
"Kosong tujuh kosong dua itu ulang tahun kamu?" Kata laki laki itu lagi kepada ku.
"Oh iya he he he he itu ulang tahun aku. Oiya dari tadi kita sudah bicara banyak tapi gak tau nama masing masing mau kenalan?" Kata ku kepada laki laki itu sambil terus membereskan barang barang ku.
"Boleh" kata laki laki itu kepada ku aku pun langsung berbalik dan menghadap laki laki itu aku tersenyum lalu berjalan ke arah laki laki itu.
"Kenalin nama aku Adeva Afsheen Myesha Gardapati tapi gak usah bingung panggilan aja dengan sebutan Deva" kata ku kepada laki laki itu sambil mengulurkan tangan ku ke depannya.
"Oke Deva, kenalin nama ku Asker Tristan Raymond panggil aja Tristan" kata laki laki itu kepada ku sambil menyalami ku dengan tangan kirinya ya aku mengerti karena tangan kanannya sakit dan tak bisa di tegakkan
"Jangan bilang kamu adalah anak Raymond yang terkenal kayak raya itu ya? Yang mempunyai bisnis di seluruh pelosok dunia dan menjadi orang terkaya nomer satu di Hollywood?" Kata ku kepada laki laki itu.
"Ya bisa di bilang gitu" kata laki laki itu kepada ku.
"Wah tuan muda maaf saya gak tau" kata kunkepada laki laki itu smabil menutup mulut ku ya karena aku kaget.
"Tuan muda apaan sih sudah panggil aja Tristan gak usah pakek tuan muda tuan muda gak suka aku. Oke?" Kata laki laki itu kepada ku.
"Oke siap" kata ku kepada laki laki itu.
Setelah itu aku oun kembali berjalan ke arah koper dan kembali membereskan barang barang ku ya aku ahrus memasukannya ke dalam tas ku sedangkan Tristan ya dia sedang menelfon asisten kepercayaannya untuk memberitahukan dimana dia berada setelah itu entah lah dia menelfon siapa lagi tapi aku rasa banyak sekali nomer yang dia telfon menggunakan hp ku. Ya tak papa toh nantik setelah di luar negeri aku harus Menganti lagi kartu dari sana tapi gak papa yang penting Kakek tau nomer utama ku. Setelah selesai membereskan barang barang ku rasanya aku snagat lelah saat aku melihat jam ternyata masih jam 10 pagi dan ya aku harus memesan tiket terlebih dahulu tapi kemana aku akan pergi. Aku dudun di sofa sambil mengambil hp ku yang ada di meja dekat ranjang ya Tristan menaruhnya di sana. Aku bingung akan kemana kali ini aku akan berpergian biasanya saat sedang di kamar aku bisa dengan leluasa berfikir kamana pun aku ingin pergi dana ku kunjungi tapi sekarang rasanya sangat sulit memutuskan kemana aku akan pergi. Cukup lama berfikir akhirnya aku menemukan satu tempat yang harus aku kunjungi ya aku harus ke Paris. Aku mengambil laptop ku dan langsung memesan tiket setelah selsai aku pun kembali memasukan laptop ku ke dalam tas ku.
"Kamu mau kemana kali ini?" Kata Tristan kepada ku.
"Aku mau ke Paris" kata ku kepada tristan.
"Paris apa yang bagus dari Paris? Bukan kah hanya menara Eiffel saja yang menarik. Setelah itu tidak ada tempat yang menarik lagi di sana" kata Tristan kepada ku.
"Ya aku tau tapi kota itu snagat indah dan juga romantis. Aku berharap suatu hari nanti jika ada laki laki yang tulus sayang sama aku. Aku ingin sekali di lamar di sana di depan menara Eiffel itu adalah impian ku sejak kecil. Kamu pasti berfikir kalau aku norak iya kan. Tapi entah lah hanya saja saat aku liat suatu film dan kekasihnya ngelamar di depan menara Eiffel aku jadi terinspirasi. Ya itu hanya keinginan kecil aja sih" kata ku kepada tristan
"Keinginan sekecil apa pun bukan kah harus di wujud kan juga" kata Tristan kepada ku.
__ADS_1
"Iya sih. Tapi aku gak berani bilang ke pasangan ku aku malu. Nantik lagi lagi aku di bilang norak lagi" kata ku kepada tristan.
"Memangnya pacar kamu kaya apa kok Sampek Sampek takut di bilang norak ya tinggal bilang aja kan gampang" kata Tristan kepada ku.
"Pacar apa aku Sampek sekarang pun gak pernah ngerasain yang namanya pacaran. Apa lagi yang namanya ciuman aku gak tau Gimana rasanya meskipun aku sudah umur dua puluh dua tahun tapi sampai saat ini aku gak tau Gimana rasanya pacaran. Aku pernah sempet suka sama cowok tapi cowok itu malah nolak aku embtah mentah katanya aku itu sombong dan sok. Ya aku tau soalnya selama di sekolah aku sering menyendiri dan diem tapi aku sepeti itu karena aku masih ngerasa takut. Ya kejadian yang menimpa ke dua orang tua ku ngebuat aku jadi trauma. Ya sejak saat itu aku jadi menyendiri dan diem aja tapi waktu ada teman ku yang ngomong ke aku ya aku jawab tapi seperlunya aja sih. Ya karena itu aku jadi gak pernah punya pacar dan gak punya temen tapi aku bahagia karena ada Kakek yang selaku ada di saat aku sedih atau pun senang dia selalu ada di saat aku butuh. Aku bangga dan aku bahagia mempunyai Kakek" Kat ku keoada laki laki itu. Tapi Tristan hanya diam melihat ku sambil tersenyum simpul.
"Maaf ya kalau aku banyak bicara dan jadi menceritakan masa lalu ku ke kamu. He he he he jadi malu deh" kata ku keoada Tristan
"Gak papa kok, aku sama kayak kamu gak oernha punya temen" kata Tristan kepada ku.
"Ya tapi kamu di kelilingi oleh cewek cewek cantik dan sexy sexy kan" kata ku keoada Tristan. Dia hanya diam dan tersenyum.
"Ha ha ha ha betul kata ku kan" kata ku kepada tristan.
"Iya betul" kata Tristan tersenyum lebar ke arah.
Setelah itu kami sama sama tertawa. Tak lama kemudian pintu kamar hotel ku ada yang mengetuk aku pun berjalan membukanya. Saat pintu terbuka lebar tiba tiba sebuah pistol ada di kepala ku ya aku tak tau apa yang terjadi tapi aku rasa ini semua ada hubungannya dengan Tristan. Aku berjalan mundur tiba tiba seorang laki laki paruh baya melewati ku dan berjalan ke arah Tristan setelah itu laki laki paruh baya itu menundukkan kepala.
"Maaf tuan muda kami tidak bisa melindungi Anda dengan baik" kata laki laki paruh baya itu ekpada Tristan.
"Maaf nona kami tidak tau kalau tadi malam nona sudah menyelamatkan tuan muda kami. Mohon nona memaafkan kesalahan kami. Dan kami juga berterima kasih sudah menolong tuan kami" kata laki laki paruh baya itu kepada ku smabil menundukkan kepada dna juga badannya kepada ku.
"Ya udah gak papa kok" kata ku kepada laki laki paruh baya itu sambil kembali duduk di sofa kembali.
"Tian kita kembali sekarang karena kami harus mengobati luka tuan" kata laki laki paruh baya itu kepada tristan.
"Iya" kata Tristan kepada laki laki itu.
Setelah itu beberapa laki laki berbaju hitam pun masuk ke dalam kamar ku. Sambik membopong Tristan turun dari ranjang dan hendak membawanya pergi ke luar dari kamar hotel ini. Tapi sebelum ke luar dia melewati ku aju pun berdiri dia menghentikan langkahnya dan menghadap ke arah ku.
"Makasih sudah nyelamatin nyawa ku semoga perjlanan kamu menyenangkan" kata Tristan kepada ku smabil.mengulurkan tangan kirinya kepada ku.
__ADS_1
"Iya sama sama" kata ku kepada tristan sambil tersenyum lebar dan menerima uluran tangannya.
"Kita akan bertemu lagi" kata tristan kepada ku.
Belum semoat aku menjawab dia sudah keburu di bawa pergi oleh pelayannya. Tapi ya sudah lah kita pasti mungkin akan bertemu lagi tapi entah itu kapan. Setelah mereka semua keluar aku pun membaringkan tubuh ku di kasur ya semalaman tidur di sofa rasanya sangat tidak nyaman dan itu membuat badan ku sakit rasnaya pegal pegal sekali tapi aku senang bisa menolong laki laki itu. Tak terasa aku pun tertidur aku babgun karena kaget ya karena aku harus berangkat ke bandara. Saat aku melihat jam ternyata sudah jam satu lewat empat puluh menit dengan cepat aku langsung cuci muka langsung berlari ke luar kamar ya tak lupa aku membawa koper koepr ku dan tak lupa tas saat sampai di depan pintu aku harus kembali lagi karena hp ku tertinggal di meja dekat sofa setelah masuk dan memastikan tidak ada yang tertinggal aku pun kembali keluar dengan ceoat aku berlari ke arah lift. Saat lift terbuka aku memberikan kartun kunci itu kembali ke resepsionis setelah selsai aku langsung berlari ke arah luar dan menghentikan taxi. Saat di Dalma taxi aku menyuruh sopirnya unguk emmpercepat melajukan mobilnya ya karena sudah tinggal sepuluh menit lagi dan jika tidak aku akan terlambat. Hah kenapa juga harus tidur. Padahal tadi aku hanya berbaring di ranjang tapi saat mencium bau aroma dari laki laki itu membuat ku tenang dan rileks sehingga aku tertidur.
Tak lama kemudian aku oun sampai di bandara saat sampai di depan aku langsung membayar dan menuju ke arah pemeriksaan tiket. Setelah sampai akhirnya sekarang sudah bisa masuk ke dalam pesawat aku menghembuskan nafas dengan lega ya akhirnya aku sampai tepat waktu. Aku duduk di dekat jendela aku suka sekali duduk di dekat jendela membuat ku senang melihat ke luar karena pemandangan dari atas sangat indah dan rasnya Manusi Manusi kecil sekali seprti semut semut. Aku mengambil hp ku dan menaruhnya dalam mode pesawat setelah selsai aku pun kembali menaruh hp ku ke dalam tas ku. Tiba tiba ada seorang laki yang berjas sangat rapi dia terlihat gagah sekali dengan jasnya tapi aku tak dapat melihatnya karena wajahnya di tutupi oleh koran yang sedang di baca aku pun tak mempedulikannya dan kembali melihat ke arah luar jendela.
"Hai" kata laki laki di sebelah ku kepada ku. Aku oun menoleh entah lah tapi aku kaget ya bagaimana tidak kaget karena laki laki di samping ku adalah Tristan.
"Loh kamu kok ada di sini ngapain?" Kata ku kepada tristan
"Aku sudah bilang bukan tadi kakau kita akan ketemu lagi. Jadi ya kita ketemu lagi deh di sini. Lagi pula aku ada urusan yang mendesak di Paris jadi aku harus ke sana" kata Tristan kepada ku.
"Oh gitu. Tapi gimana sama luka kamu bukannya masih belum sembuh kenaoa sudah pakek baju yang ketat seprti ini?" Kata ku kepada tristan.
"Oh luka ku sudah sembuh kok. Tadi waktu sampai di rumah ku langsung di obati oleh dokter khusus keluarga dan ya semuanya sudah kembali normal. Dan liat aku bisa baik baik saja di depan kamu sekarang" kata Tristan kepada ku smabil embgangjat tangan kanannya ke atas menunjukan kalau tangannya sudah tak sakit lagi.
"Wah hebat banget ya dokter kamu" kata ku kepada tristan.
"Biasa aja. Tapi kenapa kamu baru Dateng?" Kata Tristan keoada ku.
"Oh iya tadi aku ketiduran he he he he jadi aku hampir aja telat deh. Untungnya bisa ke sini secepat mungkin jadi gak ketinggalan pesawat deh aku habis tadi aku capek banget jadi ya ketiduran deh." kata ku kepada tristan ya tak mungkin kan aku emngatakan kepada tristan kakau aku tertidur karena tadi sempat mencium aroma atristan hingga aku tertidur. Bisa bisa aku di kira wanita murahan oleh Tristan. Jadi ya lebih baik aku berbohong saja he he he he he.
"Oh gitu, di oaris kamu tinggal di hotel juga?" Kata Tristan keoada ku.
"Iya lah memangnya aku tinggal dimana lagi." Kata ku kepada tristan
"Tinggal di vila aku aja" kata Tristan keoada ku.
",Gak usah makasih. Aku tinggal di hotel aja ya" kata ku keoada Tristan ya aku tak enak untuk tinggal di rumahnya kami kan baru kenal beberapa jam yang lalu. Masa sekarang sudah mau tinggal di bilangan.
__ADS_1
"Jangan nolak oke. Ini ucapan terima kasih ku buat kamu. Kalau ngak ada kamu tadi malam mungkin aku sudah meninggal sekarang. Jadi aku mohon jangan tolak dana kau mau kamu tinggal di vila aku oke. Aku jamin kamu akan Suak dengan bila aku kok. Dan aku juga bakalan bawa kamu jalan jalan keliling oaris" kata Tristan kepada ku.
", Ya sudah deh kalaok gitu' kata ku kepada tristan sambil melihat ke arahnya ya sudah lah gak papa lagi pula kata Tristan dia hanya ingin mengucapkan terima kasih saja karena semalam aku sudah menolongnya dari laki laki jahat itu.