
"Nak saya tau perasaan nak Sanusi tapi bukannya besok kalian bakaln ketemu lagi. Maaf sebelumnya ya nak bukannya saya gak suka tapi ini sudah malam nak. Memang betul nak Sanusi tunangannya Aisyah tapi apa kata tetangga nanti kalau liat Aisyah pulang tengah malam. Gak baik kan buat hubungan kalian berdua kalau sampai nama Aisyah jadi jelek di sini. Bukannya saya mikirin nama baik ya Aisyah tapi saya juga mikirin kamu nak. Saya gak mau nama kamu juga jelek di daerah sini. Jadi sebaiknya jangan keluar dulu ya nak. Udah di sini aja nak. Tapi kalau nak Sanusi mau maen futsal gak papa kok tapi maaf saya gak ngizinin Aisyah buat ikut nemenin nak Sanusi maen futsal" kata ayah ku keoada kak sanusi.
"Iya nak. Soalnya tetangga tetangga di sini duh bicara ya itu nak di lebih lebihkan apa lagi kalau masalah orang yang lagi pacaran pasti bicaranya yang ngak ngak dan saya juga gak mau Sampek ada gosip yang ngak ngak soal kalian berdua karena itu akan membuat kalian pisah kalau kalian gak kuat dengarnya. Jadi saya harap nak Sanusi mengerti dengan keputusan saya dan juga ayahnya Aisyah ya nak" kata ibu ku kepada kak Sanusi menambahi pembicaraan ayah.
"Iya buk saya mengerti kalau begitu saya gak akan memaksa buk pak" kata kak Sanusi kepada ayah ku dan juga ibu ku.
"Ya sudah kalian duduk dan bicara di sini ya. Ibu sama ayah mau masuk dulu" kata ayah ku kepada kak Sanusi dan juga ibu ku.
"Iya pak" kata kak snausi kepada ayah dan juga ibu ku.
"Iya yah" kata ku kepada ayah ku. Setelah itu ayah dan ibu ku pun masuk. Aku dusun di samping kak Sanusi.
"Yank udah sana kamu maen futalanya yank. Aku gak papa kok yank. Pasti temen temen mu nungguin kamu yank" kata ku kepada kak Sanusi setelah duduk di sampingnya.
"Gak yank aku gak mau maen soalnya kamu kan gak ada di samping ku yank. Kalau akmu gak ikut buat apa aku maen futsal yank pasti aku gak akan semangat yank. Karena kamu kan penyemangat hidup ku yank" kata kak Sanusi kepada ku. Lagi lagi dia menggombal di hadapan ku.
"Iya iya terserah kamu deh yank" kata ku kepada kak Sanusi.
"Iya yank lagi pula aku kan gak bawa baju sama sepatunya yank. Jadi udah lah yank kamu gak usah mikirin itu yank. Salah apa kalau aku pengen berdua duaan sama kamu yank?" Kata kak Sanusi kepada ku
"Ya gak salah sih yank tapi kamu kan suka banget maen futsal yank. Terus kamu juga sudah lama banget gak maen futsal kan yank. Terus sekarang setelah temen temen ku ngajak maen futsal kamu gak ikut kan gak enak yank" kata ku kepada kak sanusi.
"Iya aku tau tapi udah lah cuman gak maen sekali aja kok yank. Lain kali kan bisa maen yank jadi udah lah yank gak usah di pikirin ya yank" kata kak Sanusi ekpada ku sambil embgusap usap kepala ku
"Iya yank" kata ku kepada kak Sanusi sambil mengangguk angguk kepala ku dan tersenyum kepadanya.
__ADS_1
Setelah itu aku dan kak snausi pun bercerita hal lainnya. Tak terasa sudah sangat malam kak sanusi pun pamit untuk pulang ya karena besok kita masih harus bersiap siap sangat pagi untuk pergi ke tempat yang aku inginkan.
Keesokannya sekitar jam lima pagi kak Sanusi sudah datang padahal saat itu aku masih baru bangun tapi kak Sanusi sudah datangpadahal kami janji akan keluar sekitar jam tujuh pagi tapi ini jam lima pagi kak Sanusi datang dan ibu ku yang memberitahukannya kepada ku kalau kak Sanusi sudah datang. Karena ibu ku memberitahukannya kepada ku aku pun langsung pergi ke kamar mandi aku mandi dengan sangat cepat ya dalam setengah jam aku sudah selesai mandi biasanya aku mandi bisa menghabiskan waktu dalam satu jam entah lah tapi aku snagat suka sekali bermain air jika sedang mandi terkadang ibu ku marah kepada ku karena sangat lama berada di kamar mandi. Setelah selesai aku pun langsung memakai baju yang sudah aku pilih tadi malam sebelum aku tidur. Setelah selesai aku pun menhidupkan kipas angin agar rambut ku yang basah cepat kering. Sambil menunggu rambut ku kering aku berdandan terlebih dahulu setelah selesai akau pun menyisir rambut ku ya tak kering seratus persen tapi cukup untuk ku.
Setelah selesai bersiap siap dan berdandan aku pun mengambil jaket dan sepatu ku lalu menemui kak Sanusi yang sudah menunggu ku saat aku melihat jam ternyata sudah jam setengah tujuh pagi. Padahal tadi saat aku lihat jam saat aku masuk ke kamar mandi masih jam lima lewat sepuluh tapi ini sudah setengah tujuh. Pasti kak Sanusi sudah snagat bosan menunggu diri ku. Aku menghampirinya yang sudah ada ruang tamu setelah itu aku menaruh jaket di kursi kosong dan duduk di sebelahnya.
"Maaf ya yank lama" kata ku kepada kak Sanusi saat aku sudah duduk di sampingnya.
"Iya gak papa kok yank" kata kak Sanusi dia mengatakannya dengan snagat lembut dan juga sambil tersenyum.
"Kamu kok datengnya pagi banget yank?" Kata kunkepada kak Sanusi
"Iya soalnya aku tau kalau kamu itu mandinya dan dandannya lama jadi aku pagi ke sini biar berangkatnya pas jam tujuh yank. Cobak kalau aku Dateng ke sini jam tujuh bisa bisa kita berangkatnya jam sepuluh siang loh yank keburu panas yank" kata kak Sanusi kepada ku.
"He he he he he iya sih yank betul juga kata ku yank" kata ku kepada kak Sanusi sambil tertawa kecil.
"Iya ayo" kata ku kepada kak Sanusi.
Setelah itu aku dan kak Sanusi pun pamit kepada ke dua orang tua ku setelah selesai kami pun langsung jalan menuju tujuan kami. Sepanjang perjalanan kami hanya diam saja karena kak Sanusi mengendarai sepeda motornya dengan kecepatan tinggi maka saat aku bicara kak snausi tak akan mendengar yang aku ucapkan tetapi jika aku berteriak kak Sanusi akan mendengarnya tapi hal itu tak bagus bukan berteriak di pinggir jalan apa kata orang mungkin aku bisa bisa di sebut sebagai gadis yang tak punya malu.
Dari Bondowoso ke Banyuwangi menuju tempat yang aku inginkan cukup jauh emmakan waktu hingga empat jam lamanya sehingga sekitar jam sebelas siang aku dan kak Sanusi baru sampai di pantai merah. Saat sampai aku pun langsung bermain air entah lah tapi aku snagat suka sekkai air bahkan dalam sehari aku bisa mandi tiga sampai empat kali. Ya dan ibu lah yang biasa memarahi ku karena aku mandi terus menerus. Ya aku mengerti mengapa ibu ku marah kepada ku saat aku mandi terus menerus karena ibu ku tak ingin aku menjadi sakit. Setelah puas bermain air aku dan kak snausi pun naik ke atas jembatan dan berjalan ke ujung jembatan saat sampai kami langsung duduk di atas kayu itu sambil emnghadap ke depan.
"Yank" kata kak Sanusi kepada ku memanggil ku tapi pandangannya tetap melihat ke arah depan.
"Hmmm iya apa yank?" Kata ku kepada kak Sanusi sambil melihat ke arahnya.
__ADS_1
"Aku mau kita ngebuat satu ja ji di sini yank. Janji antara kita berdua" kata kak Sanusi kepada ku sambil melihat ke arah ku dia tampak snagat serius berbicara kepada ku.
"Oke janji apa?" Kata kata ku kepada kak Sanusi sambil mengubah cara duduk ku menghadap ke arah kak Sanusi.
"Janji kalau kita bakalan selalu bersama selamanya, janji kalau kita gak akan pernah selingkuh aku atau pun kamu, kalau bertengkar jangan sampai lebih satu hari, janji untuk selalu jujur, janji untuk berbagi masalah jika sesuatu terjadi di antara kita, janji untuk gak ninggalin aku dan aku mau kamu janji sama aku kalau kamu bakalan selalu sayang dan cinta sama aku yank sampai kapan pun" kata kak Sanusi ekpada ku smabil memegabg ke dua tangan ku.
"Kenapa kamu mau aku janji semua itu ke kamu yank?" Kata ku kepada kak Sanusi entah lah tapi aku rasa dia sudah mulai sedikit protektif kepada ku.
"Karena aku sayang sama kamu, karena aku cinta sama kamu aku gak mau kalau sampai kamu di ambil orang lain. Aku gak mau hal itu terjadi yank aku berharap kalau kita bisa bersama sampai tua nanti punya anak yang cantik cantik dan ganteng ganteng yang persis kayak kamu dan aku yank. Jadi aku harap kamu mau janji semua itu ke aku yank" kata kak Sanusi kepada ku.
"Tapi aku juga mau janji sama seperti aku janji kayak gitu. Dan aku juga mau kamu janji kalau kamu gak bakalan ingkari janji janji mu ke aku yank" kata ku kepada kakak anusi sambil melihatnya lekat lekat.
"Aku janji kalau aku gak bakalan ingkari janji janji ku ke kamu yank. Dan aku janji bakalan selalu setia dan jujur ke kamu sampai kapan pun yank. Dan aku juga janji semua janji janji ku itu bukan lah omongan belaknag tapi smeua itu aku bakalan buktikan ke kamu yank" kata kak Sanusi kepada ku.
"Iya yank aku percaya kok sama kamu yank, aku juga janji ke kamu yank kalau aku bakalan nepatin janji janji ku ke kamu yank. Dan aku juga janji kalau aku bakalan jaga janji janji ini smapai aku tua nanti" kata kunkepada kak Sanusi.
"Makasih ya yank sudah mau bareng bareng sama aku terus" kata kak snausi kepada ku smabil mencium kening g ku dengan lembut
Setelah itu kami pun melihat ke arah depan. Karena hari sudah siang kami pun memutuskan untuk ke tempat selanjutnya. Ya hari yang aku jalani hari ini snagat indah bersama dengan kak Sanusi. Dia mampu membuat ku bahagia dan juga hati ku bergetar entah lah tapi yang aku rasakan saat ini aku merasa kalau aku snagat beruntung bisa bertemu dengan-nya. Mengapa aku tak mengenal dirinya dari dulu mengoa aku ahrus bertemu dengan laki laki yang tak pernah emncibtai ku seprti kak sanusi mencintai ku seperti sekarang. Ya mungkin Allah sudah emmpunyai jalan tersendiri untuk diri ku. Aku tak akan pernah emnyia nyiakan laki laki yang ada di depan ku ini. Karena aku percaya kalau dia akan selalu ada di samping ku di saat aku susuah mau pun di saat aku senang. Aku emncibtainya bahkan aku sangat mencintai dirinya.
***
Tak terasa sudah dua hari berlalu dengan sangat cepat ayah, ibu dan kak Sanusi mengantarkan ku sampai ke depan gerbang sekolah ku. Aku pun masuk setelah mendnegar pemberitahuan kalau siswa sudah harus berbaris seusai dengan jurusan masing masing. Tapi sebelum itu aku menaruh barang ku di kelas yang sudah di tujukkan oleh para OSIS.
Hari hari ku di sini bagaikan di neraka tapi senang sedih aku hadapi berama dengan teman teman ku ya aku sudah emmpunyai beberapa teman namanya Riska, Farah, Ika, Melda dan juga Ica mereka sangat baik kepada ku. Bahkan di saat makanan ku habis mereka mau emmbagi makanannya kepada ku. Dan tak terasa sudah hampir satu Minggu aku di sini ayah dan ibu ku mendatangi ku setiap dua hari sekali ya mereka mengkhawatirkan diri ku tapi yang aku bingung kan kak snausi tak pernah datang menjenguk diri ku apa dia tak rindu dengan diri ku bahkan aku sudah snagat merindukannya tapi entah lah aku juga tak tau. Setiap aku bertanya kepada ayah dan ibu ku tetabg kak Sanusi ibu dan ayah ku selalu embgatakan kalau mereka tak tau dan kak Sanusi juga sudah tak pernah lagi ke rumah. Apa dia sudah menhianati ku di belkang ku. Tapi itu tak mungkin karena kak Sanusi sudah berjanji kepada ku sebelum ya kalau dia akan setia dan selalu jujur kepada ku tapi kemana dia pergi. Sudha lah lebih baik aku memikirkan hal lainnya. Puasa pertama aku lewati bersama dengan teman teman ku ya besok sekarang adalah puasa pertama ku di sekolah dan tak berkumpul dengan keluarga ku biasa puasa pertama ayah lah yang membangunkan ku untuk saur tapi kali ini tidak ya tak apa aku bisa menerimanya demi masa depan ku.
__ADS_1
Sudah satu Minggu lebih aku di sini rasanya bosan sekali aku ingin sekali pulang tapi aku sadar kalau aku tak bisa melakukan hal itu. Dan sampai sekarang kak Sanusi tak datang ke sekolah ku entah mengapa dia tak datang datang ya mungkin saja dia sibuk rasanya sekarang aku ingin sekali menangis tapi aku mencoba menahannya. Tiba tiba ada yang menepuk bahu ku. Aku melihat ke arah asal tangan itu dan ternyata Melda menepuk bahu ku.