
( Tristan )
Saat pertama kali melihat Adeva entah mengapa tapi aku seprti pernah melihatnya. Sampai akhirnya aku mengikutinya kemana pun dia pergi. Hingga akhirnya aku membuat sebuah rencana agar aku bisa dekat dengannya ya aku merencanakan pengeroyokan itu dan akhirnya Adeva mau menolong ku. Mulai sejak itu lah aku terus mengikutinya Keman pun dia berada sampai dia emngatakan kalau ke dua orang tuanya di bunuh aku kaget ya bukan karena apa karena keluarga ku sebenarnya adalah mafia tapi di tutupi dengan nama perusahaan yang terkanl dengan kemajuan ekonomi yang sangat pesat sehingga tak banyak orang tau kalau sebenarnya keluarga kami adalah keluarga mafia. Tapi di kalangan penjahat keluarga kami di seggani bahkan di takuti akhirnya aku oun mencari tau siapa sebenarnya Adeva itu.
Tak sampai dua hari aku sudah menerima hasil penyelidikan kn ku tentang siapa dan apa yang keluarga Adeva lakukan. Dan apa yang aku takut kan akhirnya terjadi. Karena keluarga ku pernah berurusan dengan keluarga Adeva ya karena suatu penghianatan akhirnya keluarga ku menghabisi keluarga Adeva. Sebenarnya bukan penghianatan menyalinkan keluarga Adeva di fitnah oleh Paman ku sehingga kami salah paham dan akhirnya membunuh keluarga Adeva. Ya kamu tau setelah kami melakukan pembunuhan itu.
Bahkan saya pembunuhan itu terjadi aku sendiri ada di tempat dan itu adalah salah satu pembunuhan pertama.kali yang aku lakukan. Tapi aju benar benar tak tau kalau itu adalah keluarga Adeva. Sampai akhirnya aku bertekad untuk menjauhi Adeva ya demi kebaikannya aku harus menjauhi adeva. Tapi suatu hari aku bertemu dengan Adeva dia terlihat sedih sekali di dalam mobilnya entah kenapa tapi aku ingin sekali mengikutinya aku oun mengikutinya tapi saat aku sampai dia hendak bunuh diri aku.menahannya.
Sampai akhir ya aku tau kalau dia frustasi dengan kematian kakeknya aku pun mencari tau penyebab kematian kakeknya ternyata kecelakaan itu kesalahan dari sopirnya ya saat itu ada sebuah mobil yang hendak menyalip tapi karena kelelahan sipir dari Kakek Adeva akhirnya mobil itu pun terjadi tabrakan tapi mobilnya yang menabrak tak papa karena saat itu mobil itu melaju dengan kecepatan tinggi jadi hanya tergores bagian belakangnya saja. Tapi mobil Kakek Adeva lah yang membentur pohon dan akhirnya terjadilah kebakaran mobil itu.
Aku membawa berkas itu hendak memberikannya kepada Adeva. Ya kalau untuk penyelidikan kematian ke dua orang tuanya aku akna membuat alasan. Ya aku tau kalau suatu saat nanti akan terbongkar tapi sampai saat itu tiba aku ingin membuat Adeva lupa akan kematian ke dua orang taunya. Aku emnyiap dengan baik dokumen itu di meja kerja ku yang ada di rumah ya tak ada seorang pun yang akan tau tentang dokumentasi itu. Saat sampai di depan pintu kamar Adeva aku menjadi sedikit khawatir dan juga cemas tapi aku mengetuk pintu dan Adeva menyuruh ku untuk masuk. Aku tersenyum smabil berjlana ke arah Adeva.
"Iya ada apa?" Kata Adeva kepada ku dia smabil terus menyisir rambutnya.
"Kamu lagi sibuk?" Kata ku kepada Adeva smabil duduk di ranjang yang ada di belakangnya.
"Gak kok emang kenapa?" Kata Adeva kepada ku smabil.menghentikan akvitasnya dan melihat ke arah ku.
"Ini penyelidikan tentang kecelakaan Kakek kamu" kata ku kepada Adeva sambil memeberikan dokumentasi itu.
"Ah iya makasih" kata Adeva kepada ku sambil langsung mengambil dokumen itu.
Dia oun mulai membacanya ya semoga saja dia tak ingat dengan janji ku yang satunya. Jika pun dia ingat aku sudah menyiapkan alasan untuk itu. Ya sebaiknya untuk sekarang aku sembunyikan duku kebenaran ini. Karena jujur saja aku sudah mulai jatuh cinta kepada wanita yang ada di depan ku ini. Dan aku juga tak ingin kehilangan dirinya. Dan aku akan membuatnya jatuh cinta juga kepada ku agar suatu saat jika dia tau tentang kebenaranya dia tak akan terlalu membenci ku ya walau pun aku tak yakin dengan itu. Tapi aku akan berusaha dengan sekuat tenaga agar dia mau mempercayai ku saat itu tiba.
Adeva berbalik dan menghadap diri ku air matanya kembali jatuh dari matanya yang indah aku berjalan ke arahnya dan membawanya ke dalam. Dekapan ku.
"Sudah jangan nangis oke?" Kata ku kepada Adeva.
__ADS_1
"Aku hanya terlalu mencurigai orang saja ya mungkin aku terlalu memikirkan pembunuhan ke dua orang tua ku. Sehingga kematian Kakek pun aku juga curiga kalau di balik itu semua ada pembunuhan padahal polisi pun berkata kalau ini adalah murni kasus kecelakaan tapi aku tak mempercayainya." Kata Adeva kepada ku.
"Ya sudah gak usah di pikirin lagi oke. Sekarang kamu harus hidup bahagia" kata ku kepada Adeva sambil memegang ke dua pipinya agar melihat ke arah ku.
"Iya, oiya tapi apa kamu sudah nemuin siapa dalang di balik Kematian ke dua orang tua ku?" Kata Adeva kepada ku itu membuat ku kaget.
"Maaf aku masih belum menemukannya, karena jejak mereka sangat bersih dan ada kemungkinan besar kalau itu adalah sekelompok mavia yang membunuh keluarga kamu. Tapi itu hanya kemungkinan dan aku gak akan pernah nyerah buat cari tau siapa dalang di balik pembunuhan ke dua orang tua kamu. Jadi kamu gak usah pikirin itu lagi ya" kataku kepada Adeva.
"Iya" kata Adeva kepada ku aku pun mengusap air matanya yang masih tersisa di dekat matanya.
Setelah itu aku pun keluar dan mengajaknya untuk makan ya karena dia sangat susah untuk di ajak makan. Karena itu aku akan membawanya keluar rumah dan makan di luar siapa tau dia akan bersemangat Dan mau makan lagi. Saat di perjalanan menuju restoran dia hanya diam saja sambil melihat ke arah luar jendela mobil aku memerhatikan Adeva dia terlihat cantik
Tapi saat aku berfikir kalau aku dan keluarga ku lah yang membunuh ke dua orang tuanya itu membuat ku merasa bersalah tapi di sisi lain aku tak bisa mengatakan yang sebenarnya aku takut kalau dia akan pergi meninggalkan diri ku. Aku tak bisa akan ku lakukan apa pun caranya agar dia tak mengetahui kalau aku adalah orang yang membunuh keluarganya dan siapa pun yang berniat memberitahukan i tu aku pasti akan menghancurkan keluarganya sampai tak ada sedikit pun yang tersisa. Mengapa aku melakukan ini ya karena aku tau kalau aku bersalah dan aku juga tau kalau semuanya salah keluarga ku juga salah karena membunuh mereka tanpa pikir panjang dan menyelidikinya terlebih dahulu. Tapi aku tak bisa kehilangan dirinya, bahkan untuk ajuh dari Adeva saja saat ini aku tak sanggup. Aku benar benar jatuh cinta kepada Adeva meskipun banyak sekali wanita yang aku kencani tapi selam ini aku tak pernah menemukan wanita yang benar benar bisa membuat ku berfikir dua kali untuk melakukan sesuatu. Bahkan dengan wanita wanita yang mendekati ku karena harta aju pun hanya mempermainkan mereka saja. Tapi saat melihat Adeva ya mulai saat itu juga aku sudah mulai jatuh cinta kepada Adeva. Dan aku akan lakukan berbagai macam cara agar Adeva selalu ada di sisi ku untuk selamnya.
Saat kami sampai di restoran aku dan Adeva pun langsung meemsan makan sambil menunggu aku terpikirkan sesuatu.
"Hemm apa?" Kata Adeva kepada ku smabil menoleh ke arah ku.
"Apa yang bakalan kamu lakuin kalau kamu sudah bertemu dengan pembunuh ke dua orang tua kamu?" Kata ku kepada Adeva ya sebenarnya aku tak ingin menanyakan hal ini tapi aku harus bertanya dan jujur saja hati ku saat ini baamgaikan di tabuh genderang.
"Aku akan bunuh mereka juga" kata Adeva kepada ku kata katanya membuat ku tertegun
"Nge..... bunuh.... maksud kamu...... ngebunuh keluarga orang itu" kata ku kepada Adeva.
"Iya karena mereka harus ngerjain apa yang aku rasain, seingat ku saat aku kecil Mama dan papa ku itu adalah orang yang sangat baik sekali setiap hari papa berangkat kerja selalu mencium ku dan Mama terlebih dahulu sedangkan Mama dia di rumah seharian bersama dengan ku. Kamu tau bahkan aku snagat ingat waktu itu di lampu merah ada orang buta mau nyebrang papa ku nolongin dia. Maka dari karena ifu aku mau tanya ke mereka kenapa mereka ngebunuh ke dua orang tua ku. Padahal waktu itu adalah hari ulang tahun ku. Ya hari kematian ke dua orang tua ku tepat saat aku berulang tahun dan mulai sata itu aju gak pernah ngerasain ulang tahun lagi. Karena dengan begitu aku ngerayain kematian ke dua orang tua ku. Mereka orang baik tapi mereka di bunuh dengan sadis" kata Adeva kepada ku andai saja aku bisa memberitahukan semuanya kepada Adeva tapi aku tak bisa aku terlalu takut untuk kehilangan dirinya.
"Kamu tau dari mana kalau ke dua orang tua kamu di bunuh?" Kata ku kepada adeva.
__ADS_1
"Waktu itu Mama dan papa bilang bakalan jumput aku tapi sampai malam tiba papa dan Mama gak jumput jumput aku di rumah Kakek akhirnya aku nangis dan minta pulang. Mau gak mau Kakek nganterin aku ke rumah. Waktu itu aku dan Kakek masuk ke rumah ku kayak maling lewat pintu belakang karena pintu utama rumah kami banyak sekali orang aku pikir saat itu aku akan memberikan kejutan untuk Mama dan papa ku. Tapi sata aku sampai betapa terkejutnya diri ku saat tau ke dua orang tau ku di bunuh dengan sadis. Ya aku lihat semua itu di depan kepala ku sendiri. Hari yang biasanya indah dan kami habiskan sepanjang hari untuk bersennag senang tapi sata itu aku habiskan sendirian di kamar dengan air mata. Bukan kah mereka sangat kejam membunuh orang baik seprti mereka" kata Adeva kepada ku.
Aku hanya diam dan tak menjawab perkataan Adeva ya aku dna juga keluarga ku sangat kejam ke dua orang tua Adeva adalah pengikut setia keluarga ku tapi karena fitnah yang di lakukan Paman ku akhirnya papa ku terpaksa membunuh ayah dan ibu adeva. Aku tau karena papa Adeva saat itu selaku bersama adengan ku bahkan saya Berama adengan ku dia selaku menceritakan putrinya yang nakal dan juga cantik dia selalu menceritakan tentang Adeva kepada ku dengan wajah yang sumringah ya dia terlihat snagat bahagia. Tapi semuanya sudah terjadi dan aku tak bisa berbuat apa apa jika aku tau kalau ada seorang gadis kecil saat itu. Aku pasti akan menghentikan semuanya.
"Hei kenapa kamu diam?" Kata Adeva akepada ku sambil melambaikan lambaikan tangannya ke arah depan muka ku.
"Hah gak papa kok, aku hanya gak habis pikir aja siapa orang yang ngebunuh keluarga kamu" kata ku kepada Adeva.
"Ya kamu betul" kata adeva sambil mengangguk kepala nya.
Setelah itu makanan oun datang awlanya aku lapar tapi sekarang aku merasa sangat kenyang. Ya aku kenyang akan penderitaan yang aku berikan kepada Adeva selama ini penderitaan yang aju buat sendiri dengan keluarga ku. Dan rasanya aku tak bisa memaafkan tangan ku ini. Ya tangan yang sudah membunuh keluarga gadis yang audah aku cintai.
Saat sampai di rumah aku alngsung menyuruh Adeva untuk istirahat sedangkan aku ke ruang kerja ku dan memanggil Robert ya dia adalah asisten kepercayaannya ku dan dia sudah bekerja di sini mengantikan ayah Adeva.
"Ada apa tuan memanggil saya?" Kata Robert kepada ku saat dia sudah masuk ke ruangan ku dan berdiri di depan ku.
"Aku mau semua tentang hal ini di tutupi dan ingat jangan sampai ada orang satu pun yang tau. Terutama Adeva" kata ku kepada Robert sambil memberikan berkas pembunuhan ke dua orang tua Adeva.
"Jadi dia adalah anak dari Gardapati?" Kata Robert kepada ku.
"Ya kamu betul" kata ku kepada Robert sambil mengangguk kepala ku.
"Baik saya akan bakar dan tak akan ada sampai ada yang tau tentang hal ini" kata Robert kepada ku.
"Bagus, kamu teman baik Gardapati kan dan kamu tau tentang keslaha pahaman yang sudah terjadi sehingga pembunuhan itu terjadi. Jadi aku harap kamu simpan cerita lama itu dengan baik jangan sampai satu orang pun ada yang tau. Cukup aku dan kamu sjaa Robert yang tau akan hal itu mengerti" kata k u kepada Robert.
"Baik tuan" kata Robert kepada ku.
__ADS_1
Ya meskipun aku harus kehilangan kekayaan ku sekali oun aku tak peduli yang penting aku tak kehilangan wanita yang aju cintai apa pun itu aku akan lakukan untuk Adeva. Sekarang yang harus aku waspadai adalah seseorang yang sudah lama sekali aku benci ya itu adlaha musuh keluarga bebuyutan keluarga ku dan pemimpin keluarganya juga masih muda sama seprti diri ku. Ya meskipun kami tak mencampakkannya tapi seluruh dunia tau kalau dia adalah orang yang paling di benci di keluarga ku begitu oun sebaliknya. Ya aku akan berhati hati dengannya dan lebih mewaspadainya.