
( Adeva )
Entah mengapa aku sangat bosan sekali di rumah ya sejak pagi aku hanya di rumah tanpa melakukan apa apa dan itu membuat ku bosan bahkan sangat bosan. Aku ingin bertemu drngan Tristan entah lah rasanya aku snagat merindukan dirinya. Aku pun punya ide ya aku akan membawakan makan siang untuknya dia pasti bahagia sekali saat aku membawakannya makan siang. Setelah itu aku oun langsung turun ke bawah dan menuju dapur di sana banyak sekali pelayan.
" Maaf nyonya ada yang bisa saya bantu ?" Kata salah satu pelayan itu kepada ku ya karena dia melihat ku celingak celinguk.
" Gak ada aku hanya mau masak makan siang buat Tristan " kata ku kepada pelayan itu.
" Kalau begitu nyonya katakan saja Anda mau membawa apa ke kantor tuan biar kami yang mengerjakannya nyonya " kata pelayan itu kepada ku.
" Gak usah biar aku sendiri yang masak, lagi pula aku pengen banget masak " kata ku kepada pelayan itu sambil melihat peralatan dapur.
" Tapi nyonya " kata pelayan itu tampak tak pasrah saat aku mengatakan kalau aku akan masak sendiri ya mungkin dia takut kalau aku akan meledakkan dapur ini ha ha ha ha ya karena aku memang gak tau masak.
" Hmmm ya sudah gini aja dah kalian masak aku bantuin ya. Oiya Tristan suka makanan apa ?" Kata ku kepada para pelayan itu.
" Baik nyonya. Tuan suka ikan bakar dan ayam bakar nyonya dan juga nasi putih yang masih hangat " kata pelayan itu kepada ku.
" Ya sudha kalau gitu ayo kita mulai sebentar lagi kan sudah jam makan siang " kata ku kepada para pelayan itu.
" Baik nyonya " kata pelayan itu kepada ku.
Setelah itu pun aku fna beberapa pelayan mulai memasak, aku membantu mencuci ikan dan juga ikan ayamnya ya karena itu adalah pekerjaan yang paling gampang setelah selsai aku pun memotong motong ikan itu tapi bukan ikannya yang ku potong tapi tangan ku sehingga membuat para pelayan pelayan yang membantu ku panik dan juga terlihat takut.
" Nyonya sebaiknya kami membawa Anda ke rumah sakit " jata salah satu pelayan perempuan itu kepada ku.
__ADS_1
" gak usah lagi pula ini hanya luka kecil aja kok, oiya ambilkan kotak P3K ya terus yang lainnya lanjutin masak soalnya bentar lagi sudha mau makan siang aku gak mau Sampek Tristan beli makanan di luar " kata ku kepada para pelayan itu.
", Baik nyonya " kata para pelayan itu.
Setelah itu pelayan pun langsung melakukan tugas tugas yang aku suruh, tak lama kemudian salah satu pelayan datang dengan kotak P3K aku pun langsung mengoleskan obat merah pada tangan ku yang terluka setelah selsai aku membalutnya agar tidak terjangkau beda tajam lainnya. Setelah selsai aku oun kembali membantu para pelayan pelayan ku untuk memotong ikan dna juga yamnya ya setelah selsai aku membantu menyiapkan bumbu dan lain lainnya. Aku benar benar tidak tau cara memasak tapi sekarang aku memasak dan itu snagat meleelah kan tapi setelah ku dan Tristan menikah aku akan belajar memasak dengan giat sehingga aku bisa memasak makanan makanan yang enak enak untuk Tristan ya semoga saja rencana pernikahan ku dna juga Tristan berjalan dengan baik dan juga lancar.
Setelah selsai memasak aku emanruhnya di kotak makan yang sudha di siap kan bebebrapa pelayan tadi setelah selsai aku pun langsung ke kamar untuk mandi ya aku harus siap siap. Setelah selsai mandi aku bingung mencari baju yang akan aku gunakan ke kantor Tristan ya ini baru pertama kalinya aku bingung untuk memilih baju. Setelah cukup lama memutuskan apa yang akan aku pakai akhirnya aku akan memakai celana jeans, baju atasan yang baru beberapa hari ku beli. Fan juga sepatu kets warna putih. Setelah selsai berpakaian dan juga berdandan aku pun langsung turun ke bawah ya pelayan membawakan kotak makan yang sudah di bungkus rapi aku pun keluar sopir juga sudah menyiapkan mobil untuk ku bawa ke kantor Tristan ya karena aku ingin membawa mobil sendiri tadi setelah selsai masak aku emngatakan kepada sopir kakau aku ingin membawa mobil sendiri untuk di bawa ke kantor Tristan ya aku juga mengatakan kepada para pelayan Dan juga sopir kalau Tristan jangan sampai tau kalau aku akan ke sana karena aku ingin membuat kejutan untuk Tristan.
Saat di jalan aku sudah sangat snagat tak sabar untuk memberikan kotak makan siang ini kepada tristan, ya aku ingin lihat bagaimana ekspresi Tristan saat aku datang. Tak butuh waktu lama akhirnya aku sampai ya aku berjalan ke resepsionis di kantor Tristan.
" Ada yang bisa saya bantu ?" Kata resepsionis itu kepada ku.
" Saya ingin bertemu dengan Tristan apa dia ada ?" Kata ku kepada resepsionis itu.
" Gak ada aku hanya mau nganterin makan siang aja, nama ku adeva " kata ku kepada resepsionis itu dia terlihat kaget saat mendengar nama ku.
" Maaf nyonya saya tifka tau kalau itu Anda " kata resepsionis itu kepada ku sambil menundukkan kepala ya dia terlihat ketakutan.
" Eh kamu kenapa ?" Kata ku kepada resepsionis itu.
" Saya gak tau kalau nyonya adeva datang, padahal tuan Tristan sudha mengatakan kalau suatu hari ada yang datang namanya Adeva suruh langsung masuk dan beberapa pegawai sudah di beri tahu foto Anda tapi saat itu saya tidak masuk karena sakit. Jadi saya minta maaf nyonya karena daya tidak sadar kalau itu Anda dan terus mengajukan banyak sekali pertanyaan " kata resepsionis itu keoada ku.
" Oh gitu iya sudah gak papa kok. Tapi Tristan ada kan dia lagi sibuk ngak ?" Kata ku kepada resepsionis itu.
" Iya ada nyonya, tuan Tristan baru saja selesai meeting dan sedang ada di kantornya bersama dengan sekretaris nya. " Kata resepsionis itu kepada ku.
__ADS_1
" Ya sudha aku ke sana dulu. Jangan kasih tau Tristan kakau aku datang, aku pengen buat kejutan. Buat dia " jata ku kepada resepsionis itu.
" Baik nyonya " kataa resepsionis itu kepada ku.
Setelah itu ku oun langsung berjalan aku tak menyangka kalau Tristan akan melakukan hal itu. Bahkan saat berjalN ke kantornya beberapa pelayan langsing menunduk dan menyapa ku dengan lembut ya bahkan saat di dalam lift banyak sekali yang menyapa ku dan bahkan di belakang ku ada yang rdnag bergosip kalau aku datang aku hanya bisa senyum senyum saat mereka tampak takut ya aku harus memberitahukan hal ini kepada tristan agar semua orang terlihat biasa saja, rasanya saat orang orang begini di depan ku atau oun di belakang ku aku merasa sangat risih. Tak lama kemudian lift pun terbuka aku langsung ke ke sekertaris di kantornya.
" Tristan ada ?" Kata ku kepada sekertaris itu yang terlihat sibuk dengan komputernya. Dia langsung melihat ke arah ku dan langsung berdiri.
" Nyonya Anda datang, tuana da di dalam nyonya " kata sekertaris itu kepada ku.
" Dia lagi sibuk ngak ?" Kata ku keoada sekertaris kantor itu.
" Tidak nyonya tuan baru sjaa selsai meeting, tuan ada di dalam bersama dengan pak Albert" kata sekertaris itu kepada ku. Dari sekian lama aku baru tau kalau nama dari sekertaris tristan adalah Albert.
" Ya sudha kamu lanjutin tugas kamu, aku mau masuk dulu " kata ku keoada sekertaris itu.
" Baik nyonya " jata sekertaris itu keoada ku.
Setelah itu aku pun hendak masuk tapi aku menghentikan langkah ku ya karena Tristan mengatakan soal nama dan juga keluarga ku jadi aku diam tapi makin lama aku makin bingung drngan yang di katakan nya dia emngatakan klau awalnya dia mencintai ku tapi setelah tau dia hanya iba kepada ku. Aku pun. Makin mencerna perkataan perkataan Tristan. Dan bertapa kagetnya diri ku saat tau kalau Tristan lah yang membunuh ke dua orang tua ku mulut ku tak bisa berkata kata air mata ku sudha tak bisa di bendung lagi. Tanpa berfikir panjang aku pun alngsung berlari ke luar dna naik lift bebebrapa karyawan bertanya kepada ku embgapa akau menangis tapi aju tak menjawab pertanyaan mereka aju ebbar ebbar keceeqa dengan Tristan dia sudha membohongi ku dna aku juga benci sekali kepada tristan. Saat sampai di lobi aku menaruh kotak makan di meja resepsionis dna langsung keluar dari kantor aku mengemudikan mobil ku dengan kecepatan tinggi.
Aku terus menangis fan terus menangis tapi kata Tristan tadi kakau bukti bukti itu ada di ruang kerjanya dan ada di laci. Aku oun langsung mengemudikan mobil ku dna menambah kecepatan ya aku sudah tak peduli lagi jika aku harus mati di jalan. Saat sampai di rumaha ku langsung masuk ke ruang kerja Tristan beberapa karyawan mengikuti diri ku tanpa berfikir panjang aku langsung mencari berkas berkas itu ya bahkan berkas berkas yang tak penting aju melemparnya ke sembarang tempat dna saat aku membuka laci terakhir akhirnya aku menemukannya ya sebuah map kuning aku oun membacanya dna betul saja kalau Tristan lah yang sudha membunuh ke dua orang tua ku. Aku makin bingung harus bagaimana lagi ya. Aku ahrus harus keluar dari rumah pembunuh ini aku pun langsung berlari ke kamar dan langsung memasukan baju baju dan barang barang ku ke dalam koper. Aku melihat ke arah foto yang terpajang dengan idnah di kamar ini ya foto ku dan juga Tristan. Aku mengambil foto ku laku membawanya ke kamar mr mandi dan memecahkannya bahkan aku emnyobek nyobek foto itu ya aku benci bahkan snagat membencinya setelah menyobek nyobek foto itu aku pun langsung menyiramnya dengan air. Aku berharap foto foto ini akan musnah dan peradaan ku kepada tristan juga musnah.
Setelah selsai menulis surat aku pun langsung keluar ya aku tak mau lagi bertemu dnegan Tristan. Aku langsung membawa mobil yang aku bawa dari rumah ku sendiri. Aku pun langsung melajukan mobil ku dengan kecepatan tinggi ya aku pergi ke pemakaman ke dua orang tua kud an juga Kakek ku saat sampai aku langsung berlari ke arah makam mereka sata sampai air mata yang sudha sejak tadi aku bendung tak bisa aku bendung lagi. Aku berlutut di depan makan ke dua orang tua ku dna juga Kakek nenek ku aku merasa sangat bersalah kepada mereka.
" Maaf ma pa maaf aku benar benar minta maaf .... Kakek nenenk aku minta maaf aku minta maaf kek aku benar benar gak tau kalau laki laki yang sudah membunuh keluarga kita adalah dia aku ebbar benar minta maaf Mama papa Kakek dan nenek .... aku benar benar bodoh padahal Rico dia sudha bilang ke aku kalau Tristan lah yang sudah membunuh kalian dan juga dia sudha memberikan bukti kepada ku tapi dengan bodohnya aku gak percaya sama Rico malah makin makin fia secara gak jelas aku benar benar minta maaf ma pa ... aku benar benar gak tau kalau dia adalah pembunuh itu aku janji ke kalian kakau aku akan membalaskan dendam ku ke orang yang ngebunuh kakian berdua bukan maka aku akan tepati janji janji ku ma pa. Aku akan membuat dia sakit ya sakit hati yang sangat teramat sangat aku janji ma pa .. aku memang mencintainya tapi aku gak bisa terima karena dia sudah membunuh kalian berdua sehingga aku gak punya orang tua dan kekurangan kasih sayang dari kalian ... Kakek aku gak peduli seberapa bahayanya apa yang aku lakukan tapi untuk kali ini aku gak akan biarin Tristan buat hidup dengan tenang aku akan buat dia menderita ya menderita sama dengan apa yang aku rasakan saat aku masih kecil dulu aku janji kek .... maaf sudha buat kalian kecewa saat itu tapi untungnya aku belum menikah dengan Tristan mungkin jika aku sudah menikah dan mengetahui kenyataan ini semua aku oasti gak bakalan maafin diri ku sendiri ma pa kek ... jadi aku minta maaf ma pa apa oun akan aku lakukan untuk membalaskan dendam ku keoada laki laki jahanam itu aku janji ma pa .... kalau gitu Adeva pamit dulu ya ma pa kalian tenang aja aku pasti akan balasan dendam Klian dan buat dia semenderita mungkin .... aku janji" kata ku di depan makan ke dua orang tua ku dan juga Kakek dan nenek ku. Aku pasti akan membalaskan dendam ku. Aku bangun dan mengusap air mata ku dengan kasar.
__ADS_1