena kita adalah orang kaya aku bisa membuat orang yang baik baik aja menjadi sembuh dan aku juga bisa membuat orang yang sakit menjadi baik baik saja. Karena di dunia ini semua di nilai dari uang , harta, dan juga jabatan cris kamu jangan lupakan hal itu" kata Mama ku kepada ku algiblagi dia mengungkit ungkit soal uang, harta, dan juga jabatan
"Apa hnaya itu yang ada di kepala mu sampai sampai kamu hampir membunuh seorang gadis yang tidak bersalah?" Kata ku kepada ibu ku.
"Iya hanya da harta yang dan martabat di kepala ku karena itu hal yang snagat penting di dunia ini." Kata ibu ku kepada ku.
"Aku salah datang ke sini hari ini. Karena aku bertemu dengan orang gila" kata ku kepada ibu ku.
__ADS_1
Setelah itu ku pun alngsung ekkyr dari ruangan ibu ku saat ini aku snagat sangat marah kepada ibu ku ya karena dia alecia menderita maag dan juga liver. Aku langsung melajukan mobil ku dengan kecepatan tinggi ke arah rumah sakit ya karena aku harus tau keadaan alecia saat ini. Saat sampai aku langsung menuju ruang ICU ya karena dia sedang ada di sana saat sampai aku ingin masuk tapi kata dokter masih belum ada yang di perbolehkan untuk masuk karena alecia sedang di periksa oleh seorang dokter ahli lambung. Jadi aku menunggu di luar bersama adengan yang lainnya bahkan di luar menunggu dokter itu rasnaya sangat lama bahkan rasnaya aku ingin sekali mendobraknya dan melihat keadaan alecia. Tak alam kemudian dokter pun keluar aku dan juga yang lainnya labgsung berjalan dengan cepat ke arah dokter itu dan bertanya ekoadabya tentang keadaan alecia dan katanya keadanaya sudah jauh lebih membaik bahkan dia akan memberikan beberapa resep obat untuk di minum oleh alecia agar keadaanya lebih cepat pulih. Hal itu membuat ku sedikit tenang. Dokter pun pergi kembali ke ruang ICU aku kembali duduk bersama dengan yang lainnya perasaan ku sekarang sudah cukup dmai dan juga tenang setelah tau keadaan alecia ia baik baik saja