
"Maaf sudah buat kalian ngerasa gak nyaman di sini. Ini semua salah aku seharusnya ini semua gak terjadi aku juga gak tau padahal aju sudah gak undang dia. Maaf sudah buat kacau di acara pertunangan ku" kata ku kepada yang lainnya tiba tiba Om Edward mendekat dan memeluk diri ku.
"Kamu gak salah sudah semuanya sudah berlaku dan sekarang yang penting kamu dan bryan harus bahagia sayang" kata Om Edward kepada ku.
"Iya pa" kata ku kepada Om Edward sambil menghapus air mata ku.
"Sudah ya sayang gak usah nangis lagi semuanya sudah berlalu oke. Sekarang senyum ini adalah hari bahagia kamu sayang. Jadi sekarang kamu harus tersenyum ya" kata Tante Ratna kepada ku
"Iya ma" kata ku kepada Tante ratna.
"Ma aku bawa alecia ke kamarnya dulu ya biar dia tenang" kata bryan kepada ku.
"Iya sayang, sudah sana bawa dulu biar alrcia tenang" kata Tante Ratna kepada ku.
"Iya ma" kata bryan kepada tabte Ratna
"Ayo sayang kita ke kamar kamu." Kata bryan kepada ku sambil merangkul ku.
"Tapi gimana sama acara kita?' kata ku kepada bryan sambil melihat ke arah bryan.
"Sudah gak papa kok kan ada papa dan Mama yang bisa ngatasin oke. Sekarang kamu butuh istirahat dan nenangin diri kamu sayang. Sudah ayo" kata bryan kepada ku sambil membawa ku berjalan.
Setelah itu bryan merangkul tubuh ku dan membawa ku keluar dari gedung itu. Setelah itu bryan membawa ku ke kamar hotel sepanjang jalan aku hanya diam begitu pun dengan bryan aku merasa bersalah sudah membuat hari ini sebagai hari yang buruk padahal aku ingin ini adalah hari bahagia tapi tidak crisan dan teman temannya datang dan membuat kacau semuanya. Bahkan saat tau kalau acara pertunangannya dengan ku kacau gara gara diri ku bryan masih tetap bersikap baik kepada ku bahkan dia tak marah kepada ku karena hal ini bahkan dia masih sempat tempatnya menenabgkan diri ku.
Tak lama kemudian kami pun sampai di kamar. Bryan membuka kan pintu untuk ku setelah itu dia menyuruh ku untuk istirahat dan saat dia akan keluar aku menahannya dan menyuruhnya untuk menemani ku di sini ya karena perasaan ku masih tidak tenang. Bryan.oun duduk di samping ku lalu menyuruh ku untuk menenangkan diri.
"Maaf ya sudah buat kekacauan" kata ku kepada bryan sambil menatap ke arah lain.
"Sayang sudah ya jangan di pikirin lagi. Gak papa kok yang penting kamu itu gak di apa apain sama crisan jadi gak masalah kok lagi pula acar utama kan sudah berjalan dengan lancar dan sekarang kamu tunangan aku. Jadi mulai detik ini aku akan selalu ngelindungin kamu apa pun yang terjadi dan jaga kamu dengan baik. Aku itu sayang banget sama kamu dan aku gak mau kehilangan kamu. Aku gak papa berjuang beribu ribu kaki atau pun nunggu kamu sepuluh tahun gak papa asalkan kamu kembali ke sisi aku" kata bryan kepada ku sambil memeluk uk diri ku
"Tapi aku sudah buat acara kita berantakan dan seharusnya ini afalah hari bahagia kita. Tapi dia malah datang dan mengacaukan semuanya aku bener bener gak bisa maafin dia dan dia datang gara gara aku. Aku tau dan aku percaya kok sama kamu kalau kamu bisa jaga aku dengan baik" kata ku kepada bryan.
"Maka dari karena itu sudah ya gak usah di bahas lagi aku gak mau kamu ngebebanin ini semua dan nyalahin diri kamu sayabg karena ini bukan salah kamu kok. Dan lagi pula ini kan juga sudah acar terakhir dan sebentar lagi tamu tamu juga bakalan pulang. Jadi sudah gak usah di pikirin oke. Sekarang kamu istirahat aku akan selalu ada di samping kamu aku gak akan kemana kemana kok nantik waktu kamu ngebuka mata kamu di oavi hari aku pastikan kalau aku tetap ada di samping kamu " kata bryan kepada ku sambil mencium kening ku.
"Bener?' kata ku kepada bryan
"Iya sayang. Tapi sebaiknya kamu mandi dulu aku tau kamu pasti gerah kan pakai baju ini dan muka kamu pasti rasanya berat banget ya kan. Jadi sekarang kamu mandi dulu biar tidur kamu nyenyak sampai besok pagi" kata bryan kepada ku.
"Iya" kata ku kepada bryan.
Setelah itu aku babgun dari tempat tidur dan masuk ke kamar mandi setelah itu aku membuka gaun yang aju kenakan dan langsung mandi. Setelah selesai aku pun langsung membersihkan kembali wajah ku dengan pembersih make up ya meskipun sudah ku sabun tapi beberapa masih menempel di kulit wajah ku membuat wajah ku rasanya lengket. Setelah memastikan semuanya selesai aku pun keluar. Aku melihat bryan juga masih di tempatnya aku pun naik ke ranjang dan langsung mengambil selimut laku tidur.
Saat aku babgun hari sudah pagi. Aku mencari bryan saat aku melihat ke samping ternyata aku menemukannya sedang tidur di samping ku sambil menghadap ke arah ku. Aku menatap bryan lekat lekat jika di lihat wajahnya seperti orang asia dia sangat tampan dan juga putih di padukan dengan buku mata lentik dan juga alis yang lumayan tebal.
Aku teringat dengan kejadian tadi malam dan hal itu membuat ku snagat snagat kesal aku melihat kembali ke arah bryan dia masih tidur dengan lelap. Aku merasa aku sangat beruntung sudah bertemu dengan laki laki yang sangat baik, perhatian, pengertian, dan juga sangat mencintai ku. Bahkan selama ini dia tak pernah marah atau pun membentak ku meskipun aku melakukan sebuah kesalahan. Aku hanya berharap kalau sifat dan perhatiannya tak akan berubah kepada ku sampai kita tua nanti. Ya aku harap dia tak akan pernah berubah kepada ku aku juga selalu berharap dia selalu ada untuk ku ya hanya untuk ku. Mata bryan oelhan lahan terbuka aku pun spontan melihat ke arah lain.
__ADS_1
"Selamat pagi sayang" kata bryan kepada ku sambil mencium kening ku.
"Pagi juga sayang" kata ku kepada bryan sambil melihatnya sekilas.
"Gimana tidur mu nyenyak?" Kata bryan kepada ku sambil membawa ku ke dalam pelukannya.
"Iya nyenyak banget kok" kata ku kepada bryan hati ku berdetak sangat cepat saat dia ada di dekat ku entah lah mubgkin saat ini wajah ku sudah merah padam.
"Gak papa kan aku peluk kamu?" Kata bryan kepada ku.
"Gak papa kok, lagian kita kan sudah tunangan" kata ku kepada bryan.
"Makasih sudah mau jadi kekasih ku dan makasih juga sudah mau jadi tunangan ku ya sayang" kata bryan kepada ku.
"Buat apa terima kasih, seharusnya aku yang terima kasih ke kamu" kata ku kepada bryan.
"Makasih buat apa?" Kata bryan langsung melonggarkan pelukannya dan melihat ke arah ku dengan tatapan bingung.
"Makasih sudah mau berjuang selama lima tahun, makasih sudah mau nunggu aku selama lima tahun, dan makasih untuk cibta yang kamu kasih ke aku selama enam tahun ini, dan makasih juga sudah menjaga aku dengan baik. Aku harap selamanya kamu akan sepeti ini dan gak akan pernah berubah" kata ku kepada bryan sambil mengelus elus pipinya.
"Aku ngelakuin itu semua karena ku cinta sama kamu dan lihat semuanya setimpal sekarang kamu sudah jadi milik aku" kata bryan kepada ku kembali memeluk diri ku dengan sangat erat. Aku pun hanya diam ya aku tidak tau apa lagi yang harus aku katakan kepada bryan dia sangat romantis membuat ku kehilangan kata kata.
"Kok diam?" Kata bryan kepada ku.
"Aku gak tau mau bilang apa ke kamu . Kamu romantis banget sampek aku gak bisa berkata kata lagi" kata ku kepada bryan.
"Ha ha ha ha kan kamu yang ngajarin" kata ku kepada bryan
"Ha ha ha ha tunangan ku akhirnya ketawa. Kamu tau tadi malam aku khawatir banget sama kamu loh sayang. Liat kamu nangis sesenggukan aku panik kan aku langsung ngehamoirin kamu soalnya aku khawatir banget sama kamu. Tapi liat kamu sekarang sudah bisa senyum dan ketawa aku senang dan perasaan ku juga lega liat kamu sepeti ini" kata bryan kepada ku sambil mengelus elus rambut ku.
"Aku sayang sama kamu" kata ku kepada bryan spontan bryan menjauhkan diri ku dari dirinya membuat ku sangat kaget.
"Kenapa?" Kata ku kepada bryan
"Ka.... ka.... kamu..... kamu bilang apa barusan sayabg?" Kata bryan kepada ku sambil menatap ku dengan tatapan yang tak dapat aku jelaskan.
"Aku sayang kamu" kata ku mengulangi lagi kalimat ku kepada bryan.
"Kamu sayang sama aku maksudnya kamu sudah cinta sama aku?" Kata bryan lagi kepada ku.
"Iya aku sayang sama kamu dan aku cinta sama kamu" kata ku kepada bryan sambil tersenyum ke arah bryan.
"Kamu serius kan gak lagi bohongin aku atau lagi pengen buat aku seneng?" Kata bryan kepada ku.
'gak lah aku gak bohong buat apa aku bohong kalok perasaan ku ke kamu bener bener tulus kalau aju itu cinta dan sayang banget sama kamu" kata kunkepada bryan.
__ADS_1
"Makasih" kata bryan kepada ku.
Belum semoat aku berbicara bryan sudah membawa kunke dalam pelukannya. Dia memeluk diri ku dengan snagat erat entah lah mubgkin dia sednag bahagia. Aku pun membalas pelukannya. Aku bahagia kalau aku sudah bisa mengungkap kan cibtabku keoada bryan ya karena selama ini aku sendiri bingung apakah aku mencintai bryan atau tidak tapi amtadi malam aku sadar kalau aku sudah mencintai dirinya dan sangat sangat mencintai dirinya seorang.
"AL" kata Amelia membuka pintu secara spontan dengab suara yang sangat keras membuat ku dan bryan melepaskan pelukan kami secara bersamaan dan melihat ke arah Amelia dengan kaget. Ya secara spontan aku mendorong bryan agar menjauh dari ku karena aku kaget sekaligus takut di lihat oleh Mama dan papa ku atau oun Om Edward dan juga Tante Ratna.
"Kalian ngapain?" Kata Amelia keoada ku dan juga bryan
"Nga.... nga.... ngapain aku gak gak gak ngapa-ngapain ngapain kok ya kan sayang" kata ku kepada bryan secara terbata bata.
"Apa aku lagi gabggubkakain berdua?" Kata Amelia keoada ku smabil melihat ku dengan tatapan nakal.
"Hah ngak gak kok ngak kamu gak ganggu kami. Lagi pula kami baru bangun tidur dan ini ini ini mau turun dari ranjang" kata bryan kepada amelia aku langsung mengangguk.
"Ha ha ha ha ha ha ha ha ha " kata Amelia tertawa sangat keras sambil memegang perutnya.
"Kamu kenapa?" Kata ku kepada Amelia smabik turun dari ranjang.
"Kalian... ha ha ha ha ha ha ha ha kalian berdua lucu banget wajah kalian ha ha ha ha ha ha ha ha" kata Amelia dua terus tertawa kepada ku dan bryan tentang wajah kami. Aku melihat ke arah kaca tak ada yang salah dengan wajah ku atau oun dengan wajah bryan.
"Kenapa wajah kita gak ada yang salah kok" kata ku kepada Amelia.
"Ha ha ha ha ha ha ha ha ha wajah kalian srrius banget dan tegang banget waktu aku tanya padahal aju berncada dari tadi ha ha ha ha ha ha ha" kata Amelia kepada ku dan bryan membuat ku terkejut bawah dia sudah menipu ku dan juga bryan.
"Oh jadi lucu ya setelah nipu kita" kata ku kepada Amelia ya aku marah kepada Amelia dan juga aku sangat sangat kesal kepada amelia.
"Ha ha ha ha habisnya kalian serius banget tadi jawabnya Sampek Sampek wajah kakian tengang banget" kata Amelia sambil menghapus air matanya akibat tertawa barusan.
"Oh gitu ya sudah terusin deh terusin ketawa" kata ku kepada amelia kesal.
"Sayang jangan marah marah donk" kata bryan kepada ku sambil merangkul diri ku
"Biarin habis aku kesel banget sama Amel" kata ku kepada bryan sambil melipat tangan ku di dada.
"Sudah sudah kalian siap siap oke. Om dan Tante sudah nunggu kalian dia bawah untuk sarapan. Tapi kalau kalian mau lanjutin yang barusan gak papa kok aku bisa bilang ke Om dan Tante kalau kalian sedang sibuk dan gak mau di ganggu" kata Amelia kepada ku dan juga bryan lagi lagi dia mengoda ku.
"AMELIAAAAAAAA" Kata ku berteriak memanggil Amelia sedbagkan orang yang aju panggil sudah lari sejak tadi.
"Sudah sayabg" kata bryan kepada ku sambil mengelus elus kepala ku.
"Kamu sih" kata ku kepada bryan.
"Loh kok aku?" Kata bryan bingung.
Aku tak berbicara lagi kepada bryan. Aku pun langsung masuk ke kamar mandi dan langsung mandi. Aku kesal ya di pagi hari aku sudah di buat keala oleh bryan dan juga Amelia.
__ADS_1
Amelia terus mengoda ku bahkan liat saja nanti dia akan terus terusan mengoda diri ku tanpa henti bahkan di depan orang tua ku dan juga orang tua bryan.