
( alzelfin )
Ini sudah hampir 2 bulan tapi syasa masih tak ada kabar apa pun juga bahan dari polisi juga tak ada kabar apa pun. Saat aku akan keluar untuk mengirup udara segar hp ku berbunyi siapa yang menelfon di tengah malam begini dan aku tak mengenal nomernya aku langsung mengangkatnya siapa saja penting
“halo siapa?” kata ku lesu
“ini saya pak, pelayan toko beberapa minggu yang lalu tau keberadaan joni.” Katanya kepada ku
“iya ada apa, apa kamu sudah tau joni dimana?” kata ku kepadanya
“iya ini saya sedang membuntutinya saya kirim lokasinya dan anda tinggal mengikuti keberadaan saya.” Katanya kepada ku dan ini membuat ku senang
“iya.” Kata ku langsung mematika telfon yang terhubung dengannya dan berlari dengan kencang ke dalam
“ayo pelayan tu ngikutin joni kita harus kesana sekarang.” Kata ku kepada semua orang yang ada di apartement
“oke ayo.” Kata Jason kepada ku
Setelah itu aku,Jason,autyn,dan dion berlari ke arah mobil saat sampai aku langsung mengemudikan mobil ku dengan kecepatan tinggi karena aku sudah tak sabar untuk bertemu dengan syasa. Jason yang memegang hp ku
menunjukan arah saat sampai di super market kami memarkir mobil ku di depan super market tempat pelayan itu berkerja lalu kamu berlari mengikuti arah peta itu berada tak lama kemudian kamu sampai di sebuah padang rumput yang sangat lebat dan aku melihat pelayan itu berdiri di belakang sebuah pohon yang sangat besar
kami menghampirinya dan disini juga sangat jauh dari jangkauan yang bisa di capai oleh polisi, pantas saja polisi tak dapat menemukan keberadaa syasa
“dimana kamu lihat dia?” kata ku setelah sampai
“laki laki itu masuk ke dalam gudang itu.” Katanya sambil menunjuk ke arah gudang
“oke ayo kita kesana.” Kata ku sambil hendak pergi tapi Jason menahan ku
“ada apa lagi?” kat ku kepadanya
“jangan buru buru kita hubungi polisi lalu kita sergap dia.” Kata Jason kepada ku
“cepat hubungi.” Kata ku kepadanya
Setelah itu Jason menghubungi polisi setelah selesai Jason kembali. Aku sudah tak sabar untuk bertemu dengan syasa aku hanya berharap kalau dia baik baik saja aku sudah sangat merindukannya. Tak lama kemudian polisi datang setelah menyusun rencana kami langsung menuju ke arah gudang itu tempat ini sangat kotor dan juga sepi kami mencari di setiap kamar yang ada tapi nihil setelah itu kami mencari di lantai 2 di sana terang tetapi tetap kotor ada sebuah kamar yang terbuka aku berlari kea rah kamar yang terbuka itu dan melihat kalau ada sebuah pisau yang menancap di perut syasa serta aku melihat joni duduk lemas di dekat syasa
“LO APA KAN SYASA BAJINGAN.” Kata ku sambil memukulnya berulang kali
“sudah al sudah pikirin syasa.” Kata Jason kepada ku
Setelah itu aku mendekat ke arahnya dan memanggil manggil namanya tapi tak ada jawaban aku mengendongnya dan berlari kea rah mobil ku di susul dengan yang lainnya saat sampai aku meletakan syasa dengan hati hati dan
melajukan mobil ku dengan kecepatan tinggi saat sampai aku langsung memebawa syasa ke UGD.
“tolong dia dok saya mohon tolong dia.” Kata ku kepada dokter
“baik saya akan menolongnya tapi anda harus menunggu di luar.” Kata dokter itu kepada ku
Setelah itu aku keluar di luar ruangan UGD ada autyn dan dion aku tak tenang dengan keadaanya tak lama kemudian dokter keluar dari UGD aku mendekat kepadanya
“gimana dok?” kata ku kepada dokter yang melihat keadaan syasa
“usus besarnya sedikit robek karena tusukan itu, dan kami harus melakukan operasi sekarang juga.” Kata dokter itu kepada ku
“baik lakukan saja dok.” Kata ku kepada dokter itu
“baik.” Kata dokter itu kembali masuk ke ruang operasi
Setelah itu aku menunggu di luar dengan sangat sangat gelisah aku mondar mandi di luar ruangan operasi menunggu jika dokter itu keluar. tak lama kemudian mama papa dan mami papi datang begitu pun dengan ratna dan juga Jason
“gimana keadaan syasa?” kata mama kepada ku
“syasa lagi di operasi di usus bsarnya robek karena tusukan itu.” Kata ku kepada mama
Setelah itu kami semua hanya diam dan menunggu dokter keluar aku sangat gelisah aku harap tuhan memberikan ku kesempatan melihat senyumnya lagi dan aku akan pastikan kalau joni tak akan pernah keluar dari penjara selamanya tega teganya dia menyakiti syasa. Setelah itu sekitar 3 jam kemudian dokter keluar dari ruang operasi kami semua yang menunggu langsung berlari menuju dokter
“bagaimana dok?” kata ku kepada dokter tak sabar
“operasinya berjalan dengan lancar tetapi dia masih dalam keadaan kritis sekarang.” Kata dokter kepada kami
“terus kapan anak saya bisa sadar dok?” kata papa kepada dokter
“kalau itu saya kurang tau. Jika dia sudah melewati masa kritisnya makan secepatnya dia akan sadar kecuali jika dia koma.” Kata dokter kepada kami
__ADS_1
“koma dok?” kata ku tak percaya
“iya tapi kemungkinan untuk koma hanya 5 persen saja.” Kata dokter
“ya sudah kalau gitu saya akan memindahkan pasien ke ruang rawat inap.” Kata dokter itu sambil masuk ke dalam ruangan operasi
Tak lama kemudian dokter keluar dengan syasa yang masih memejamkan matanya kami semua mengikutinya dari belakang saat sampai dokter masih tak memperbolehkan kita untuk masuk karena dokter masih akan memasang
beberapa alat yang akan membantu pernafasan syasa. Tak lama kemudian dokter keluar
“kita boleh masuk dok?” kata ratna sudah tak sabar
“iya silahkan.” Kata dokter
Setelah itu kami masuk dan mengelilingi syasa. Dia tampak pucat dan semakin kurus tak seperti saat terakhir kami melihatnya aku memegang tanganya
“sayang bangun.” Kata ku kepadanya tapi tak ada jawaban
“syasa ini papa, bangun donk?” kata papa kepada syasa tapi tetap saja tak ada jawaban darinya
“setelah itu kami semuanya hanya diam sambil menunggu syasa untuk sadar. Aku berjalan ke arah syasa untuk pamit karena aku harus pergi ke kantor polisi bertemu denganjoni dan memberinya pelajaran
“sayang aku pergi dulu ya aku harap saat kamu bangun aku sudah bisa lihat kamu tersenyum.” Kata ku kepadanya sambil meninggalkan dia pergi
“kamu mau kemana al?” kata Jason kepada ku
“aku mau ke penjara.” Kata ku kepada Jason
“aku ikut.” Kata Jason langsung berdiri
Setelah itu aku melajukan mobil ku dengan kecepatan sedang menuju ke penjara
“aku gak nyangka kalau joni akan melakukan ini sama syasa.” Kata ku kepada Jason
“aku pun begitu.” Kata Jason kepada ku
“kamu tau hal yang ingin aku lihat pertama kali saat bertemu dengannya aku ingin dia tersenyum jas, tapi kenapa pas waktu ketemu dia malah memejamkan matanya.” Kata ku kepada Jason
“aku tau perasaan kamu jas, kamu tenang ya joni sudah menerima ganjarannya.” Kata Jason kepada ku
“itu gak akan cukup sama apa yang di lakukan kepada syasa jas, kamu lihat dan dengar dari dokter kalau tangan kanan syasa cidera karena sebuah benturan dan pipi kirinya juga bengkak karena sebuah pukulan.” Kata ku kepada Jason
Saat sampai di penjara aku dan Jason langsung turun saat di tanya aku mengatakan ingin bertemu dengan joni. Kami di suruh menunggu di ruang tunggu aku dan Jason duduk sambil menunggu joni tak lama kemudian polisi
mengantarnya kepada kita berdua beberapa saat kita hanya diam tanpa bicara
“kenapa kamu lakukan itu kepada syasa?” kata ku kepada joni
“karena aku mencintainya.” Kata joni kepada ku
“apa sampai berbuat begitu kejam kepada syasa, bahkan kamu tega memukul dan menusukan pisau kepada syasa.” Kata ku kepadanya
“aku memang memukulnya tapi aku tak pernah menusuknya. Apa aku gila menusuk orang yang aku cintai. Waktu itu dia hanya minta di belikan buah apel dan ingin mengupasnya sendiri aku membelikannya dan melihatnya memakan buah yang aku belikan jadi aku keluar tapi saat aku masuk akan memberikannya minum aku sudah melihatnya tergeletak di bawah dengan pisau yang tertancap di perutnya.” Kata joni kepada ku
“bagus sekali kamu mengarang cerita itu he.” Kata ku sambil tersenyum hambar
“itu benar, bahkan sebelum itu dia meminta ku untuk membunuhnya aku tak lakukan karena aku mencintainya.” Kata joni lagi
“kalau kamu memang mencintainya kenapa kamu selingkuhin dia dulu bahkan tidur dengan wanita lain?” kata ku kepada joni
“saat itu aku merasa bosan dengan syasa yang begitu sempurna di mata ku mangkanya aku mencari wanita lain, tapi saat dia membatalkan pertunangan dan pernikahan kita aku sadar kalau aku tak bisa hidup tanpanya.” Kata joni kepada ku
“lalu istri mu?” kata ku
“dia hamil anakku di luar nikah dan dia datang ke keluarga ku untuk meminta ku bertanggung jawab dengan anak yang di kandungnya jadi aku terpaksa menikahinya.” Kata joni kepada ku
“aku cuman mau kalau kamu gak akan pernah ganggu syasa lagi cukup kamu buat syasa menderita selama 2 bulan ini jon?” kata ku kepada joni
“aku tak akan menganggunya aku menyesal.” Katanya kepada ku
“baik kalau begitu.” Kata ku kepada joni
“jika kamu menganggu syasa apa yang pantas kami lakukan kepada mu?” kata Jason kepada joni
“kalian bunuh saja aku..” kata joni kepada kami
__ADS_1
“baik kami pegang janji mu.” Kata Jason kepada joni
Setelah itu kami pergi meninggalkannya dan langsung menuju ke rumah sakit. Saat sampai di rumah sakit aku masih melihat kalau syasa dalam keadaan kritis aku menghampirinya dan mencium keningnya. Lalu duduk di
sampingnya dan memegang tangannya
Saat aku melihat wajahnya aku tau kalau aku sudah jatuh cinta kepadanya saat di menolong ku dan aku tau kalau kamu jodoh ku. Aku memegang wajahnya yang sudah 2 bulan ini tak aku lihat aku sangat merindukannya. Dan aku
sangat ingin menikahinya agar aku bisa menjaganya dengan sepenuh hati. Aku melihat wajahnya yang sudah tak seperti dulu lagi tapi dia tetap canti dan mempesona wajahnya makin tirus karena berat badannya yang berkurang sangat banyak
“aku janji kalau kamu sudah sadar aku akan buat kamu seperti dulu lagi.” Kata ku kepada syasa
“sayang kamu tau aku rindu banget sama kamu, tolong buka mata kamu?” kata ku kepada syasa
“sudah al, biarkan syasa istirahat.” Kata dion kepada ku
“iya.” Kata ku kepada dion
Aku hanya duduk di sampingnya sambil melihat wajahnya entah kapan aku tertidur tapi saat aku bangun semuanya juga sudah tidur aku berjalan ke arah balkon rumah sakit dan melihat ke arah langit disini sangat indah dan banyak binta bintang jika syasa sudah sadar dia pasti akan sangat gembira jika aku mengajaknya melihat bintang karena dia sangat menyukai bintang. Tapi tiba tiba alat bantu syasa hanya bergaris satu dan berbunyi TIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIII aku panic dan langsung berlari keluar mencari dokter
“DOKTER?” kata memanggilnya
“iya pak?” kata dokter itu
“cepat.” Kata ku berlari duluan ke dalam kamr syasa saat aku masuk semuanya masih tidur
“Bangun bangun.” Kata ku sambil menguncangkan satu persatu orang yang ada di dalam ruangan itu
“kenapa?” kata papa kepada ku
“syasa.” Kata ku sambil melihat dokter yang masih memeriksanya
“gimana dok anak saya?” kata mama sambil terisak melihat keadaan syasa
Dokter itu tak menjawab dan fokus untuk menghidupkan kembali syasa. Aku sangat panik saat ini lalu dokter berhenti
“dok kenapa berhenti ada apa ini?” kata ku kepada dokter itu
“maaf pak.” Kata dokter itu menunduk
Seketika rasanya dunia runtuh saat itu saat tau kalau orang yang aku cintai meninggal dunia. Aku sangat lemas begitu pun dengan yang lainnya tapi saat dokter akan keluar suster yang tadi membantu menangani syasa
memanggilnya
“dokter pasien hidup kembali.” Kata nya dan itu langsung membuat ku bangkit setelah itu dokter kembali memeriksa keadaan syasa cukup lama dia berhenti memeriksa keadaan syasa
“gimana dok?” kata ku kepada dokter
“dia sudah membaik dan melewati masa kritisnya.” Kata dokter kepada ku dan saat mendengar itu membuat ku sangat sangat sangat lega
“makasih dok makasih.” Kata ku kepada dokter
Setelah itu dokter menyuruh kami semua untuk keluar karena harus memeriksa keadaan syasa lagi setelah keluar aku berdiri di dekat pintu menunggu dokter keluar
“aku bersyukur kalau syasa masih kembali.” Kata mama kepada papa
“syasa anak yang kuat jadi dia gak akan kenapa kenapa dia pasti sehat.” Kata dokter kepada ku
“iya pa.” kata mama kepada papa
Setelah itu dokter pun keluar
“gimana dok anak saya?” kata papa kepada dokter
“dia sudah sadar silahkan masuk.” Kata dokter kepada kami
Setelah itu kami semua masuk saat masuk kami langsung mengelilingi syasa
“gimana perasaan kamu sayang?” kata ku kepada syasa
“sudah enak kan.” Katanya dengan suara yang serak
“sayang.” Kata mama sambil mencium kening syasa
“sya kamu jangan ilang lagi ya ponakan kamu nyarikin kamu terus.” Kata ratna kepada syasa, syasa hanya tersenyum dan menganggukan kepalanya
__ADS_1
“hai sayang mami khawatir banget loh, kamu harus baik baik ya?” kata mami dan syasa mengangguk
“ya sudah kamu istirahat dulu.” Kata ku kepadanya