
( Bryan)
Hari ini adalah hari hari yang ku tunggu ya hari ini alecia akan memilih siapa yang akan dia jadikan kekasihnya. Entah lah tapi aku tak tau apakah dia akan memilih ku atau tidak tapi jika pun dia memilih cridan aku tak apa aku iklas toh ini semua demi kebahagiaannya. Sekarang aku sedang membereskan barang barang ku setelah selesai aku pun menaruhnya di atas ranjang saat akan menaruhnya tiba tiba pintu kamar ku di ketuk aku menaruh koper itu lalu berjalan ke arah pintu ternyata amrlia yang mengetuk pintu ku bahkan di belakangnya sudah ada crisan dan juga teman temannya.
"Ada apa mel? " kata ku keoada amelia
"Ayo kita ke kamar alecia kita tanyak sama dia siapa yang akan dia pilih antara kamu dan juga crisan" kata amelia keoada ku
"Apa gak nantik aja setelah kita sampek di korea? " kata ku kepada amelia
"Sudah lah sekarang aja. Apa kamu takut kakau alecia bakalan bilang milih aku ya trntunya dia akan milih aku lah toh aku ini cinta pertamanya. Jadi ayo buat apa di tunda tunda lagi biar kamu bisa pilih setelah ini mau terbang ke korea atau kembali ke amerika" kata crisan kepada ku dengan tersenyum sombong ke arah ku.
" ya sudah ayo" kata ku kepada amelia.
Aku pun menutup pintu kamar ku. Aku tak peduli kepada crisan atau pun dengan ycapannya toh jika alecia benar benar memilih crisan aku hanya ingin dengan hal itu kleuar dari mukutnya. Saat sampai di depan pintu kamar alecia amelia pun langsung membukanya. Alecia tampak sibuk dengan baju bajunya dan amelia pun mulai bertanya tentang siapa yabg dia pilih lalu dia menyebutkan nama ku tapi sepettinya aku salah dengar saat aku hendak bertanya crisan bertanya terlebih dahuku kepada alecia dan benar kalau alecia memilih ku untuk tetap menjadi kekasihnya hati ku sangat bahagia bahkan aku tak mengeluarkan kata kata karena terlalu bahagia.
Crisan marah marah kepada alecia aku membiarkannya karena aku ingin agar crisan tenang tapi lama lama crisan tak trnnag aku pun menghampiri alecia dan berdiri tepat di sampingbya saat crisan dan teman temannya pergi aku labgsung memeluk alecia aku bahagia saat ini bahkan sangat sangat bahagia tak bisa ku bayangkan kalau dia akan memilih ku dari pada crisan.
Saat di pesawat aku mengenggam tangan alecia bahkan mulai lepas landas sampai mendarat di korea aku tak melepaskan tangan akecia sedetik pun ya aku tak ingin kehilangannya karena aku snagat mencintainya yang aku pikirkan saat ini adalah kebahagiannya. Saat sampai di korea aku langsung mengirimkan pesan kepada mama ku kalau nanti malam aku akan menelfon mereka memberikan sebuah kabar. Saat sampai di bandara mama, papa, dan adik alecia menjumput kami setelah menjelaskan siapa yang dia pilih kami pun langsung kembali ke rumah alecia saat sampai di rumah alecia sudah tersedia hifangan ya karena aku juga masih tidak makan. Karena crisan terlalu terburu buru untuk tau jawabannya sehingga kami tifak sempat untuk sarapan karena waktu sarapan di gunakan oleh crisan untuk berdebat dengan alecia Jadi ya akhirnya saat di oesawat perut kami keroncongan begitu pun dengan alecia. Kami pun langsung melahap makanan yang ada di depan kami tak sampai sepuluh menit semua makanan habis tak bersisa. Setelah itu alecia, mamanya dan juga amelia pun masuk ke kanarnya aku pun begitu karena aku akan menelfon mama karena aku juga sudah berjanji oasti mama sedang menunggu telfon dari ku.
Saat sampai di kamar aku pun mengecas hp ku dan langsung mandi setelah selesai mandi aku mengambil hp ku lalu berbaring di ranjang dan menelfon mama tak butuh waktu lama telfon ku pun terhububg dengan mama.
"Halo ma" kata ku keoada mama saat telfon sudah terhububg
"Iya sayabg jadi gimana siapa yang alecia pilih? " kata mama ku keoada ku sepertinya dia sudah tak sabar mendengar berita itu.
"Alecia pikih aku ma" kata ku kepada mama ku
"Serius kamu gak bohobg kan kakau alecia bener bener pilih kamu? " kata mama ku keoada ku ya sulit di percaya kalau alecia memilih ku ketimbang cinta oertamanya.
"Iya ma aku serius aku gak bohong" kata ku keoada mama
"Oke sekarang kamu kasih telfonnya ke alecia mama mau bicara" kata mama ku kepada ku dia tampak sangat gembira.
"Oke bebtar ya ma" kata ku keoada mama
Setelah itu aku pun turun dari ranjang dan berjalan ke deoan oibtu kamar alecia saat akan mengetuk aku mendengar kalau mereka sedang membicarakan diri ku aku pun mendengarkannya sebntar dan aku habya bisa tersenyum saat mama bertanya kapan aku dan alecia akan bertunangan atau menikah. Aku rasa jika dia sudah siap aku akan melamarnya tapi jika alecia mau detik ini oun fi ajak tunangan atau pun menikah aku tak akan menolak aku oasti akan langsung menyanggupinya.
Karena mereka terdengar serius berbicara akhirnya aku tak jadi mengetuk pintu aku oun langsung menuju ke ruang TV di sana tidak ada orang aku pun kembaki melhat hp ku yang masih terhububg dengan mama.
"Halo ma? " kata ku kepada mama
__ADS_1
"Jadi mana alecianya kok lama banget? " kata mama kepada ku.
"Alecia sedang bicara sama mamanya ma kayakbya mereka serius babget bicaranya aku yang mau ganggu mereka jadi gak enak" kata ku kepada mama
",oke oke" kata mama ku keoada ku oasrah.
"Ma" kata ku keoada mama
"Apa? " kata mama ku kepada ku
"Mama sama papa setuju ngak kalau aku menikah atau tunangan sama alecia? " kata ku kepada mama ku.
"Ya setuju lah sayang malah Mama sama papa ini setuju banget iya kan pa.?" Kata mama ku kepada ku
"Iya lah apa lagi alecia anaknya mandiri, baik, dan juga gak Ngada Ngada dengan ke adaannya papa setuju banget kalau kalian tunangan terus menikah. Papa janji akan adakan acara yang super duoer megah di acara pertunangan dan pernikahan kalian" kata papa ku kepada ku.
"Oke oke" kata ku kepada papa ku sambik mengangguk anggukan kepala.
"Terus kapan kalian pulang?" Kata mama ku kepada ku dia benar benar tampak tidak sabar.
"Gak tau ma, aku tanya alecia nantik ya" kata ku kepada Mama
"Iya ya sudah bilang ke alecia kalau cepet kembali ada hal penting yang mau mam dan papa omongin ke dia gitu ya" kata Mama ku kepada ku
"Ada deh pokonya nantik dah ya" kata Mama ku kepada ku
"Hmm... mmmm oke oke" kata ku kepada mam ku
Setelah itu Mama pun memutuskan telfon yang terhubung dengan ku aku melihat ke arah kamar alecia masih tertutup rapat mungkin mereka masih berbicara. Entah lah aku tak tau tapi aku cemas saat ini apa dia mau aku ajak untuk bertunangan sedangkan kata alecia tadi yang ku dengar dia masih ingin membahagiakan ke dua orang tuanya dan fokus kerja. Hmmm entah lah nantik saat di rumah aku tanyakan saja. Aku pun menyalakan TV
Saat sedang asik menonton TV tiba tiba papa alecia dan adiknya menghampiri ku. Aku pun mengeset tempat duduk ku agar papa alecia dapat duduk di dekat ku. Papa pun duduk di dekat ku sedangkan adiknya duduk di kursi singel dengan sebuah haedset yang menutupi kupingnya ya mungkin dia srdnag bermain game terlihat dari cara dia bermain dna juga cara memegang HPnya.
"Sendirian aja?" Kata papa alecia kepada ku
"Iya pa" kata ku kepada papa alecia.
"Papa mau tanya sama kamu" kata papa alecia kepada ku dia tampak serius berbicara dengan ku kali ini.
"Iya pa mau tanyak apa?" Kata ku smabil melihat papa
"Kamu serius sama alecia?" Kata papa alecia kepada ku
__ADS_1
"Serius donk pa bahkan serius banget" kata ku kepada papa alecia.
"Bagus lah papa harap kamu bisa buat dia bahagia" kata papa alecia dambil menepuk paha ku
"Pasti itu pa. Kebahagian alecia nomer satu bagi ku pa" kata ku kepada papa alecia.
"Bagus lah karena papa gak mau sampai kejadian itu terulang lagi. Dulu salah papa dan Mama mendukung hubungan alecia dengan crisan meskipun kami tau kalau anak kami itu akan mengalami penderitaan kamu tau bahkan alecia oenah di culik dalam waktu satu Minggu dia hanya di beri minum air saja satu hari satu botol kecil. Dan gak di kasih makan dan yang papa tau orang yang ngelakuin itu Mama crisan saat itu oao sudah sadar tapi alrcia ingin terus berjuang tapi beberapa Minggu setelah alecia keluar dari rumah sakit alrcia di campakkan oleh crisan dan memilih bersama dengan wanita lain. Alecia sangat hancur saat itu bahkan dia pernah sakit dan koma selam satu bukan karena laki laki itu. Maka dari karena itu papa gak mau sampai dia di sakiti untuk yang ke dua kalinya. Papa gak mau dia di hianati untuk yang ke dua kalinya. Dan papa juga gak mau alecia menderita untuk yang ke dua kakinya maka dari itu papa harap kamu bisa jaga alecia dengan baik. Dan berikan dia kebahagian yang melimpah karena dia anak yang baik dan juga mandiri bahkan dia gak mau orang orang di sekitarnya menjadi susah karena dia" kata papa alecia kepada ku
."pasti pa aku gak akan buat dia menderita tapi aku akan. Buat alecia selalu tersenyum dan tertawa" kata ku kepada papa alecia
"Bagus lah papa harap papa bisa pegang ucapan kamu" kata papa kepada ku.
"Pasti bisa oa" kata ku kepada papa.
Setelah itu aku pun membicarakan hal lain dengan papa alrcia bahkan papa alecia menceritakan masa kecil alrcia yang nakal keoada ku aku pun menceritakan sebuah kejadian lucu yang oenah di alami alecia ya karena dia sangat tekun dan rajin karena itu juga di hampir kehilangan nyawanya. Tak lama kemudian alecia, Amelia, dan juga mamanya keluar dari kamar alrcia lalu menghampiri ku dan juga papa alecia yang sednag duduk duduk.a ku oun memberitahukan kepada alecia tentang permintaan Mama yang ingin alrcia dan aku cepat cepat kembali ke Amerika dan alecia ingin kembali ke Amerika dua Minggu lagi ya aku tau kalau dia masih merindukan ke dua orang tuanya toh aku tak masalah nantik akan ku beritahukan hal ini kepada Mama.
Cukup lama kami berbincang bincang kami pun masuk ke kamar masing masing karena hari sudah larut ya lagi pula hari ini aku snagat lelah butuh istirahat lebih awal. Aku pun masuk ke kamar saat sampai di kamar aku menelfon Mama ku.
"Halo ma?" Kata ku kepada Mama saat telfon sydah terhubung.
"Iya ada apa?" Kata mama ku kepada ku tampaknya dia sudah tidur
"Maaf Mama pasti udah tidur ya?" Kata ku kepada mam
"Gak papa kok hanya mau tidur aja" kata Mama ku kepada ku
"Oh oke" kata ku kepada mam ku
"Ada apa jadi kapan kalian pulang?" Kata mama ku kepada ku.
"Sekitar dua Minggu lagi ma kita pulang" kata ku kepada Mama ku
"Kok lama banget sampek dua Minggu?" Kata mama ku kepada ku
"Iya alecia masih kangen sama orang tuanya jadi dia minta dua Minggu lagi kita pulang gak papa kan ma aku juga kasian liat alecia kalau jauh jauh dari Mama dan papa nya lagian merwka kan sudah enam tahun gak ketemu ma" kata ku kepada Mama
"Hmm.... mmmm oke oke gak papa kok" kata Mama ku kepada ku
"Oke makasih ya ma. Kalau gitu Mama lanjutin aja tidurnya selamat malam ma" kata ku kepada Mama ku.
"Iya selamat malam sayang" kata Mama ku memtuskan telfonnya.
__ADS_1
Setelah itu aku berjalan ke meja untuk mengecas hp ku ya jarena baterainya tinggal sedikit. Setelah itu ku pun kembali berbaring di tempat tidur ku. Aku harap bahkan sangat berharap kalau alrcia mau bertunangan dan juga menikah dengan ku aku ingin membuatnya bahagia ya tentunya bukan hanya itu. Aku gak mau kehilangan dia lagi jadi aku ingin buat dia selalu ada di samping ku jadi aku bisa buat dia bahagia setiap haribya. Tapi pikran ku melayang layang kepada perkataan alecia yang hanya ingin fokus pada pekerjaannya dan tak ingin ceoat cepat bertunangan tapi apakah dia tak bisa merubah fikirannya bukan kah dia masih bisa membahagiakan ke dua orang tuanya bahkan fojus berkerja meskipun sudah bertunangan aku juga tak akan melarang alecia untuk melakukan hal yang di sukai nya kecuali itu membuat dia meninggalkan ku atau jauh dari ku. Karena aku tak akan sanggup jauh jauh dari alrcia. Hah sudah kah itu semua kan harus sesuai dengan permintaan dan persetujuan Alecia aku tak ingin memaksanya untuk tunangan dan juga menikah dengan ku. Kapan pun dia siap untuk bertunangan atau pun menikah saat itu juga aku pasti akan siap bahkan aku akan sangat sangat siap sampai saat itu tiba. Dan aku harap saat itu tak akan lama lagi.