
Sanusi pun meletakkan surat kontrak itu di atas meja lalu kak Sanusi melihat ke arah ku.
"Yank kuta tunangan sudah hampir empat tahun, aku sudha nunggu kamu selama itu yank tapi kalau buat nunggu kamu lagi selama dua tahun setengah kayaknya aku gak bisa deh yank. Jujur aku sayang sama kamu yank sayang banget malah aku yank sama kamu yank. Tapi...... Kalau buat nunggu dua tahun setengah lagi maaf ya yank aku bener bener gak bisa yank. Kemaren aja ibu di rumah tabyak kapan adekbya yabg mau dinoamar buat nikah aku bilang ya aku masih mau bilang ke kamau smaa ibu di sini yank. Tapi ya itu terserah kamu yank aku gak maksa kamu kok yank. Ini cita cita kamu yank. Cita cita yang sejak kamu SMP pengen pengen yank ya udha sebaiknya aknu pikir pikir aja dulu ya yank. Tapi kalau aku dan keluarga ku maaf ya yank aku gak bisa nunggu lagi yank. Gini yank sebaiknya kamu oikirkn ini baik baik duku ya yank tapi satu hal yang hrus kamu tau. Kakau kamu nikah sam aku, aku janji kalau kamu gak bakalan aku buat kerja. Hanya aku yang bakalan kerja dan kamu hanya tinggal Nerima uang dna ngruurs anak sama rumah aja yank. Tapi ya udha kamu pikirin baik baik aja dulu ya yank" kata kak Sanusi kepada ku
"Hmmm iya yank" kata ku kepada kan Sanusi
Aku tak tau kak sanusi marah kepada ku atau tidak tapi kak Sanusi langsung pamit untuk pulang dan mengatakan kakau dia sedang ada keperluan yang sangat medesak. Aku makin bingung bagaiman aaku harus mengambil pilihan saat ibu ku tau kakau aku akan di kontrak kerja ibu ku terlihat sangat senang dan bahagia sedangkan kak Sanusi dia tak setuju kalau aku melanjutkan kontrak kerja itu. Dan ya aku tau dari caraa bicara kak Sanusi tadi kalau aku meneruskan kontrak kerja itu hubungan ku dengan kak sanusi akan berakhir ya meskipun kak snaysi tak secara langsung mengatakannya kepada ku tapi aku tau maksudnya mengatakan itu kepada ku jadi sekarang aku bibgubg.
Aku mengambil surat kontrak kerja ku dan membawanya ke dalam kanar ku padahal tadi aku snagat lapar sekali dna berniat untuk makan bersama dengan kak Sanusi kalau dia sudah datang tapi sekarang rasnaya perut ku sudah snagat kenyang sekkai. Aku habya diam saja smabil emlihat ke arah surat kontrak itu ya aku bingung aku harus bagaimana.
"Hemmm jadi bingubg kalau aku berhenti pasti ibu kecewa sama pilihan ku apa lagi tadi ibu dengarnya seneng banget terus kalau aku lanjutin kontrak kerja ku hubungan ku yabg audah jalan empat tahun bakalan hancur gitu aja. Aku gak mau nyakitin hati ibu ku tapi di sisi lain aku juga gak mau Sampek kehilangan kak Sanusi haaaahhhhhh pusing aku bingung padahal aku pengen mintak pendapat tapi kak Sanusi malah oukabg dan kayakbya dia marah sama aku. Tau gitu aku gak bilang ke Kaka Sanusi tentang Masalah ini hah gak tau lah capek aku pusing. Nantik aku cerita ke ibu aja deh dari pada bingung bingung kayak gini aku" kata ku berbicara dengan diri ku sendiri.
Setelah itu aku pun mengajak ibu ku bucara tapi belum sempat aku bicara ibubku sudha di panggil tetangga entah buat apa ibubku di panggil aku pun ke kamar dan mengambil hp ku ya biasanya sore hari seperti ini kak sanusi akan embgirimi ku chat. Saat ku buka hp ku tenyata gak ada chat atau pun telfon dari Kak sanusi aku rasa kak Sanusi pun benar benar marah aku mencoba mengirimi kak Sanusi chat tapi percuma kak Sanusi tak online. Aku pun mengirimkan pesan voice kepada kak Sanusi.
"Yank kamu marah ya yank, maaf kalau kamu marah yank tapi tadi aku itu pengen mintak pendapat ke kamau yank. Tapi kamu kayak yang marah iya aku tau kalau kamu pasti marah yank tapi aku juga bingung harus gimana yank. Aku harap kamu gak marah lagi sama aku ya yank dan tolong kasih aku waktu buat berfikir yank jangan kasik aku tuntutan kayak gini ya k aku malah makin bingung dan rasnaya pikiran ku udah penuh banget yank jadi aku harao kamu mau sabar dan nunggu kabar dari aku ya yank jangan ngambil kesimpulan seperti itu yank. Pekerjaan ini Menag cita cita ku dari SMP yank tapi kan gak seharusnya aku juga ngejar apa yank jadi keinginan ku kakau sekiranya aku kehilangan sesuatu yang buat aku gak semnagat kagi. Gini ya yank aku bakalan kaambarin kamu lagi besok ya yank aku bakalan kasih tau kamu gimana keputusan ku ya yank aku mau bgekanjutin kontrak itu apa ngak jadi tunggu keputusan ku Sampek besok sore ya yank" kata ku kepada kak Sanusi mengirimi voice melalui chat. Setelha utu aku mencari ibu ku ya siapa tau saja ibu ku sudah pulang dari rumah tetangga ku. Dan ternyata betul saja ibu sudha oulang dan sedang menyiapkan sayur yang sedang di kupas di halaman depan. Aku pun menghampiri ibu ku
"Buk" kata ku kepada ibu ku sambil duduk di depan ibu ku. Dan membantu mengupas kulit sayuran yang gampang gampang dan tak memerlukan alat alat seperti pisau dan yang lain lain nya.
"Hemmm apa?" Kata ibu ku kepada ku
Tadi kak Sanusi udah Dateng dan Aisyah juga udah cerita semuanya buk ke kak Sanusi soal kontrak kerja itu buk" kata ku kepada ibu ku.
"Terus apa kata nak Sanusi" kata ibu ku kepada ku.
__ADS_1
"Kayaknya kak Sanusi marah deh buk sama aku dna gak setuju kalau aku neusin kontrak kerja itu buk. Soalnya kak Sanusi tadi bilang kalau kak snausi udah nunggu Aisyah tiga tahun lebih dan buat nunggu Aisyah selama dua setengah tahun lagi itu kak Sanusi gak bisa buk. Dan ibunya kak Sanusi juga udah tanyak sama kak snausi kapan kak Sanusi yang mau ngelamar Aisyah buat jadi istrinya kak sanusi gitu buk. Ya kak Sanusi bilang kakau kak snausi masih mau bicara dulu sama Aisyah dan ibu gitu buk. Jadi menurut ibu gimana Aisyah bingubg buk harus gimana" kata ku kepada ibu ku.
"Gini ya Syah apa yang ngebuat kamu nyaman ya kamu pilih. Apa lagi nak Sanusi itu gak setuju soalnya kan niatnya juga bagus Syah, dia mau jadiin kamu istrinya Syah gini ya Syah kalau ibu itu terserah kamu ymsyah yang penting kamu enak nyaman dan bahagia sama oikuhan mu Syah dan atau hak yang oakibg penting setelah kamu milih nantik jangan Sampek kamu bilang cobak aja aku gak pilih ini pasti aku udah ini. Nah itu gak boleh ngomong gitu karena pilihan mu utu berarti kamu udah pikirin dengan matang matang oikuhan mu Syah jadi gak ada penyesalan di belakang jadi sebaiknya kamu pilih dengan baik apa yang bakalan kamu pilih untuk masa depan kamu" kata ibu ku kepada ku.
"Iya buk Aisyah ngerti ya udah kalau gitu Aisyah mau ke kuburan ayah duku ya buk" kata ku kepada ibu ku.
"Iya cobak tabyak ayah mu insya Allah dia pasti bantu kamu Syah ya mungkin gak bisa bantu kayak duku tapi siapa tau aja ayah kamu Dateng ke mimpi kamu dna kasih kamu petunjuk" kata ibu ku kepada ku.
"Iya buk" kata ku kepada ibu ku. Setelah itu aku pun langsung berjalan ke arah makan ayah ku ya makan ayah dengan rumah ku tak jauh malah snagat dekat. Saat sampai aku langsung mengaji dan beroa untuk ayah ku terlebih dahulu setelah selesai aku menyiramkan air yang aku bawa barusan.
"Yah Aisyah bingung harus gimana sekarang, Aisyah bingung mau pilih nikah sama kak Sanusi apa mau lanjutin kerjanya Aisyah yah. Aisyah bener bener bingung yah. Cobak aja ada ayah di sini Aisyah pasti gak bakaln sebingung ini sekarang. Tapi Aisyah juga tennag karena ayah gak ngerasain sakit lagi. Yah maafin Aisyah ya kalau aisyah banyak salah sama ayah selama semasa ayah hidup Aisyah selaku aja nyusahin ayah dan selkau nuntut buat di beliin ini itu sama ayah. Aisyah bener bener minta maaf ya yank. Tapi satu hal yang harus ayah tau meskipun ayah udah gak ada dan gak kumpul lagi sama Aisyah dna ibu Aisyah akan selkau sayang sama ayah sampai kapan pun. Yah aisyha pulang dukh ya yah karena Aisyah harus pikirin ini dengan bener bener biar Aisyah gak salah pilih. Ya udha kalau gitu ya yah assalamualaikum" kata ku berbicara sendiri dengan makan ayah ku ya aku sering datang ke makan ayah ku sekedar untuk berbicara dan saat aku rindu maka aku akan langsung ke makan ayah ku dan ya meskipun tak langsung terobati tapi rasa rindu ku kepada ayah sedikit terobati.
Setelah itu aku pun pulang ke rumah karena gri sudah sore aku pun memutuskan untuk mandi terlebih dahulu setelah selesai aku dna ibu pun makan bersams dan ya rasa lapar yang tadi sudah sangat snagat terasa maka dari karena itu aku makan cukup banyak
"Yah aisyah kangen banget sama ayah" jata ku kepada aisyah.
"Iya ayah tau, tapi bukan kah masih ada hal penting yang pengen kamu kasih tau ke ayah?" kata ayah ku kepada ku.
"Iya yah aisyah bingubg yah harus milih pekerjaan apa milih kak sanusi yah soalnya kak sanusi udah ngajak aisyah nikah yah. Tapi sedangkan di kantor aisyah karyawan yang masih belum sampai dua tahun stengah gak boleh nikah yah sedangkan kak sanusi gak mau nunggu aisyah dua tahun setengah katanya kak sanusi udah lama nunggu aisyah yah jadi sekarang aisyah bingubg yah harus gimana. Jadi menurit ayah aisyah harus gimana yah? Sekarang aisyah bener benwr bingubg yah aisyah udah tanya ke ibu api kata ibu semua itu terserah aisyah yah jadi itu yang ngebuat aisyah bibgung yah harus gimana" kata ku kepada ayah ku sambil memegang tanagn ayah ku dengan lembut.
"Kamu gak usah bibgung pilih lah yang buat kamu nyaman dan juga bahagia nak. Ingat kata kata ayah ya kalau pekerjaan kamu sekarang buat kamu nyaman dan bahagia ya kamu pilih pekerjaaan tapi kalau pekrjaan kamu gak nyaman dan gak buat kamu bahagia ya kamu jangan pilih pekerjaan kamu nak. Gini ya sayang yang yerpenting itu buat ayah atau pun ibu kamu. Sekarang yang paling penting adalah kebahagiaan kamu nak" kata ayah kubjepada ku.
"Hmmm tapi aisyah gak tau mana yang bisa buat aisyah nyaman dan bahagia yah" kata ku kepada ayah ku. Ya aku bingung tak tau harus menentukan mana yabg bisa membuat ku bahagia atau pun nyaman sedangkan belkanagan ini kak sanusi jarang sekali menghubungi diri ku karena kak sanusi masih menunggu jawaban ku bahkan akubdan kak sanusi jarang bertemu aku jadi bingubg harus bagaimana kedepannya jika kak danusi terus seprti ini kepada diri ku.
__ADS_1
"Hmmmm karena kamu masih bibgubg ya sudah gini aja. Dalam satu bulan ini siapa yang buat kamu nyaman dan bahagia kamu pilih itu. Tapi kakau salah satu di antara ke dua hal itugak ada yang ngebuat kamu gak nyaman atau pun bahagia kamu jangan pilih. Jadi dalam satu bulan ini liat apa yang ngebuat kamu nyaman dan juga bahagia ya sayang?" kata ayah ku kepada ku sambik mengelus rambut dengan semyam yang membuat hati ku mulai tenang.
"Iya yah makasih ya yah saraannya" kata ku kepada ayah ku ya sekarang aku sudha tau apa yang harus aku lakukan. Berkat ayah sekarang aku sudah menemukan solusi dari masalah yang membuat ku bingubg bebebrapa hari terakhir.
"Iya sayang ya udha kakau gitu kamu udah gak perlu bingung bingung lagi ya" kata ayah ku kepada diri ku.
"Iya yah" jata ku kepada ayah ku sambil tersenyim lembar.
"Ya sudah kalau gitu ayah pergi dulu ingat selalu jaga ibu ya syah dan kamu juga harus jaga kesehatan ya syah. Ingat kebahagiaan aisyah itu yang paling utaman buat ayah dan juga ibu" kata ayah ku keoada ku sambil menegelus pipi ku dengan lembut.
"Loh ayah mau ke mana di sini aja yah sama aisyah" kata ku kepada ayah ku.
"Ayah harus kembali ya udah ya" kata ayah ku kepada ku sambil berdiri dan berjalan menjauh dari ku.
"Yah jangan tinggalin aisyah lagi yah aisyah gak mau sendirian lagi" kata ku kepada ayah ku smabil teeus mengejar ayah ku tapi ayah ku terasa dangat jauh sekali daro diri ku.
"Ayahhhhhhh" aku terus memanggil manggil nama ayah ku tapi ayah tak menoleh ke arah ku atau pun menjawab panggilan ku. Aku terus mengejar ayah ku sambik mennangis ya karena aku tak ingin kehilangan ayah ku untuk yabg ke dua kalinya tapi ayah ku makin menjauh dan hilang begitu saja dengan sebuah cahaya putih yabg sangat terang menyelimuti ayah ku.
"AYAHHHHHH" Kata ku memanggil ayah ku sampai akhirnya aku babgun dari tidur ku.
"Ternyata mimpi" kata ku kepada diri ku sendiri sambik mengusap wajah ku yang basah akibat air mata dan juga sambil membetulkan rambut ku yabg bwrantahkan akibat bangun tiba tiba.
Aku mencoba untuk menenangkan diri ku teelwbih dahulu dan ya aku kembali mengingat ingat kata kata ayah ku yabg ada di dalam mimpi ya aku akan mencobanya siapa tau saja apa yang di katakan oleh ayah ku ada benarnya. Saat aku melihat jam ternyata sudah jam enam pagi aku pun bangun lalu membereskan temoat tidur ku ya biasanya aju paling malas unyuk membereskan atau pun merapikan kamar ku atau pun tempat tidur kubsekali pun tapi sekarang entah lah akubsangat ingin membereskan tempat tidur dan kamar ku. Kebetulan sekarang hari sabtu dan sekarang aku tak ada kegiatan kantor ku pun juga livur. Aku pun mulai membereskan tempat tidur ku sedikit demi sedikit setelah selesai aku pun langsung ke belakang untuk mengambil sapu dan juga pel pellan ya aku tak melihat ibu ku di mana mana mungkin ibu ku masih berbelanja saat ini jadi ya sudha lah tak apa. Aku pun ke kamar dan mulai menyapu kamar ku setelah selesai aku pun mengepelnya dampai bersih.
__ADS_1
Saat melihat sudah hampir jam delapan aku pun bergegas mandi setelah selesai aku pun ke liar dari kanar ku laku emmbaringkan tubuh ku di ruang tengah ya beberapa hari yang lalu kursi yang ada di depan TV di pindah oleh ku dan juga ibu ju ke ruang tamu. Setelah itu karena ada beberapa kasur yang tak di gunakan jadi di pindah oleh ku dan oleh ibu ke depan TV jadi aku pun sekarang sedang berbaring di depan TV. Dan aku rasa ibu ku ada di dapur sedang memasak ya karena aku mendengar suara orang sedang memasak di dapur siapa lagi kakau bukan ibu ku.