
“Jason itu orangnya sedikit posesif dan gak suka kalau liat cewek yang di sukain jalan sama cowok lain, jadi kalau bisa kamu harus sangat sangat berhati-hati jangan sampai Jason liat kamu jalan sama cowok lain, soalnya mama dia ninggalin dia dan papanya karena laki-laki lain?” kata austyn
“oh jadi karena itu dia jadi nakal dan play boy?” kata ratna
“yap bener kamu?” kata austyn
Oleh ratna hanya di jawab dengan anggukan saja, aku melihat ratna sedang memikirkan sesuatu entah apa itu yang penting aku hanya pengen kalau sahabatku yang satu ini bahagia itu saja. Lalu aku kembali meminum minuman ku yang tadi aku pesan, saat setelah minum aku hendak berbicara kepada ratna tapi ratna melihat aku dan austyn secara bergantian.
“apa?” kataku kepada ratna
“terus kamu gimana sama dia?” kata ratna dan itu membuatku tak nyaman
__ADS_1
“tenang dia bakalan bahagia kok rat sama aku?’ kata austyn
Iya ngak sya?” kata austyn sambil memegang tanganku
“aku permisi dulu masih mau ngembalikan buku ke perpus?” kataku kepada ratna dan austyn
Aku meninggalkan mereka berdua karena aku sangat-sangat tak nyaman dengan apa yang di bicarakan oleh mereka karena sampai saat ini aku hanya menganggap austyn sebagai sahabat ku saja. Saku tak ingin melebihi batas persahabatan ini karena aku tak ingin kecewa untuk yang kedua kalinya. Cukup 1 kali aku kecewa dengan orang yang salah, entah aku menyukainya atau tidak aku memilih memikirkan itu nanti karena aku lelah dengan semua ini karena luka di hati yang lalu masih belum sembuh sepenuhnya dan aku tak ingin luka ini kembali terulang untuk yang kedua kalinya. Aku berjalan menuju perpustakaan aku sangat ingin cepat-cepat sampai ke perpustakaan sampai aku tak memperhatikan jalan dan menabrak seseorang
“ok gak pa? loh kamu sya mau kemana buru-buru banget sih?” kata Jason yang ternyata orang yang baru saja tak sengaja aku tabrak
“mau ke perpus jas, kamu mau kemana?” kataku
__ADS_1
“kamu kenapa? Kok nangis?” kata jason
“hah ngak kok?” kataku sambil memegang pipiku. Entah kapan aku mulai menangis ternyata pipiku sudah basah dengan air mata
“itu kamu nangis, kenapa austyn nyakitin kamu ya?” kata Jason
“gak kok mungkin tadi aku kelilipan ajah waktu tabrakan sama kamu?” kataku kepada Jason
“oh gitu, oke dah kalau gitu?” kata Jason
“oke, aku duluan ya?” kataku sambil meninggalkan Jason
__ADS_1
Aku berjalan melewati Jason sambil menghapus air mataku entah apa yang membuatku sampai menangis, aku berjalan menuju perpustakaan aku kesana hanya akan mengembalikan buku saja. Karena buku yang aku pinjam 1 minggu yang lalu sudah harus di kembalikan hari ini. Setelah selesai mengembalikan buku aku berjalan keluar dari kampus. Entah kemana aku berjalan yang aku tau saat ini aku hanya ingin berjalan untuk menghilangkan semua pikiran yang membuatku sangat-sangat lelah. Saat aku berjalan aku melihat ada bar di depanku sekitar 100 meter dari tempat ku berdiri mungkin aku bisa minum sedikit kata ku dalam hati. Aku berjalan ke bar itu saat aku masuk tak begitu ramai pengunjung di bar itu hanya ada beberapa orang saja di dalam. Aku berjalan menuju tander dan saat sampai aku mengucapkan pesananku. Aku sangat pusing saat tander itu menyerahkan minuman yang aku pesan aku langsung menghabiskannya dan memesan beberapa kali minuman yang sama dan saat aku sadar jam sudah menunjukan jam 12 malam, aku harus menelfon ratna untuk memintak jumput kepadanya tapi saat aku melihat ponselku ternyata handphone ku mati karena kehabisan baterai. Lebih baik aku pulang naik taxi saja pikirku saat aku berbalik aku menabrak seseorang dan itu membuat kepala ku bertambah menjadi pusing dan semuanya tiba-tiba saja gelap.