
Sedangkan bryan dia tidak mengerti dan menyuruh ku untuk sabarbpadahal Amelia sudah membuat ku kesal.
Setelah selesai mandi aku pun langsung Menganti baju dan keluar dari kamar mandi setelah itu bryan masih ke kamar mandi sambil melihat diri ku. Aku tak mempedulikannya aku langsung mengunakan make up setelah selesai aku langsung mengeringkan rambut. Tak lama kemudian bryan datang sudah dengan pakaian yang rapi. Dia menghampiri ku yang srdnag mengeringkan dan menyisir rambut ku.
"Sayang kamu marah ya sama aku?" Kata bryan kepada ku smabil berdiri di belakang ku.
"Gak aku gak marah sama kamu" kata ku kepada bryan terus menyisir dan mengeringkan rambut ku.
"Terus kamu kenapa?" Kata bryan kepada ku.
"Gak papa aku cuman kesel aja sama Amelia" kata ku kepada bryan sambil menyisir rambut ku. Karena rambut ku oun sudah kering jadi aku hanya tinggal menyisirnya saja.
"Sudah lah sayang. Ayo kita ke bawah Mama dan papa sudah nunggu kita di bawah. Ayo kamu pasti laper kan tadi malam kamu gak sempet makan loh sayang apa lagi tadi malam kamu nangis. Sudah gak usah di pikirin lagi ayo kita ke bawah oke?" Kata bryan kepada ku sambil mengambil sisir yang ada di tangan ku dan membantu menyodorkan rambut ku.
"Iya" kata ku kepada bryan
Setelah itu aku dan bryan pun langsung berjalan menuju ke restoran yang ada di bawah. Dari keluar dari kamar sampai kami sampai bryan memegang tangan ku bahkan dia tak mau melepaskan tangan ku. Setelah itu kami pun mulai sarapan.
Karena Om Edward banyak kerjaan yang harus diselesaikan akhirnya mereka pamit pulang dulu ke Amerika ya sedangkan aku dan bryan akan pulang tiga hari lagi. Setelah mengantarkan Om Edward dan juga Tante Ratna ke bandara kami pun pulang sebelum pulang aku dan bryan masih ke suatu tempat katanya bryan ingin memberikan srsuatu kepada ku. Ya untungnya kami membawa mobil masing masing jadi Mama papa dan juga Amelia naik mobil yang di bawa mereka tadi sedangkan aku dan bryan menaiki mobil yang di tumpangi oleh Tante Ratna dan juga Om Edward.
Sepanjang jalan aku hanya diam sambil melihat keluar pemandangan kota kota dan juga gedung gedung tinggi sekarang di ganti dengan pohon pohon hijau yang sangat indah dan juga asri. Di sini sangat sejuk. Tak lama kemudian bryan menghentikan mobilnya di depan sebuah vila aju pun turun begitu pun dengan bryan. Aku bingung mengapa bryan berhenti di sini bahkan aku tak tau vila ini milik siapa tiba tiba seorang laki laki sudah paruh baya menghampiri aku dan bryan dengan senyumannya yang membuatnya menjadi manis.
"Tuan Anda datang" kata laki laki paruh baya itu kepada bryan.
"Iya sudah siap semua?" Kata bryan kepada laki laki paruh baya itu.
"Sudah tuan silahkan" kata laki laki paruh baya itu.
"Oke" kata bryan kepada ku
"Oh kenalkan ini alecia dia asli orang Korea dan dia adalah tunangan saya" kata bryan kepada laki laki paruh baya itu memperkenalkan diri ku.
"Halo nyonya saya harap Anda puas dengan pelayanan saya" kata laki laki paruh baya itu kepada ku aku pun hanya mengangguk dan tersenyum ke arah laki laki paruh baya itu.
Setelah itu bryan membawa ku masuk ke dalam vila saat akan membuka pintu bryan yang menyuruh ku untuk membukanya awalnya aku takut tapi aku mencoba memberanikan diri. Aku pun membuka pintu dan saat aku membukanya taburan bunga bunga terjun dengan bebas dari atas dan jatuh di kepala ku. Aku melihat ke atas dan masih banyak bunga yang jatuh ke badan ku bryan menyuruh ku untuk mengikuti bunga bunga yang di tabur di lantai aku pun mulai berjalan mengikuti bunga bunga itu. Di sepanjang jalan banyak sekali foto foto ku di atas meja aku terus mengikuti bunga bunga itu dan akhirnya aku sampai di sebuah taman yang di penuhi dengan bunga bunga yang sangat indah. Di tengah bunga bunga itu ada dua kursi dan satu meja aku oun melihat ke arah bryan dia tersenyum ke arah ku dan membawa ku ke bagian tengah dan menyuruh ku untuk duduk di atas meja sudah ada banyak sekali makanan yang aku suka. Aku bingung mengapa dia melakukan ini dan aku juga bingung siapa yang memiliki vila ini apakah bryan menyewa vila ini hanya untuk membuat kejutan manis dan romantis ini untuk ku.
__ADS_1
"Buat apa semua ini?" Kata ku kepada bryan.
"Buat kamu sayang" kata bryan kepada ku smabil memegang tangan ku.
"Tapi buat apa?" Kata ku kepada bryan ya aku bingung untuk apa dia melakukan ini semua untuk ku.
"Untuk hadiah pertunangan kita buat kamu sayang" kata bryan kepada ku.
"Hadiah. Bukannya semuanya sudah di rayakan kemarin kenapa masih harus ada hadiah?" Kata ku kepada bryan.
"Aku tau tapi aku ngeliat kamu kemarin nangis dan nyalahin diri kamu sendiri gara gara pesta pertunangan kita kacau. Tapi kamu gak salah dan aku gak mau Sampek kamu sedih karena satu tetes air mata mu itu sangat berharga buat aku. Jadi aku mau sekarang kamu harus bahagia ya sayang. Untuk hari ini biarin hati kamu yang bicara dan biarin diri kamu bahagia. Aku hanya ingin satu hari ini buat kamu bener bener bahagia tanpa memikirkan apa pun" kata bryan kepada ku sambil emmegang ke dua tangan ku dan melihat ku dengan lekat lekat.
"Tapi kan bener kalau semua itu salah ku" kata ku kepada bryan sambil menundukkan kepala ku.
"Gak kok. Kamu gak salah yang salah itu crisan sayang bukan kamu" kata bryan kepada ku. Saat aku akan berbicara kepada bryan dia menutup mulut ku dengan jarinya dan tersenyum kepada ku.
"hari ini aku gak mau liat kamu nyalahin diri kamu sendiri atau pun sedih dengan alasan apa pun yang aku mau sekarang kamu senang, dan juga bahagia oke sayang. Karena aku gak mau tunangan ku yang cantik dan sexy ini oke?" Kata bryan kepada ku aku pun menganggukan kepala ku sambil tersenyum ke arah bryan.
Setelah itu bryan menyuruh ku untuk makanan makanan yang ada di meja karena ini sudah siang aku pun memakan makanan yang ada di atas meja semua enak sekali tapi tunggu ini vila siapa aku lupa bertanya kepada bryan sudah lah lebih baik aku bertanya kepada bryan nanti saja. Lebih baik aku makan saja dulu. Setelah selesai makan aku di ajak bryan ke sebuah pasangan bunga yang sangat indah dan juga lebar sekali. Aku melihat bunga bunga itu dari bagian paling atas semuanya tampak indah mulai dari mawar. Tulip dan yang lainnya aku snagat menyukainya bahkan aku mengajak bryan berjalan di antara bunga bunga yang indah ini. Cukup lama kami berjalan aku lelah dana ku ingin duduk aku mengatakan kepafa bryan kalau aku sangat lelah setelah itu bryan mengajak ku untuk istirahat dan dia membawa ku ke sebuah pohon yang snagat rindang dan juga tinggi di bawah pohon sudah tersedia karpen dan dia tasnya ada sebuah keranjang aku bertanya kepada bryan ini milik siapa tapi kata bryan dia yang sudah menyiapkannya.
Akhirnya aku dan bryan.pun duduk di bawah pohon itu bryan pun mulai mengeluarkan barang barang dan makanan yang ada di dalam keranjang itu.. makanan, minuman, buku dan yang lainnya di keluarkan oleh bryan dari keranjang itu aku heran kapan dia menyiapkan ini semua tapi saat aku akan bertanya kepada bryan dia menyuruh ku untuk diam dan menyuruh ku bertanya nanti saja. Aku pun menuruti perkataan bryan. Lalu bryan memberikan sebuah roti lapis kepada ku aku pun memakannya bryan membuka kan sebotol air untuk ku setelah itu dia baru menyadari makan rotinya. Aku senang bahwa dia sangat perhatian kepada ku.
"Vila kita" kata bryan sambil melihat ke arah bunga bunga yang terhampar luas di depan ku.
"Maksudnya vila kita?" Kata ku bingung dengan ucapan bryan.
"Ya vila kita. Vila ini aku beli pas waktu kamu Nerima aku sebagai kekasih kamu. Jadi suatu saat nanti jika kita sudah menikah dan sedang liburan kita bisa ke sini dan tinggal di sini." Kata bryan kepada ku
"Terus kapan kamu nyiapin ini semua?" Kata ku kepada bryan
"Tadi malam" kata Bryan kepada ku.
"Sebanyak ini kamu hanya nyiapin semuanya dalam satu malam?" Kata ku kepada bryan dia hanya mengangguk dan tersenyum kepada ku.
"Sayang kamu gak perlu ngelakuin ini semua oke. Lagi pula aku sudah bahagia dan aku hanya berharap kalau kamu itu selaku percaya sama hubungan kita karena aku sayang banget sama kamu dan gak bakalan hianatin kamu. Jadi kamu gak usah ngelakuin hal seperti ini lagi karena kalau kamu percaya sama hubungan kita aja aku sudah bahagia banget" kata ku kepada bryan.
__ADS_1
"I ya aku bakalan selalu percaya sama kamu. Karena aku juga sayang banget sama kamu. Jadi mulai sekarang kita harus saling percaya dengan hubungan ini dan saling jujur ya sayang" kata bryan kepada ku.
"Iya sayang" kata ku kepada bryan sambil menganggukan kepala ku.
Setelah itu kami pun hanya diam. Bryan memegang tangan ku dan membawa ku tiduran di pahanya sedangkan dia bersender di pohon yang di belakangnya sambil.memebaca novel yang ada di tangannya. Aku tersenyum dan kembali sibuk dengan novel yang sudah mulai aku baca.
Dua bulan berlaku kehidupan ku sangat tenang dan ya sekarang aku ada di Amerika dan sekarang aku sedang ikut bryan untuk menghadapi sebuah rapat penting setelah itu aku pun kembali ke kantor. Setelah selesai menyerahkan dokumen dokumen yang di perlukan bryan untuk meeting besok aku kembali ke meja ku. Saat sedang fokus mengerjakan dokumentasi dokumen itu tiba tiba telfon kantor yang ada di meja ku oun berbunyi aku pun langsung mengangkatnya.
"Halo dengan siapa dan ada yang bisa saya bantu?' kata ku saat mengangkat telfon itu.
"Maaf buk saya Sinta resepsionis kantor" kata Sinta kepada ku
"Oh iya ada apa sin?" Kata ku kepada sinta
"Di sini ada seorang wanita paruh baya dia ingin bertemu dengan Anda dan saya juga sudah bilang kalau Anda tidak bisa di ganggu tapi dia memaksa ingin bertemu anda dan ini sangat penting." Kata Sinta kepada ku
"Siapa namanya sin?" Kata ku kepada sinta.
"Dia bilang kalau dia adalah direktur utama dari perusahaan grub valdor dari Korea dia mamanya crisan begitu katanya buk" kata Sinta kepada ku aku hanya diam ya karena aku kaget buat apa lagi dia mendatangi ku tapi mungkin Sinta salah ya mungkin dia ingin bertemu dengan bryan.
"Suruh dia ke ruangan pak bryan sekarang" kata ku kepada sinta
"Baik buk" kata Sinta kepada ku smabil menutup telfonnya.
Setelah itu aku menaruh telfon ke tempatnya dan langsung berjalan menuju ke ruangan bryan saya sampai aku tak mengetuk dan labgsung masuk ya karena aku bingung dan juga panik sekarang. Aku berjalan ke arah bryan dengan cepat bryan melihat ku dan labgsung berdiri dari tempat duduknya perasaan ku kacau balau dan aku juga takut kalau dia akan berbuat jahat lagi kepada ku tapi aku kan tidak membuat kesalahan apa pun dan lagi pula aku sudah tidak berhububgan dengan crisan tapi buat apa dia ke sini
"Hei sayang ada apa" kata bryan mengguncang tubuh ku
"Hah apa?" Kata ku langsung melihat ke arah bryan
"Kamu kenapa aku dari tadi manggil manggil kamu tapi kamu hanya diam ada apa? Apa ada yang ganggu kamu?" Kata bryan kepada ku sambil ememgang ke dua pundak ku dari wajahnya dia tampak snagat khawtair kepada ku.
"Di..... di..... di luar" kata ku kepada bryan aku bingung aku harus mengatakan ini semua dari mana.
"Kenapa ada siapa di luar?" Kata bryan dia tampak tidak sabar.
__ADS_1
"Di.... di.... di luar ada ibu crisan aju harus gimana? Aku bingung tadi Sinta nelfon bilang dia nyarik aku dan aku bilang ke Sinta nyuruh ibu crisan ke sini. Aku takut kalau kalau dia bakalan berbuat jahat ke keluarga ku gimana kalau dia lagi lagi berbuat jahat ke aku. Tapi aku kan gak punya salah sama dia dan aku juga sudah gak berhubungan dengan crisan sudah sejak lama tapi buat apa dia ke sini gimana ini" kata ku kepada bryan aku panik ya aku snagat panik bahkan tangan ku sampai sampai bergetar karena takut.
"Hei hei sudah gak usah panik kita hadapin dia barengan oke sayang. Ada aku di sini yang akan ngelindungin kamu aku ini tunangan kamu. Dan aku gak bakalan sesuatu hal yang buruk terjadi ke kamu apa lagi ke keluarga kamu jadi kamu tenang ya sayang. Aku janji semuanya akan baik baik saja" kata bryan sambil emmegang ke dua pipi ku dan memeluk diri ku untuk menenangkan diri ku tapi tetap saja aku merasa takut.