
Mungkin dia sibuk pikirku, tapi tidak bisakan dia meluangkan waktu untukku hanya untuk sebentar
saja aku ini adalah kekasihnya tapi aku merasa seperti bukan siapa-siapa baginya aku hanya ingin di perhatikan olehnya apa aku salah kalau aku hanya ingin di perhatikan olehnya lalu ada yang memegang pundakku pasti itu alike.
“maaf kalau aku gak bisa buat tuan kamu bahagia, tapi saat ini aku juga masih belum bisa bahagia. Karena
kekasihku tak pernah memberikan waktu untuk hubunganku dengannya aku hanya ingin dia ada di sampingku saat sedang membutuhkannya aku butuh perhatian darinya tapi apa aku egois jika meminta semua itu kepada kekasihku alike.” Kataku kepada alike
“kamu gak egois kok.” Kata suara laki-laki di belakangku
Aku berbalik melihat alzelfin di depnaku dan tanpa peringatan air mata ku jatuh, dia menarikku ke dalam pelukannya aku tak memberontak biarkan begini hanya sebentar saja aku butuh seseorang untuk melepaskan semua beban yang aku alami selama ini aku tak sungkan lagi aku menangis sejadi-jadinya di dalam pelukannya dia tak mengeluh dia hanya diam sambil mengelusrambutku.
“keluar kan semuanya jangan dipendam lagi.” Katanya kepadaku
“apa aku egois kalau aku hanya ingin di perhatikan olehnya.” Kataku kepadanya masih sambil menangis
“tenang ada aku disini, aku bakalan ada buat kamu kapan pun dan dimanapun disaat kamu butuh.” Katanya
__ADS_1
kepadaku
Aku menangis mengingat ingat apa yang aku rasakan selama ini, apa ada seorang kekasih yang tak ada
waktu untuk kekasihnya austyn bahkan memberikan kabar kepadaku 1 minggu 1 kali itu pun hanya sebentar saja, untuk bertemu dengannya sangat jarang sekali dan ini semua membuatku seperti orang asing baginya, dan ini semua membuat kepalaku pusing entah kenapa tapi semuanya menjadi hitam pekat. Saat aku sadar yang aku
lihat pertama kali adalah warna putih dan samar-samar aku mendengar suara ratna memanggi-manggil namaku aku melihat ke sebelah kiriku aku melihat ratna dan Jason apa austyn ada di sini pikirku aku melihat ke sebelah kanan aku melihatalzelfin.
“kamu kenapa bisa gini sih sya.” Kata ratna
“kita ini sudah sahabatan sudah 17 tahun sya, kalau ada apa-apa kamu cerita sama ku.” Kata ratna sambil menangis
“ permisi dulu ya saya periksa dulu keadaan pasien.” Kata dokter tiba-tiba muncul
“oke semua sudah baik, dan untuk mbg syasa saya harap anda istirahat dengan baik makan yang teratur dan jangan terlalu banyak pikiran.” Kata dokter kepadaku
“iya dok makasih.” Kataku kepada dokter itu
__ADS_1
“iya sama-sama dan ini resep obatnya silahkan di tebus.” Katanya menaruh di meja
“biar aku aja yang nebus obatnya ya.” Kata alzelfin meninggalkan ruangan ini
“biar kami saja pak yang menebus obatnya?” kata ratna
“iya pak kami tak mau merepotkan anda.” Kata ku kepada alzelfin
“gak kok gak repot, ya sudah aku pergi dulu ya.” Kata alzelfin aku,ratna, dan Jason menganggukan kepala
“aku sudah hubungin austyn tapi dia ngak angkat telfon aku.” Kata Jason kepadaku
“apa sebaiknya kita putus saja.” Kataku tiba-tiba karena yang terlintas di pikiranku saat ini hanya itu saja
“itu semua terserah kamu sya, aku hanya ingin kamu bahagia sya.” Kata ratna
“iya sya meskipun austyn sahabtku tapi kalau liat kamu seperti ini gara-gara dia aku merasa sangat tak enak dengan kamu sya, apa lagi kamu kan sahabat ratna?” kata Jason kepadaku
__ADS_1