
”mmm gak seperti biasanya dia seperti itu apa lagi ke kamu, gimana kalau kita liat dia aku mau tanya dia kenapa?” kata ku karena aku mulai khawatir dengan syasa
“iya ayo aku juga penasaran dia kenapa.” Kata Jason
Setelah itu Jason membantuku berdiri kami berjalan ke arah kamar syasa Jason mencoba untuk mengetuk tapi tak ada jawaban aku pun mencoba mengetuk dan syasa memperbolehkan aku untuk masuk. Saat masuk ke dalam kamar syasa aku melihatnya tapak murung aku makin khawatir aku duduk di sampingnya kami berbicara seputar kandunganku dan saat aku bertanya kepadanya ada apa dengannya dia hanya menjawab kalau dia baik-baik saja aku tau kalau dia sedang ada masalah tapi dia tak ingin membaginya denganku aku mencoba menbujuknya agar dia bercerita kepadaku begitu pun dengan Jason tapi dia hanya mengatakan kalau dia hanya kelelahan saja, jadi aku meninggalkannya untuk istirahat saat aku keluar dari kamarnya aku tak langsung masuk ke dalam kamar aku duduk di ruang makan aku memikirkan syasa karena aku merasa tak berguna sebagai sahabatnya dan ini membuat kepalaku menjadi sakit Jason memegang pundakku.
“kamu gak usah mikirin syasa dia kan kuat?” kata Jason kepada
“aku hanya merasa kalau aku gak berguna sebagai sahabatnya karena setiap syasa ada masalah aku yang tahu belakangan?” kataku kepada Jason dan air mata ku mulai jatuh
__ADS_1
“kamu jangan nangis donk semua pasti akan baik-baik saja.” Kata Jason sambil mengelus kepalaku
Aku menghapus air mataku aku harus bertanya kepada syasa besok pagi agar semuanya menjadi jelas aku tak ingin saat dia ada masalah hanya di pendam sendiri Jason membantuku masuk ke dalam kamar dan mulai berbaring aku pun mulai tertidur. Saat aku bangun aku langsung mandi setelah selesai aku langsung bersiap-siap memakai yukensi dan jeans pendek kalau rambut aku hanya mencepolnya secara asal setelah selesai
dan langsung keluar dari kamar saat di luar tak ada seorang pun kecuali Jason yang sedang memasak saat aku langsung menuju kamar syasa aku mencoba mengetuk tapi tak ada respon aku mencoba mengetuk lagi dan tetap tak ada respon aku masuk ke dalam kamar syasa tapi saat aku masuk di dalam sudah tak ada orangnya aku langsung berjalan ke arah Jason yang sedang memasak aku ingin bertanya kepadanya siapa tau dia melihat syasa keluar dari kamarnya
“kamu lihat syasa kemana ngak sayang?” kataku kepada Jason saat sudah di depannya
“mmm apa dia sudah berangkat ya tadi pagi?” kat ku bingung
__ADS_1
“iya mungkin, sudah lah sayang nantik juga pulang langsung tanyakkan saja ke syasa ya?’ kata Jason
“mmm iya aku bakalan tanya nanti sama syasa, aku cuman khawatir sama dia.” Kataku kepada Jason
“sudah lah kamu tenang ajah dulu, sekarang kamu makan dulu ya ingat ada anak kita di perut kamu.” Kata Jason kepadaku sambil memegang perutku
“iya sayang.” Kataku sambil melihat perutku
Aku menganggukan kepala dan masuk kembali ke dalam kamar pokoknya aku harus bertanya kepadanya hari ini iya hari ini karena aku sudah sangat-sangat khawatir dengan syasa aku tak ingin sampai kejadian waktu itu terulang
__ADS_1
kembali dan ini membuatku lelah lebih baik aku tidur saja.