
" Kenaoa aku harus keluar ?" Kata triatan keoada ku dia melihat ku dengan tatapan bingung
"Aku kan harus beresin kamar ini dulu kiat bagi aju berantakan dimana mana begitu oun baju kamu " kata ju keoada triatan smabik menunjuk ke arah baju baju yang da di lantai berserakan dimana mana.
"Oh oke sayang siap" kata Tritan keoada ju.
Aku oun dudun di sampingnya smabil melihatnya memakan semua roti dan juga buah yang aju bawakan untuknya aju semoat bertanya kepadanya bagaiman arasanya susunya dan jatnay sih enak aju jadi senang kakau dia emnyukai susu dan juga makanan yang aju buat. Semoga ke depannya aku dna triatan akan selaku seprti ini dan semoga saja kebahagian selaku datang keoada ju dna juga dirinya.
*****
Tak terasa sudah dua bulan lamanya sejak dia melamar ku menjadi tunangannya dan ya pernikahan ku dan Tristan akan di laksanakan dalam beberapa Minggu lagi ya lebih tepatnya sekitar 7 Minggu lagi tapi aku dan triatn sudah muali menyusun pacarnya mulai dari bebebrapa Minggu yang lalu dan dekarabg aju srdnag bersiap siap untuk pergi bersama dengan Tristan ya kami akan ke butik untuk memilih baju yang akan aku dan Tristan gunakan saat pernikahan kami dan juga resepsi yang akan kami laksanakan. Untuk masalah rias wajah ku aku sudah memilih beberapa perias dan ya ada satu perias yang aku suka dan hasilnya cukup bagus untuk ku. Ya karena bebebrapa hari yang lalu seharian full aku menghabiskan diri ku di bebebrapa salon untuk melihat bagaimana cara mereka merias wajah ku ya karena itu adalah hari yang sangat penting untuk ku jadi aku mau semuanya sempurna. Dan di salon terakhir ya aku pun memilihnya karena makr punya tak terlalu tebal dan semuanya sesuai dengan yang aku inginkan apa lagi epruada itu snagat baik dan juga sangat ramah aku makin menyukainya dan ya aku memberitahukannya kepada tristan soal itu dna dia juga menyukainya.
Setelah seleaia bersiap siap aku pun keluar kamar ya sejak hari itu aku sudah pindah ke kamar tristan. Saat sampai di bawah aku langsung menghampiri Tristan yang sedang berbicara dengan asistennya ya entah lah apa yang mereka bicarakan aku juga tak tau saat aku mendekat asistennya meninggalkan Tristan.
"Sudah sayabg ?" Kata Tristan keoada ju sambil memeluk pinggang ku dengan sangat erat.
"I ya kamu lagi bicara apa kayakbya serius banget ?" Kata ku keoada Tristan.
"Masalah kantor, hanya ada sedikit masalah di kantor dna ya aku nyuruh buat beresin semuanya. Udah ya sayang gak usha di pikirin ayo kita jalan " kata Tristan kepada ku
"Iya ayo " kata ku keoada Tristan.
Setelah itu aku dan Tristan pun berjalan. Sepanjang jalan Tristan banyak sekali berbicara ya dia rmncariatakn beberapa maslaah yang sedang terjadi di perusahaannya tapi untungnya dia bisa mengatasinya dengan baik. Tak lama kemudian kami pun sampai di butik itu. Aku dan Tristan oun langsung turun saat masuk kami di sambut oleh bebebrapa pelayan. Dan ya juga desainer nya karena kebetulan desainer itu adalah teman sekolah Tristan saat dia masih kuliah dulu. Aku dna Tristan di bawa ke ruangannya.
"Ada apa kamu ke sini dan ini siapa?" Kata wanita di depan ku kepada triatan ya mereka terlihat cukup akrab.
"Aku ke sini mau cari gaun pengantin yang bagus dan juga elegan. Fan ini adalah Adeva dia calon istri ku " kata Tristan kepada wanita di depan ku sambil memeluk diri ku.
"Oh oke oke , selamat ya untuk kalian berdua. Tapi apa yang buat kamu suka sama dia bukannya dia itu keras kepala ya ?" Kata wanita itu kepada ku.
"Entah lah apa yang buat aku duka sama dia dan ya kamu betul kalau fia keras kepala bahkan sangat snagat keras kepala " kata ku kepada wanita di deoan ku.
"Ha ha ha ha ha iya kamu betul banget " kata wanita itu kepada ku smabil tertawa.
"Hei kalian lagi ngejek aku ?" Kata Tristan kepada ku dan juga teman nya yang ada di deoan ku.
"Sudah lah gak usah sok marah gitu, oke jadi kalaina mau baju yang seprti apa ?' kata wanita itu ekpada ku dan juga Tristan.
" Aku serahin semuanya ke calon istri ku. Karena aku tau apa yang dia duka aku pasti bakalan juga pasti suka dengan pilihannya jadi tersrrah fia mau gaun dan baju yang seprti apa " kata Tristan kepada temannya itu sambil mrlihat ke arah ku dna juga mengenggam erat tangan ku.
"Oke oke, sepertinya cinta kalian besar sekali. Oke jadi kamu mau baju atau gaun yang seprti apa ?" Kata teman triatan kepada ku.
"Aku mau gaun itu indah, mewah, elegan dan juga aku suka dengan warna putih yang di padukan dengan beberapa warna yang indah misalkan sebuah lukisan di gaunnya atau di bagian bawahnya " kata ku kepada teman Tristan itu.
"Oke kalau gitu kita liat liat dulu gaun gaun yang di luar siapa tau ada yang cocok sama kamu dna juga Tristan dan aku juga bebebrapa baju yang belum pernah aku tunjukan ke pelanggan ku. Tapi jika masih belum ada yang cocok buat kamu. Aku bakalan buat sketsanya dan aju kasih tunjuk ke kamu dan dan juga Tristan tapi ngomong ngomong kapan kalian akan melangsungkan pernikahan itu ?" Kata teman Tristan kepada ku.
__ADS_1
" Oke, pernikahan kita akan dilaksanakan tujuh Minggu lagi " kata Tristan kepada temannya itu.
"Oke ya sudah ayo kita pergi lihat gaunnya " kata temannya Tristan kepada ku
"Oiya sebelum itu aju belum tau nama kamu jadi aku bingung mau manggil kamu apa " kata ku kepada wanita di deoan ku ini sambil mengulurkan tangan ku untuk berkrnalan dengannya.
"Oh maaf kenalkan aku Silvi " jata Silvi kepada ku smabil menjabat tangan ku.
"Oke aku afeva panggilan ja Deva " kata ku keoada Silvi.
"Oke ya sudah ayo Dev " jata Silvi kepada ku
"Iya " kata ku keoada Silvi.
Setelah itu aku dna silvin pun berjalan ke arah gaun gaunnya fi panjang ya sedangkan Tristan dia tak ikut karena dia tak akan mengerti keinginan wanita. Fan jika dia ikut maka oasti aju dan dia akan bertengkar tentang masalah gaun jadi dia pun memutuskan untuk tidak ikut dan hanya diam di kantor Silvi. Aku dan Silvi pun mulai melihat lihat beberapa gaun Silvi juga menjelaskan beberapa gaun yang aju lihat tapi tak ada satu pun yang cocok dengan ku. Akhirnya Silvi pun membawa ku ke sebuah ruangan di sana ada beberapa gaun yang snagat indah tapi tetap sjaa tak ada yang cocoj untuk diri ku. Akhirnya aku dna Silvi pun kembali ke kantornya.
"Gimana ada yang cocok ?" Kata Tristan kepada ku.
"Gak ada " kata ku kepada tristan sambil duduk di kursi kosong sebelahnya.
"Terus gimana ?" Kata Tristan kepada ku.
"Gini aku mau buat beberapa desain baju pengantinnya setelah selsai aku langsung bawa gambarnya ke kamu. Kamu tenang aja pasti selesai tepat waktu kok " kata silvi kepada ku.
"Makasih ya sil dan maaf sudah ngerepotin kamu " kata ku kepada Silvi.
"Oke makasih banyak ya " kata ku keoada Silvi.
"Oke sama sama " kata silvi kepada ku.
"Oke ayo kita pulang sayang " kata Tristan keoada ju.
"Iya ayo ' kata ku kepada tristan.
Setelah itu aku dan Tristan pun pamit pulang dulu, saat sampai di jalan tiba tiba perut ku berbunyi ya aku sudah snagat lapar sekali karena tadi pagi aku belum sempat untuk sarapan fna ini sudah waktunya makan siang. Karena tafi terlalu sibuk untuk memilih gaun yang akhirnya tak ada yang cocok dengan ku ya akhir nya Silvi pun menjanjikan sebuah gaun yang aku inginkan. Tristan melihat ke arah ku. Aku oun tersenyum ke arahnya.
"Aku laper banget tadi pagi gak sempet makan gara gara bangun ke siangan dan sekarang sudah siang he he he ' kata ku kepada tristan sambil tersenyum triatan embgacak acak rambut ku.
"Kenaoa kamu gak bilang dari tadi kalok kamu itu laprr sayabg " kata Tristan keoada ku.
"Aku mau bilang ke kamu tapi kamu bicara terus ya aku gak sempet yang amu bilang ke kamu " kata ku keoada Tristan.
"Ya sudha maaf ya sayang, sekarang kamu mau makan apa ?" Kata Tristan kepada ku.
"Hmmmmmm aku mau makan ayam panggang kecap " kata ku kepada tristan dengan semnagat ya itu adalah salah satu makanan favorit ku dna sudah lama sekali aku tak memakan makanan itu.
__ADS_1
"Oke ayo kita cari " kata Tristan kepada ku.
"Oke " kata ku kepada tristan
"Pak kita pergi ke restoran ayam bakar sekarang " kata Tristan kepada sopirnya.
"Baik tuan " kata sopir itu kepada tristan.
Setelah itu sopir pun melajukan mobilnya. Tak butuh waktu lama hanya sekitar sepuluh menit saja kami pun sufah sampai saat sampai di restoran Tristan labgsung memesankan makanan yang aku inginkan dan tak lupa dengan minumannya juga. Aku sudah tak sabar menunggu makanannya datang ya aku sudah snagat lapar sekali.
"Kenapa sayang ?" Kata Tristan kepada ku ya mungkin dia melihat kegelisahan di dalam diri ku.
"Gak papa kok sayang ' kata ku kepada tristan smabil tersenyum ke arahnya.
"Kamu sudah laper babget ya syaang ?" Kata Tristan kepada ku.
" He he he he iya aku udah laper babget " kata ku kepada tristan.
" 'sabar ya sayang ebntar lagi juga makanan kita udah di antar kok " kata Tristan kepada ku.
"Iya sayang aku sabar kok " kata ku kepada tristan.
Setelah itu aku dan Tristan oun membicarakan hal lain. Ya setelah di ajak bicara oleh Tristan aku tak merasakan lagi lapar karena dia mengatakan sesuatu yang membuat ku tertawa tanpa henti. Tanpa sadar makanan yang Tristan pesan untuk ku dan juga untuk dirinya sudah datang dna rasa lapar itu pun datang lagi ya rasa lapar yang sangat sangat besar.
" Wah makanannya udah Dateng " kata ku kepada tristan smabil melihat ke arah makanan yang snagat mengubah selera yang sudah tertata rapi di depan ku.
"Ayo kamu kan udah laper banget sayang, sudah jangan di liatin lagi ayo di makan " kata Tristan kepada ku.
"Iya kalau gitu aku makan ya, kamu juga makan " kata ku kepada tristan.
"Iya sayang " kata Tristan kepada ku.
Setelah itu aku pun mulai memakan makanan di depan ku ya saat makan itu masuk ke dalam mulut ku rasanya aku snagat snagat bahagia sekali apa lagi ayam dengan bumbu kecap ini membuat ku seprti melayang tinggi. Aku terus saja makan dan makan. Bahkan Tristan pun sampai mengingatkan diri ku kalau aku harus makan pelan pelan karena takut aku tersedak oleh makanan tapi apa daya ku. Aku sudah sangat lapar dan aku rasanya tak bisa menghentikan tangan ku untuk terus menyuapi ayam itu ke dalam mulut ku.
Sekitar setengah jam kemudian akhirnya aku pun selesai makan ya rasanya snagat kenyang sekali tapi makanan di deoan ku snagat enak membuat ku ingin memakannya lagi dan juga lagi tapi sayang perut ku sudah tak ada tempat lagi untuk menampung sudah makanan yang masih lumayan banyak di atas meja. Aku melihat ke arah Tristan. Dia tersenyum ke arah ku.
" Gimana sayang sudah kenyang ?" Kata Tristan kepada ku.
"Iya aku kenyang banget apa lagi makanannya enak banget " kata ku kepada tristan sambil menganggukan anggukan kepala ku.
"Bagus lah aku seneng kakau kamu seneng " kata Tristan kepada ku dia oun mengambil sapu tangan di kantong jasnya dan mengelap mulutnya ku ya oasti mulut ku belepotan dengan kecap kecap dan itu mrmbuat ju malu.
"Maaf ya aju udah buat kamu malu dengan cara makan aku " kata ku kepada tristan
"Hei sayang, buat apa aku malu, aju cinta sama kamu karena aku tulus dan masalah cara makan kamu gak masalah kok syaang lagi pula itu sudah jadi kebiasaan kamu dan aku gak keberatan akan hal itu. Yang menjalani hubungan ini aku dan kamu bukan orang lain jadi kamu gak perlu mikirin tatapan orang lain atau oun omongan orang lain oke sayang. Kamu tau yang paling penting buat aku itu adalah kebahagian kamu sayang " kata Tristan kepada ku.
__ADS_1
"Makasih ya sudah ngertiin aku " jata ju keoada Tristan