
“ma pa aku kan sudah bilang, aku gak mau tunangan sama alisya, aku hanya menganggap dia sebagai adikku saja pa ma, dan aku juga tidak mencintainya?” kata ku tidak senang
“cinta bisa datang belakangan, seperti mama dan papa dulu tidak saling kenal dan tidak saling cinta. Tetapi rumah tangga kita bahagia dan bahkan kita saling mencintai sekarang?” kata papa
“terserah pokoknya aku gak mau tunangan sama alisya?” kata ku mulai kesal
“kenapa, kamu masih mau main-main sama cewek-cewek matrek di luar sana, ingat austyn kamu anak dari perusahaan ternama di dunia, dan kamu jangan membuat papa dan mama malu. Kamu kuliah juga hanya meneruskan untuk S-3 kamu. Tahun ini juga kamu sudah lulus. Kamu itu seorang CEO dari perusahaan ini austyn papa gak mau kamu terus-terusan seperti ini austyn ingat itu, kamu terima atau tidak kamu harus tetap bertunangan dengan alisya?” kata papa dengan tegas
“terserah?” kata ku kepada papa
__ADS_1
Aku meninggalkan papa dan mama karena sangat kesal dengan aku mendengar mama memanggil-manggil namaku dan aku tak menanggapinya karena aku benar-benar kesal dengan semua ini. Setelah itu aku pergi mandi untuk menenangkan hatiku dengan ucapan mama dan papa barusan. Saat selesai mandi aku bersantai sebentar di luar kamar. Saat sedang asik melihat pemandangan aku teringat akan wanita itu, iya wanita yang sejak tadi aku ikuti, siapa namanya dan dimana rumahnya kataku dalam hati mengingatnya saja membuat ku sangat-sangat bahagia. Aku memanggil doni dia adalah asisten kepercayaan ku
“don?” kata ku memanggil karena dia selalu ada di depan kamar ku
“iya tuan?” kata doni yang sudah ada di dalam kamar ku
“cari tahun tentang wanita ini, aku mau sedetail-detailnya info tentang wanita ini?” kataku kepada doni sambil menunjukan foto yang tadi aku ambil diam-diam saat dia ada di kantik kampus.
Setelah itu aku pergi untuk bertemu dengan Jason. Saat aku menelfon Jason ternyata dia ada di bar yang sering kami kunjungi, setelah itu aku langsung menuju ke bar tempat berada Jason. Saat sampai di sana aku langsung memesan minuman sekitar 2 jam kemudian, aku melihat wanita itu bersama seorang wanita juga mungkin dia temannya kataku dalma hati. Aku terus melihat wanita itu. Ternyata dia minum juga kata ku dalam hati dan itu membuat ku tersenyum.
__ADS_1
“lo kenapa senyum-senyum gakjelas?” kata Jason
“gak papa kok?” kata ku kepada Jason dengan mata yang masih tertuju kepada gadis itu
“oh wanita itu, cantik juga sih? Kenapa lo tertarik sama dia?” kata Jason kepadaku
“dia itu 1 kelas sama gue di kampus, gue pikir dia gadis baik-baik gak taunya dia minum juga?” kata ku kepada Jason
“sudah sana pergiin ajak kenalan, semua wanita itu sama bro?” kata Jason
__ADS_1
“gue sudah nyuruh doni untuk selidiki tentang itu cewek, gue pengen tau tentang dia?” kata ku kepada Jason sambil tersenyum