Cinta Ku kembali

Cinta Ku kembali
episode 49


__ADS_3

Setelah itu aku pun tidur kebesokannya aku ayah dna juga ibu ku di ajak jalan jalan ke Monas dan mall yang ada di Jakarta. Setelah puas berjalan jalan dan membeli beberapa baju ya bukan beli sendiri sih tapi di belikan oleh om dan juga Tante ku. Kami pun ke lantai paling atas untuk makan siang ya karena tadi kami berangkat jam sembilan pagi jadi kami hanya bisa makan nasi uduk saja yang di belikan oleh Tante ku. Oleh karena itu om Edi mengajak kami semua untuk makan saat sampai di rstirannya om dan Tante ku pun langsung memesan beberapa makanan sedangkan ayah aku dna ibu hanya memesan bakso saja ya walau pun lapar tapi tak enak kan kepada om dan juga Tante ku kalau kami menesan makanan yang harganya lumayan mahal. Jadi ayah pun hanya memesankan bakso saja untuk kami itu un sudah mahal bagi ku ayah dan juga ibu ya biasa orang kampung memang begini. Di Jakarta harga bakso sampai dua puluh lima ribu bukan kah itu sangat mahal apa lagi pentolnya hanya berisi tujuh buah saja dan tak terlalu besar oiya kuah dari baksonya juga terlalu asin sehingga aku hanya memakan pentolnya saja. Kalau di Bondowoso yang dua oukuh lima ribu bisa dapat lima bungkus bakso dan pasti sudah dapat pentol yang besar dan juga banyak. Ya aku tau tapi rasanya mebutrut ku lebih baik beli bakso di Bondowoso saja. Tak terasa hari sudah mulai malam kami pun memutuskan untuk pulang aku keluar dari mall sekitar jam empat sore dan sampai di rumah om Edi jam enam sore ya tadi kami sempat terkena macet.


Saat sampai di rumah om Edi aku pun langsung mandi oiya tadi saat perjalanan pulang aku di belikan camilan oleh om Edi yaitu kerak telor. Setelah selesai mandi aku pun langsung mencoba makanan itu ya rasanya lumayan enak juga setelah selesai makan aku pun langsung tidur ya karena hari juga sudah malam ya masih jam delapan tapi aku sudah embgabtuk apa lagi kata kak Eka besok dia akan membawa ku jalan jalan. Entah lah kita akan kemana oiya kak Eka adalah anak perempuan dari om edi dia adalah anak pertama.


Keesokannya sekitar jam tiga sore aku dan kak Eka langsung keluar dia mengajak ku ke sebuah cafe ya sebelum berangkat Kaka Eka membantu ku memilih baju dan juga berdandan entah lah untuk apa aku juga tak tau. Sekutar dua jam kemudian kami pun sampai di cafe itu. Aku dan Kaka Eka lama di perjalanan karena kami baik tadi tadi dan sempat macet juga. Ya namanya Jakarta yang namanya macet adalah hal yang snagat snagat biasa tapi tidak bagi diri ku. Di kota ku aku tak menemukan macet tapi di sini aku menemukan macet yang snagat panjang hingga harus menunggu beberapa jam dan itu emmbuat ku lelah di perjalanan .


Kak Eka membawa ku ke tempat duduk yang sudah banyak sekali laki laki dan perempuan dan kak Eka mengenalkan ku satu persatu kepada temn temannya. Setelah itu aku dan kak Eka pun duduk di bangku kosong.


"Dek kamu cantik banget sih udah punya pacar" kata salah temana perempuan kak Eka yang duduk di sebelah ku.


"Gak ada kok kak" kata ku kepada teman perempuan kak Eka. Aku tak berbohong bukan aku memang tak memiliki pacar tapi aku sudah mempunyai seorang tunangan. Dan sebelum berangkat ke Jakarta ayah dan ibu ku sudah memberitahukannya kepada ku kalau Tante Tante dan om om ku yang ada di Jakarta tak ada yang boleh tau kalau aku sudah bertunangan. Jadi aku pun tak memberitahukan kalau aku sudah mempunyai seorang tunangan.


"Cantik cantik kok gak punya pacar. Gimana kalau pacaran sama kakak aja" kata teman kak laki laki kak Eka kepada ku smabil tersenyum manis ke arah ku.


"Yeee malah gombal ku, udah jangan ganggu saudara gue pesenin makanan dan mibuman yang enak gitu kek buat saudara gue malah di godain" kata kak Eka kepada teman laki lakinya yang tadi menganggu diri ku.


"Ya boleh, oiya cantik kamu mau makan apa biar aku yang terakhir" kata teman laki laki kak Eka yang tadi menggoda diri ku.


"Gak usah makasih saya udah kenyang kok" kata ku kepada laki laki itu.


"Hmmmm.... Mmmmm kayaknya kamu malu malu ya udah aku aja dah ya yang pilihin" kata teman perempuan kak Eka yang ada di sebelah kiri ku.


"Hmmm iya makasih kak" kata ku kepada perempuan itu sambil tersenyum.


"Duhhh tambah cantik deh kalok lagi senyum" kata laki laki yang sejak tadi mengoda ku bahkan sejak tadi dia melihat ke arah ku sambil tersenyum manis.


"Udah deh Rik gak usah di gangguin, oiya Syah ini namanya riki" kata kak Eka kepada ku sambil memperkenalkan teman laki lakinya itu kepada ku. Aku pun hanya mengangguk saja sambil tersenyum tipis saja


"Boleh mintak nomer WhatsApp nya ngak?" Kata kak Riki itu kepada ku sambil memainkan alisnya.


"Gak boleh" kata kak Eka kepada kak Riki


"Yeee kok Lo sih yang jawab apa urusannya sama elo gue yang minta kok Eli yang keberatan dan gak ngebolehin sih" kata kak Riki kepada kak Eka kesal.


"Ya gue memang gak ngebolehin, Syah dia ini play boy suka mainin hati cewek jadi kamu gak usah tangepin dia oke. Soalnya sudah banyak korbannya" kata kak Eka kepada ku

__ADS_1


"Iya bener kata Eka" kata teman perempuan kak Eka dan baru ku tau nama temnanya itu adalah Tasya


"Yah kalian nih, aku kan udah tobat kalau sama Aisyah ngak deh, aku mau serius sama Aisyah aja deh gimana boleh ngak aku mintak nomer WhatsApp kamu ngak Syah? Atau mau langsung aku nikahin?" Kata kak Riki kepada ku kata katanya membuat ku kaget ya bagaimana tidak kaget dia tiba tiba mengatakan kalau dia ingin menikahi diri ku laku bagaimana dengan kak Sanusi.


"Yg kamu nih dasar buaya" kata kak Eka kepada kak Riki sambil melempar kentang goreng yang sejak tadi dia makan karena kak Eka memesan itu dan pesanan ku pun juga sudah datang. Aku tak tau apa namanya tapi rasanya sangat enak.


"Aduh sakit tau huh" kata kak Riki kepada kak Eka sambil mengusap usah keplanaya yang mungkin terasa sakit


"Biarin suruh sapa gombal aja dasar buaya" kata kak Eka kepada kak Riki yang lain pun tertawa melihat kelakuan kak Riki dan juga kak Eka.


"Mereka berdua itu memang gitu Syah kalau udah ketemu ya udah gitu Syah kayak kucing sama tijus aja mangkanya kita sering manggil mereka Tom and Jerry" kata kak Tasya kepada ku.


"Iya kak" kata ku menjawab perkataan kak Tasya sambil tersenyum.


"Ya udha ayo makan biarin mereka nantik juga berhenti sendiri kok Syah kalau mereka udah capek"kata kak Tasya kepada ku smabil menyuruh ku untuk memakan makanan yang sudah di pesan.


"Iya kak" kata ku kepada kak Tasya.


Setelah itu aku pun terus makan. Sedangkan kak Riki dan kak Eka masih saja berdebat entah lah apa yang mereka debatkan aku juga tak mengerti tak lama kemudian datang seorang laki laki ya dia lumayan tampan. Dia pun langsung duduk di sebelah kanan kak Eka. Gak lupa kak Eka dan laki laki itu saling bercipika cipiki. Ya cium pipi kanan dan cium pipi kiri oiya dahinya juga di cium oleh laki laki itu. Aku hanya diam dan melihat tentunya terus memakan makanan ku yang sudha sejak tadi ku makan tapi masih tak habis ya aku memakannya secara pelan pelan dan sedikit.


"Oh iya kak" kata ku kepada kak Tasya


"Ton kamu kok mau sih sama cewek var bar kayak dia udah galak suka ikut campur urusan orang lagi" kata kak Riki keoada kak Anton pacar kak Eka


"Kenapa lagi kalian berdua" kata kak Anton kepada kak Riki dan juga kak Eka. Dari cara bicaranya sepertinya kak Anton sudah biasa akan pertengkaran kak Riki dan juga kak Eka.


"Itu tuh yank dia malah gombalin saudara aku malah dia minta nomer WhatsApp saudara ku lagi yank, dasar play boy sadar diri ya kamu itu play biy gak baik dan gak pantas vuat saudara ku dia ini orang baik baik bukan kayak kamu" kata kak Eka kepada kak Riki dan juga keada kak Anton.


"Yeee apa salahnya setiap orang kan bisa berubah," kata kak Riki kepada kak Eka sambil menjulurkan lidahnya.


"Siapa berubah elo, ha ha ha ha ha ha ha ha ngelwak Li pmsore sore gini dasar buaya lagi halu" kata kak eka kepada kak riki


"Sudah sudah kalian nih kalau ketemu aja, udah kamu Rik diam gak usah jawab kata kata Eka dan kamu yank udah gak usah berantem berantem lagi. Sekarang mana saudara kamu aku pengen tau yank, yang kamu bilang datang dari kampung kan yank" kata kak Anton kepada kak Eka dan juga kak Riki.


"Hmmm iya yank, oiya ini Aisyah yank yang aku cerita ke kamu yank. Terus Syah ini pacar aku namanya Anton kenalin" kata kak Eka kepada ku dan juga kepada kak Anton.

__ADS_1


"Halo kak" kata ku kepada kak Anton malu malu. Aku pun kembali melihat ke arah makanan ku dan melanjutkan acara makan ku yabg barusan sempat tertunda


"Oh hai Syah, mata kalian mirip ya" kata kak Anton kepada ku juga kepada kak Eka


"Namanya juga saudara ya Sama lah yank" kata kak Eka kepada kak Anton.


"Iya sih, berapa lama kmu di sini Syah?" Kata kak Anton kepada ku


"Hmmm sekitar satu mingguan aja kok kak" kata jubjeoada kak Anton sambil melihatnya ke arah kak Anton sebentar.


"Oh, kamu masih sekolah tah?" Kata kak Anton kepada ku.


"Iya kak masih SMK kelas satu kak" kata ku kepada kak Anton sambil terus makan. Ya aku tak bisa berhenti makan karena maknana yang di pesankan oleh kak Tasya sangat enak sekali.


"Oh oke, semoga seneng ya di Jakarta dan jangan di dengerin kalau tuh buaya ngomong oke" kata kak Anton keada ku mengingatkan agar tak menanggapi apa saja yang di kata kan oleh kak Riki kepada ku.


"Iya kak" kata ku kepada kak Anton.


"Yee ku kok malah dukung Eka sih" kata kak Riki kesal kepada kak Anton.


"Dia gadis baik baik bro, dan elo udah lah jangan cari masalah bro cari cewek lain aja oke jangan dia" kata kak Anton kepada kak Riki


Setelah itu kak Riki pun hanya diam saja. Aku pun kembali ke makanan ku mereka semua berbicara aku tak tau harus berbicara apa jadi aku hanya diam dan mendengarkannya saja. Sedangkan kak Riki dua terus melihat ke arah ku membuat ku merasa tak nyaman dan juga membuat ku salah tingkah jadi aku hanya diam tiba tiba aku mendengar kalau suara honiu berbunyi jadi aku mengeluarkan hp ku dari dalam tas ku. Ternyata kak Sanusi mengirimi ku pesan dia mengatakan kalau dia sudah snagat merindukan ku padahal dia baru di tinggal dua hari saja. Aku pun membalas setiap chat yang di kirim oleh kak Sanusi kepada ku.


"Sibuk banget Syah" kata kak Riki kepada keoada ku. Aku pun melihat ke arah kak Riki.


"Ini lagi balas chat dari temen kak" kata ku kepada kak Riki.


"Temen cewek apa temen cowok?" Kata kak Riki jeoasa ku.


"Elo kepo banget sih, terserah dia donk mau chat sama siapa mau chat sama temen cowok ya lah mau chat sma atemen ceweknya kah itu terserah dia itu hak dia kenapa elu yang kepo banget sih" kata kak Eka kepada kak Riki


"Yeee terserah gue donk" kata kak Riki kepada kak Eka.


Dan apa lagi selanjutnya yang terjadi ya mereka berdua berdebat lagi entah lah aku tak mengerti dengan mereka berdua bahkan aku sendiri bingung ada apa dengan mereka berdua sehingga mereka dmberdua sering sekali bertengkar mengenai hal hal yang tak penting.

__ADS_1


Tak terasa hari sudah malam kak antin pun mengabtarkan ku dan kak Eka ke rumah ya sebenarnya kak Riki ingin mengantarkan ku oukabg ke rumah kak eka.tapi akk Eka melarang nya dan yang terjadi lagi lagi mereka berdebat dan terus berbenah sehingga kak Anton menarik kak Eka ke dalam mobilnya. Kak Anton juga menyuruh ku untuk masuk ke dalam mobilnya jadi aku pun duduk di kursi belakang sedangkan Kak Eka dan kak anton duduk di kursi depan. Beberapa jam kemudian kami pun sampai di rumah. Aku langsung turun ya aku tak lupa mengucapkan terima kasih. Setelah itu aku pun langsung turun dan masuk sedangkan kak Eka masih berbincang bincang di dalam mobil bersama dengan kak Anton.


__ADS_2