
Beberapa hari sudah berlalu dengan sangat cepat hari ini aku sedang membereskan barang barang ku ya aku harus pergi dari sini karena liburan ku sudah cukup dan aku juga sudah mengelilingi Paris di temani oleh Tristan selama di sini. Dia sangat baik kepada ku setiap hari dia selalu menemani ku kemana pun aku ingin pergi ya walau pun dia sangat sibuk tapi dia selalu mau menemani ku kemana pun aku mau. Toba tiba pintu kamar yang aku tempati terbuka aku terus membereskan barang barang ku sambil melihat ke arah pintu ternyata Tristan.
"Kamu mau kemana kok, barang barangnya sudah di beresin?" Kata Tristan kepada ku sambil berjalN ke arah ku dengan ke dua tangannya ada di saku celananya.
"Liburan ku di sini sudah selesai dan aku juga harus kembali dan aku juga masih mau ke tempat lain. Jadi aku mutusin besok aku mau berangkat aku juga sudah pesen tiket buat penerbangan besok pagi" kata ku kepada tristan sambil terus memasukkan barang barang ku ke dalam tas dan juga koper ku.
"Memangnya kamu mau kemana?" Kata Tristan kepada ku sambil duduk di dekat koper ku.
"Mungkin aku mau ke Eropa setelah itu aku masih gak tau, lagi pula aku juga masih ada urusan yang harus aku kerjakan. Dan mungkin aku bakalan kembali ke temoat ku berasal karena aku harus nyelesaikan sesuatu di sana" kata ku kepada tristan.
"Apa itu?" Kata Tristan kepada ku.
"Ada sesuatu dan aku ingin menyelesaikan itu dulu sampai aku tau siapa orang orang itu mungkin dengan begitu aku bisa membalaskan dendam ke dua orang tua ku" kata ku kepada tristan sambil.meliht ke arahnya.
"Oke aku harap kamu baik baik saja dan kita akan ketemu lagi suatu saat" kata Tristan kepada ku.
"Pasti kita pasti ketemu lagi, aku sudah banyak ngerepotin kamu. Makasih ya atas selama ini sudah buat kamu repot" kata ku kepada tristan
"Iya gak papa" kata Tristan kepada ku.
Setelah itu dia pun pergi. Aku melihat kepergiannya setelah dia menutup pintu aku kembali membereskan barang barang ku. Ya karena barang barang ku lumayan banyak. Setelah selesai dan memastikan semuanya di masukan ke dalam koper ya kecuali yang akan aku pakai besok. Setelah itu aku menaruh koper ku di dekat lemari begitu pun dengan tas ku aku pun langsung tidur.
Keesokan nya Tristan berniat mengantarkan ku tapi aku menolaknya ya karena aku tak ingin merepotkan dirinya lagi ya audah lah lagi pula aku juga sudah tak akan bertemu dengannya lagi. Ya dia adalah pengusaha sukses yang besar dan lagi pula aku hanya ingin fokus mencari tau siapa dalang di balik pembunuhan ayah dan juga ibu ku ya hanya itu saja.
Setelah liburan ku cukup aku pun kembali ke Kakek. Tapi saat sampai betapa kagetnya diri ku bahwa Kakek ku pun meninggal dunia karena kemarin sore dia mengalami kecelakaan mobil dan mobilnya semuanya terbakar begitu pun dengan Kakek ku aku langsung terduduk lemas di depan pintu orang terakhir yang selalu menjaga dan menyayangi diri ku sekarang pun sudah pergi. Aku masuk ke kamar dengan perasaan yang tak menentu padahal aku pulang karena aku ingin membahas tentang rencana balas dendam ku tapi akhirnya saat aku kembali hanya kematian Kakek ku yang aku dapatkan. Aku duduk dia tas ranjang dna menangis seharusnya aku tak pergi liburan dan menghabiskan banyak waktu bersama dengan kakek tapi ini semua sudah terjadi dan aku juga tak habis pikir kenapa Tuhan mengambil semua orang orang yang aku sayangi dna aku cintai. Sekarang aku hanya sendirian saja di dunia ini.
Entah kapan aku tertidur tapi pelayan rumah membangunkan ku dan memberikan ku makanan ya karena sudah dua hari lamanya aku tidak makan ya nafsu makan ku hilang begitu saja. Aku tak dapat merasakan apa pun yang aku inginkan sekarang hanya menyusul ke dua orang tua ku dan juga Kakek aku tak bisa hidup di dunia ini seorang diri. Aku bangun dan berjalan ke arah mobil aku membawa mobil dengan kecepatan tinggi tiba tiba lampu merah menyala dengan ceoat aku langsung mengerem mobil ku ya aku tak peduli bahkan jika aku harus mati pun aku tak peduli. Saat lampu hijau aku kembali melajukan mobil ku dengan kecepatan tinggi sampai akhirnya aku sampai di sebuah pantai ya lebih tepatnya tebing yang langsung berkurang dengan laut. Aku turun dari mobil dan berjalan ke arah pinggir pantai
__ADS_1
"Ma pa kenapa kalian ninggalin Deva dan Kakek juga ninggalin Deva sekarang Deva gak punya siapa siapa lagi di dunia ini siapa yang bakalan Deva ajak bicara, siapa yang bakalan Deva ajak curhat, dan siapa yang bakalan bantu Deva di saat Deva dalam masalah. Deva gak kuat ma pa kalau Deva harus sendirian di dunia lebih baik Deva ikut Mama, papa, Kakek, dan juga nenek " kata ku sambil melihat ke arah bulan aku merentangkan tangan ku hendak melompat tapi aku merasakan tubuh ku tertarik ke belakang. Aku oun melihat ke arah belakang ternyata dia adalah Tritan buat apa dia menolong ku.
"Lepasin buat apa kamu nolong aku, seharusnya akmu itu biarin aku mati aja" kata ku kepada tristan.
"Kamu gak sendiri di dunia ini kok Dev" kata Tristan kepada ku sambil membawa ku ke dalam pelukannya.
"Aku gak punya siapa siapa lagi di dunia ini Mama dan papa ku di bunuh dengan kejam dlsedangkan Kakek dia ninggalin aku dengan cara kecelakaan mobil. Aku sudah gak punya siapa siapa lagi di dunia ini, sebaiknya aku mati saja aku ingin berkumpul dengan Mama, papa, dan juga Kakek ku" kata ku kepada tristan sambil menangis dna ya aku memberontak minta di lepaskan tapi Tritan tak melepaskan pelukannya dia mempererat pelukannya kepada ku.
"Lepasin aku bilang lepasin " kata ku kepada tristan sambil terus menangis.
"Tenang oke kamu ada aku kok, kamu gak sendiri di dunia ini" kata Tristan kepada ku sambil terus memeluk diri ku. Aku hanya diam tak menjawab pertanyaan Tristan ya pikiran ku kacau saat ini bahkan sangat kacau.
Tristan mengendong ku aku hanya diam dan terus menangis dia menyuruh sopirnya untuk membawa mobil ku sedangkan aku di masukkan ke dalam mobilnya entah kemana dia akan membawa ku aku terus menangis sambil melihat ke luar jendela. Tak lama kemudian kami pun berhenti di sebuah rumah yang sangat besar sekali ya ini bukan lah rumah tapi mansion. Tristan mengendong ku keluar dari mobil aku hanya diam. Para pelayan yang melihat tampak kaget dan saling berbisik aku minta di turunkan agar aku bisa jalan tapi Tristan tak mendengarkan diri ku dia terus mengendong ku malah mendekap ku makin erat. Akhirnya dia pun membuka sebuah kamar lalu menempatkan diri ku di ranjang itu dia duduk di samping ku dna melihat ke arah ku sambil mengelus elus rambut ku.
"Tenang oke, kamu gak sendirian kamu ada aku sekarang, aku janji sama kamu sampai kapan pun aku akan selaku ada di samping kamu di saat kamu sennag mau pun susah atau pun di saat kamu sedih. Aku akan selaku ada di saat kamu butuh. Aku janji aku bakalan jaga kamu dna buat kamu jadi aman. Aku akan lakukan apa pun buat kamu. Tapi sekarang kamu jangan nangis lagi oke dan jangan sedih lagi. Ada aku di sini oke" kata Tritan kepada ku smabil menghapus ke dua air mata ku yang masih sjaa mengalir.
"Karena aku bisa jaga kamu dengan baik, dan gak akan ada yang berani buat berbuat jahat ke kamu aku jamin itu" kata Tristan kepada ku.
Aku tak menjawab perkataan Tristan aku hanya diam saja. Ya aku tidur membelakangi Tristan air mata ku tak bisa berhenti ya aku terus mengingat ke dua orang tua ku dan juga Kakek yang sudah pergi meninggalkan diri ku.
****
Entah kapan aku tertidur tapi saat aku bangun aku melihat Tristan masih dengan mata yang tertutup aku mencoba mengeset tidur ku tapi Tritan menahan tubuh ku agar tetap dekat dengan tubuhnya.
"Lepasin tris" kata ku kepada tristan
"Jam berapa ini, sebaiknya tidur lagi oke, kepala kamu pasti sakit karena nangis semalaman sebentar lagi aku bakalan bawa obat dan makanan, tapi kamu sekarang diam di sini dan jangan kemana kemana" kata Tristan kepada ku matanya terbuka sambil melihat ke arah ku.
__ADS_1
"Iya" kata ku kepada tristan ya aku tak menyangkal karena rasanya kepala ku memang benar benar pening dan sangat sakit akibat menangis semalaman bahkan karena terlalu sibuk dengan pikiran ku sendiri aku sampai tak sadar kapan aku tertidur dengan Tristan yang masih berbaring di samping ku.
"Ya sudah tunggu di sini" kata Tristan kepad aku dia bangun dan mencium kening ku setelah itu dia pun pergi.
Saat di pergi aku hanya diam saja sambil memegang kepala ku ya rasanya sangat sakit sekali kepala ku apa lagi di bagian dekat mata. Tak lama kemudian pintu kamar pun terbuka ternyata Tristan masuk sambil memegang nampan di tangannya. Dia berjalan ke arah ku smabil tersenyum saat sampai dia duduk di dekat ku dan mulai menyuapi ku ya awalnya aku tak mau di suapi olehnya tapi dia memaksa dengan alasan kalau aku masih sakit. Ya sudah mau tak mau akhirnya aku pun mau di suapi oelh Tristan. Setelah selesai makan Tristan pun memberikan ku obat dan ya setelah itu dia menyuruh ku untuk tidur kembali tapi aku masih tak bisa tidur
"Kamu tau dari mana tadi malam kalau aku ada di pinggir pantai?" Kata ku kepada tristan ya aku penasaran bagaimana dia bisa datang di saat yang sangat tepat saat aku akan terjun ke bawah.
"Waktu di lampu merah aku ada di sebelah kamu ya aku pikir siapa wanita yang membawa mobil dengan kecepatan tinggi tapi kebetulan itu kamu. Aku mau nyapa kamu tapi kamu terlihat snagat sedih jadi aku diam dan ngikutin kamu. Pas aku Sampek kamu sudah mau terjun aja ya udah aku tarik kamu" kata Tristan kepada ku.
"Seharusnya kamu biarin aku mati aja gak usah nolongin aku" kata ku kepada tristan
"Dev gak semua masalah harus di selesaikan dengan cara membalaskan isi hati dengan cara bunuh diri ingat ayah, ibu, dan juga Kakek kamu pasti liat kamu dari atas sana dan mereka pasti sedih liat cara kamu mengakhiri hidup seprti itu. Meskipun kamu di tinggal sama orang tua kamu sejak kecil tapi kamu masih ada Kakek yang ngerawat, menyayangi kamu dengan sepenuh hati sampai kamu dewasa seprti ini. Sedangkan aku Mama ku meninggal sejak dia melahirkan aku dan papa ku di meninggal karena sesuatu dan di saat aku umur delapan tahun aku sudah harus mengurus banyak sekali perusahaan yang tidak dapat aku mengerti bagaimana cara mengurusnya, tapi aku sadar kalau papa ingin aku meneruskan hidup dengan membuat perusahaan ini jauh lebih besar. Lihat sekarang aku terus berjuang hingga saat ini. Akhirnya aku bisa membuat perusahaan ini menjadi besar dna juga terkenal. Jadi kamu harus semangat hidup karena ke dua orang tua. Kamu dan juga Kakek kamu pasti ingin lihat kamu hidup bahagia" kata Tristan kepada ku.
"Entah lah aku sendiri gak tau apa aku masih bisa hidup dengan bahagia, sedangkan aku, aku di sini sendirian sudah gak akan ada lagi yang mau jagain dan sayang sama aku. " Kata ku kepada tristan sambil melihat ke arah jendela.
"Sudah lah kamu sekarang harus punya tujuan hidup. Untuk orang yang jaga kamu aku siap buat jaga kamu sampai kapan pun. Aku janji akan hal itu. Oke sekarang apa yang mau kamu lakuin aku bakalan bantuin kamu apa pun itu" kata Tristan kepada ku sambil memegang ke dua pundak ku.
"Aku hanya pengen cari tau siapa pembunuh ke dua orang tua ku dan juga apa penyebab kematian dari Kakek ku padahal setau ku Kakek ku itu setiap dia akna Keman asaja dia selalu mengecek mobilnya dulu ada ynga rusak atau tidak. Tapi sekarang Kakek malah kecelakaan mobil oasti ada sesuatu yang ganjal dengan semua ini" kata ku keoada Tristan.
"Oke aku bakal bantuin kamu cari informasi tentang hal itu" kata Tristan keoada ku.
"Makasih ya, tapi apa aku gak papa di sini, emang pacar kamu gak marah?" Kata ku kepada tristan.
"Gak ada aku gak punya pacar, ya sudah sekarang kamu istirahat ya aku amu keluar dulu masih ada urusan" kata Tristan keoada ku.
"Iya makasih" kata ku kepada tristan.
__ADS_1
Setelah itu Tristan pun keluar dan aku pun kembali tidur ya karena kepala ku masih terasa sakit sekali.