
( Alecia )
Tak terasa sudah dua Minggu berlalu dan hari ini aku harus kembali ke Amerika. Ya karena ke dua orang tua bryan sudah tak sabar menunggu ku untuk pulang. Bahkan mereka menelfon setiap hari dan bertanya kepada ku kapan aku pulang karena ada kabar gembira yang ingin mereka sampai kan tapi itu pun juga perlu persetujuan ku juga kata Mama bryan. Awalnya karena penasaran aku bertanya kabar gembira apa tapi Mama bryan tak ingin memberitahukannya kepada ku dia mengatakan kalau dia akan memberitahukannya kepada ku setelah aku sampai di sana. Jadi selama dua Minggu ini aku penasaran bahkan sangat snagat penasaran dengan apa yang akan mereka beritahukan tentang kabar gembira itu. Sekarang aku sedang membereskan barang barang ku di bantu oleh mama ku dan juga Amelia. Mereka berdua tampak sedih ya aku tau setelah sekian lama aku meninggalkan mereka dan sekarang aku harus meninggalkan mereka lagi. Aku pun ikut sedih saat mereka memasukkan baju baju dan barang barang ku ke dalam koper sambil menangis.
"Ma jangan nangis donk" kata ku kepada Mama sambil mengambil dan memegang tangannya dengan erat.
"Gak Mama hanya sedih aja mau di tinggal sama anak Mama lagi setelah sekian lama" kata Mama ku kepada ku sambil menghapus air matanya.
"Tapi sekarang alecia kan gak bakalan lama ma. Sudah gak kayak dulu lagi nantik pokoknya alecia usahain setiap bukan alecia pulang ya ma. Alecia juga masih kangen sama. Mama, papa, Amelia dan juga dikenal tapi Al kan juga harus kerja ma demi keluarga ini" kata ku kepada Mama ku
"Iya Mama tau. Maafin Mama dan papa ya sudah buat kamu susah selama ini" kata Mama ku kepada ku sambil mengelus elus pipi ku.
"Gak kok ma. Kalian gak nyusahin alecia ini kan emang tanggung jawab seorang ank ma" kata ku kepada Mama
"Iya sayang, kamu di sana makan yang teratur dan jangan Sampek sakit oke?" Kata mama ku kepada ku
"Oke ma" kata ku kepada mama ku.
"Al sering sering nelfon dan kasih kabar ya" kata Amelia kepada ku
"Iya donk pasti" ku ata ku kepada Amelia
"Kami juga baik baik di sana jangan lupain kami" kata Amelia keoada ku lagi lagi dia pun ikut menangis.
"Gak bakalan lah kalian ini keluarga ku apa lagi kamu Mel sudah aku anggap saudara ku sendiri" kata ku kepada Amelia sambil menghapus air matanya aku tak tega melihat mereka menangis..
"Bagus lah kalau gitu" kata Amelia keoada ku
Setelah selesai aku, amrlia, dan Mama pun keluar dari kamar di luar sudah ada bryan yang sudah siap dengan barang barangnya dia masih berbincang bincang dengan papa ku. Aku dan yang lainnya menghampiri mereka
"Pa Al jalan dulu" kata ku kepada papa ku sambil memeluk papa ku.
"Iya kamu hati hati dan jaga diri baik baik" kata papa ku kepada ku
"Iya pa pasti" kata ku kepada papa
Setelah itu kami semua pun keluar di depan jalan sudah ada mobil jumputan yang akan mengantarkan ku dan juga bryan ke bandara. Papa dan Mama ku tak mengantarkan kami ya tak ada alasan aku hanya tak ingin menangis di bandara jadi aku hanya minta antar sampai depan rumah. Setelah berpelukan dengan papa, Mama , amrlia ,dan juga adik ku aku pun masuk. Mobil pun berjalan menjauh dari halaman ku. Aku melihat mereka semua menangis aku menutup kaca mobil dan hati ku rasnaya masih tak tega meninggalkan mereka entah lah tapi hati ku terasa sangat berat tapi aju harus kembali ini semua juga demi kebaikan keluarga ku. Andai saja bryan mempunyai cabang perusahaan di Korea aku pasti akan meminta pindah ke sini tapi sayangnya tak ada. Bryan memegang tangan ku mencoba menguatkan diri ku aku pun tersenyum ke arah bryan.
Cukup lama kami menjalani penerbangan akhirnya kami pun sampai saat di luar aku melihat mama dan papa bryan ternyata mereka menjemput kami. Bahkan aku tidak tau kalau mereka akan datang menjumput ku dan juga bryan. Aku dan bryan pun langsung menghampiri mereka setelah itu Tante ratna langsung memeluk diri ku aku pun langsung membalas pelukannya.
__ADS_1
"Gimana penerbangan kalian lancar?" Kata Tante ratna kepada ku
"Lancar ma" kata ku kepada Tante ratna.
"Bagus lah ya sudah ayo kita ke rumah. Amma sudah masakin masakan yang enak buat kalian. Amma tau kalian pasti lapar setelah menempuh penerbangan yang lumayan lama dan juga jauh" kata Tante ratna kepada ku dna juga bryan.
"Kebetulan ma bryan sudah laper banget" kata bryan kepada mamanya.
"Ya sudah kalau gitu ayo kita pulang tunggu apa lagi" kata Om Edward kepada kami
Aku dan bryan pun mengangguk secara bersamaan setelah itu kami pun masuk ke dalam mobil. Selama di perjalanan tabte Ratna terus mengoceh tentang gombalan Om Edward selama bryan tak ada dan itu membuat kami tertawa. tak butuh waktu lama kami pun sampai di rumah bryan kami pun langsung turun dan para pelayan juga memberitahukan kalau kamar untuk ku dan juga makanan untuk kita sudah siap. Kami pun langsung menuju meja makan sedangkan koper koper ku di angkut oleh para pelayan di sini untuk di taruh di kamar ku. Aku tak tinggal di sini tapi mungkin aku akan mebginap di sini satu atau dua hari ke depan. Setelah itu kami semua pun mulai makan. Rasanya perut ku sudah berontak minta di isi.
Tak lama setelah selesai makan aku pun langsung di antar oleh Tante Ratna ke kamar agar aku bisa istirahat ya perjalanan ini membuat ku lelah apa lagi tadi aku berpisah lagi dengan keluarga ku. Tante Ratna mengantarkan ku sampai depan kanar lalu menyuruh ku untuk istirahat aku pun masuk ke dalam. Ternyata koper ku sudah di bereskan bahkan baju baju ku sudah ada di dalam lemari begitu oun dengan perlengkapan mandi dan juga kosmemilik ku semuanya sudah tertata rapi di tempatnya masing masing. Aku pun langsung ke kamar mandi dan langsung amndi ya karena badan ku juga sangat lengket dan bau.
Setelah selesai mandi aku pun langsung mebgeringkan rambut ku tak butuh waktu lama selesai akhirnya. Aku pun langsung baik ke atas ranjang dan tidur.
Saat bangun hari sudah sore aku pun bangun dan berjalan ke kamar mandi laku membasuh muka ku. Setelah itu aku turun ke bawah. Dan ternyata bryan, tabte Ratna dan juga Om Edward sudah ada di ruang keluarga aku pun menghampiri mereka dan duduk tepat di samping bryan
"Gimana sayang tidur mu nyenyak?" Kata Tante Ratna kepada ku
"Iya ma nyenyak" kata ku kepada Tante ratna
"Ada apa ma apa aku berbuat salah. Maaf kalau Al punya salha sama kalian di sengaja atau pun ngak di sengaja" jata ku kepada Tante ratna dan juga Om Edward
"Gak kok kamu gak punya salah" kata Om Edward kepada ku
"Iya betul kami hanya bicara tentang hubungan kamu sama bryan jadi gimana apa kalian sudah siap untuk tunangan?" Kata Tante Ratna kepada ku aku kaget bahkan sangat kaget saat mendengar itu
"Hmmm..... mmmm maaf Tante tapi untuk sekarang saya masih gak bisa untuk tunangan dengan bryan" kata ku kepada Tante ratna
"Kenapa sayang apa bryan sudah berbuat sesuatu yang ngebuat kamu kecewa ke bryan?" Kata Tante Ratna kepada ku dia mulai panik
"Gak kok Tante bukan itu" kata kepada Tante ratna
"Terus apa?" Kata Tante Ratna kepada ku
"Saya masih gak siap ma aku pengen ngebahagiain ke dua orang tua alrcia dulu dan ingin fokus kerja dulu soalnya adik alrcia kan masih kecil Al juga pengen sekolahin dia sampai tinggi. Maka dari karena itu Al masih belum siap untuk tunabgan dengan bryan ma pa. Maaf kalau jawaban alecia sudah buat kakaina berdua kecewa" kata ku kepada Om Edward dan juga Tante ratna sambil menundukkan kepala.
"Oh soal itu gak papa kita akan bantu biaya sekolah dan juga biaya hidup ke dua orang tua kamu sayabg" kata Tante Ratna kepada ku
__ADS_1
"Iya betul apa yang di katakan oleh Mama mu sayang" kata Om Edward menambahi perkataan Tante Ratna.
"Sebelumnya alecia makasih banget sama tawaran Mama dan papa tapi alecia ingin biaya sekolah dan biaya hidup keluarga alecia itu hasil dari keringat alecia sendiri ma. Karena alecia gak mau nyusahin orang" kata ku kepada Om Edward dan juga Tante Ratna.
"Oke Mama ngerti gini aja dah sayang. Kamu pikir pikir dulu ya perkataan Mama dan papa. Selama kamu tunangan kamu gak papa kok tetap kerja di perusahaan kami. Mama tau kamu gak suka di istimewa kan maka dari karena itu saat kamu di kantor kamu sama dengan karyawan lainnya tapi saat di luar kantor kamu tetap tunangan bryan. Kalian tunangan aja dulu kamu kan masih bisa biayain sekolah buat adik kamu dan juga biayain hidup keluarga kamu. Mama papa dan juga bryan gak akan ngelarang kamu kok buat kerja. Jadi giaman sayang?" Kata Tante Ratna kepada ku.
"Aku pikir pikir dulu ya ma" kata ku kepada Tante ratna
"Iya sayang beri dua waktu oke" kata om Edward kepada Tante ratna.
"Iya sayang" kata Tante Ratna kepada ku.
Setelah itu kami pun membahas hal lain. Setelah cukup lama aku pun kembali ke kamar dan langsung mandi karena badan ku merasa sakit aku pun memutuskan berendam dengan air hangat. Saat sednag berendam pikiran ku melayang pada perkataan Tante ratna. Apa iya aku harus tunangan duku tapi aku dan bryan kan baru saja menjalin hubungan ya walau pun kau tau kalau bryan dan aku sudah cukup lama kenal dan kami juga sudah tau masing masing dari sifat kami.
Saat memikirkan ini semua membuat ku pusing lagi lagi aku di haruskan untuk mengambil keputusan hal ini membuat ku pusing. Bahkan dalam satu bulan aku sudah memikirkan selalu banyak hal itu rasnaya membuat ku lelah aku butuh refresing dan juga menenabgkan diri ku tapi aju tau kalau aju tak punya waktu untuk itu. Lebih baik aku pikirkan nanti saja tentang perkataan Tante Ratna dan juga Om Edward soal pertunangan ku dan juga bryan
Aku pun membilas badan ku setelah itu aku bersiap siap untuk makan malam. Setelah selesai aku pun turun di bawah sudah ada yang lainnya aku pun bergabung dengan mereka setelah itu kami pun langsung makan malam tak berlangsung lama kami oun selesai makan malam. Karena Om Edward dan juga Tante Ratna ada kepentingan dinluar akhirnya aku pun masuk ke kamar ya aku mengatakan kepada bryan kalau aku sangat lelah dia mengerti dan menyuruh ku masuk ke dalam kamar untuk istirahat saat sampai di kamar aku pun alngsung mengambil hp ku dan menelfon amma ku. Ya karena saat di Korea kemarin aku sempat membelikan Mama ku hp agar aku Mudah untuk menghubungi keluarga ku.
"Halo ma" kata ku kepada mam ku saat telfon sudah terhubung
"Iya sayang ada apa semuanya baik baik aja kan?" Kata mama ku kepada ku
"Iya ma semuanya baik biak aja kok" kata ku kepada Mama ku.
"Terus ada apa kamu nelfon Mama malam malam begini?" Kata mama ku kepada ku
"Ma orang tua bryan bilang ke aku kalau mereka ingin aku dan bryan itu secepatnya tunangan menurut Mama dan papa gimana alecia bingung ma mau jawab apa" kata ku kepada Mama ku
"Sayang itu semua Mama serahin ke kamu. Mama percaya kok sama kamu. Tapi kalau Mama boleh saran kamu terima aja lagi pula kan masih mau tunangan bukan mau menikah jadi gak masalah kok. Dan kalau kamu mau tunangan mintak pacarnya di adakan di Korea" kata Mama ku kepada ku
"Tapi ma aku kan masih pengen buat kalian bahagia" kata ku kepada Mama ku
"Sayang Mama dan papa itu sudah bahagia dan Mama juga harap kalian secepatnya tunangan karena dengan begitu Mama dan papa drdijut tennag karena sudah ada laki laki yang bisa kami percaya untuk jaga kamu di saat kamu jauh dari Mama dan papa sepetti sekarang ini" kata Mama ku kepada ku
"Menurut Mama gitu?" Kata ku kepada Mama masih bingung
"Iya tapi semua tergantung kamu sayabg. Ingat jangan pernah ada paksaan soal hubungan semua keputusan harus kamu yang pilih karena kamu yang mau jalani dan kamu yang akan bahagia buka Mama atau papa begitu oun dengan ke dua orang tua bryan" kata Mama ku kepada ku
"Ya sudah ma aku pikir pikir aja dulu nantik Lok sudah Nemu jawabannya aju bakalan nelfon Mama lagi dan kasih tau jawabannya" kata ku kepada Mama ku.
__ADS_1
"Iya sayang" kata ku kepada Mama ku