
"Iya Tante aku mau kok tunangan sama bryan" kata ku kepada Tante ratna
"Serius kamu mau tunangan sama aku?" Kata bryan sambil memegang ke dua tangan ku.
"Iya serius" kata ku kepada bryan dia pun langsung memeluk diri ku
"Makasih ya aku janji gak bakalan buat kamu kecewa" kata bryan sambil melepaskan pelukannya dna langsung mencium kening dan juga ke dua pipi ku di depan om Edward dan juga Tante Ratna membuat ku malu.
"Kamu aku kan jadi malu" kata ku kepada bryan sambil menundukkan kepala Om Edward dan juga Tante Ratna tertawa keras.
"Gak papa kok lagian kita juga pernah muda iya kan ma" kata Om Edward kepada ku
"Iya apa lagi papa kamu nih duh dia malah terang gerangan nyium Mama di depan banyak orang" kata Tante Ratna kepada ku membuat kami semua tertawa bahagia.
"Jadi kapan kalian akan melangsungkan acara pertunangan itu?" Kata Om Edward kepada ku dan juga bryan.
"Kalau aku tersrrah Al aja ma pa" kata bryan kepada Mama dan juga papanya sambil memegang tangan ku dengab sangat erat bahkan wajah tegang sudah tak ada lagi di wajahnya.
"Jadi gimana sayabg?" Kata tabte Ratna kepada ku
"Kalau Al terserah Mama dan papa aja tapi boleh ngak kalok acara pertunangannya di adain di Korea?" Kata ku kepada Om Edward dan juga Tante Ratna.
"Boleh kok boleh" kata Om Edward kepada ku.
"Ya sudah nantik kita bakalan cari tanggal yang bagus buat kalian oke? Kalau kita sudah Nemu kita bakalan kasih tau kalian. Dan sesuai permintaan calon menantu Mama yang paling cantik ini. Kita adain acara ini besar besaran di Korea" kata Tante Ratna kepada ku dan juga bryan.
"Setuju" kata Om Edward sambil mengangguk anggukan kepalanya.
"Mama seneng akhirnya anak Mama bakalan punya pasangan. Dan mama harap pertunangan ini akan lancar dan hubungan kalian di langgengkan sampai menikah nantik" kata Tante Ratna kepada ku dan juga bryan bahkan Tante Ratna memegang tangan ku dan tersenyum kepada ku tampaknya dia sangat bahagia dengan jawaban ku
"Kalau gitu boleh ngak ma Al balek ke apartemen alecia soalnya kan gak enak apa kata orang masih tunangan sudah tinggal satu atap. Al gak mau Sampek ada omongan omongan kayak gitu apa lagi Sampek ngerusak nama baik mama sama papa apa lagi bryan. Toh setiap hari kan alecia ketemu sama bryan dan setiap hari bryan juga pasti jumput al kok" kata ku kepada Tante ratna
"Iya gak papa kok sayang, tapi kalau sudah menikah kalian harus di sini ya sekitar satu tahun soalnya Mama gak mau jauh jauh dari kalian" kata Tante Ratna kepada ku
"Pasti ma" kata ku kepada Tante ratna
Setelah itu kami pun berbincang hal lain karena haus fan ingin air putih aku pun masuk ke dalam rumah saat sedang menuang minuman aku di kagetkan oleh bryan yang datang dengan tiba tiba dan langsung memeluk diri ku dari belakang. Aku melanjutkan menuang air dan meminumnya sampai rasa haus ku hilang. Setelah itu aku menaruh kembali botol minuman ke dalam kulkas sedangkan bryan dia terus memeluk ku dan mengikuti ku aku sudah mencoba melepaskan pelukannya tapi dia tak mau melepaskan pelukannya. Aku takut kalau pelayan akan melihat ku dan juga bryan ya aku pasti tak akan enak hati ya lebih lebih aku bisa malu.
__ADS_1
"Yan lepas donk" kata ku kepada bryan
"Gak aku gak mau melepaskan kamu. Aku cinta banget sama kamu dan aku takut banget kehilangan kamu' kata bryan kepada ku dia makin mengeratkan pelukannya Kepada ku.
"Aku gak bakalan kemana kemana kok lagian kan aku masih besok yang mau balek ke apartemen" kata ku kepada bryan.
"Iya tau tapi kita bakalan terpisah donk" kata bryan kepada ku
"Ya ngak lah lagian kita kan tiap hari bakalan ketemu terus tiap hari kamu juga bakalan jumput dan anter aku jadi gak ada kata kata berpisah kok Yan" kata ku kepada bryan.
"Janji ya jangan Sampek kamu ninggalin aku. Kalok Sampek kamu ninggalin aku. Entah lah apa yang akan terjadi di hidup ku ini. Pasti semuanya akan terasa hampa" kata bryan kepada ku lagi lagi dia menggombal.
"Sudah deh gak usah gombal gak mempan ke aku" kata ku kepada bryan.
"Aku gak gombal kok aku serius sayang" kata bryan kepada ku.
"Iya iya ya sudah ayo kita bicara di atas aja gak enak di liatin smaa pelayan" kata ku kepada bryan sambil melepaskan pelukannya dengan paksa.
Setelah itu aku dan bryan pun berjalan ke lantai atas. Kami langsung berdiri di pinggir balkon rumah yang menghadap ke arah jalan jalan yang masih asri di sini sangat sejuk aku suka sekali berdiri di sini. Selama dua Minggu ini terkadang saat aku tak bisa tidur aku akan berdiri di sini menikmati angin malam yang membuat tubuh ku menjadi sejuk dan pikiran ku menjadi tenang.
"Sayang" kata bryan kepada ku
"Hemmm apa?" Kata ku kepada bryan.
"Gak akan terjadi apa apa kok sayang. Aku tau dia dan kenal banget sama dia. Dia gak akan berbuat hak semacam itu kok sudah deh percaya sama aku semuanya akan baik baik saja. Kita akan ketemu setiap hari oke?" Kata ku kepada bryan
"Oke sayang" kata bryan kepada ku.
Setelah itu bryan memeluk ku lagi dari belakang kali ini aku biarkan ya karena aku tau kalau dia tak ingin aku pergi. Karena setiap malam sebelum tidur aku dan bryan akan mengobrol di sini sampai tengah malam. Setelah itu kami akan masuk ke kamar masing masing dan tidur. Entah lah tapi saat bryan memeluk ku hati ku berdegup sangat kencang aku tak tau apa ini tapi aku merasa sangat senang dan juga bahagia. Ya mungkin aku sudah mulai menyukai bryan entah lah aku tak tau tapi yang pasti aku bahagia hari ini.
Keesokan paginya aku langsung membereskan baju baju dan juga barang barang yang aju bawa sendiri. Karena beberapa baju dan kosmetik di belikan oleh tabte Ratna aku tak membawanya aku meninggalkannya di sini. Aku takut kalau aku membawanya aku tak akan menemukan baju ganti saat ke sini nantinya ya karena tadi saat aku sedang membereskan baju baju ku dan juga barang barang ku tabte Ratna berpesan agar aku sering sering ke sini terutama saat Om Edward atau pun bryan sedang keluar kota atau keluar ngerti maka aku di haruskan atau di wajibkan untuk menginap di sini sampai mereka kembali aku tak enak untuk menolaknya jadi aku iyakan saja permintaan Tante Ratna. Setelah selesai dengan semua barang barang bawaan ku aku pun membawa koper ku ke bawah di bawah sudah ada bryan, Tante Ratna dan juga Om Edward yang menunggu ku di meja makan. Aku menaruh koper ku di dekat ruang tamu lalu menghampiri mereka.
Setelah itu aku duduk dekat bryan kami pun mulai sarapan. Setelah selesai Om Edward dan juga Tante Ratna mengantarkan kami sampai depan aku memberikan koper ku kepada bryan. Dia mengambil koper itu dan menyimpannya di bagasinya setelah pamit dan berpelukan aku pun masuk ke dalam mobil. Bryan pun melakukan mobilnya. Saat di perjalanan bryan memegang tangan ku dengan snagat erat aku pun membiarkannya.
"Sayang" kata bryan kepada ku.
"Hemm apa?" Kata ku kepada bryan
__ADS_1
"Aku sayang kamu" kata bryan kepada ku smabil mencium tangan ku yang sejak tadi di pegang oleh bryan.
"Aku tau itu kamu sudah bilang berpuluh puluh kali" kata ku kepada bryan dia pun tersenyum.
"Sayang" kata bryan lagi kepada ku
"Hemmm apa?" Kata ku kepada bryan.
"Entah lah tapi aku ngerasa ada perasaan gak enak buat ninggalin kamu di apartemen kamu sayang. Apa lagi kamu di sana sendirian aku ngerasa khawatir aja gitu" kata bryan kepada ku lagi lagi dia khawatir yang berlebihan
"Gak akan ada apa apa kok sudah percaya sama aku oke. Dan aku juga gak sendiri di sana ada aiko dan juga teman teman ku yang lainnya jadi aku gak sendirian di sana. Sudah gak usah khawatir oke. Semuanya akan baik baik aja kok" kata ku kepada bryan mencoba menyakinkan dirinya agar tak usah khawatir dengan ku.
"Tapi kalau ada apa apa kamu langsung hubungin aku ya" kata bryan kepada ku
"Iya sayang" kata ku kepada bryan.
"Beneran hubungin aku kalau ada sesuatu yang ganjal pun kamu harus hubungin aku oke?" Kata bryan kepada ku
"Iya sayang" kata ku lagi kepada bryan.
"Janji?" Kata bryan kepada ku
"Hmm... mmmm iya iya sayang. Aku pasti hubungin kamu kalau ada sesuatu yang gak beres dan aku juga bakalan hubungin kamu kalau aku lagi kangen sama kamu" kata ku kepada bryan. Bryan pun mencium kening dan juga ke dua pipi ku.
"Aku ngelakuin ini semua karena aku sayang sama kamu dan aku gak pengen kehilangan kamu" kata bryan kepada ku.
"Iya aku tau kok" kata ku kepada bryan
Setelah itu kami tak lagi bicara kami sibuk dengan pikiran kami masing masing. Ya aku sibuk dengan pikiran ku sendiri aku sendiri saja biasa saja. Ya aku tau bryan melakukan ini semua karena dia khawatir kepada ku tapi aku rasa dia berlebihan. Aku kenal crisan dan juga teman temannya meskipun dia manja dan juga sombong atau pun suka berbuat jahat kepada orang lain tapi dia tak akan pernah menyakiti wanita yang dia cintai. Karena aku tau dia saja tak berani menyakiti perasaan ibunya yang dia benci apa lagi diri ku. Tapi apa kabar kak Chelsea ya aku juga belum mengatakan kalau aku sudah putus dengan crisan dan Aku harap kak Chelsea sudah tau kalau aku dan crisan sudah berpisah. Aku tak tega memberitahukan hal ini kepada kak Chelsea ya aku tau dia snagat baik tapi aku sudah tak bisa kembali kepada crisan lagi. Karena aku merasa sudah cukup di sakiti satu kali.
tak lama kemudian kami pun sampai di kantor saat sampai di ruangan ku sudah banyak sekali dokumentasi dokumen yang harus aku selesaikan saat mengelilingi meja untuk duduk di bangku ku aku menemukan sebuah buket bunga di dalamnya ada sebuah surat isinya " aku cinta kamu dan aku gak akan lepasin kamu sampai kapan pun karena kamu adalah hidup dan juga mati ku" hanya sepeti itu dan tak ada nama pengirimnya aku tau dari siapa ya mungkin dari bryan siapa lagi kalau bukan dia aku mencium bunga itu dan menaruhnya di pot bunga dan memberinya air agar tetap hidup.
Dia tetap saja romantis meskipun sebentar lagi kita akan bertunangan aku harap dia akan selalu begitu sampai kami tua nanti. Aku pun melanjutkan pekerjaan ku.
Sekarang aku dan bryan dalam perjalanan menuju ke apartemen ku karena sudah lumayan malam bryan tak bisa mengantarkan ku sampai ke depan pintu apartemen ku ya karena sebentar lagi dia akan ada meeting dengan kliennya bryan pun turun mengambil koper ku di bagasinya. Setelah itu dia mencium kening ku cukup lama. Setelah melepaskan ciumannya dia pun menjalankannya mobilnya setelah tak terlihat aku pun masuk ke dalam apartemen ku.
Saat sampai di depan pintu ada tiga buket bunga di depan pintu aku mengambil semua buket bunga itu laku aku membuka apartemen ku setelah menghidupkan semua lampu aku pun membereskan barang barang ku dan juga baju baju milik ku ya aku tau kalau di buket bunga itu ada suratnya sebaiknya aku baca setelah selesai mandi dan aku tau kalau pengirimnya pasti bryan. Dai sangat romantis membuat ku makin jatuh hati kepadanya.
__ADS_1
Setelah itu aku pun langsung mandi setelah selesai aku langsung menonton tV karena sudah selesai makan tadi bersama dengan bryan di restoran aku juga sudah kenyang. Jadi sambil menonton tV aku membaca Suarta surat itu semua isi surat itu mengungkapkan cintanya kepada ku dan sisinya juga tentang dirinya yang tak ingin kehilangan diri ku. Saat membacanya aju hanya bisa senyum senyum sendiri entah lah tapi aku merasa geli saat membacanya aju sudah tua tapi bryan masih mengirimi ku bunga sepeti dia akan menembak pacar saja saat masih muda. Aku pun mengambil pit kosong dan menaruh ketiga buket bunga itu di dalam pot kosong stelah itu aku memberinya air agar bunga bunga itu tetap hidup setelah itu aku meletakkannya di sebelah TV aku hanya bisa senyum senyum sendiri saat melihat bunga itu.