
“kalau begitu kita sama sama berterima kasih. Nona Beatrix juga begitu sudah sejak lama aku tak pernah melihat nona Beatrix tertawa lepas. Hanya dulu sekali saat kami masih tinggal di singapura tapi sejak 3 tahun terakhir nona sudah tak pernah tertawa seperti itu lagi karena di sini dia tak mempunyai teman. Dan ke dua orang tua nona sibuk dengan perkerjaan mereka masing masing. Tak sempat untuk menemani nona Beatrix untuk bermain jadi ya nona begitu dingin aku harap juga begitu aku ingin nona selalu tertawa bahagia.” Kata tina
Setelah itu jeni dan Beatrix pun keluar dari sekolah lama mereka dan pindah ke sekolah yang baru. Ke dua orang tua jeni atau pun Beatrix juga sudah tau tentang pertemanan mereka berdua dan tak masalah bagi mereka karena pertemanan sangat penting untuk usia dini. Hampir setiap hari jeni dan Beatrix bermain di taman saat mereka bertemu dulu.
“bagaimana jika besok kita pergi ke danau BlueGreen kita makan makan sekaligus rayakan bersama ulang tahun mu?” kata jeni kepada Beatrix
“hmmm baiklah jadi jam berapa besok kita akan jalan?” kata Beatrix
“jam 9 pagi gimana? Kita langsung bertemu di sana saja bagaimana?” kata jeni
“baiklah kalau begitu. Ini adalah kali pertama bagi ku merayakan ulang tahun bersama dengan sahabat ku.” kata Beatrix
“aku akan selalu ada di samping kamu, dan kita buat setiap hari ulang tahun kita jadi lebih berkesan gimana?” kata jeni dan Beatrix
“ya tentu saja aku setuju, terima kasih sudah mau berteman dan datang kepada ku waktu itu.” Kata Beatrix
“aku juga terima kasih.” Kata jeni
Keesokannya jeni pun menyiapkan sebuah kado istimewa yang dia beli kemarin malam sebelum jeni pulang. Ya sebelum pulang ke rumahnya jeni mampir ke mall untuk membelikan Beatrix kado boneka yang dia suka yaitu Minion ya dia sanagt suka itu bahkan kue ulang tahun yang jeni pesan pun berbentu minion. Jeni membungkus kadonya dengan paper bag bergambar minion juga.
“kak ros apa sudah selesai mengambil kuenya dan juga keperluan yang lainnya.” Kata jeni menghampiri rosa yang sedang sibuk di dapur
“tentu saja sudah nona, apakah kau sudah mempersiapkan kado yang nona beli kemarin?” kata rosa
“tentunya sudah donk kak ros.” Kata jeni tersenyum lebar
“baik kalau begitu ayo kita berangkat.” Kata rossa
“oke kak” kata jeni
Setelah itu pun mereka jalan. Jeni sampai terlebih dahulu di danau tempat Jeni dan Beatrix berjanji untuk bertemu. Sesampainya disana Jeni, Rosa dan Ronald menyiapkan kejutan untuk Beatrix. Setelah selesai menyiapkan semuanya Beatrix pun datang.
“wah indah sekali dan semuanya serba minions, apa kau yang menyiapkannya?” kata Beatrix.
“tentu saja aku yang menyiapkannya bersama dengan kak Rosa dan paman Ronald.” Kata Jeni.
“Terimakasih aku sangat menyukai kejutan yang kamu berikan untuk pertama kalinya aku mendapatkan kejutan seperti ini, biasanya aku merayakannya berdua saja dengan kak Tina, tapi tahun ini spesial bagiku karena aku dapat merayakan ulang tahun ku bersama dengan sahabat ku.” kata Beatrix.
“ini hadiah untuk kamu.” Kata Jeni sambil memberikan paper bag
“apa ini?”. Kata Beatrix
“buka saja, maaf aku hanya bisa memberikan itu.” Kata Jeni
“kau ingat dengan apa yang aku sukai, terima kasih sudah memberikan ku hadiah ini.” Kata Beatrix sambil memeluk boneka Minion pemberian jeni.
“sama sama ayo kita tiup lilin dulu dan buat permintaan.” Kata jeni sambil menarik tangan Beatrix ke depan kue tar yang sudah jeni dan rosa siapkan. Mereka pun mulai bernyanyi setekah itu Beatrix pun mau meniup lilin.
__ADS_1
“aku harap kalau aku bersahabat dengan jeni selamanya, karena hari hari ku yang gelap berubah menjadi cerah setelah kedatangan jeni aminn.” Kata betrix sambil meniup lilin
Mereka pun bertepuk tangan. Setelah itu mereka semua mulai makan dengan bahagia. Setelah selesai makan jeni pun mengajak Beatrix bermain, mereka bermain dengan sanagat bahagia sampai jeni melihat ada seorang anak laki laki di pinggir danau dengan tangan terikat jeni melihat kea rah rosa dan Ronald mereka tampak sibuk bercerita. Jeni kembali melihat ke arah anak laki laki itu jeni melihat ada seorang laki laki berbaju hitam hendak mendorong anak laki laki itu. Jeni pun langsung berlari untuk menyelamatkananak laki laki itu.
Beatrix memanggl manggil nama jeni tapi tak jeni hiraukan. Saat sampai di pinggir danau jeni pun melihat ke sekeliling tapi jeni tak melihat anak laki laki itu lagi. Jeni pun melihat kea rah bawah jeni kaget karena ank laki laki itu tersangkut di dahan pohon.
“tunggu sebentar aku akan menolong mu sabarr.” Kata jeni berusaha menolong anak laki laki itu.
“sedikit lagi.” Kata jeni hampir meraih anak laki laki itu tapi kaki jeni terpeleset jeni pun berteriak tapi di tangkap oleh Ronald. Ronald pun menarik jeni dan juga anak laki laki itu.
“nona apa yang kau lakukan kau bisa membahayaakna nyawa mu.” Kata Ronald kepada jeni sambil membuka kan tali yang ada di lengan anak laki laki itu
“tapi anak laki laki itu di dorong oleh laki laki dewasa dari belakang. Aku pun langsung berlari. Maafkan aku paman Ronald karena aku tak mengatakan apa pun pada mu.” Kata jeni merasa bersalah
“tak apa non yang penting kau selamat.” Kata Ronald sambil melihat keadaan jeni hanya lutut jeni saja yang terluka dengan lengannya akibat terpeleset tadi. Tak lama kemudian datang sekelompok orang berpakaian hitam dengan memakai kacamata. Sekitar sepuluh sampai lima belas orang. Mereka pun langsung mendatangi bocah laki-laki itu. Dan sebagian mengelilingi jeni dan yang lainnya.
“tuan muda apakah kau baik-baik saja?.” Kata laki-laki berbaju hitam.
“aku baik-baik saja, mereka semua sudah menolongku barusan saat aku tersangkut di pohon yang ada di bawah itu.” Kata bocah laki-laki itu.
“terimakasih telah menyelamatkan tuan muda kami, dan maaf kami sempat mengira kalian kelompok dari Raymond, karena tuan muda kami di culik sejak beberapa hari yang lalu. Dan saat kami menemukan tempat persembunyiannya tapi kami mendapatkan kabar kalau tuan muda kami di bawa ke sini. Terima kasih sudah menyelamatkan tuan muda kami. Dan mohon maaf karena kami telah salah paham.” Kata bodyguard anak laki laki itu
“iya tak apa kami mengerti sepertinya dia butuh istirahat jadi bawa pulang dulu biar tuan muda kalian bisa istirahat dengan nyaman.” kata Ronald
“baik lah kalau pergi kami permisi.” Kata bodyguard itu. Ronald pun menganggukan kepalanya mereka pun pergi.
“apa yang terjadi dengan anakku Ronald?” kata ibu Jeni panik saat melihat jeni ada dalam gendongan Ronald dan melihat darah yang menetes dari lengan dan kedua lutut kaki Jeni.
“tadi nona sempat menolong seorang anak laki-laki yang diculik dan hampir didorong ke danau, lalu kaki nona Jeni tergelincir hampir masuk kedalam jurang juga. Tapi dengan cepat saya menangkap noina Jeni dan menarik anak laki-laki yang didorong ke danau itu.” Kata Ronald. Tak lama kemudian jeni pun bangun karena mendengar suara ribut-ribut.
“tante ini semua salahku, karena merayakan ulang tahunku jeni harus sampai terluka seperti ini, aku mohon maafkan aku tante, om.” Kata Beatrix yang merasa bersalah akibat kejadian yang menimpa Jeni.
“sayang, ini bukan salah kamu lagi pula lihat jeni dia sudah baik-baik saja, kita tinggal mengobati luka-lukanya saja.” Kata mama Jeni sambil mengelus rambut Beatrix.
“ya sudah ayo jeni kesini biar tante obati luka-luka kamu.” Kata mama Beatrix sambil menuntun Jeni untuk duduk di sofa.
Setelah itu mama Beatrix pun mulai mengobati luka-luka yang ada di lengan dan juga lutut jeni. Mama jeni membantu membersihkan luka-luka njeni, setelah selesai mereka pun berbincang-bincang. Tak lama kemudian bel rumah jeni berbunyi menandakan kalau ada seseorang, rosa pun disuruh untuk membukakan pintu, rosa membawa makanan yang cukup banyak yang telah dipesan oleh ayah Jeni, karena tadi orang tua jeni dan orang tua Beatrix berencana untuk makan diluar untuk merayakan ulang tahun Beatrix tapi Karena Jeni sedang terluka maka ayah Jeni pun memesan makanan secara online. Rosa mulai merapikan semua makanan di meja makan dan juga ruang tamu.
“Rosa suruh jeni dan Beatrix untuk turun agar mereka bisa mkan siang bersama-sama.” Kata mama Jeni
“Baik nyonya.” Kata rosa
Setelah itu Rosa pun pergi memanggil Jeni dan Beatrix, tak lama setelah itu mereka berdua turun dan bergabung untuk makan bersama-sama, setelah selesai makan mama Jeni mengatakan kalau di meja ruang tamu ada pizza, burger dan hot dog, Jeni dan Beatrix mengangguk dengan antusias, setelah selesai makan Beatrix membantu Jeni untuk jalan keruang tamu.
“maaf sudah menyusahkan mu,” kata Jeni
“tidak apa-apa Jen, justru aku yang minta maaf sama kamu, karena gara-gara ingin memberikan kejutan buat ulang tahunku kamu jadi kayak gini.” Kata Beatrix pada jeni
__ADS_1
Setelah itu mereka pun duduk sambil memakan pizza dan juga burger, orang tua Beatrix memberikan kado kepada Beatrix dan mengucapkan selamat ulang tahun. Orang tua Jeni pun memberikan kado kepada Beatrix.
“terimaksih untuk kado dan juga waktunya, tahun ini adalah tahun yang sangat berkesan bagiku, sekali terima kasih mama papa.” Kata Beatrix kepada orang tuanya
“iya sama sama sayang, maaf ya mama sama papa selama ini gak ada waktu buat kamu. Tapi 1minggu yang lalu jeni nelfon mama dan papa. Berulang ulang kali dia ngigatin kita kalau hari ini kamu ulang tahun. Dan dia mohon sama mama dan papa agar mama dan papa berusaha untuk datang. Dan ya di sini lah kami sekarang.” Kata mama Beatrix
“oiya beneran ma?” kata Beatrix sempat tak percaya. Mama dan papa Beatrix pun menganggukan kepalanya secara bersamaan sambil tersenyum.
“makasih ya kamu sudah buat ulang tahun ku kali ini lebih indah dan berwarna.” Kata Beatrix sambil memeluk erat jeni
“iya sama sama, kamu kan sahabat aku jadi apa pun yang akan buat kamu bahagia aku akan berusaha ngelakuin itu.” Kata jeni sambil membalas peluka jeni.
“makasih sekali lagi makasih, pokoknya kita harus bersahabat selamanya ngerti?” kata Beatrix kepada jeni
“iya kita akan bersahabat selamanya.” Kata jeni.
Jeni dan Beatrix menangis bahagia ke dua orang tua jeni dan Beatrix melihat suasana haru ini ikut meneteskan iar mata. Ya ke dua orang tua Beatrix dan jeni ikut bahagia karena mereka sudah menemukan sahabat sejati.
12 tahun berlalu….
Hari ini jeni mendatangi rumah Beatrix untuk menjumput Beatrix ke sekolah seperti biasa. Dan ya seperti biasanya jeni datang tiga puluh menit lebih awal.
“kak tina Beatrix sudah bangun?” kata jeni sambil masuk dan memakan buah buahhan yang ada di meja makan. Ya karena sudah setiap hari jeni ke rumah Beatrix maka di rumah Beatrix pun dia sudah seperti rumahnya sendiri begitu pun sebaliknya.
“belum non seperti biasa masih molor.” Kata tina
“hah seperti biasa ya sudah lah aku pergi bangunin jeni dulu ya kaka soalnya siang ini kita ada ujian dan aku yakin Beatrix pasti belum belajar kan?” kata jeni
“tadi malam non Beatrix main game non sampai malam.” Kata kak tina ya sekarang mereka suda SMA dan hampir lulus dan hobi Beatrix adalah bermain game satiap hari setiap pulang sekolah dia pasti akan bermain game hingga malam
“hemmm lagi lagi game. Ya sudah aku ke atas dulu ya kak.” Kata jeni
“iya non.” Kata kak tina
Setelah itu jeni pun pergi ke lantai atas di mana kamar jeni berada. Dan saat masuk ke dalam benar saja Beatrix masih tidur di balik selimut bulunya dengan wajah yang kelelahan akibat bermain game. Jeni membangunkan Beatrix beberapa kali tapi Beatrix tak bangun juga akhirnya dia tak punya cara lain.
“BEATRIXXXXXX BANGUN INI SUDAH SIANG KAMU MAU SEKOLAH TIDAK?” kata jeni berteriak di dekat kuping Beatrix seketika Beatrix pun bangun karena kaget.
“AAAAAA KANGET AKU JEN bisa ngak sih pelan pelan banguninnya.” Kata Beatrix kepada jeni dengan muka cemberut
“aku sudah bangunin kamu beberapa kali tapi kamu gak bangun bangun ya udah aku teriak aja. Liat kamu langsung bangun kak.” Kata jeni meletakan ke dua tangannya di pingganyasambil tersenyum bangga karena telah berhasil membangunkan Beatrix
“ya bangunin terus pelan pelan bukan malah teriak teriak ini rumah bukan hutan.” Kata Beatrix kesal
“ya sudah terserah kata mu. Cepat mandi aku tunggu di bawah.” Kata jeni langsung pergi meninggalkan Beatrix
“hmmm iya iya.” Kata Beatrix kesal karena jeni sudah membangunkannya dengan tidak pelan pelan
__ADS_1