
Lalu langsung ke kamar untuk Menganti baju setelah aku pun berdandan tipis tipis toh kita berdua tak akan kemana kemana jika memang akan keluar hari ini dia pasti akan mengatakannya kepada ku. Setelah selesai berdandan dan menyisir rambut aku pun langsung keluar menemui kak Sanusi dan betul saja dia sudah ada di sana aku pun langsung duduk di sebelahnya.
"Kok pagi banget ke sininya yank" kata ku kepada kak Sanusi saat aku sudah duduk di sebelahnya.
"Iya aku ke sini oagi pagi mau ngajak kamu jalan jalan yank" kata kak Sanusi kepada ku
"Jalan jalan emangnya mau kemana?" Kata ku kepada kak Sanusi ya dia bahkan tak mengatakan apa pun kepada ku tadi malam saat kami telfonan.
"Kita ke pantai gimana?" Kata kak Sanusi kepada ku
"Pantai mana?" Kata ku kepada kak Sanusi kaget ya bagiman tidak dia tiba tiba datang dan langsung mengajak ku jalan jalan ke pantai aku bahkan tak emnyiapkan apa pun dan aku juga masih belum bilang kepada ke dua orang tua ku entah mereka akan mengizinkan ku keluar atau tidak.
"Di Situbondo yank" kata kak Sanusi kepada ku.
"Tapi aku belom bilang ke ayah sama ibu, habis kamu gak bilang tadi malam kalau mau keluar tau gitu kan aku bisa siap siap terus bilang ke ayah sama ibu ku yank" kata ku kepada kak sanusi.
"Aku sudah bilang barusan ke ayah sama ibu kamu kok yank, dan mereka ngizinin kamu keluar kok yank." Kata kak Sanusi kepada ku.
"Emangnya kapan kamu yang ijin ke ayah sama ibu ku yank?" Kata ku kepada kak Sanusi
"Barusan waktu Dateng ayah kamu lagi nyiram bunga di depan ya aku ngehampirin ayah kamu terus salaman setelah itu aku bilang ke ayah kamu. Pak saya mau ajak Aisyah jalan jalan ke pantai boleh aku bilang gitu ke ayah mu yank terus ayah kamu bilang iya gak papa asal pulangnya jangan malam malam terus hati hati di jalan. Udah gitu kalau ibu kamu pas aku masuk aku salaman sama ibu kamu terus ibu kamu tanyak sama aku yank loh kok pagi pagi banget ke sininya nak Sanusi Aisyah ya masih belum bangun tuh gitu kata ibu kamu ya aku bilang iya buk saya ke sini mau ngajak Aisyah jalan jalan ke pantai di Situbondo boleh buk gitu terus ibu kamu bilang iya boleh hati hati di jalan. Udah gitu jadi intinya ibu sama ayah kamu ngasih ijin buat kamu keluar sama aku ke Situbondo yank" kata kak Sanusi kepada ku sambil menjelaskan dmeuabya secara detail aku sampai bingung mengapa dia menjelaskan semuanya secara detail dari dia datang hingga duduk.
"Oh gitu, ya udah kalau gitu aku siap siap dulu ya yank" kata ku kepada kak Sanusi.
"Iya" kata kak snausi kepada ku.
Aku pun masuk ke kamar ku aku langsung memilih baju, jaket, dan juga celana panjang ya karena di sana panas jika aku tak memakai celana panjang atau pun jaket maka saat pulang pasti warna kulit ku akan berubah menjadi hitam. Setelah selesai berpakaian aku pun menghapus dandanan ku yang tadi dan mengubah dandanan ku seperti biasanya saat aku akan keluar setelah selsai aku emngepang rambut ku ke belakang dan menguncinya menjadi satu setelah selsai aku embgambil helm ku laku keluar.
"Sudah?" Kata kak Sanusi kepada ku.
"Iya sudah" kata ku kepada kak Sanusi.
"Ya udah jalan yuk biar gak kesiangan nantik Sampek sana panas kan gak bisa ke pinggir pantainya" kata kak Sanusi kepada ku.
"Iya ayo" kata ku kepada kak Sanusi.
__ADS_1
Kami pun keluar rumah setelah bersalamna dan pamit ke pada ke dua orang tua ku aku dan kak Sanusi pun jalan. Sepanjang perjalna kak snausi bicara dan bercerita bergai hal. Terutama tentng kehidupannya dia mempunyai seorang kakak wanita dan kakanya juga sudah mempunyai dua anak. Dan ya dia terus bercerita begitu pun juga dengan ku aku menceritakan tentang keluarga ku termaksud kak baju dan juga istrinya yang tak suka dengan ku mendengar kata kata ku kak Sanusi tertawa aku bertanya kepada kak snausi mengapa dia tertawa lalu dia mengatakan lucu saja seorang kakak ipar cemburu kepada adiknm suaminya. Ya memang aneh sih bahkan sampai detik ini aku dan Mbg novik masih belum berbaikan dia masih saja memusuhi diri ku seakan akan aku akan mengambil kak Bayu dari hidupnya entah lah apa yang dia pikir kan aku juga tak tau membuat ku pusing.
Sekitar satu jam kemudian aku dan kak Sanusi pun sampai di pantai ya kami berjalan pelan pelan dan tak terasa sudah jam sembilan pagi. Saat sampai kami langsung memilih tempat duduk yang tak jauh dari pantai. Agar tak terlalu siang aku pun main di pinggir pantai sedangkan kak Sanusi dia duduk di jlpondok menjaga tas kami agar tak hilang ya karena hari ini adalah hari Minggu dan saat kami sampai pengunjung pantai sudah cukup banyak. Jadi kak Sanusi menunggu di pondok itu. Setelah merasa puas bermain air aku pun kembali ke pondok.
"Hah capek" kata ku kepada kak Sanusi sambil duduk di pinggir pondok itu rasanya sangat leah dan juga capek tapi senang rasanya bisa bermain air.
"Duduk dulu yank, kamu keringatan sini aku elapin" kata kak Sanusi kepada ku sambil mengelap keringat yang ada di wajah ku dengan sarung tangan yang dia bawa.
"Makasih ya yank" kata ku kepada kak Sanusi.
"Iya sama sama, sudah laper ngak kamu?" Kata kak Sanusi kepada ku.
"Ngak kok yank masih kenyang" kata kunkepada kak Sanusi tapi sebenarnya aku snagat laper ya karena sejak pagi aku belum makan apa pun.
"Jangan bohong, kamu dari pagi gak makan apa apa yank, aku beliin kamu ikan bakar ya. Aku juga laper dari pagi belum makan apa apa" kata kak Sanusi kepada ku ya aku rasa dia tau kalau aku berbohong kepadanya
"Hmmm iya" kata kunkepada kak Sanusi.
Dia pun pergi memesan makanan bahkan dia tak malu untuk memesan makanan untuk ku dan juga untuk dirinya jika orang lain pasti akan malu apa lagi memesan makanan. Ya aku sudah berpengalaman dulu aku juga pernah jalan jalan dengan Roy dan saat akan membeli makanan dia menyuruh ku untuk membelinya karena dia malu jika harus dia yang membelinya jadi mau tak mau aku pun yang memesannya. Tapi beda dengan kak Sanusi dia sangat baik, sopan dan juga tak malu. Aku sangat sangat berharap suatu saat nanti aku berharap kalau suami ku akan seperti dirinya laki laki yang baik, sopan, dan juga bertanggung jawab. Aku pasti akan sangat bahagia jika memiliki suami seprti dirinya suatu saat nanti. Tapi entah seprti apa suami ku suatu saat nanti. Aku akan menanyakan hal itu kepada ayah ku nanti ya dia bisa sedikit meramal tentang masa depan ku. Bukan hanya diri ku tapi semua orang dan ayah ku juga bisa menebak sifat sifat dan kelakuan dari laki laki yang aku kencani atau laki laki yang sering datang ke rumah ku. Tak lama kemudian kak Sanusi datang dengan nampan di tangannya smyang sudah berisi makanan dan juga minuman.
"Gak usah yank aku suka kok sama es jeruk buat apa kamu mesen lagi terus ini mau di kemanakan kan sayang kalau gak di minuman yank. Udah ini aja cukup kok dan aku suka es jeruk kok yank" kata ku kepada kak Sanusi.
"Ya sudah ini ikan bakar sama nasinya buat kamu" kata kak Sanusi sambil memberikan piring yang sudah ada isi nasi dan juga lauk pauknya.
"Makasih ya yank, kamu gak malu yank pesen makanan buat pacar mu?" Kata ku kepada kak Sanusi.
"Buat apa malu yank toh kita yang beli pakek yang kita sendiri bukan beli pakai uang mereka jadi buat kita malu. Apa lagi belinya buat orang yang di sayang jadi buat apa malu ya ngak lah yank. Udah ayo makan aku tau kamu pasti laper banget kan yank" kata kak Sanusi kepada diri ku
"Iya yank" kata ku kepada kak sanusi
Setelah itu kami pun makan. Saat aku melihat dirinya makan dia tampak lucu ya dia makan tanpa melihat ke arah sekeliling ku. Setelah selesai makan aku ingin mengembalikan nampan dan juga piring serta gelas yang sudah kosong tapi kak Sanusi mmelarang ku dia mengatakan dia yang akan mengembalikannya tapi aku emmaksa untuk mengembalikan piring dan juga gelas kosong itu tapi kak Sanusi labgsung abngun dan mengembalikan gelas serta piring kosong itu. Tak lama dia pun kembali kepada ku.
"Kenapa aku kok gak boleh ngembalikan piring sama gelasnya wonk sama aja kamu sudah bayar kan yank makanannya itu?" Kata ku kepada kak Sanusi.
"Iya sudah kok yank" kata kak Sanusi kepada ku.
__ADS_1
"Terus kenapa koka ku gak boleh ngembalikan piring sama gelasnya yank?" Kata ku kepada kak Sanusi.
"Tuh coba liat" kata kak Sanusi sambil emnunjuk ke arah warung tempat dia memesan makanan yang kami makan barusan.
"Apa emangnya?" Kata ku kepada kak Sanusi sambil melihat ke arah warung itu. Aku bingung apa yang harus aku lihat.
"Kamu gak lihat di sana itu banyak cowok cowok. Kalau kamu yang ngembalikan piring dan gelas kosong itu mereka pasti ngelirik kamu fan pasti ada yang suka sama kamu yank kamu kan cantik. Maka dari karena itua ku ngelarang kamu buat ngembalikan piring dan gelas itu karena aku gak mau cowok cwook itu Sampek suka sama kamu apa lagi Sampek ngelirik kamu yank soalnya aku sayang dna serius sama kamu dan aku gak mau kehilangan kamu" kata kak Sanusi kepada ku. Dia terdengar lebay memang tapi sebenarnya dia hanya mau mengungkapkan perasaanya saja.
"Iya iya aku ngerti kok" kata ku kepada kak Sanusi.
"Aku bukannya mau posesif sama kamu yank tapi aku hanya gak mau aja cowok cowok itu ngeliatin kamu. Aku gak suka apa yang jadi milik ku masih di lirik sama cowok lain atau pun orang lain. Jadi aku harap kamu ngertiin aku ya yank" kata kak Sanusi kepada ku.
"Iya yank aku ngerti kok" kata ku kepada kak Sanusi.
"Ya udah kita pulang yuk lewat Situbondo sambil jalan jalan ya yank" kata kak Sanusi kepada ku.
"Iya ayo yank" kata ku kepada kak Sanusi
Setelah itu kami pun pulang. Kami melewati jalan Situbondo ya memang sangat jauh tapi saat di jalani bersama dengan kak Sanusi semuanya terasa sangat cepat. Dan aku tak takut kehuan akan pacar pacar ku sebelumnya kenapa karena aku sudah memutuskan mereka semua ya entah kenapa tapi aku sudah memutuskan mereka semua dan sisanya sekarang hanyalah Sanusi saja.
****
Tak terasa satu bulan sudah kak Sanusi menjadi pacar ku dan setiap hari jam tiga sore dia selalu datang ke rumah ku dan pulang jam lima sore. Kalau malam hari dia akan datang jam enam sore atau setengah tujuh malam dan dia akan pulang sekitar jam sembilan malam. Ibu ku sangat perhatian kepada kak Sanusi ya bagaimana tidak setiap hari saat malam hari ibu ku selalu memasak dan akan membawakan makanan untuk kak Sanusi. Ya dia hampir setiap hari selalu membawa makanan dari rumah ku dan sekarang kak Sanusi sedang ada di rumah ku masih sedang berbincang bincang dengan ayah ku sedang kan aku masih ada di dapur bersama dengan ibu ku aku tak membantu ibu ku memasak karena aku tak tau apa pun tentang memasak jadi aku hanya mencicipi masakan ibu ku yang akan di bawa kak Sanusi ke kossannya setelah selesai aku pun menatanya di dalam kotak makan yang sudah biasa di gunakan dan di bawa oleh kak Sanusi. Karena masih panas aku pun membiarkannya terbuka sambil menunggu dingin aku pun keluar untuk menemui kak Sanusi ternyata ayah ku sudah pergi saat aku sudah sampai.
"Mana ayah yank?" Kata ku kepada kak Sanusi sambil duduk di sebelahnya.
"Baru aja masuk katanya masih ada yang mau di kerjakan" kata kak Sanusi kepada ku.
"Oh" kata ku kepada kak Sanusi sambil mengangguk anggukan kepala ku.
"Yank" kata kak Sanusi kepada ku.
"Hemm... Apa yank?" Kata ku kepada kak Sanusi sambil melihat ke arah kak Sanusi.
"Ulang tahun kamu kapan?" Kata kak Sanusi kepada ku.
__ADS_1
"Sudah lewat yank jauh sudah" kata kunkepada kak Sanusi.